Home » Sumatra Barat

Danau Maninjau

EnJ 15 August 2009 Sumatra Barat 919 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

danau maninjauDanau Maninjau berada pada ketinggian ± 500 m diatas permukaan laut dan di kelilingi oleh Bukit Barisan yang menjulang dan curam, sehingga membuat Danau Maninjau tak ubahnya seperti kawah raksasa. Danau yang indah ini dikenal juga sebagai yang memiliki banyak tempat romantis sehingga wajar jika banyak wisatawan mancanegara menyebutnya The lake with romantic scene karena disisi manapun anda melihatnya akan tampak pemandangan yang menakjubkan.

Danau Maninjau terbentuk akibat letusan gunung berapi (Gunung Tinjau) pada masa lampau. Danau yang indah ini terletak ±36 Km dari Bukittinggi kearah barat yang dapat ditempuh dengan kendaraan umum tujuan Maninjau dan Lubuk Basung dengan melewati kelok 44 yang unik memiliki luasnya sekitar 99,5 km² dan kedalaman maksimum 495 meter.

Keberadaan Danau Maninjau menciptakan sebuah cerita legenda “Bujang Sembilan”, yang dipercaya keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Alkisah ada satu keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani. Keelokkan paras dan perilaku Sani menjadi daya pikat tersendiri bagi seorang pemuda bernama Sigiran. Singkat kata mereka kemudian menjalin asmara. Suatu hari mereka dituduh telah melakukan perbuatan amoral oleh para bujang. Untuk membuktikannya, mereka melompat ke kawah gunung Tinjau. Mereka bersumpah jika mereka melakukan tindak amoral maka gunung ini tidak akan meletus, dan jika mereka tidak melakukan tindakan amoral maka gunung ini akan meletus. Akhirnya gunung tersebut meletus dan hasil letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air dan menjadi danau seperti sekarang.

Presiden Pertama RI Ir. Soekarno pernah berkunjung ke Danau Maninjau dan takjub dengan keindahannya. Untuk mengungkapkan kekagumannya tersebut ia menulis sebuah pantun yang berbunyi “Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau”. Pantun yang ditulis oleh Presiden pertama RI ini, cukup mewakili untuk menggambarkan keindahan panorama alam Danau Maninjau nan eksotis.

Didanau ini kita dapat berenang, memancing serta bertualang dengan sepeda mengelilingi danau. Disekitar danau ini banyak terdapat penginapan berupa Homestay, Hotel, Cafe, serta berbagai masakan dan makanan khas masyarakat Maninjau seperti Palai Rinuak, Bada Salai, Ikan Bakar, Pensi yang tidak terdapat di daerah lain.

Untuk menuju Danau ini, ditempuh melalui jalur darat. Ada 2 alternatif jalur untuk menuju ke Danau maninjau.
Pertama, dari Barat, perjalanan dimulai dari Kota Padang melewati jalur Pariaman menuju Lubuk Basung (ibu kota Kabupaten Agam), lebih kurang ditempuh selama 3 jam. Transportasi bisa menggunakan angkutan umum, travel, dan mobil pribadi atau mobil sewaan.
Kedua, Dari timur, perjalanan dimulai dari Padang menuju Bukittinggi dan dari kota Bukittinggi perjalanan dilanjutkan ke Danau Maninjau melewati kelok 44 yang unik. Dari kelok 44 dapat menikmati keindahan danau serta puluhan ekor kera yang kita dapat memberi makan mereka secara langsung. Transportasi bisa menggunakan angkutan umum, mobil pribadi atau mobil sewaan. Waktu perjalanan ditempuh kurang lebih 3½ jam.


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Danau Maninjau Pesona yang Tiada Henti
    [ Thursday, 16 Apr 2009 - 19 : 05 | 0 comments | 1078 views ]
    danau-maninjau Deretan keramba menunjukkan adanya aktivitas yang tiada henti, sumber kehidupan masyarakat sekitar. Dari kejauhan, bukit tampak menjadi penjaga Maninjau. Masih setia seperti dulu walaupun terkadang tidak bersahabat dan danau tetap menjadi tempat bergantung masyarakat sekitar. Sesaat kemudian langit pun mulai berganti,...
  • Terkecoh di Danau Dipati Empat
    [ Wednesday, 21 Jul 2010 - 7 : 00 | 0 comments | 83 views ]
    Danau Dipati Empat berada di bagian barat daya Desa Pulau Tengah. Berjarak paling tidak delapan kilometer. Menurut penuturan beberapa penduduk setempat, danau tersebut dinamakan seperti itu lantaran dipelihara oleh empat dipati. Yaitu Dipati Gento rajo dan Dipati Pamuntjak Alam Tiang...
  • Danau Lido
    [ Saturday, 14 Mar 2009 - 5 : 29 | 0 comments | 2552 views ]
    danau Lido danau Lido Bila jenuh dengan kesibukan sehari-hari di Jakarta, tidak ada salahnya mengunjungi tempat wisata Danau Lido. Danau ini berada di pinggir Jalan Raya Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Danau Lido memang tak jauh dari ...
  • Danau Ranau: Wisata yang Masih Menjadi Misteri
    [ Monday, 30 Mar 2009 - 14 : 25 | 7 comments | 4284 views ]
    danau-ranau-palembang PALEMBANG – Keindahan Danau Ranau tak terbantahkan lagi. Namun, letaknya yang jauh dari pusat kota, Palembang, membuat objek wisata ini ibarat “misteri”. Keindahannya tersaput kabut. Oleh karena itu, meskipun indah, wisatawan yang berkunjung ke sini masih bisa dihitung dengan jari. Sama seperti...
  • Kelimutu, Misteri Danau Tiga Warna
    [ Friday, 19 Oct 2007 - 11 : 34 | 0 comments | 2576 views ]
    Perjalanan sekitar tiga jam dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ditempuh dengan sebuah mobil sewaan melintasi jalan berkelok-kelok, jurang dan tebing, serta kondisi jalan yang tidak mulus. Terasa melelahkan dan penuh tantangan, apalagi perjalanan dilakukan pada...




Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>