Home » Bali

Pergelaran Maha Bandhana Prasadha: Kisah Manusia dalam Tradisi Bali

EnJ 27 October 2009 Bali 436 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL
Kesenian "Wayang Lemah" yang biasa dipentaskan pada upacara tertentu yang berkaitan dengan manusia yadnya.

Kesenian "Wayang Lemah" yang biasa dipentaskan pada upacara tertentu yang berkaitan dengan manusia yadnya.

Sebagai kota yang menuju Kota Budaya, Denpasar harus memperhatikan budaya sebagai salah satu pilar pembangunan. Hal itu sejalan dengan konsep pembangunan pariwisata Bali yang juga mengembangkan pariwisata budaya yang didukung keindahan alam dan keramahtamahan masyarakat. Bali memang terkenal dengan objek wisatanya, juga tradisi budayanya yang unik.

Hal itu tampaknya disadari betul oleh Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra SE MSi, yaitu dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Maha Bandhana Prasadha. Kegiatan yang berlangsung awal Oktober lalu, diartikan sebagai suatu pergelaran agung untuk menggali nilai-nilai luhur.

Pergelaran Maha Bandhana Prasadha dibuka secara resmi oleh Wali Kota Rai Mantra yang ditandai dengan mencabut keris dari

Tari Baris Tekok Jago yang biasa dipentaskan dalam upacara "Ngaben" (manusia yadnya).

Tari Baris Tekok Jago yang biasa dipentaskan dalam upacara "Ngaben" (manusia yadnya).

sarungnya, Kamis (8/10) di Bundaran Catur Muka. Pagelaran Maha Bandhana Prasadha ini bertujuan untuk melestarikan kesenian langka yang ada di Denpasar, seperti Gambang, Gambuh, Saron, Palegongan, Selonding, Semarepegulingan, Gong Gede, Geguntangan, dan banyak lagi kesenian klasik yang harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Pembukaan Maha Bandhana Prasada juga dihadiri Muspida, seluruh pejabat Pemkot Denpasar, dan tokoh masyarakat Kota Denpasar. “Kegiatan Bandhana Prasadha ini sangat mendukung kami dalam mengembangkan pariwisata di Denpasar, yakni City Tour kepada turis yang tengah berlibur di Denpasar. Apalagi kegiatan ini sifatnya tahunan, sehingga bisa dijadikan kalender tetap kegiatan pariwisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Putu Budiasa.

Sementara itu, Ketua Panitia Maha Bandhana, Komang Astita yang juga Ketua Majelis Tinggi Kesenian dan Budaya (Listibya) Kota Denpasar, dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan 5.000 seniman. Pawai pada acara pembukaan dikemas sebagai pertunjukan yang menceritakan fase kehidupan manusia dari dalam kandungan, masa remaja sampai dengan potong gigi, usia dewasa sampai perkawinan, dan usia tua hingga kematian. Sebelum acara pembukaan berlangsung, di depan Pura Jagatnatha juga digelar tabuh instrumental dengan tari wayang wong.

Permainan anak-anak berupa engrang yang di Denpasar (Bali) disebut "Metajog".

Permainan anak-anak berupa engrang yang di Denpasar (Bali) disebut "Metajog".

Lebih lanjut, Komang Astita mengatakan, Maha Bhandana Prasadha merupakan acara yang merepresentasikan keluhuran semangat perjuangan, seni, dan budaya Kota Denpasar. Acara ini mengajak warga Kota Denpasar melihat kembali puncak-puncak kebudayaan masa lalu yang patut dijadikan kontemplasi, introspeksi, dan inspirasi bagi kreativitas dan semangat berkarya pada masa kini dan masa yang akan datang.

Puputan Badung

Maha Bandhana Prasadha dimaknai dengan nilai dan semangat Puputan Badung, yang diwujudkan dalam pergelaran, pragmentari, gema sastra, dan ekspresi keagungan kreativitas.

Pendapat serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Ketut Mardika yang ditemui di sela-sela acara. Katanya, acara Maha Bandhana Prasada, ke depannya selain dijadikan kalender tahunan yang juga merupakan atraksi wisata, juga memberikan peluang bagi kesenian-kesenian klasik untuk ditampilkan. Selanjutnya, kesenian-kesenian klasik itu akan didokumentasikan dalam bentuk video dan foto, sehingga dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Lebih lanjut, Ketut Mardika mengharapkan, kegiatan Maha Bandhana Prasada mampu merangsang kesenian klasik yang ada di desa dan membangkitkan kembali kesenian-kesenian klasik yang ada.

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengacungkan keris pertanda Maha Bandhana Prasadha resmi dibuka.

Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengacungkan keris pertanda Maha Bandhana Prasadha resmi dibuka.

Prosesi pembukaan Maha Bandhana Prasada, diawali dengan penampilan seorang raja melihat rakyatnya yang kemudian diikuti penampilan kesenian klasik. Kemudian, penampilan kesenian klasik serentak dari empat penjuru arah angin menuju lapangan Puputan Badung. Dari arah timur yang diwakili Kecamatan Denpasar Timur, mengisahkan tentang kelahiran manusia dari kandungan hingga lahir bayi.

Prosesi dilanjutkan dari arah selatan yang mengisahkan masa remaja hingga potong gigi. Kemudian dari arah barat, digambarkan manusia dewasa yang sampai di jenjang perkawinan. Sedangkan dari arah utara, digambarkan proses upacara kematian. Hal itu menunjukkan bahwa tradisi, menjadi sebuah tontonan seni budaya yang apik. [SP/Nyoman Mardika]


1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...


Artikel Terkait:

  • Bali Tujuan Wisata Spa Terbaik Dunia
    [ Friday, 20 Feb 2009 - 21 : 57 | 0 comments | 1317 views ]
    spa-bali JAKARTA — Indonesia terpilih menjadi tujuan wisata spa terbaik di dunia melalui penghargaan yang akan dianugerahkan International Wellness Awards kepada Indonesia dalam International Travel Bourse di Berlin, Jerman. “Mengapa Indonesia? Sebab Indonesia mampu memertahankan warisan budaya leluhur dikombinasikan dengan hasil riset...
  • Ndalem Gebang
    [ Sunday, 30 Aug 2009 - 22 : 34 | 0 comments | 303 views ]
    Ndalem Gebang Ndalem Gebang ( Rumah tinggal Bung Karno ) merupakan rumah tempat tinggal Orang tua Bung Karno. Rumah ini letaknya tidak jauh dari Makam Bung Karno kira-kira 2 km ke arah selatan, tepatnya di Jalan Sultan Agung No. 69 Kota Blitar....
  • Ogoh-Ogoh, Daya Tarik Wisata Bali
    [ Saturday, 5 Mar 2005 - 23 : 47 | 0 comments | 686 views ]
    PEMBARUAN/NYOMAN MARDIKA HANOMAN DUTA- Ogoh-ogoh ini merupakan karya warga Sesetan, Denpasar, Bali, juara pertama dalam lomba pawai ogoh-ogoh HUT ke-13 Kota Denpasar yang diselenggarakan Minggu (20/2). Tradisi pawai ogoh-ogoh (patung raksasa) yang biasanya berlangsung sehari menjelang Nyepi atau disebut “pengrupukan” di Denpasar...
  • Festival Krakatau Tanpa Krakatau
    [ Monday, 4 Dec 2006 - 21 : 20 | 1 comments | 892 views ]
    Para penari dari Kabupaten Way Kanan menampilkan atraksi yang menggambarkan keragaman budaya di kabupaten itu. Festival Krakatau adalah gelaran rutin tahunan Provinsi Lampung. Tujuannya menjaring wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sehingga industri pariwisata Lampung pun bergairah. Sayangnya, meski bernama Festival Krakatau, tak ada satu pun wisata gunung fenomenal itu yang dihadirkan. Gaungnya pun hanya hadir...
  • Kehidupan Seni di Barat Jakarta
    [ Thursday, 16 Jul 2009 - 21 : 21 | 0 comments | 426 views ]
    Museum Wayang Edisi kali ini tim TC akan mencoba mengajak pembaca setia untuk melancong ke tempat-tempat penyelenggaraan acara kesenian atau pameran budaya baik tradisional maupun modern di wilayah Jakarta Barat. Museum Wayang Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mengunjungi sebuah museum? Pastinya Anda...




Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes