Category Archives: Jawa Barat

Liburan Berbeda di Bandung, Melancong ke Pasar Apung

Pasar Apung LembangBandung – Tak perlu ke Kalimantan atau Thailand jika ingin menikmati pasar terapung. Di Bandung, ada tempat wisata baru yang menawarkan suasana pasar apung di Floating Market Lembang. Tempat ini bisa jadi pilihan libur akhir pekan.

Kawasan seluas 7,2 hektar dengan danau di bagian tengahnya ini menyediakan berbagai hiburan lengkap bagi seluruh anggota keluarga. Danau yang kini menjadi tempat wisata ini dulu dikenal sebagai Situ (Danau) Umar. Sebelumnya, danau tersebut digunakan sebagai tempat pemancingan.

Hingga kemudian, danau alami dengan 8 mata air itu disulap menjadi tempat yang asri dan indah. Kini sekelilingnya dibuat saung-saung dan jalan setapak. Di bagian depan ada deretan rumah joglo yang terbuat dari kayu yang ternyata digunakan sebagai toko suvenir. Di atas danau, ada beberapa rumah terapung yang bisa disewa untuk berbagai kegiatan.

Bagian spesial di sini tentu saja area dermaga di mana ada 45 perahu yang menjajakan berbagai macam kuliner yang menggoda lidah. Dari dalam perahu masing-masing, para pedagang melayani para pembelinya. Sebut saja aneka jajanan seperti sate, tutut, tempe mendoan, potato twist, lotek dan aneka minuman tersedia lengkap di sini.

“Masing-masing perahu menjual jenis makanan yang berbeda, jadi lebih bervariasi,” ujar Intania Setiati, PR The Big Price Cut Group yang menaungi Floating Market Lembang kepada detikTravel di lokasi, Jumat (26/7/2013).

Yang menarik, ada bagian tempat makan yang juga dibuat secara terapung di salah satu sisi area dermaga. Sehingga pengunjung akan merasakan sensasi goyangan saat makan di atasnya. Selain di area terapung, disediakan juga deretan tempat duduk dan meja yang memanjang di bagian tengah danau.

Bagi keluarga yang ingin bersantai lebih leluasa, ada juga saung-saung nyaman yang berada di sekeliling danau. Saung ini bisa disewa dengan harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 120 ribu per 2 jam tergantung dari ukuran dan lokasi saung.

“Area kuliner pun tak hanya ada di dermaga yang dijajakan di atas perahu, namun ada tempat makan di bagian sisi kiri kanan yang menyediakan menu barat dan seafood serta makanan berat lainnya,” katanya.

Berbagai macam hiburan bagi Anda dan keluarga termasuk anak-anak pun tersedia lengkap di sini. Wahana air di area dermaga antara lain terdiri dari perahu kayuh, sampan, kano dan sepeda air untuk berkeliling danau. Harganya Rp 35 ribu hingga Rp 70 ribu untuk sampan yang berkapasitas 5 orang

Tak hanya itu, anak-anak pun dijamin makin betah dengan adanya wahana ATV, flying fox, pancing ikan, Taman Kelinci, Kolam Bebek, sepeda anak hingga mewarnai keramik. Tak ketinggalan, ada juga Kampung Leuit yang menawarkan suasana dan kegiatan pedesaan seperti memanen buah.

“Konsepnya adalah tempat hiburan lengkap untuk keluarga dengan nuansa alam. Apalagi tempat wisata dengan nuansa air seperti ini baru ada,” tutur Intan.

Saat ini, Floating Market juga tengah mempersiapkan Taman Batu Fosil yang nantinya disediakan sebagai area foto-foto dengan latar yang unik bagi para pengunjung. Untuk bisa masuk ke Floating Market Lembang ini satu orang pengunjung hanya harus membeli tiket masuk Rp 10 ribu yang kemudian ditukarkan dengan welcome drink.

Namun jangan lupa, tukarkan dulu uang di Anda dengan koin Floating Market. Karena seluruh transaksi di sini menggunakan koin tersebut. Nilai koinnya hanya ada dua, yaitu pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu.

Sejak dibuka pada akhir 2012 lalu, pasar terapung ini makin banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota. Floating Market Lembang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB pada hari kerja, sementara akhir pekan (Jumat-Minggu) buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Sumber: detikcom

Ciwidey, Surganya Wisata Alam di Bandung Selatan

ciwideyBerwisata ke Bandung memang tak ada matinya. Ada saja tempat yang bisa dieksplorasi di sana. Kalau bosan berwisata di kota, cobalah bertolak ke Ciwidey di Bandung Selatan. Destinasi wisata alam tersedia lengkap di sana.

Ciwidey di Bandung Selatan adalah tempatnya wisata alam. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Bandung, saya tiba di Danau Situ Patenggang. Panorama kebun teh menghampar di sepanjang jalan.

Konon, Situ Patenggang mengisahkan cerita cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Percaya atau tidak, di tengah danau terdapat Batu Cinta dan Pulau Asmara. Konon kalau Anda berkunjung bersama pasangan, dia akan jadi jodoh Anda!

Puas berperahu di danau dan menikmati alam segar, saya menyambangi Bumi Perkemahan Ranca Upas. Di sini, traveler bisa bermain dengan rusa jinak di penangkaran. Kalau berminat Anda juga bisa menyewa tenda atau memanfaatkan area outbound yang tersedia. Banyak pula vila dan hotel yang tersedia di kawasan tersebut.

Hari kedua, saya berkunjung ke Kawah Putih untuk menghapus rasa penasaran. Sebelumnya tempat ini hanya saya lihat di foto-foto pre-wedding. Di sini, saya disambut pemandangan eksotis dengan hamparan pasir. Air kawah yang hijau sangat cantik.

Kawah ini konon dianggap angker karena burung yang melaluinya akan mati. Tapi sekarang, Kawah Putih banyak didatangi turis karena panoramanya yang cantik. Kawah Putih juga jadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding.

Sebagai penutup perjalanan, bertolaklah ke Perkebunan Teh Rancabali milik PTP Nusantara VIII. Wisatawan umum bisa berkunjung ke sini, bisa lewat reservasi sebelumnya ataupun datang langsung saat akhir pekan.

Di perkebunan teh ini, akan ada pemandu yang menjelaskan cara pembuatan teh dan tata cara menyeduh teh yang benar. Usai jalan-jalan, turis bisa langsung membeli produk teh asli lokal sebagai oleh-oleh.

Sumber: detikcom

Natural Concept Holiday Destination at Floating Market Lembang

Floating Market LembangKonsep Floating Market Lembang sendiri sebenarnya adalah tujuan wisata berupa desa yang asri, sejuk, damai dan lengkap.Kelengkapan fasilitasnya sangat ideal untuk tujuan wisata keluarga. Sesuai dengan namanya, pasar terapung, maka begitu masuk ke area wisata ini, langsung disambut pemandangan desa dan persawahan yang memanjakan mata seluas 7,2hektar, di tengah-tengah terhampar danau yang di atasnya dihiasi jukung atau perahu-perahu indah. Di pasar terapung ini juga dijual beranekamacam makanan, hasil kerajinan tangan dan aksesoris.

Bukan Bandung namanya kalau enggak ada factory outlet, Floating Market Lembang ini juga punya factory outlet dengan berbagai pilihan busana untuk seluruh keluarga. Selain itu kawasan ini juga dilengkapi dengan deretan gazebo dan tempat-tempat makan.Disini berbagai menu makanan lokal maupun mancanegara tersedia.

Floating Market Lembang 1Interior gazebo dan rumah makan dibuat sedemikian rupa menyesuaikan konsep alam.Bagi keluarga yang berwisatake Floating Market Lembang, tersedia berbagai arena bermain untuk anak-anak. Diantaranya wahana air yang dapat mendekatkan anak dengan alam, seperti kano, sampan dan paddle boat. Juga ada ATV, pemancingan buat anak-anak, kolam tangkap ikan, tempat memberikan makan kelinci, angsa, dan masih banyak lagi.

