Berwisata Sambil Belajar

taman-mini-indonesia-indahWisata budaya, edukasi, dan rekreasi. Semua bisa didapatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Alunan musik Gambang Kromong yang dinamis terdengar dari kejauhan. Saat kaki melangkah mendekati, tampak puluhan anak usia belia hingga remaja, berlenggak-lenggok mengikuti irama khas Betawi tersebut. Suasana seperti ini akan ditemui setiap Rabu dan Sabtu di anjungan DKI Jakarta.

Patut diketahui, biaya belajar menari di TMII sangatlah terjangkau. “Sebulan cuma Rp.10.000, tapi biaya pendaftaran pertama Rp.60.000, setelah mendapat kartu peserta kita bebas keluar masuk di pintu utama,” kata Desi, salah satu peserta yang sudah enam bulan berlatih.

TMII merupakan taman miniatur yang secara utuh menggambarkan keragaman budaya Indonesia dalam sebuah tampilan yang kecil dan indah. Kini anjungan yang ada berjumlah 33, selain itu TMII juga memiliki sanggar untuk melestarikan budaya. Sanggar tari atau kesenian hanyalah salah satu dari sekian banyak unsur kebudayaan yang dapat kita temukan.

Sebagai kawasan wisata budaya yang dikonsep secara matang, TMII menyediakan juga jasa konsultasi yang berkaitan dengan kebudayaan. Pengunjung dapat berkonsultasi mengenai adat pesta pernikahan, misalnya. Juga dapat mempergunakan fasilitas yang ada untuk melangsungkan penikahan di TMII.

Di samping budaya, TMII juga mempunyai segudang fasilitas lainnya sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Berbicara pendidikan, disini terdapat museum yang jumlahnya sekitar 20. diantaranya Museum Indonesia, Museum Keprajuritan, Museum Olahraga, Museum Perangko, Museum Pusaka, Museum Telekomunikasi, Museum Transportasi, dan masih banyak lagi museum yang dapat dijadikan tempat mencari bahan informasi.

“Di Museum Perangko, anak-anak yang lahir pada jaman sekarang yang sudah mengenal blackberry, email, dan segala macamnya, membuat mereka tak lagi mengenal perangko jika tidak ada museumnya,” ujar Ade, Direktur Operasional TMII. Ia pun meyakinkan bahwa museum merupakan sarana tepat bagi pendidikan dan pengetahuan. Selain Museum sarana pendidikan lainnya adalah Taman Anggrek dan Taman Akuarium Air Tawar, ini merupakan sarana untuk memperlajari kehidupan floran dan fauna.

TMII memiliki fasilitas rekreasi yang tidak kalah menarik dengan tempat rekreasi lain di Jakarta. Disini ada Teater Imax Keong Emas, tempat menonton film-film dokumenter dalam dan luar negeri. Kemudian Istana Anak, Teater Tanah Airku, dan yang terbaru adalah Water Park, lengkap dengan salju buatan (Snowbay). Rencananya, akan dibuat juga wahan outbound, rekreasi petualangan layaknya di alam yang sesungguhnya.

Berkeliling di area seluas 150 hektar tentunya memakan waktu, untuk menyikapi itu TMII telah menyediakan sarana transportasi unik dan modern. Ada Kereta Gantung (Skylift), ini merupakan transportasi yang paling digemari. Dengan Skylift pengunjung dapat melihat keindahan objek wisata TMII dari ketinggian.

Kereta Monorel (Aeromovel) juga ada, yang memanfaatkan tenaga angin sebagai daya dorongnya. Menggunakan Aeromovel berkeliling merupakan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Selain itu ada juga Kereta Api Mini, untuk memudahkan pengunjung berkeliling pada area sekitar yang lebih kecil.

Sebagai sebuah kawasan wisata terpadu yang mempunyai wilayah cukup luas, TMII telah mempunyai berbagai sarana dan fasilitas penunjang, antara lain Restoran Caping Gunung, dan komplek warung yang tersebar di seluruh area dengan berbagai variasi menu.

tmiiFasilitas penunjang lainnya adalah penginapan di sebuah Desa Wisata dengan lingkungan yang masih bersih dan alami. Desa ini mempunyai 31 penginapan, serta dapat menampung sekitar 416 tamu. Kemudian ada pula Graha Wisata Remaja yang merupakan penginapan untuk para remaja, siswa maupun mahasiswa.

Para wisatawan yang memerlukan informasi atau penjelasan tentang TMII dapat menanyakannya di Gedung Pusat Informasi atau Gedung Pengelola. Untuk keperluan keamanan, kenyamanan, dan kesehatan, di area TMII telah tersedia poliklinik. Pos Polisi dan Pos Pemadam Kebakaran tersedia guna membantu jika pengunjung terkena musibah atau kecelakaan. Selamat berwisata, belajar, dan mengenal budaya Indonesia.

Sumber: Majalah Travel Club

5 thoughts on “Berwisata Sambil Belajar”

  1. Why is it bad for someone to be a Christian? We live in a sin stained world where there will always be hypocrisy, ignorance and bad witness. But, Jesus still loves and welcomes them. Senators are no exception to this nor is anyone else in politics.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.