Category Archives: Yogyakarta

Berburu Salak Pondoh di Sleman

SALAK pondoh adalah salah satu buah yang ada di Indonesia. Kulitnya yang bersisik dan berwarna hitam kecoklatan, menjadi pembungkus daging buah yang manis dan cukup segar.

Untuk menemukannya, Anda bisa pergi ke Turi, Kabupaten Sleman, sekitar 30 menit dari pusat kota Yogyakarta dan hanya 20 kilometer dari Magelang. Nah, begitu sampai Alun-alun Ngablak, Anda bisa naik angkutan umum menuju ke area perkebunan salak pondoh.

Anda dapat membeli salak pondoh dengan harga yang sangat murah di area perkebunan seluas 27 hektar ini. Selain menikmati pemandangan dan mengambil gambar, Anda juga bisa mencicipi pondoh yang dipetik langsung dari pohon.

Tidak jauh dari sini juga ada perkebunan anggrek, tempat wisata pegunungan Kaliurang dan Gunung Merapi yang bisa ditempuh dengan transportasi mobil. Para pejalan kaki sangat nyaman mengunjungi perkebunan salak pondoh ini.

Tidak ada restoran di perkebunan ini, sebaiknya Anda membawa makanan dan minuman sendiri atau coba pergi makan ke Moro Lejar, sekitar 3 kilometer dari Kaliurang. Di sini Anda dapat mencicipi hidangan ikan air tawar yang renyah dan gurih.(mediaindonesia.com/X-13)

Menapaki Sejarah Keraton Kasultanan di Tamansari

TAK terhitung seberapa banyak bangunan peninggalan bersejarah di Indonesia. Salah satunya Tamansari yang termasuk bagian dari warisan budaya Keraton Kasultanan Yogyakarta. Letaknya tak jauh dari Keraton Yogyakarta, sekitar 300 m di sebelah barat Keraton, tepatnya di Kampung Taman, Kecamatan Kota Yogyakarta.

Tamansari dibangun pada pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I di tahun 1758. Tujuan pembangunannya adalah sebagai tempat untuk menentramkan hati, beristirahat, berekreasi, serta sebagai sarana/benteng untuk menghadapi situasi bahaya. Bangunannnya dilengkapi pula dengan tempat beribadah.

Naman Tamansari memiliki dua suku kata, yaitu taman yang berarti kebun yang ditanami bunga-bunga, dan sari yang berarti indah. Apabila digabungkan menjadi sebuah nama kompleks taman dengan keindahan dan suasananya yang asri.

Pada bagian menara Tamansari, pengunjung bisa duduk santai menikmati hembusan angin sambil memandangi dua buah kolam yang dulunya digunakan Sultan dan keluarganya sebagai tempat berkumpul dan bersenda gurau. Pemandangannya juga mengarah ke rumah-rumah penduduk sekitar yang dulunya dijadikan kebun buah

Bagian Tamansari lainnya yang bisa dijelajahi adalah sebuah dapur yang memiliki konstruksi kuno dan sebuah masjid bawah tanah dengan tata ruang unik yang sayang jika dilewatkan. Tersedia pemandu wisata yang bersedia memberikan penjelasan seputar makna, fungsi dan sejarah Tamanasri. Tarif mereka sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. (jogjatrip.com/*/X-13)

Dome, Rumah Unik di Sekitar Joglo

JIKA Anda perhatikan rumah-rumah asli di Jawa umumnya berbentuk empat persegi panjang atau segi empat sama sisi yang biasa dikenal sebagai rumah gaya limasan atau joglo. Tapi di Sleman ada rumah-rumah dome yang berbentuk kubah.

Rumah Dome dibuat di Dusun Nglepen, Prambanan akibat bencana gempa bumi 27 Mei 2006 lalu dan mulai ditempati warga pada akhir April 2007. Muhammad Ali Alabar pemilik Emaar Property Dubai adalah donatur tunggal yang membangun kompleks.

Selain aman dan tahan dari gempa, Rumah Dome juga unik, di mana bentuknya menyerupai bentuk rumah yang ada di serial boneka telletubies dan dilihat dari kejauhan, deretan rumah-rumah ini mirip dengan telur angsa yang berceceran.

Ada 80 unit Rumah Dome di Dusun Nglepen, 71 rumah hunian, 6 MCK komunal dan 3 fasilitas umun (mushola, aula, dan poliklinik). Sebelum masuk ke sini, Anda diwajibkan membayar Rp 1.500,00 per orang dan Rp 6.000,00 per orang untuk paket.

Anda akan mendapat informasi lebih tentang Rumah Dome dari seorang pemandu dan akan diajak melakukan aktivitas menarik seperti melihat proses pembuatan emping garut, jelajah desa, dan tracking ke berbagai obyek yang ada di sekitar kompleks Rumah Dome.

Akses menuju kompleks Rumah Dome tidak terlalu jauh dari obyek wisata Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan. Namun sayangnya, tidak ada angkutan umum yang melewati daerah ini, sehingga Anda harus berjalan kaki atau sewa ojek.

Bisa Anda pilih 2 rute perjalanan dari Kota Yogyakarta menuju kompleks Rumah Dome. Yang pertama lewat jalan utama Solo-Yogyakarta dan yang kedua lewat jalan Jogja-Wonosari.

Sepintas rumah-rumah ini juga seperti rumah Iglo yang ditempati orang-orang Eskimo atau rumah asli Papua Honai. Rumah Dome di Sleman merupakan satu-satunya kompleks Rumah Dome yang ada di Indonesia atau bahkan Asia.

Selain Indonesia, empat negara lainnya di dunia yang memiliki rumah-rumah Dome adalah India, Nicaragua, Haiti dan Paraguay. Saat ini, warga yang tinggal di rumah Dome menyebut kompleks perumahan mereka dengan nama New Nglepen Village.(wisatamelayu.com/*/X-13)

Belajar Membatik di Sanggar Kalpika

SIAPA tak suka batik, sebuah warisan nusantara yang digemari semua orang bahkan warga mancanegara sekalipun. Tertarik untuk belajar membatik? Sanggar Kalpika menjadi tempat yang tepat. Anda bisa mempelajari bagaimana cara membuat batik khususnya batik lukis.

Kalpika berdiri sejak tahun 1972 dan merupakan pencetus sanggar seni batik lukis yang pertama kali didirikan di Tamansari. Saat ini lokasinya berada di Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Nama Kalpika sendiri merupakan gabungan dari kata-kata “aKAL Pemuda Insan KrAton”.

Kepengurusan Kalpika menggunakan sistem regenerasi dan saat ini sudah mengalami regenerasi sebanyak 10 kali. Di sanggar ini anda akan diajari dasar dan proses pembuatan batik dengan suasana yang penuh kekeluargaan.

Aktivitas utama Kalpika adalah pengajaran cara melukis batik untuk para wisatawan lokal dan mancanegara, anak sekolah, serta masyarakat yang tertarik mempelajari seni batik lukis. Sedangkan aktivitas lainnya adalah pembuatan layang-layang untuk lomba dan aktivitas bermusik.

Serentetan prestasi berhasil ditorehkan dari sanggar ini melalui kejuaraan yang diikutinya. Salah satu presentasi yang tak ternilai adalah Kalpika mampu menetaskan anak didik berbakat dengan karya-karya monumental yang terkenal hingga ke manca negara.

Bimbingan di Kalpika bisa dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu dan libur nasional. Jam belajar bisa dipilih oleh peserta bimbingan dengan jam belajar antara pukul 09.00-15.00. Biaya pelatihanmya beragam karena disesuaikan dari segi ukuran kain dan warna cat karya yang dibuat. (kratonjogja.com/*/X-13)

Rumah Boedi Tawarkan Atmosfir Kebudayaan Jawa

BILA hendak mengunjungi Candi Borobur di Yogyakarta dan ingin mencari penginapan yang berjarak tak jauh di sekitarnya, Anda bisa memilih Rumah Boedi Private Residence Villa Borobudur. Suasana kebudayaan Jawa sangat terlihat menonjol di dalam penginapannya.

Villa di penginapan ini dibuat menyerupai rumah Joglo. Taman yang asri, gemericik air terjun dan kolam ikan menambah kesempurnaan lingkungan penginapan. Ditambah lagi dengan pemandangan bukit-bukit, persawahan dan sungai yang mempesona. Tak heran Rumah Boedi cukup terkenal di kalangan wisatawan.

Sebagai penginapan pribadi yang juga menyediakan fasilitas untuk kunjungan tamu, Rumah Boedi juga difungsikan sebagai tempat untuk pelestarian kebudayaan lengkap dengan fasilitas pendukungnya.

Kegiatan yang kerap dilangsungkan antara lain, pameran kebudaaan lokal, tempat rapat, galeri, serta acara-acara untuk memperkenalkan kebudayaan lokal agar bisa diterima dikalangan nasional dan internasional.

Beberapa fasilitas yang tersedia dalam kamar hotel, diantaranya AC, LCD TV, shower, hair dryer, dan guest amenities. Sedangkan untuk servis hotel, pengunjung mendapatkan fasilitas free wirelsess internet, pengamanan 24 jam, parkir gratis, laundry, paket tur, dan beberapa servis lainnya.

Tersedia pula pilihan paket-paket seperti Honeymoon Packages, Jogja Surronding Packages, Golf Packages, dan Cycling Tour. Info selengkapnya bisa didapatkan di http://rumahboediborobudur.com.(*/X-13)

Mengunjungi Museum Bagi Pecinta Seni Lukis

BAGI Anda pecinta seni lukis, mungkin tak asing dengan nama Affandi, seorang maestro lukis yang kerap mengadakan pameran lukisan ke berbagai penjuru dunia dan karyanya sering menerima berbagai penghargaan.

Bila ingin melihat sejumlah koleksi lukisannya, Anda bisa mengunjungi Museum Affandi yang terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto No. 167, Depok, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 1.000 koleksi lukisan dipajang dan sekitar 300 diantaranya merupakan karya Affandi sendiri.

Museum terbagi menjadi empat galeri, yaitu Galeri I, Galeri II, Galeri III dan Galeri IV. Kesemua galeri berarsitektur serupa namun terdapat perbedaan dari segi penataan yang memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Tak hanya sekedar menampilkan lukisan karya sang maesto dan pelukis kenamaan lainnya, museum juga menjadi tempat untuk pelaksanaan beberapa kegiatan seni lukis dan pameran yang rutin. Misalnya Pameran Lukisan Tonny Holsbergen (setiap Februari), Haul Almarhum Affandi (23 Mei), Pameran Sorrandu (Juni-Juli), Pameran Tunggal Kartika Affandi (November).

Fasilitas pendukung museum antara lain perpustakaan, mushola, toilet, kolam renang, menara pandang, rumah panggung, gerobak, galeri pertunjukan (indoor dan outdoor), pemandu (guide), ruang pertemuan, ruang pertunjukan, toko souvenir, Kafe Loteng dan Sanggar Gajah Wong.

Bila ingin melihat proses sang maestro berkarya, pengunjung bisa meminta pihak pengelola untuk memutarkan video/CD yang menayangkan bagaimana Affandi melukis menggunakan media dan alat beragam.

Museum buka pada hari Senin-Minggu dan tutup pada hari besar, kecuali sebelumnya sudah melakukan reservasi ke pengelola. Senin-Sabtu buka pukul 09.00-16.00 WIB, sedangkan hari Minggu pada pukul 09.00-13.00 WIB. (jogjatrip.com/*/X-13)

Belajar Membuat Perhiasan Perak di Kotagede

SAAT mengunjungi Yogyakarta, singgahlah ke Kotagede yang merupakan pusat kerajinan perak terbesar di Indonesia. Bahkan sejak tahun 70an, wisatawan mancanegara banyak menaruh perhatian akan kerajinan perak produksi Kotagede.

Tak hanya sekedar menawarkan kemewahan kerajinan perak produksi mereka, Anda juga berkesempatan mempelajari proses pembuatan perak di sebuah tempat bernama Studio 76. Tempat ini menyediakan kursus singkat membuat perak melalui paket wisata yang terdiri atas beberapa pilihan waktu dan durasi.

Paket wisatanya antara lain Short Course berdurasi 3 jam, Full Day Course yang berlangsung dari pagi hingga sore, dan Arranged Course yang jangka waktunya menyesuaikan dengan target dan keinginan anda.

Saat proses perancangan dan pembuatan kerajinan perak, semua keputusan berdasarkan keinginan Anda. Instruktur hanya akan membimbing dan memperbaiki beberapa detail yang kurang bagus. Tersedia pula instruktur berbahasa asing guna memudahkan pengunjung mancanegara.

Selama proses kursus Anda akan mendapat penjelasan tentang sejarah kerajinan perak di Kotagede dan berbagai teknik pembuatan kerajinan perak. Selain itu Anda juga diperbolehkan berkeliling lokasi produksi kerajinan, menyaksikan para pengrajin yang sedang bekerja, dan melihat aneka produk yang telah siap dijual.

Biaya kursus pembuatan perak disesuaikan dengan paket yang dipilih dengan kisaran harga dari Rp 100.000 s/d Rp 2.000.000/orang. Durasi waktu kursus menentukan mahal atau tidaknya biaya kursus. Selain proses belajar yang lebih detail, perhiasan perak yang digunakan memiliki gram yang lebih tinggi. (yogyes.com/*/X-13)

Menikmati Kesenian Tanah Air di Taman Budaya Yogyakarta

ANTARA/WAHYU PUTRO A

BAGI Anda pecinta dunia seni berkunjunglah ke Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Ini merupakan tempat pertunjukan yang memfasilitasi bermacam kegiatan seni budaya, seperti pameran seni rupa, pementasan teater, diskusi sastra, pembacaan puisi, dan festival kesenian.

Kompleks bangunan TBY terbagi menjadi dua bangunan, yakni Concert Hall Taman Budaya dan Gedung Societet Militair.

Pada Concert Hall terdapat ruangan yang digunakan untuk menyelenggarakan pameran seni rupa, seperti seni lukis, seni grafis, seni patung, seni kriya dan kerajinan. Tempat ini juga berfungsi sebagai ruang diskusi sastra, pembacaan puisi, serta ruang pelatihan seni.

Sedangkan Gedung Societet Militair khusus difungsikan untuk ruang pertunjukan seperti musik (tradisional dan modern), teater, ketoprak, wayang, tari dan lainnya. Ruangannya berkapasitas 500 penonton dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti panggung pertunjukan dan alat pencahayaan yang baik.

Letak TBY sangat mudah dijangkau karena berada di jantung Kota Yogyakarta. TBY buka setiap hari Senin-Minggu pada pukul 09.00-21.00 WIB. Untuk fasilitas pendukungnya terdapat perpustakaan, mushola, toilet, kafe dan tempat parkir yang luas.

Ayo dukung kesenian dalam negeri dengan menyaksikan karya-karya seni anak bangsa melalui serangkaian kegiatan yang dilangsungkan di TBY yang kini menjadi “The Window of Yogyakarta”. (jogjatrip.com/*/X-13)

Keindahan Tersembunyi di Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk — yogyes.com

MESKI dikenal sebagai wilayah kering dan tandus, Gunungkidul ternyata menyimpan keindahan air tejun di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi sawah hijau. Air Terjun Sri Gethuk di Desa Wisata Bleberan, Yogyakarta, menjadi salah satu destinasi wisata yang sayang dilewatkan.

Bebatuan di bawah air terjun membentuk undak-undakan layaknya kolam renang mewah yang menambah keindahan panoramanya. Gemuruh aliran air terjun tak pernah berhenti di setiap musim. Berenang di sekitar air terjun menjadi hal yang tak boleh terlupakan.

Asal mula penamaan Air Terjun Sri Gethuk terbilang unik. Masyarakat setempat percaya bahwa air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Konon, pada saat tertentu terdengar alunan suara gamelan dari arah air terjun.

Untuk menggapai lokasi air terjun bisa dilalui dengan dua cara, yaitu dengan menyusuri jalan setapak yang dikelilingi sawah hijau dan pohon kelapa, atau menaiki rakit melawan arus Sungai Oya yang dikelilingi tebing-tebing karst di sisi kanan kiri sungai.

Harga untuk naik rakit sebesar Rp 5.000/orang (pulang pergi) dan pengunjung akan ditemani oleh seorang pemandu. Nikmati pula pemandangan indah selama perjalanan. Wisata ini dikelola sepenuhnya oleh masyarakat Desa Bleberan. (yogyes.com/*/X-13)

Eksotisme Menjelajahi Goa Bawah Tanah

Bosan dengan paket wisata yang monoton? Sekarang di DIY sedang menjamur wisata alternatif berupa petualangan alam yang bisa menjadi ajang relaksasi. Sebut saja, misalnya, goa Cerme yang terletak kawasan tandus berkapur Gunungkidul tersimpan pesona keindahan alam yang menggoda untuk dinimati.

Dibandingkan goa-goa wisata yang ada dipulau Jawa, keaslian atau kealamian goa cerme masih terjaga secara utuh, hal ini ditandai dengan tidak diperkenankanya alat penerangan listrik didalam goa. Pada sisi lain juga tidak ditemukannya berupa bangunan buatan manusia seperti jembatan didalam goa untuk sarana penyeberangan dalam susur goa ini.

Bagi para pengujung yang ingin melihat deretan stalagtit yang menakjubkan, dapat menggunakan alat bantu dari senter yang selalu disediakan para guide sebagai alat penerangan. Para guide yang kebanyakan dari penduduk sekitar dengan penuh kesabaran akan menuntun dan mengantarkan pengunjung, untuk melihat pesona alam yang terletak diatas bukit dan didalamnya terdapat air jernih yang mengalir dengan tenang.

Ya, aliran sungai di dalam gua bawah tanah layak dijadikan potensi wisata andalan bagi kabupaten di ujung timur DIY ini. Eksploitasi wahana baru rekreasi petualangan ini terus digenjot. Pada 2012 mendatang, pemkab sudah bersiap-siap mengarahkan wisatawan untuk mencoba petualangan memacu adrenalin ini dengan konsep family leasure.

Beberapa kawasan yang layak menjadi bidikan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara dalam menikmati cave tubingatau susur gua bawah tanah adalah Kali Suci serta Gua Pindul.Di objek wisata ini.Wisatawan disuguhkan dengan sebuah petualangan mendebarkan.

Seperti di Gua Pindul, begitu memasuki mulut gua wisatawan harus naik ban pelampung. Sambil berbasah-basahan menaiki ban pelampung,turis bisa melihat pemandangan yang menakjubkan berupa stalagtit dan stalagmit.

”Konsep ini memang baru kita garap mulai tahun ini.Ini murni untuk pemberdayaan masyarakat,” terang Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Supriyadi.

Selama menyusuri gua sepanjang sekitar 300 meter ini,wisatawan akan merasakan sensasi memacu adrenalin yakni berada di perut bumi selama hampir 45 menit. Jika belum puas,maka cave tubing bisa dilanjukan ke Sungai Oya yang lokasinya tak terlalu jauh.

”Untuk pemula biasanya hanya masuk lewat gua dan bagi mereka yang menginginkan tantangan lagi maka jalur Sungai Oya bisa dicoba,” tambahnya.

Untuk bisa melakukan petualangan ringan di Goa yang terletak di Dusun Gelaran II,Desa Bejiharjo, Karangmojo ini,pengunjung hanya dikenakan biaya mulai Rp30.000 hingga Rp45.000. Pengelola Gua Pindul Haris Purnawan mengungkapkan, sejak mulai dibuka di awal tahun lalu, jumlah wisatawan yang masuk mencapai 100 orang setiap bulannya.

Bahkan akhir-kahir ini turis asing berdatangan untuk mencoba tantangan alur sungai bawah tanah di dalam gua.

”Tahun depan kita juga menyiapkan sebuah tambahan arena berupa flying fox,” ungkapnya. Potensi wisata petualangan di Gunungkidul kini menjadi titik balik pengembangan wisata alternatif.cholis

Sumber: lensaindonesia.com