Sumber: Freemagz.com

Tempat Liburan Baru di Bandung: Animal Kingdom

Animal KingdomBandung – Menjelang long weekend dan liburan sekolah kali ini, Bandung sudah punya lagi wahana liburan baru dan seru untuk keluarga. Kali ini, Trans Studio Mal (TSM) punya ‘Animal Kingdom’. Inilah kebun binatang boneka yang unik.

Berbagai binatang dari Afrika dan hidup di hutan hujan tropis seperti gajah, jerapah, kuda nil, rusa, impala, wildebeest dapat dijumpai secara langsung di wahana ini. detikTravel sudah mencoba asyiknya wahana ini.

Saat masuk ke dalam wahana ini, pengunjung pertama akan diajak untuk berfoto dengan latar belakang boneka singa, mooses (rusa Amerika) dan kijang. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan bermain menikmati wahana melalui jembatan ‘Nile River Bridge’, kemudian dilanjutkan dengan petualangan di ‘Savanna’, melewati kelebatan ‘Rain Forest’ dan mendaki ‘Mount Kilimanjaro’.

Nah, setelah berpetualang, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekan dengan binatang-binatang yang ada di Afrika. Dimulai dari keluarga monyet dan gorila, dilanjutkan dengan melihat lebih dekat keluarga kuda nil dan gajah yang besar, serta jerapah yang tingginya mencapai 2,4 meter.

Boneka-boneka di kebun binatang ini memang tampak seperti aslinya. Produsen boneka Hansa selaku pemilik boneka-boneka di wahana ini memang memproduksi replika boneka yang mirip dengan satwa di habitat aslinya.

Selain bisa melihat boneka binatang yang lucu-lucu, di wahana ini juga terdapat informasi dan pengetahuan tentang binatang-binatang tersebut. Animal Kingdom cocok untuk sarana edukasi anak-anak.

“Di dalamnya juga ada informasi tentang hewan langka juga hewan yang dilindungi. Kami ingin pengunjung yang datang ke sini tak hanya terhibur tapi juga bisa mengedukasi anak-anak,” ujar Marcom Manager Trans Studio Mal, Triya Filia Santi, di Trans Studio Mal, Selasa (4/6/2013).

Masuk ke kebun binatang boneka ini cukup membayar Rp 40 ribu dan akan mendapatkan satu frame foto gratis bersama boneka binatang. Kebun binatang boneka ini bisa dikunjungi mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2013, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Sumber: detikcom

Masjid Raya Bandung, Mahakarya Arsitektur Islam di Kota Kembang

Masjid Raya BandungTerletak di sisi alun-alun, Masjid Raya Bandung menjadi poros syiar Islam di Kota Kembang. Bangunan kuno ini telah bermetamorfosa menjadi sebuah masjid yang megah dan indah. Cocok untuk didatangi saat mudik Lebaran.

Siapa sangka bangunan megah itu dulunya hanya berupa panggung kayu sederhana. Masjid Raya Bandung, dulu dikenal sebagai Masjid Agung Bandung, mulai dibangun pada 1812. Waktu pertama berdiri hanya ada satu panggung tradisional dengan tiang kayu, berdinding anyaman bambu, dan beratap rumbia. Sebuah kolam besar tersedia untuk mengambil wudhu.

Baru mulai 1826, masjid ini menjadi bangunan berkonstruksi kayu. Masjid Raya Bandung akhirnya menggunakan batu bata dan atap genting, atas prakarsa Bupati R.A. Wiranatakoesoemah IV yang menjabat pada 1846-1874.

Mengutip situs resmi pariwisata Kota Bandung, Selasa (14/8/2012), letak Masjid Raya yang berada di tengah-tengah kegiatan komersial yang amat padat, merupakan ciri utama yang dimiliki masjid ini. Bangunan yang tampak seperti saat ini merupakan hasil beberapa kali renovasi. Sejak renovasi tahun 1826, pembongkaran kembali dilakukan pada 1850, 1900, 1930, 1955, hingga terakhir pada 2006 lalu. Renovasi itu termasuk penataan ulang alun-alun yang persis berada di depan Masjid Raya.

Sekarang, masjid ini sudah dilengkapi pagar tembok setinggi 2 meter bermotif sisik ikan, sebagai penanda ornamen khas Priangan. Atap tumpang susun tiga yang dipakai sejak 1850 diubah menjadi kubah model bawang bergaya Timur Tengah. Serambi diperluas, ruang panjang di bagian kiri-kanan masjid disatukan dengan bangunan induk. Dua menara kembar yang menjulang setinggi 81 meter menjadi ciri khas utama masjid ini.

Mulai sore hari, kawasan alun-alun sudah ramai pengunjung yang ngabuburit dan mencari takjil untuk berbuka. Adzan maghrib sebagai penanda senja lalu bergaung dengan indah, seakan membangunkan seluruh kota untuk kembali menghadap-Nya. Para mojang jajaka berbondong-bondong memasuki masjid ini untuk salat maghrib dan tarawih.

Kalau kampung halaman Anda adalah Kota Bandung, Masjid Raya menjadi tempat yang pas untuk salat Ied. Kalau Anda menyambangi Bandung saat mudik, jangan lupa singgah untuk beribadah sejenak. Rasakan atmosfer Kota Kembang yang sejuk dan nyaman sambil menikmati mahakarya arsitektur Islam.

Sumber: detikcom

Menikmati Panorama Alam di Pantai Sayang Heulang

SAAT berada di Garut lengkapi liburan Anda dengan mengunjungi Pantai Sayang Heulang. Keindahan pantai berpasir kecokelatan dan panorama alamnya mampu membuat siapapun yang melihat terpukau. Lahan pantai yang subur membuatnya mudah untuk ditanami tumbuhan seperti pohon kelapa dan tanaman merambat.

Tanaman pandan laut nampak menghiasi tepian pantai. Sementara pada daerah yang lebih dalam lagi ke daratan digunakan untuk lokasi pertanian produktif yang ditanami kacang tanah, kelapa dan lainnya.

Sayang Heulang terletak di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Garut. Meski terbilang cukup jauh dari tengah kota, tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung. Panjang pantai mencapai 3,5 km dengan luas lokasi pariwisata sekitar 10 hektar.

Satu hal yang menjadi daya tarik pantai adalah ombaknya yang cukup besar dan tinggi. Selain itu pantai juga memiliki dua tipe, yaitu tipe pantai berkarang yang berada di sebelah barat dan pantai yang tidak berkarang.

Nikmatilah pemandangan dari ikan-ikan hias, beragam bebatuan karang, dan ikan laut yang hidup di sela-sela karang.

Bagi Anda yang hendak bermalam untuk menikmati keindan pantai lebih lama terdapat lokasi perkemahan di sekitar pantai. Sambil bermalam Anda berkesempatan menyaksikan para nelayan yang sedang mencari ikan di lautan.

Jika tak ingin berkemah tersedia pula penginapan, khususnya untuk wisatawan luar kota. Di kawasan pantai juga tersedia kios-kios makanan dan minuman. (*/X-13)

Wisata Keluarga di Rumah Air Bogor

SATU lagi wisata Bogor yang sayang jika dilewatkan, yaitu Rumah Air Bogor. Letaknya yang ada di kaki Gunung Salak membuat suasana lingkungannya terasa indah. Anda dan keluarga akan dimanjakan dengan panorama alam yang memukau dan bermacam fasilitas untuk melengkapi wisata Anda sekeluarga.

Selain terkenal dengan suasananya yang khas pedesaan dan suasana saung yang asri, Rumah Air juga terkenal dengan hidangan ikannya yang beragam. Yang menjadi andalan adalah Sop Ikan Nila Kelapa Muda Bakar.

Bila Anda ingin memancing terdapat 2 kolam pancing dengan luas 25x40m. Satu kolam pancing dilengkapi dengan 26 saung pemancingan berkapasitas 30-50 orang. Sedangkan kolam satunya berukuran 20x50m dengan kapasitas 50 orang.

