Category Archives: Bali

Sunset di Tanah Lot, Bali Memang Tak Terlupakan

Sunset di Tanah LotTanah Lot adalah salah satu tujuan wisata wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain menikmati indahnya pura di tepi pantai, sunset di Tanah Lot pun jadi salah satu atraksi yang paling istimewa.

Bagi yang masih penasaran dengan keindahan alam yang ditawarkan di Pulau Dewata, wajib menempatkan Tanah Lot di urutan teratas itinerary Anda. Keindahannya sungguh tiada dua.

Jika ingin menghemat biaya, cukup menyewa motor dengan biaya Rp 50.000 di persewaan motor terdekat dengan tempat menginap. Agar lebih irit, satu motor bisa digunakan untuk berdua, jadi Rp 25.000 per orang.

Dari Denpasar, perjalanan menuju Tanah Lot kurang lebih memakan waktu 30 menit. Anda akan lebih merasakan keindahan Pulau Bali dengan menyusuri jalanan dengan sepeda motor. Satu tips lagi untuk mendapatkan poin plus jika Anda berkunjung ke Tanah Lot, sesuaikan waktu 1 jam sebelum matahari tenggelam. Paling aman, Anda berangkat dari Kota Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita.

Sunset yang berlangsung selama satu jam bisa menyempurnakan liburan. Anda bisa menikmati keindahan pantai, pura dan sejenak bersyukur akan keindahan alam. Pilihlah tempat yang strategis untuk menikmati sunset pada kurang lebih pukul 18.30 waktu setempat.

Perlahan tapi pasti, Anda akan dimanjakan dengan mentari yang kian menghilang dari hadapan Anda. Cantik dan menawan. Saya rasa ini adalah sunset, pantai, pura dan aroma Bali membuat saya semakin cinta pada Bali.

Tanpa terasa langit sudah gelap dan waktunya kembali ke penginapan. Seperti ketika berangkat menuju Tanah Lot, menyusuri jalanan di Bali sungguh mengesankan, dan sunset di Tanah Lot tidak akan pernah terlupakan.

Sumber: detikcom

Agro Pelaga, Wisata Alam di Bali

JANGAN hanya berwisata pantai saja saat mengunjungi Pulau Dewata. Anda harus mencoba untuk berwisata alam dengan mengunjungi Desa Pelaga, salah satu kawasan wisata di Bali yang ternyata menyimpan potensi wisata lain, yakni Agro Pelaga.

Berada di ketinggian sekitar 750m di atas permukaan laut, menjadikan kawasan Agro Pelaga diselimuti hawa sejuk. Obyek wisata ini terletak di Desa Petang, Kecamatan Pelaga, disebelah utara Kabupaten Badung.

Agro Pelaga memiliki beragam bentuk tanaman seperti bunga, sayur-sayuran dan buah-buahan. Kawasannya menjadi tempat pembibitan, penanaman, perawatan hingga pemetikan.

Fasilitas wisata yang bisa dinikmati pengunjung adalah hiking. Pengunjung berkesempatan mengeksplorasi keindahan lingkungan sekitar mulai dari pemandangan alam, hamparan perkebunan yang terdiri dari sayuran, buah, bunga dan ikan-ikan di kolam.

Lalu ada cycling yang bisa dilakukan di luar kawasan agro, tepatnya di sekitar Desa Tihingan. Jangan lupa untuk menyaksikan langsung bermacam burung sambil mendengarkan kicauan merdunya. Bila Anda berkunjung dengan sang buah hati, pihak Agro Pelaga secara khusus menyediakan children playground. (bali.panduanwisata.com/*/X-13)

Eksotisme Tanah Lot

HAMPIR setiap pura atau objek wisata religi di Bali mudah dikunjungi wisatawan. Tapi untuk yang satu ini, tidak dapat diakses oleh pengunjung.

Tanah Lot adalah salah satu pura terpenting di Bali yang terletak di atas bongkahan batu dan tebing. Meski hanya bisa disaksikan dari luar dan seberang laut, Tanah Lot memiliki pemandangan yang spektakuler.

Menurut legenda, dua pura di Tanah Lot dibuat oleh seorang brahmana Danghyang Nirartha pada abad ke-16. Ia berhasil menguatkan ajaran Hindu di Bali. Uniknya lagi, Danghyang mengubah selendangnya menjadi ular yang bertugas menjaga tempat ini.

Jika Anda ingin ke Tanah Lot, berjalanlah Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Di lokasi ini, setiap turis dan pengunjung lainnya bisa bersantai di waktu sore untuk menyaksikan matahari terbenam (sunset).

Nah, bagi Anda yang ingin berbelanja, di sekitar pura ini juga terdapat banyak toko suvenir dan kafe. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun. (wikipedia/*/X-13)

Surga Dunia Pantai Nusa

BERLIBUR ke Bali memberi banyak pilihan menarik untuk menjajal pengalaman baru, mulai wisata kebudayaan, hiburan malam, belanja produk lokal maupun internasional, hingga merasakan sensasi olahraga air (watersport) di Pantai Nusa Dua.

Pantai Nusa Dua menyimpan beragam keindahan alam dengan hamparan pasir putih dan gelombang ombak yang tenang di laut biru. Pantai yang mudah ditempuh melalui Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian, dan Sanur ini menjadi tempat tujuan utama wisatawan Bali yang ingin merasakan keteganganwatersport.

Beragam jenis watersport disediakan pengelola. Rata-rata tiap pengelola mematok tarif yang hampir sama untuk satu jenis watersport.

Seperti parasailing, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp65 ribu untuk sensasi terbang menggunakan parasut yang ditarik jetski selama satu putaran. Dari ketinggian sampai 95 meter, Anda bisa lihat keindahan Pantai Nusa Dua dan hotel-hotel mewah yang berjajar di sekitar pantai tersebut.

Jika Anda berkunjung ke Nusa Dua bersama beberapa kawan atau kerabat, rasakan kebersamaan bermain banana boat. ‘Perahu’ berbentuk pisang dengan kapasitas empat sampai lima orang ini akan ditarik dengan speed boat sekitar 15 menit.

Pecahan ombak yang tercipta akan memancing andrenalin Anda di tengah laut. Rasakan juga watersport snorkeling untuk melihat secara langsung keindahan terumbu karang Nusa Dua dari atas permukaan laut. Dengan harga sekitar Rp85 ribu per orang, Anda sudah bisa merasakan olahraga air yang kini menjadi tren baru bagi wisatawan itu.

Jika ingin lebih memancing adrenalin, pilih watersport diving untuk menyelami laut Nusa Dua. Di sana, Anda bisa menyelam ke kedalaman 3–10 meter dan melihat secara dekat terumbu karang, ikan-ikan, dan berbagai macam biota laut dengan tarif sekitar Rp250 ribu.

Saat di Nusa Dua jangan lupa berkunjung ke Pulau Penyu (Turtle Island). Pulau sebagai pusat penangkaran penyu ini menawarkan nuansa pemandangan fauna jinak lainnya seperti ular, burung, dan kelelawar. Wisata ini cocok bila Anda membawa anggota keluarga sehingga bisa berfoto bersama di tengah-tengah fauna.

Nusa Dua Beach Hotel

Pantai Nusa Dua menawarkan beberapa pilihan tempat menginap, salah satunya Nusa Dua Beach Hotel. Hotel yang menjadi primadona di kawasan Nusa Dua ini memiliki beragam fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain spa, fitness center, dan kolam renang.

Lokasi Nusa Dua Beach Hotel ini cukup ditempuh beberapa menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Hotel yang telah dikunjungi para raja dan ratu serta presiden dan perdana menteri negara lain ini total memiliki 381 kamar.

Rasakan juga wisata kuliner di hotel dengan kelas bintang lima ini. Dengan lima restoran dan empat bar, Anda bisa merasakan kuliner khas Nusa Dua Beach Hotel, mulai masakan barat, Indonesia, dan Bali, dengan kelas internasional di setiap restoran.

Anda bisa merasakan makanan dengan cita rasa tinggi dan dikelilingi nuansa alam pantai yang indah. Nusa Dua Beach Hotel juga menyediakan kebutuhan seperti penyewaan tempat rapat dan resepsi pernikahan.

Dengan difasilitasi teknologi canggih, Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan tujuh ruangan pertemuan untuk disewakan. Sembari berwisata, Nusa Dua Beach Hotel menawarkan fasilitas bagi kantor Anda untuk bisa menyelenggarakan pertemuan.

Dibangun di atas lahan seluas 9 hektare dengan kebun yang rimbun, Nusa Dua Beach Hotel & Spa memiliki kamar dan suite yang menawarkan pemandangan taman tropis yang cermat dari teras. Itu merupakan pemandangan yang tidak akan Anda dapatkan, kecuali di Pantai Nusa Dua.

Untuk tetap menikmati watersport di Pantai Nusa Dua, Anda tidak perlu khawatir. Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan loket khusus bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi tiap jenis olahraga air. (*/S-1)

Ayo Tambah Pengetahuan di Museum Gedong Arca

BALI juga menjadi destinasi yang sarat akan sejarah dengan adanya keberadaan museum yang jumlahnya tak sedikit. Salah satunya Museum Arkeologi atau yang lebih dikenal sebagai Gedong Arca. Bangunan museum terbilang artistik dan sangat mencerminkan nuansa Bali.

Museum resmi berdiri pada tanggal 14 September 1974. Lokasinya berada di Desa Pejeng, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kawasan museum dipenuhi pepohonan hijau, kolam teratai dan bunga anggrek.

Halaman Museum Gedong Arca mengikuti pola bangunan pura yang terdiri dari halaman luar (jaba sisi), halaman tengah (jaba tengah), dan halaman dalam (jeroan). Pada halaman tengah terdapat lima gedung yang berfungsi sebagai ruang pameran.

Koleksi museum terbagi menjadi dua kelompok, yakni benda cagar budaya (BCB) dari masa prasejarah dan masa sejarah.

Salah satu koleksi istimewa museum adalah Sarkofagus atau palungan yang ditata berdasarkan kelompok menurut lokasi penemuan dalam balai kecil yang artistik. Sebagian palungan berbentuk trapesium dan kura-kura.

Sarkofagus merupakan peti batu yang berfungsi sebagai wadah kubur pada masa prasejarah. Umur koleksi tersebut diperkirakan 2.000-2.500 tahun. Arca Ganesha, sang pelindung seni dan ilmu pengetahuan, juga termasuk salah satu koleksi di Gedong Arca. (museumindonesia.com/*/X-13)

Candidasa, Pantai Berpasir Putih Layaknya Kuta

TERKENAL sebagai replika pantai Kuta dengan hamparan pasir putihnya, Pantai Candidasa menjadi daerah tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung ke wilayah Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali. Candidasa termasuk sebagai kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983.

Kegiatan yang bisa dinikmati pada kawasan pantai antara lain berenang, sun bathing, canoing, snorkeling, memancing, dan trekking melalui perbukitan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya menggunakan perahu nelayan (jukung). Pulau-pulau tersebut menyimpan panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.

Sebenarnya Candidasa merupakan nama sebuah pura, yakni Pura Candidasa yang berada di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke 12 M. Nama asli pantai adalah Teluk Kehen. Namun seiring ditetapkannya pantai sebagai obyek wisata, namanya berubah menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura.

Tepat di sebuah relung pada bagian bawah tebing bukit di kawasan pantai, terdapat pahatan Arca Dewi Hariti bersama 10 orang anak yang sedang mengerubunginya. Pahatan tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.

Berdasarkan mitos yang berkembang dari kisah Dewi Hartini, banyak pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan berkunjung untuk memohon doa dengan membawa sesajen sebagai persembahan kepada Sang Dewi. (e-kuta.com/*/X-13)

Filosofi Museum Rudana

MUSEUM Rudana yang lokasinya tepat di pusat seni Ubud, Bali, memiliki pemandangan sawah yang sejuk, nyaman, serta memberikan kesan yang asri. Museum seni lukis ini berdiri atas prakarsa Presiden RI Soeharto dan sang istri, Tien Soeharto.

Koleksi Museum Rudana terdiri dari lukisan tradisional 108 buah, lukisan modern 216 buah, patung 55 buah, topeng 10 buah, wayang kulit dan dilengkapi juga dengan senjata Nawa Sanga 9 buah.

Pada struktur bangunannya, Museum Rudana mempersembahkan arsitektur asal Bali dengan tiga lantai sesuai dengan filosofi Bali, Tri Angga Yaitu, tiga bagian tubuh manusia yang terdiri dari kepala, badan dan kaki. Hal ini disesuaikan juga dengan Tri Mandala yang merupakan tiga bagian halaman museum, Jeroan, Jaba Tengah dan Jaba Isi.

Lalu juga ada Tri Loka yang merupakan tiga tingkatan alam semesta yaitu Bhur, Bwah, dan Swah. Atau dengan Tri Hita Karana yaitu tingkatan/hubungan manusia hidup di dunia seperti manusia dengan alam (palemahan), manusia dengan manusia (pawongan) dan manusia dengan Tuhan (parahyangan).

Konsep filosofi tersebut erat kaitannya dengan perkembangan seni rupa yang dapat memberikan regenarasi seniman dari zaman ke zaman, layaknya benang emas yang tidak dapat putus.

Museum secara resmi dibuka pada 26 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto yang juga berbarengan dengan memperingati ulang tahun Republik Indonesia ke 50. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri oleh para menteri, seniman beserta masyarakat.

Museum yang berdiri di Jl. Cok Rai Pudak no 44, Kelurahan Paliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, itu beroperasi setiap hari dari Senin hingga Minggu, pukul 08.00-17.00 WITA. Sedangkan pada hari raya atau hari besar lainnya, museum ini tutup.

Untuk harga tiket masuknya, museum ini memasang tarif untuk dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak, Rp 10.000. Bila Anda datang ke Museum Rudana bersama rombongan, pihak pengelola Museum memberikan diskon 50%. (mediaindonesia.com/OL-5)

Menikmati Pesona Kebun Raya di Bedugul

BANYAK orang yang mengibaratkan Bedugul adalah mutiara terpendam karena alamnya yang sesungguhnya eksotik dan belum diketahui banyak orang. Salah satu objek wisata di Pulau Dewata yang terletak di Kabupaten Tabanan ini memang sedikit berbeda dengan objek lainnya yang ada di Bali yang pada umumnya mengandalkan kemolekan alam, terutama pantai dan harmonisnya budaya.

Di Bedugul, ada sebuah harta karun abadi, yakni sebuah Kebun Raya Eka Karya Bali, yang dibangun pada 15 Juli 1959. Kebun raya seperti ini cukup langka dengan koleksi berisi 13.584 tanaman dan berbagai jenis burung serta cerita masa lalu yang tidak akan habis dimakan usia.

Perjalanan ke Bedugul ditempuh sekitar dua jam dari ibu kota Bali, Denpasar.

Saat memasuki pintu gerbang, pengunjung akan terpesona dengan hamparan luas rumput nan hijau dan rerimbunan pohon hutan tropis. Kekayaan floranya bersanding mesra dengan sejumlah patung raksasa yang diambil dari kisah pewayangan.

Patung Jatayu, burung garuda yang membela Dewi Sinta dari cengkeraman Rahwana dalam cerita Ramayana, bisa dijumpai saat memasuki areal kebun raya yang biasa disebut Kebun Raya Bali ini. Ada juga patung Kumbakarna Laga yang tengah dikepung pasukan kera.

Awalnya, kebun yang terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, itu hanya seluas 50 hektare. Setelah mengalami renovasi, luasnya menjadi 154,5 ha, lebih luas jika dibandingkan dengan Kebun Raya Cibodas yang hanya 125 ha. Kebun raya ini hidup harmonis, melebur bersama kebudayaan masyarakat sekitar.

Begitu harmonisnya bahkan satu areal khusus Taman Panca Yadnya di dalam kebun raya itu disiapkan sebagai rumah bagi puluhan jenis koleksi tanaman untuk keperluan upacara agama Hindu.

Tumbuh-tumbuhan itu biasa digunakan untuk hiasan pura, sesajen, bahan bangunan suci dan berbagai upacara lainnya. Taman seluas 5,53 hektare ini diberi nama Taman Panca Yadnya, mengacu pada lima aktivitas utama kegiatan persembahan masyarakat Hindu di Bali.

Pertama, dewa yadnya (persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Kedua, pitra yadnya (persembahan kepada leluhur). Ketiga, resi yadnya (persembahan sebagai balas jasa kepada para pendeta atas bimbingannya), dan manusa yadnya (korban suci untuk keselamatan umat manusia). Selanjutnya butha yadnya (persembahan kepada bhuta kala).

Koleksinya tanaman bunganya berjumlah 218 jenis, berasal dari berbagai kabupaten di Bali dan yang menarik antara lain cempaka (Michelia champaca L), beringin (Ficus benjamina L), trijata (Medinilla speciosa Bl), uduh (Caryota mitis Lour), dan majegau (Dysoxylum caulostachyum) yang merupakan maskot flora Provinsi Bali.

Di dalam Kebun Raya Bali ini, kita juga akan mendapati Taman Mawar, Taman Cyathea (koleksi paku-pakuan), Taman Anggrek, Rumah Kaca Kaktus, Taman Usada (koleksi tanaman obat), Taman Begonia, Pura Batu Meringgit dan Pura Terate Bang.

Bagi yang suka petualangan di alam bebas, bisa menjajal fasilitas Treetop Adventure Park. Akan ada atraksi permainan dari pohon ke pohon yang terdiri dari lima lintasan dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Tidak jauh berbeda dengan lokasi outbond di alam terbuka, di Kebun Raya Bali ini juga terdapat 65 jenis permainan menegangkan yang berada di lokasi ketinggian hingga 20 meter. Saat ini, Bali Treetop Adventure Park adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Jangan khawatir kelelahan karena harus berjalan kaki. Seluruh area Kebun Raya Bedugul ini bisa ditempuh dengan mengendarai mobil bersama keluarga. Jalannya mulus beraspal. Namun, mohon maaf, sepeda motor tidak diperbolehkan masuk.

Tiga danau

Jika kebun raya Cibodas memiliki beberapa air terjun yang memukau, Kebun Raya Bali menawarkan tiga danau yang memesona. Danau pertama yang bisa dikunjungi adalah Danau Beratan yang berada di kanan jalan menuju Singaraja. Jaraknya sekitar 300 meter dari Kebun Raya Bali.

Dua danau lagi yang bisa kita nikmati adalah Danau Buyan dan Tamblingan. Dua danau itu sudah masuk wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Danau Buyan yang berada di kiri jalan Desa Pancasari menjadi tempat terkenal untuk para pemancing karena banyaknya ikan di tempat ini. Sementara itu, Danau Tamblingan yang berjarak sekitar 5 km dari Danau Buyan harus dicapai melalui jalan menanjak dengan tikungan sangat tajam. Jalan ini berada di Bukit Pangelengan, tempat gua Jepang bekas Perang Dunia II dulu.

Namun, gua bersejarah sepanjang jalan itu tidak terlalu diperhatikan karena di tempat ini juga terdapat habitat monyet jinak. Beberapa pengunjung biasanya berhenti untuk bersembahyang di pura kecil di jalan ini, atau hanya sekadar menggoda monyet-monyet tersebut.

Suhu udara lembab sekitar 18-20 derajat celsius di tempat ini menjadikan Bedugul sebuah surga lain di Bali yang terkenal dengan objek wisata pantainya. Bedugul menjadi salah satu dari empat kebun raya yang dimiliki Indonesia saat ini.(mediaindonesia.com/OL-5)

Menikmati Surga Bawah Laut Pulau Menjangan

SAAT berlibur di Bali sempatkan diri Anda berkunjung ke Pulau Menjangan yang kerap dijadikan sebagai tempat favorit wisatawan karena pemandangan biota bawah lautnya yang begitu indah. Konon keindahannya termasuk salah satu yang terindah di dunia.

Keindahan karangnya mampu menarik wisatawan untuk melakukan penyelaman, khususnya wisatawan asing.Biasanya wisatawan menyebrang ke Pulau Menjangan di pagi hari dan kembali ke Pulau Bali pada sore hari menggunakan perahu motor dengan waktu sekitar 30 menit.

Bila ingin menyelam untuk menikmati kehidupan bawah laut namun belum pernah melakukan penyelaman sebelumnya, tersedia pemandu menyelam yang sudah berpengalaman.

Sebagian besar wisatawan berasal dari Eropa, seperti Belanda dan Prancis dan sebagian lainnya dari Asia seperti Korea dan Jepang. Untuk wisatawan domestik jarang ditemukan. Wisatawan lokal yang datang biasanya tidak menyelam, hanya sekedar menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawahnya.

Penamaan pulau dikarekan banyak dijumpai hewan menjangan di kawasannya. Namun sayangnya populasi mereka berkurang akibat perburuan tak bertanggung jawab. Sebagai upaya melindungi habitatnya pemerintah setempat melakukan konservasi dengan memasukan Pulau Menjangan kedalam zona Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Pulau Menjangan bisa digapai melalui Labuhan Lalang yang menjadi tempat penyeberangn. Anda bisa menyewa sebuah perahu selama lima jam dengan harga sekitar Rp 250.000. Kapasitas perahu adalah 12 orang. Bagian bawah perahu terbuat dari kaca sehingga anda bisa menikmati keindahan bawah laut selama perjalanan. (*/X-13)

Ayo Mengunjungi Penangkaran Penyu di Pulau Penyu

SATU lagi objek wisata di Pulau Bali, yang bisa menjadi pilihan saat berlibur adalah Pulau Penyu. Ini merupakan sebuah pulau yang dijadikan sebagai tempat penangkaran penyu. Sejumlah penyu dengan jenis berbeda banyak dijumpai di kawasan ini.

Tak hanya bisa melihat penyu-penyu secara langsung, pengunjung juga bisa memperoleh informasi seputar penyu. Jenis penyu yang dikembangbiakan di pulau ini diantaranya penyu hijau, penyu sisi dan penyu lekang.

Untuk jenis penyu lekang terbilang unik karena saat masih bayi mereka berwarna hijau kehitaman, namun ketika mencapai usia sekitar 5 tahun kulitnya akan berubah menjadi keputihan.

Penyu yang dikembangbiakan ditaruh dalam kolam terpisah sesuai dengan usia mereka. Kolam terbesar dihuni oleh induk-induk penyu jenis penyu hijau dan penyu sisik yang berumur di atas 35 tahun. Yang menjadi pembeda antara keduanya adalah cangkang mereka.

Tak hanya penyu yang bisa dijumpai di kawasannya. Ada pula binatang seperti landak, burung elang laut, elang gunung, 3 ekor iguana, beberapa pasang kelelawar, burung rangkok betina, ular dan burung nuri beraneka warna. Pengunjung bisa mengabadikan foto bersama hewan-hewan tersebut karena sebagian besarnya sudah jinak.

Pulau penyu juga dilengkapi dengan rumah makan dan toko yang menjual bermacam pilihan cinderamata dan cangkang penyu yang berganti kulit.

Bila ingin berkunjung ke Pulau Penyu, pengunjung bisa mengakses melalui Tanjung Benoa dengan menyewa Glass Bottom Boat seharga Rp 250.000/orang (minimal 2 orang). Durasi perjalanan hanya sekitar 15-20 menit.

Selama perjalanan pengunjung akan dimanjakan dengan panorama kehidupan bawah laut Tanjung Benoa yang bisa dilihat melalui kotak bening panjang menyerupai akuarium pada bagian tengah kapal. Agar ikan-ikan berdatangan mendekati kapal, awak kapal mensiasati dengan menebarkan serpihan roti di sekitarnya. (tanjungbenoabali.com/*/X-13)