Monumen PETA
Sepanjang sejarah kolonial di Indonesia telah terjadi puluhan pemberontakan, besar maupun kecil, sebagai protes terhadap sistem dan praktek-praktek kolonial itu. Salah satu di antaranya ialah pemberontakan yang dilancarkan oleh anggota-anggota Tentara Pembela Tanah Air (PETA).
Daidan Blitar terhadap Pemerintah Pendudukan Jepang. Pemberontakan itu meletus pada saat praktek-praktek kolonial sedang berada pada puncak yang paling menekan kehidupan bangsa. Tepatnya tanggal 14 Februari 1945, pukul 03.30 meletuslah pemberontakan PETA Blitar di pimpin oleh Sudanco Soepriyadi. Monumen Peta ini didirikan karena untuk menghormatinya.
Artikel Terkait:
- Makam Ariyo Blitar
[ Sunday, 30 Aug 2009 - 22 : 35 | 0 comments | 541 views ]
Makam Adipati Ariyo Blitar terletak di Kel. Blitar, Kec.Sukorejo Kota Blitar kira-kira 2 km ke arah barat kota. Makam ini ramai pada saat bulan Asyura dan juga setiap malam Jum’at legi. Banyak orang datang ke Makam tersebut untuk mendapatkan berkah... - Museum Batik Kuno Danar Hadi
[ Saturday, 4 Apr 2009 - 12 : 25 | 5 comments | 3259 views ]
Bukan cuma mengoleksi 10.000 lembar kain batik kuno asli Indonesia. Ruangan Museum Batik Kuno Danar Hadi inipun diharumi semerbark bunga sedap malam dan melati. Ternyata, penggunaan bunga melati dan sedap malam di dalam ruangan museum ini bukan sekadar pewangi ruangan. Menurut... - Museum Kebangkitan Nasional: Pekik Nasionalisme Pada Mulanya
[ Wednesday, 19 May 2010 - 19 : 30 | 1 comments | 138 views ]
Menjelang hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei, kurang pas rasanya bila tidak berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional. Apa sebab? Karena coretan sejarah mengenai pergolakan dan dinamika pemuda Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah bermula di sini. Mengawali keberadaannya, gedung museum ini merupakan... - Monumen Puputan Klungkung
[ Sunday, 8 Mar 2009 - 8 : 43 | 0 comments | 1138 views ]
Monumen Puputan Klungkung Tugu atau bangunan ini menjulang tinggi setinggi 28 meter dari alas/dasar bangunan di tengah-tengah kota Semarapura berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, diberi nama Monumen Puputan Klungkung yang peresmiannya dilakukan oleh Bapak Menteri Dalam... - Siswa Belajar Batik Tulis Klasik Kontemporer
[ Wednesday, 17 Mar 2010 - 8 : 28 | 0 comments | 303 views ]
Diakuinya batik sebagai warisan kekayaan dunia asal Indonesia oleh Badan Dunia untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau Unesco, menumbuhkan minat para siswa diberbagai daerah untuk melestarikan batik. Di Bondowoso, Jawa Timur, para siswa sekolah menengah kini serius menekuni batik tulis...




















Have your say!