Home » Jawa Barat

Situ Patengan, Wisata untuk Memaknai Cinta

EnJ 6 June 2009 Jawa Barat 1,026 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL
Situ Patengan nan asri. Lokasi wisata di selatan Kabupaten Bandung ini senantiasa dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik.

Situ Patengan nan asri. Lokasi wisata di selatan Kabupaten Bandung ini senantiasa dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik.

Kabut mulai turun ketika rombongan Outbond Media Dirgantara 2009 yang dipandu Kolonel D Herly dari Dispen AU tiba di Situ Patengan. Tempat rekreasi berupa danau ini berada di ketinggian sekitar 4.000-an meter dari permukaan laut.

Udara dingin terasa menusuk, namun pemandangan indah yang terhampar di depan mata, sontak menghangatkan jiwa.

Semuanya takjub memandang telaga yang berjarak 50-an kilometer ke arah selatan Kota Bandung ini.

Foto-foto:ermalindus sonbay

Foto-foto:ermalindus sonbay

Pemandangan perkebunan teh Rancabali yang sudah memanjakan mata sepanjang 5 kilometer sebelum situ seakan disempurnakan oleh pesona telaga.

Hawa sejuk dan segar menjadikan Situ Patengan (sering dilafalkan Situ Patenggang, Red) kerap menjadi objek wisata alam yang mendulang pengunjung bukan saja dari provinsi Jawa Barat, juga dari berbagai daerah. Danau yang juga disebut Telaga Cinta ini, juga acap kedatangan pelancong mancanegara yang sempat mampir ke Bandung dan daerah sekitar.

Situ ini kental dengan suasana kesetiaan dan keabadian cinta yang lahir dari proses saling mencari (Patengan atau pateangan-teangan dalam bahasa Sunda berarti saling mencari). Konon kisahnya, Dewi Rengganis dan Raden Indrajaya (Ki Santang), sepasang kekasih yang karena sesuatu hal terpisah. Mereka pun saling mencari dan air mata kesedihan akibat pencarian itu, mengalir deras dan lambat laun membentuk sebuah telaga.

Mereka akhirnya bertemu kembali pada sebuah batu di pulau tengah danau. Dewi Rengganis kemudian meminta kekasihnya untuk membuat perahu, agar mereka bisa mengarungi danau. Mereka berdua pun akhirnya menjadi sosok legendaris dari kisah mengenai pengorbanan dan kesetiaan tersebut. Mereka pun menjadi ikon cinta. Batu di pulau tengah danau yang diberi nama Pulau Sasaka (asmara) itu pun disebut Batu Cinta.

Tidak heran jika kita me-ngunjungi Situ Patengan, akan melihat banyak pasangan muda sering terbawa kisah, dan terpengaruh untuk mengelilingi danau, Batu Cinta, dan tentunya Pulau Asmara. Mereka umumnya menyewa perahu dengan membawa penggalan doa agar kiranya cinta mereka abadi, seperti Raden Indrajaya dan Dewi Rengganis.

Karena itu, di salah satu sisi situ, terdapat dermaga yang bisa disandari perahu-perahu kecil yang bisa disewa ketika para pengunjung hendak mengelilingi situ. Biayanya relatif terjangkau, apalagi kalau disewa bersama rombongan, biaya per orang Rp 20.000. Ada juga perahu bebek yang bisa dikayuh oleh pasangan-pasangan yang berniat mengabadikan kisah kasihnya, yang untuk ini tarif-nya Rp 40.000 hingga Rp 50.000.

“Situ mah rame kalau hari libur. Setiap hari perahu yang disewa sekitar lima atau enam, tetapi kalau pas libur banyak sekali yang nyewa, bahkan harus mengantre,” tutur Karso salah satu pemilik perahu yang disewakan.

Air danau yang tenang, udara yang sejuk, jajaran rapat pohon pinus yang menarikan daun-daun langsing hijaunya, tak pelak menjadi daya tarik Situ Patengan. Mengelilingi danaunya sembari mencoba memaknai cinta, tampaknya bukan sesuatu yang berlebihan.

Pengunjung bisa menikmati aneka buah segar pegunungan diantaranya terong belanda yang bisa dijadikan oleh-oleh buat keluarga.

Gerbang masuk ke Dermaga Situ Patengan.

Gerbang masuk ke Dermaga Situ Patengan.

Apalagi yang bisa kita dapat dari kawasan wisata itu? Selain pemandangan alam, ada beberapa hal yang bisa dinikmati pengunjung, antara lain cendera mata khas Sunda, seperti pernak-pernik hiasan dinding, golok, dan sebagainya. Ada juga jejeran toko penjual buah-buahan yang menjual terong belanda, duku, stroberi, jeruk, dan sebagainya. Dan tentunya, penjual tahu Sumedang.

Bagi yang suka meman- cing, ada juga kolam-kolam kecil tempat hidup ikan-ikan gurame yang dikembangbiakkan. Tentunya ada biaya sewa tempat juga perlengkapan lainnya. Pengunjung bisa juga membeli ikan air tawar yang ditangkap dari tempat pemeliharaan ikan milik penduduk setempat.

Berwisata ke Situ Patengan bisa juga dilengkapi dengan menikmati hangatnya pemandian air panas Cimanggu atau pemandian air panas Ranca Upas. Dua tempat yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari situ itu sering dikunjungi oleh mereka yang merindukan suasana lain, bahkan hingga tengah malam. Kalau di Cimanggu, ada tiga kolam dengan berbagai kedalaman dan juga panas air yang berbeda, maka di Ranca Upas, pengunjung bisa menikmati guyuran air panas khas daerah sekitar gunung-gunung vulkanis dalam kamar-kamar mandi yang telah disiapkan. Bagi yang baru pertama kali berendam di pemandian air hangat, dianjurkan untuk lebih dahulu memasuki kolam campuran air panas dan air dingin.

Akan tetapi, tempat wisata tersebut sebaiknya beberapa bagiannya perlu direnovasi. Seperti di beberapa bagian tembok pembatas dan pengaman Situ Patengan. Kemudian, restoran, tempat istirahat, tempat parkir, toko-toko, dan juga akses infrastruktur situ, sebaiknya lebih ditata. Kurangnya pemandu wisata yang menguasai historis dan seluk-beluk situ ini juga merupakan salah satu kendala.

Kesulitan lain perjalanan wisata ke daerah selatan Kota Bandung ini adalah akses transportasi umum yang kurang. Namun, bagi yang memiliki kendaraan sendiri, jarak tempuh 2 jam adalah waktu minimal jika ingin menikmati semua kekhasan yang ditawarkan wisata alam di ketinggian yang berada tidak jauh dari naungan pegunungan di daerah perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur ini.

Di sekitar Situ Patengan, ada juga yang menyediakan sarana outbond lengkap bagi pemula atau yang menginginkan petualangan lengkap wisata alam. Namun, ada juga kawasan yang harus dihindari, yakni bagian-bagian tertentu dari sebagian hutan sekitar situ yang sering digunakan untuk latihan militer. Letak Situ Patengan juga tak jauh dari kawasan wisata lainnya, yakni Kawah Putih yang menyajikan danau belerang berwarna putih kehijauan. Inilah beberapa tempat alternatif berwisata di selatan Bandung. [EMS/N-5 - www.suarapembaruan.com]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Situ Patenggang
    [ Monday, 19 Jan 2009 - 21 : 16 | 0 comments | 4141 views ]
    situ-patenggang Situ Patengan atau yang lebih populer di dengar orang dengan nama Situ Patenggang merupakan suatu legenda romantis di zaman dahulu kala. Setelah memasuki gerbang Situ Patengan, Ciwidey, Bandung. kita akan melewati perkebunan teh yang menghijau. Dan tidak jauh kedepan, kita...
  • Lembang
    [ Wednesday, 11 Nov 2009 - 15 : 50 | 0 comments | 1419 views ]
    Lembang 1 Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.080 meter diatas permukaan laut. Titik tertingginya ada di Puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar...
  • Peta Wisata Garut
    [ Thursday, 11 Feb 2010 - 8 : 48 | 0 comments | 256 views ]
    ADA beberapa lokasi yang wajib Anda kunjungi ketika berkunjung ke Garut. Di kota Dodol ini ada beragam tempat wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan danau, juga ada tempat wisata religius. Beberapa diantaranya: Situ Bagendit Danau terluas di Garut. Terletak di...
  • Situ Gunung
    [ Thursday, 19 Mar 2009 - 20 : 54 | 1 comments | 4484 views ]
    Situ Gunung di Pagi Hari Situ Gunung di Pagi Hari Situ Gunung terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi, dengan luas 120 ha dan ketinggian 850 M dpl. Jalan berkelok, diantara pohon Pinus dan Damar mengantar...
  • Situ Gede Bogor
    [ Saturday, 10 Jan 2009 - 21 : 32 | 0 comments | 3165 views ]
    Situ Gede Kawasan Situ Gede merupakan suatu kawasan yang masih bernuansa alam pedesaan. Air Danau yang membentang lebar dengan latar hutan rindang dilengkapi dengan wisata air. Terletak di desa Situ Gede Kecamatan Bogor Barat atau dekat dekat Lembaga Penelitian Hutan Tropis (CIFOR),...




Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes