Home » Sulawesi Tenggara

Pantai Taipa Wisata Primadona di Konawe Utara

EnJ 1 April 2009 Sulawesi Tenggara 1,124 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

pantai-taipaKONAWE UTARA – Angin sepoi-sepoi begitu terasa segar menerpa tubuh ketika kita memasuki kawasan Pantai Tanjung Taipa, objek wisata primadona di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Hamparan pasir berwarna abu-abu yang diterjang hempasan ombak dan gelombang laut silih berganti menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan ketika kita berada di kawasan pantai sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu.
Menjangkau kawasan pantai yang terletak kurang lebih 70 kilometer arah utara Kota Kendari, Sulawesi Tenggara itu dengan kendaraan roda dua atau roda empat, hanya butuh waktu 1-1,5 jam.
Di sebelah barat ujung pantai itu terdapat tebing yang curam. Di bibir tebing curam itu terdapat dinding-dinding karts (tebing kapur) yang cukup fantastis. Di atas tebing terdapat liang-liang gelap berbentuk gua (cave). Masyarakat setempat menyebut gua itu sebagai gua kelelawar karena memang dihuni oleh spesies kelelawar. Jika berada di mulut gua tersebut, kita akan mendengar dengan jelas suara-suara kelelawar dan satwa lain yang mendiami kawasan hutan di sekitarnya.Hanya beberapa meter dari gua kelelawar terdapat gua tengkorak. Disebut gua tengkorak karena di dalam gua itu terdapat banyak tengkorak dan tulang-belulang manusia. Diduga, gua itu menjadi tempat tinggal manusia purba masa lampau.
Ketika berada di atas tebing itu, kita dapat melihat dengan jelas aktivitas pengunjung pantai yang sedang mandi, berenang, dan bermain di sela-sela gelombang laut. Di sebelah timur ujung pantai itu terdapat hamparan pasir yang menjadi tempat binatang khas Sulawesi Tenggara, burung maleo bertelur. Di era 1990-an, dalam jarak pandang 50-100 meter di kawasan itu, kita dapat menyaksikan dengan jelas, puluhan bahkan ratusan ekor satwa endemik itu, melepas telurnya, lalu memendamkannya ke dalam pasir.
Warga sekitar yang bermukim tidak jauh dari kawasan pantai menjadikan telur burung langka itu sebagai sumber ekonomi keluarga. Selain dikonsumsi sendiri, baik dimasak langsung maupun menjadi bahan campuran berbagai jenis kue, warga juga memperjualbelikannya kepada pengunjung pantai atau pasar-pasar tradisional. Harga per butir saat ini mencapai Rp 25.000.
“Dulu, kami dapat menunggui burung maleo bertelur di kawasan pasir itu. Sekarang, sudah jarang dijumpai karena terusik dengan aksi warga yang banyak memburu telur burung berukuran besar itu,” tutur Abdul Malik, Camat Sawah, Kabupaten Konawe, dalam percakapan dengan SH belum lama ini.
Menurut Malik, dalam keadaan sepi pengunjung, di bagian timur kawasan pantai itu masih sering tampak 5-10 ekor burung maleo bertelur. Usai memendam telurnya ke dalam pasir, burung-burung itu terbang kembali ke kawasan hutan, masih di sekitar Tanjung Pantai Taipa.

Buah Mangga
Di bagian lain kawasan pantai itu banyak terdapat mangga. Menurut Abdul Malik, warga setempat menyebut pantai itu dengan nama Pantai Taipa karena keberadaan pohon mangga dalam jumlah banyak itu. “Pantai ini disebut Taipa karena di sini banyak ditumbuhi pohon mangga. Taipa dalam bahasa daerah di sini artinya mangga. Jadi, pantai ini disebut Taipa karena di sekitar sini banyak ditumbuhi pohon mangga,” jelasnya.
Menurut Malik, jika berkunjung di pantai itu saat musim mangga, pengunjung bisa menikmati manisnya aneka jenis mangga. Mulai dari mangga harum manis, golek, mangga macan, sampai mangga hiku.
Selain mangga, berkunjung ke Taipa juga tak masalah jika tidak menyiapkan makanan. Kita tinggal merogoh kocek Rp 10.000-an, lalu membeli nasi gogos (nasi dibungkus daun pisang lalu dibakar, makanan khas daerah setempat), yang banyak dijajakan warga di sekitar pantai. Lauknya, bisa menggunakan sate pokea (siput yang banyak terdapat di rawa-rawa), ikan bakar, atau membeli ikan segar dari nelayan yang baru pulang melaut, lalu membakarnya sendiri sesuai selera kita. Sambil duduk lesehan, pengunjung menikmati nasi gogos dengan sate pokea atau ikan bakar di atas tikar yang dibentangkan di hamparan pasir putih.
Jika beruntung, dalam jarak pandang sekitar 75-100 meter arah sebelah timur pantai itu, kita dapat menyaksikan satwa langka, burung maleo melepas telurnya, lalu memendamkannya ke dalam pasir.
Untuk berenang bebas menikmati segarnya air laut pantai, dapat menyewa ban dalam mobil yang banyak disiapkan warga. Hanya dengan uang Rp 5.000, kita menggunakan satu ban sepuasnya, sampai bosan.
Namun sebegitu kuat daya tarik yang ditawarkan pantai itu, wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang mengunjungi pantai itu masih sepi. Menurut Malik, kawasan itu baru ramai pada hari Minggu atau hari libur lainnya. Pengunjung umumnya datang di pantai itu menggelar pertemuan atau rapat di ruang bebas.
Malik menduga minimnya wisatawan mengunjugi objek wisata pantai Taipa karena fasilitas penunjang, seperti penginapan atau cottage, belum tersedia. Satu-satunya fasilitas yang ada, hanya sebuah gedung lengkap dengan kamar mandi dan ruang ganti pakaian milik Pemda Kabupaten Konawe Utara yang dikelola Dinas Pariwisata dan Seni Budaya setempat. Gedung itulah yang biasa disewa pengunjung untuk menggelar pertemuan atau rapat.


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Taipa Beach: Pantai Elok di Tengah Kota
    [ Tuesday, 10 Nov 2009 - 7 : 46 | 0 comments | 282 views ]
    Taipa Beach 1 Berbagai kegiatan wista dapat dinikmati di pantai yang menawarkan keindahan hingga bawah airnya. Sulawesi Tengah merupakan Provinsi terluas di Sulawesi, meski tak setenar wilayah lainnya, provinsi ini memiliki keindahan alam yang mempesona dan tak kalah menarik. Kota Palu sebagai ibukota...
  • Wawolesea, Sejuta Pesona di Konawe Utara
    [ Friday, 3 Apr 2009 - 13 : 00 | 0 comments | 561 views ]
    KONAWE UTARA – Hawa hangat bercampur bau belerang begitu terasa ketika kita berada di kawasan objek wisata Air Panas Wawolesea di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kawasan wisata alam yang ditumbuhi pepohonan pinus itu berada kurang lebih 80 kilometer...
  • Pantai Ngliyep
    [ Thursday, 18 Dec 2008 - 21 : 38 | 0 comments | 593 views ]
    Pantai Ngliyep Pantai Ngliyep terletak ditepi Samudra Indonesia di Desa ...
  • Pulau Burung
    [ Saturday, 29 Aug 2009 - 21 : 57 | 0 comments | 474 views ]
    Pulau Burung Pulau Burung masih terletak di lepas Pantai Tanjung Binga Kecamatan Sijuk. Di Pulau ini terdapat bongkahan bebatuan di bibir pantai yang menyerupai paruh seekor burung sehingga pulau ini dinamakan Pulau Burung oleh penduduk setempat. Anda bisa berkunjung ke Pulau Burung...
  • Pulau Berhala
    [ Thursday, 4 Feb 2010 - 7 : 59 | 0 comments | 254 views ]
    PULAU Berhala memiliki panaroma pantai pasir putih dan batuan vulkanik yang sangat indah dengan lokasi yang sangat dekat dengan daerah penyangga Taman Nasional Berbak. Pulau yang luasnya kurang lebih 10 km persegi ini pada bagian barat mempunyai pantai yang landai...




Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes