Home » Banten

Pemandangan Alam di Kaki Gunung Karang Primadona Wisata di Kabupaten Pandeglang

EnJ 17 April 2009 Banten 4,381 views 2 CommentsPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

gunung-karangBanten memang dikenal kaya potensi wisata spiritual. Kalau daerah Banten Lama di Kabupaten Serang, misalnya, dikunjungi ribuan wisatawan setiap liburan karena memiliki kawasan wisata peninggalan Sultan Banten – yang antara lain berisi Benteng Surosowan, Mesjid Agung, Klenteng Kuno dan sejumlah makam keluarga Sultan Hasanudin, maka Kabupaten Pandeglang, 20 km dari Kota Kabupaten Serang, juga dikenal karena memiliki kawasan wisata Gunung Karang.

Dalam buku potensi usaha pariwisata Kabupaten Pandeglang yang diterbitkan 7 tahun silam, disebutkan kawasan wisata Gunung Karang memiliki 3 objek kunjungan.

Objek kunjungan pertama disebut Sumur Tujuh. Objek kunjungan kedua, Kolam Renang Cikoromoi yang dilengkapi tempat penziarahan Cibulakan. Objek penziarahan itu menjadi menarik diamati pengunjung, karena dikolam pemandiannya terdapat Batu Qur’an, batu berukuran besar terletak di dasar kolam dan bertuliskan huruf-huruf arab. Diperkirakan batu bertuliskan huruf arab itu sudah berusia lebih 5 abad. Dan objek kunjungan yang ketiga disebut pemandian air panas Cisolong.

Dibandingkan dengan objek kunjugan kolam renang Cikoromoi, atau pemandian air panas Cisolong, objek kunjungan Batu Quran dan Sumur Tujuh lebih sering dikunjungi umat Islam pada hari-hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad, 1 Muharam, menjelang Ramadhan, Idul Fitri atau Idul Adha. Ribuan umat Islam selalu mengunjungi kedua objek wisata spritual itu di setiap liburan, karena sejarah keberadaan objek wisata Sumur Tujuh dan Batu Qur’an, konon kabarnya, erat kaitannya dengan kegiatan keluarga Sultan Banten dalam penyebaran Islam di abad ke 15.

Karena itu, sejumlah perusahaan biro perjalanan wisata di Jawa, khususnya lembaga pengajian atau majelis taklim di Jabotabek, Banten, Bandung dan Cirebon sering menjadikan pemandangan alam di kaki Gunung Karang sebagai tujuan wisata menarik. Soalnya di lokasi itu juga terdapat obyek wisata Batu Qur’an dan Sumur Tujuh. Menariknya lagi, pada saat-saat tertentu di musim durian, pedagang durian juga bermunculan di sepanjang jalan menuju lokasi kaki gunung Karang mulai dari daerah Ciasem, kota Pandeglang atau Cikoromoi.

Cerita panjang mengenai misteri Sumur Tujuh itu akan dikupas dalam tulisan terpisah. Lalu, apa daya tarik objek wisata pemandian Batu Qur’an? Untuk mengetahuinya, mungkin Anda bisa mempelajari pengakuan Haji Wahab Gaffar (57) dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Haji Wahab Gaffar, pensiunan pegawai Pemda Tk I Nusa Tenggara Barat itu mengaku sudah sejak kuliah di Universitas Gajah Mada tahun 1960 mendengar beragam daya tarik pemandian Cibulakan. Karena itu, kakek 6 cucu dari 4 anak ini bernazar begitu pensiun akan meluangkan waktu melaksanakan wisata spiritual dengan mengunjungi makam Sunan Ampel di Surabaya hingga menengok semua peninggalan zaman kejayaan Sultan Banten, termasuk pemandian Batu Quran itu.

“Ketika melihat sendiri, saya baru percaya, batu qur’an itu ada. Jadi,bukan dongeng yang dibuat-buat. Batu Quran itu merupakan salah satu sisa peninggalan masa jaya Sultan Banten,” ujar Haji Wahab Gaffar. “Sayangnya, Pemda terkesan membiarkan obyek wisata itu tumbuh tanpa perawatan seperlunyam sehingga tidak terkesan obyek wisata itu sangat berarti bagi umat Islam, khususnya bagi aset sejarah di Banten,” tambahnya.

Lokasi pemandian Batu Quran terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kadubumbang Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Lokasi pemandian memang sangat sederhana. Hanya ada sebuah kolam di situ. Tetapi, jika liburan panjang tiba, antrian orang berdatangan ke pemandian tersebut.

Pengunjung selalu dibuat takjub, karena menurut cerita kuncen, petugas penjaga pemandian Cibulakan, air kolam pemandian – yang tingginya hanya sekitar 1,5 meter dari dasar kolam – tak bisa kering sekalipun musim kemarau berlangsung panjang. Prof Dr Muarif Ambari dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional juga pernah mempelajari bagaimana mengeringkan kolam Cibulakan, kemudian Batu Quran yang ada diteliti asal muasalnya. Ternyata sulit. Pasalnya, air Cibulakan tak mudah kering kendati disedot pipa air bertekanan ratusan kubik perjam. Akibat itu para ahli sejarah kepurbakalaan yakin bahwa batu bertulisan huruf-huruf al-quran yang ada di batu-batu di dasar kolam Cibulakan, sengaja dibuat oleh pengikut Sultan Banten dalam rangka syiar Islam. Batu-batu itu telah dijadikan media pengikut Sultan untuk warga Banten tentantg bagaimana menghormati air untuk diminum, bagaimana menghormatyi air untuk dijadikan wudhu, dan bagaimana menjadikan air sebagai modal kehidupan.

Batu-batu berhuruf arab itu, lebarnya hanya sekitar 2 meter. Di pinggiran batu tersebut, terdapat sejumlah mata air yang deras dan bening airnya. Di lokasi itulah pula, pengunjung sering berlama-lama berendam.

“Ada yang sangat yakin, jika berendam di sekitar batu quran tersebut, penyakit kulit yang ada ditubuh akan mudah disembuhkan. Ada juga yang yakin, sering berendam di kolam Cibulakan kulit akan menjadi lebih bersih karena air kolam Cibulakan mengandung unsur obat kimia yang bisa menghaluskan kulit. Ada juga yang yakin, air kolam Cibulakan bisa dijadikan media penyembuhan beragam bentuk penyakit dalam,” ujar Haji Achmad dari Warung Gunung Kabupaten Lebak yang mengaku sering mengajak santri-santri pesantrennya mengaji bersama di mushollah yang ada di pinggiran kolam Cibulakan.

Haji Achmad menuturkan, sering mengajak santrinya mengaji bersama di Mushollah Cibulakan, lebih karena ingin menjelaskan banyak hal bahwa Batu Quran yang ada di kolam Cibulakan merupakan peninggalan Ki Mansyur, seorang ulama terkenal di jaman kesultanan Banten abad ke-15.

Ki Mansyur – yang juga disebut Maulana Mansyur oleh warga masyarakat Banten – memang salah seorang ulama pemberani, cerdas, piawai dalam memainkan alat-alat kesenian bernafaskan Islam. Di masa kejayaan Sultan Hasanudin, Ki Mansyur yang juga cakap dalam ilmu pertanian serta komunikasi diserahi tugas untuk menjaga kawasan Islam Banten Selatan dan berdomisili di Cikaduen.

Selama masa penugasannya, Ki Mansyur mewariskan banyak ilmunya kepada warga Banten Selatan. Salah satu ilmu kesenian bernafaskan Islam yang ditinggalkannya dan hingga kini masih lestari adalah seni Rampak Bedug, kesenian tradisional yang mulanya digunakan warga Pandeglang hanya di bulan Ramadhan untuk membangunkan warga makan sahur. Kesenian itu juga digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan massa menjelang Ki Mansyur menyampaikan pesan-pesan atau tugas kepada warga. Ki Mansyur juga mewariskan ilmu debus, kesenian yang inti sarinya bersumber dari Al-quran, untuk penyebaran Islam.

Kini Ki Mansyur – bersama istrinya – bersemayan di Cikaduen. Setiap libur, terutama sekali jika Maulid Nabi Muhammad tiba, puluhan bus ukuran besar dari berbagai kota parkir di lokasi wisata penziarahan makam Ki Mansyur di Cikaduen, Pandeglang.

Setelah mengunjungi makam Ki Mansyur, para wisatawan juga kerap menyempatkan diri berendam di kolam Cibulakan. Ketika pulang, pengunjung pun membawa oleh-oleh botol berisi air dari kolam Cibulakan. Dan kegiatan itu sepertinya sudah mejadi tradisi yang berlangsung lama. Hasilnya pun menakjubkan. Karena sangat yakin, air kolam pemandian batu quran bisa dijadikan obat, banyak pengunjung yang semula menderita penyakit kulit kini sembuh.

Itulah primadona wisata Di kabupaten Pandeglang, Banten. (Herman/www.suarakarya-online.com)


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Pemandian Watugede
    [ Sunday, 21 Dec 2008 - 7 : 52 | 0 comments | 392 views ]
    Di Kecamatan Singosari memang banyak sekali peninggalan- peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari/Singhasari. Salah satu diantaranya adalah Pemandian Watu Gede. Konon kabarnya tempat ini adalah pemandian bagi raja-raja Singhasari. Yang cukup menarik dari pemandian ini yaitu sumber airnya yang tersebar disisi...
  • Indahnya Masjid Raya Baiturrahman
    [ Saturday, 31 Jan 2009 - 6 : 58 | 0 comments | 2366 views ]
    masjid-raya-baiturrahman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, telah berusia 712 tahun, namun masih tetap memancarkan keindahan dan berlatar belakang sejarah yang besar. Karena itu, tidaklah mengherankan jika bangunan masjid yang mampu menampung sekitar 10.000-13.000 jemaah ini menarik perhatian umat Islam, baik yang...
  • Keraton Kanoman Cirebon
    [ Monday, 2 Mar 2009 - 15 : 13 | 0 comments | 3459 views ]
    keraton-kanoman-cirebon Keraton Kanoman didirikan oleh Sultan Kanoman I (Sultan Badridin) turunan ke VII dari Sunan Gunung Jati (Syarief Hidayatullah) pada tahun 510 tahun Saka atau tahun 1588 Masehi, Adapun prasasti tahun berdirinya Keraton Kanoman terdapat pada pintu Pandopa Jinem yang menuju...
  • Pemandian Sumber Udel
    [ Sunday, 30 Aug 2009 - 22 : 48 | 0 comments | 399 views ]
    Pemandian Sumber Udel Pemandian Sumber Udel mempunyai standart Nasional karena mempunyai 2 (dua ) jenis kolam renang, yaitu kolam renang untuk anak-anak dan kolam renang untuk orang dewasa. Kolam renang “Sumber Udel” ini juga mempunyai beberapa fasilitas antara lain: Tempat mainan anak-anak Panggung gembira...
  • Masjid Tua Katangka Situs Masuknya Agama Islam
    [ Tuesday, 6 Oct 2009 - 11 : 16 | 0 comments | 1217 views ]
    Masjid al Hilal Katangka Di Kabupaten Gowa terdapat Masjid tertua di Sulawesi Selatan yang dibuat tahun 1603, Masjid Al Hilal Katangka menjadi salah satu bukti masuknya agama Islam di Kabupaten Gowa pada tahun 1603. Kehadiran Masjid Al Hilal Katangka inilah titik awal berkembangnya Islam di...




2 Comments »

  1. [...] Pemandangan Alam di Kaki Gunung Karang Primadona Wisata di Kabupaten … Banten memang dikenal kaya potensi wisata spiritual. Kalau daerah Banten Lama di Kabupaten Serang, misalnya, dikunjungi ribuan wisatawan setiap liburan karena [...]

  2. [...] Pemandangan Alam di Kaki Gunung Karang Primadona Wisata di Kabupaten … Banten memang dikenal kaya potensi wisata spiritual. Kalau daerah Banten Lama di Kabupaten Serang, misalnya, dikunjungi ribuan wisatawan setiap liburan karena [...]

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes