Home » Kalimantan Barat

Taman Nasional Betung Kerihun

EnJ 21 April 2009 Kalimantan Barat 1,608 views One CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

peta-betung-kerihunSebagian besar keadaan topografi Taman Nasional Betung Kerihun berupa perbukitan, dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS): Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun harus melalui sungai-sungai tersebut.

Taman nasional ini memiliki delapan tipe ekosistem hutan seperti hutan dataran rendah, sekunder tua, Dipterocarpus, sub-montana, dan montana; dengan keanekaragaman tumbuhan bernilai tinggi sebanyak 1.216 jenis yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Sebanyak 14 jenis merupakan “catatan baru” di Indonesia diantaranya Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata dan Shorea peltata, serta 13 jenis palem merupakan “catatan baru” di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).

Terdapat kurang lebih 48 jenis mamalia termasuk 7 jenis primata diantaranya klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), orangutan (Pongo satyrus), klampiau (Hylobates muelleri), kepuh (Presbytis frontata frontata), dan kokah (P. femoralis chrysomelas); 301 jenis burung yang terdiri dari 151 genus dan 36 famili, 15 jenis burung migran, dan 24 jenis endemik Kalimantan; 51 jenis amfibia, 52 jenis reptilia, 170 jenis insekta dan 112 jenis ikan.

Satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat adalah orangutan (Pongo satyrus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa Kalimantan (Hylobates muelleri), klasi (Presbytis rubicunda rubicunda), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), dan kancil (Tragulus napu borneanus).

Burung Julang Emas

Burung Julang Emas

Diantara keluarga Bucerotidae yang terdapat di taman nasional ini, yang paling menonjol adalah burung julang emas (Aceros undulatus) dan enggang gading (Rhinoplax vigil) yang merupakan maskot satwa Propinsi Kalimantan Barat.

Taman Nasional Betung Kerihun diusulkan sebagai Cagar Lintas Batas dengan Lanjak Entimau Wildlife Reserve di Serawak.

Selain memiliki keanekaragaman tumbuhan/satwa dan seolah tiada akhir; aliran anak sungai yang sangat jernih berasal dari air terjun/riam di puncak bukit; suara kicauan burung dan pekikan dari berbagai satwa, kesemuanya dapat disaksikan dan dirasakan di dalam taman nasional.

Seperti halnya penduduk asli pedalaman Kalimantan umumnya, masyarakat yang berada di sekitar taman nasional ini sebagian besar berasal dari suku Dayak. Terdiri dari kelompok suku Dayak Iban, Dayak Taman dan Dayak Bukat. Salah satu kebiasaan yang cukup unik dari mereka adalah menggunakan “Tato” pada kulit.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Pegunungan Muller, Gunung Kerihun, dan Gunung Betung. Bentangan pegunungan Muller yang merupakan batas negara dan Gunung Betung/Kerihun, sangat cocok untuk kegiatan pendakian/panjat tebing.
Sungai Tekelan, Sibau, Mendalam, Embaloh, Kanyau. Menyelusuri sungai, memancing, pengamatan satwa/tumbuhan, dan wisata budaya.
Riam Lapan, Riam Matahari. Arung jeram dengan tingkat kesulitan III s/d IV, dengan klimaksnya pada kelas V di Riam Matahari..
Sungai Sedik, Batang Pilung dan Sungai Jaan. Air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan wisata budaya.
Tanjung Lokang. Pada bagian Barat taman nasional terdapat tebing-tebing dan goa kapur untuk kegiatan wisata goa dan budaya.

Atraksi budaya di luar taman nasional:
Kaburai. Stasiun Pelatihan dan Penelitian Kehutanan yang terletak di Dusun Kaburai. Tumbang Gagu. Melihat rumah panjang tradisional suku Dayak (Betang).

Musim kunjungan terbaik: bulan September s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi :
Cara pencapaian lokasi: Pontianak – Putussibau dengan kendaraan roda empat sekitar 18 jam atau dengan Pesawat kecil Cessna sekitar 2,5 jam. Selanjutnya dari Putussibau menyelusuri S. Kapuas, S. Sibau dan S. Mendalam selama ± 5 jam dengan semi longboat atau dari Putussibau menyelusuri S. Kapuas dan S. Embaloh Hulu selama sekitar tiga jam dengan speedboat, kemudian dilanjutkan dengan semi longboat menuju S. Embaloh Hulu sekitar sembilan jam.

Kantor:
Jl. Kapten Pierre Tendean, Kompleks KODIM 1206, Putussibau – Kalbar – 78711
Tlp. 0567-21935
Fax. 0567-21935
Email: tn_betungkerihun@yahoo.com
Dinyatakan —-
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 467/Kpts-II/95
luas 800.000 hektar
Ditetapkan —-
Letak Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat
Temperatur udara 21° – 28° C


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Taman Nasional Danau Sentarum
    [ Tuesday, 21 Apr 2009 - 13 : 12 | 0 comments | 1223 views ]
    peta-danau-sentarum Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan. Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km...
  • Taman Nasional Kayan Mentarang
    [ Wednesday, 29 Apr 2009 - 16 : 50 | 0 comments | 1031 views ]
    peta-kayan-mentarang Taman Nasional Kayan Mentarang dengan luasnya 1.360.500 hektar, merupakan suatu kesatuan kawasan hutan primer dan hutan sekunder tua yang terbesar dan masih tersisa di Kalimantan dan seluruh Asia Tenggara. Taman nasional ini memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa bernilai tinggi baik...
  • Taman Nasional Gunung Palung
    [ Tuesday, 14 Apr 2009 - 12 : 45 | 0 comments | 1102 views ]
    peta-gunung-palung Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu...
  • Perang Suku Dayak Laluhan
    [ Sunday, 4 Apr 2010 - 14 : 23 | 0 comments | 353 views ]
    Sebuah upacara adat suku dayak yang bertemakan peperangan, bernama laluhan, minggu kemarin digelar di perairan Sungai Kapuas,Kalimantan Tengah. Sejumalh warga dan wisatawan antusias mengikuti upacara langka yang sudah berusia ratusan tahun ini. Inilah suasana pelaksanaan upacara adat bertemakan peperangan suku dayak...
  • Taman Nasional Tanjung Puting
    [ Thursday, 30 Apr 2009 - 13 : 18 | 0 comments | 1375 views ]
    peta-tanjung-puting Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa tipe ekosistem yang terdiri dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder. Kawasan ini didominir oleh tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera...




One Comment »

  1. Thx artikelnya sangat membantu saya dalam membuat makalah dan mendapat bahan presentasi.

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>