Selain tempat pemancingan, tersedia pula wahana permainan. Jenis-jenis permainan yang tersedia antara lain:

Otopad
Kendaraan beroda dua (samping kiri dan kanan) yang menggunakan tenaga baterry. Cukup berdiri di atasnya lalu tancap gas dan alat ini akan berjalan otomatis, hanya tinggal diarahkan. Tak hanya anak anda, anda sendiri juga bisa menaikinya. (Rp 25.000/10 menit)

Becak mini
Permainan ini cukup diminati pengunjung. Dengan mengayuh becak mini kita jadi bisa merasakan menjadi tukang becak untuk satu hari.

ATV
Anak Anda bisa mengelilingi kawasan Rumah Air menggunakan Motor ATV, lengkap dengan rintangan yang sudah dibuat oleh Team Rumah Air. Untuk melindungi anak anda disediakan helm dan hand protector (Rp 35.000)

Crazy Ball
Ini merupakan sebuah bola besar bening berdiameter 2m yang akan membuat anda terapung dan berputar-putar di atas Danau Rumah Air yang luas.

Hand Boat
Dengan mengendarai Hand Boat Anda bisa sekaligus menikmati pemandangan danau yang dihuni ikan-ikan yang berenang. Untuk keamanan tersedia pelampung yang bisa digunakan saat bermain pada wahana ini.

Istana Balon
Sebuah istana megah yang penuh warna dan dilengkapi boneka lucu di dalamnya

Bumpper Boat
Sebuah perahu semi otomatis dengan tenaga battery. Bentuknya menyerupai angsa, naga dan binatang lainnya. Anda tak perlu mengayuh perahunya, cukup menggerakan kemudinya. Kecepatan perahu bisa ditentukan.

Untuk info wisata selengkapnya bisa di dapatkan di situs: www.rumahairbogor.co.id

Ayo Menikmati Suasana Pedesaan di Pondok Maos

DESA Wisata Alami Pondok Maos menjadi pilihan tepat jika Anda ingin berekreasi bersama seluruh anggota keluarga. Banyak serangkaian kegiatan di luar ruangan yang bisa dinikmati baik untuk perorangan atau kelompok. Pengunjung bisa memilih ragam aktivitas yang dikemas berupa paket-paket.

Pondok Maos terletak di Cimelati Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Salak. Di sini tersedia taman bermain anak yang dilengkapi wahana mainan, seperti ayunan dan rumah kayu. Untuk Anda yang ingin menghabiskan waktu sambil berolahraga tersedia lapangan bola dan basket.

Sementara untuk mereka yang suka memancing bisa menyalurkan hobinya di kolam-kolam ikan khusus. Salah satu kegiatan yang tak boleh terlewat adalah berkeliling desa wisata Pondok Maos sambil menikmati panorama pedesaan.

Jika ingin menikmati keindahan suasana pedesaan lebih lama, tersedia pondok penginapan yang terdiri dari beberapa jenis, yakni Gubuk Rena, Gubuk Gintung, Gubuk Kemiri, Gubuk Adipala, dan Gubuk Kantil.

Suasana penginapan diselimuti keheningan alam yang jauh dari keramaian. Semua penginapan dilengkapi TV berwarna, air panas dan dingin, king size bed, balkon, kamar mandi, dan fasilitas lainnya.

Bila Anda datang berkelompok (min 10 orang) akan mendapat diskon khusus hanya dengan membayar sebesar Rp 170.000/orang. Info selanjutnya bisa dilihat di www.pondokmaos.com.(*/X-13)

Garut dan Wisata Surga dari Timur

UDARA nan sejuk berpadu landskap perbukitan menjadi ramuan pas untuk menikmati alam. Diapit gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray yang masih aktif, Garut telah memikat hati banyak orang. Bahkan pada 1910, Officieel Touristen Bureau, Weltevreden, menyebut Garut sebagai Paradijs van Oosten atau surga dari timur.

Kota Dodol ini, terletak di sebelah tenggara Kota Bandung, 250 km dari Jakarta. Perjalanannya dapat ditempuh dalam waktu tiga setengah jam dari Ibu Kota.

Menjelajah Garut bersama National Geographic dan Cevron Geothermal, Januari lalu sungguh berkesan. Kota yang juga terkenal dengan dombanya itu tentu tak bisa dinikmati dengan berendam air panas saja. Alam yang menantang sungguh sayang dilewatkan.

Pantai di selatan membujur hingga 90 kilometer panjangnya. Air terjun dan situ-situ alami menyejukan mata. Pengunungan menjulang tinggi hingga 2.821 meter. Belum lagi kekayaan budaya seperti acara surak ibra, raja dogar, dan bangunan-bangunan tua.

Gunung Papandayan bisa menjadi awal pertualangan pertama Anda di Swiss van Java. Terletak di kecamatan Cisurupan, 29 kilometer dari pusat kota Garut, Papandayan menjadi favorit bagi para pendaki pemula. Untuk mencapai Gunung Papandayan, naiklah kendaraan umum dari pusat kota menuju Cijulang. Kemudian turun di pertigaan Cisurupan. Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menyewa ojek atau angkot hingga sampai di pelataran parkir gunung Papandayan.

Mendaki
Di pelataran yang memiliki ketinggian 2000 meter itulah jejak pendakian dimulai. Batuan besar kekuningan serta jalan menanjak akan menyambut kedatangan Anda. Pohon suwagi dan pakis tangkur tumbuh hijau di sisi-sisi jalan. Tebing batu yang tinggi dan curam mendominasi pandangan.

Mendaki lebih ke atas, Anda akan menjumpai kawah belerang yang mengeluarkan asap putih. Sesekali terlihat cairan kuning dimulut kawah, menandakan kepekatan belerangnya. Agar asap tak membuat pedih, cobalah berjalan agak menunduk, menghindari kontak langsung dengan asap. Jangan lupa, kenakan masker atau saputangan agar bau menyengat tak membuat kepala pusing.

Setelah melewati kepulan asap belerang, pesona kawah bisa dinikmati dari atas. Tentu bertambah nikmat dengan iringan melodi air yang turun ke kaki bukit. Tak jauh dari situ, terdapat danau. Lebarnya bisa mencapai seratus meter. “Warna airnya bisa berubah-ubah tergantung cuaca,” ujar Dede, yang pemandu pendakian.

Mencapai ketinggian 2.300 meter, pepohonan mati menciptakan pemandangan berbeda. Batang pohon-pohon itu hitam legam, hampir jadi arang. Pijakan tak lagi dipenuhi batu melainkan lapisan abu yang putih. Tempat ini kental dengan suasana kematian. Seakan ada panas api yang dengan cepat memberangus kehidupan.

Wilayah itu dikenal dengan nama ‘gunung salju’. Kontur pemandangannya tercipta karena letusan gunung Papandayan pada 2002 lalu. Kepulan uap panas ketika itu, membakar pepohonan, juga mengendapkan abu di bawahnya.

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, sebaiknya mendaki pada saat malam. “Sekitar jam sebelas ke atas,” kata Dede yang kerap menemani mahasiswa pecinta alam mendaki di malam hari.

Setelah beristirahat dan puas menikmati megahnya Papandayan, tiba saatnya untuk menuruni gunung. Salah besar kalau ada anggapan menuruni gunung adalah hal mudah. Walau tak butuh energi besar seperti ketika mendaki, tapi gravitasi betul-betul menyulitkan. Belum lagi kerikil-kelikil yang membuat pijakan tidak stabil.

Agar tak tergelincir, miringkan posisi telapak kaki seperti Anda ingin berjalan miring. Pusatkan tumpuan pada tumit dan turun perlahan. Selesai mendaki Papandayan, jangan lupa akan rencana selanjutnya. Peta Segitiga Wisata Garut keluaran National Geographic bisa jadi pemandu.

Tempat wisata unggulannya termasuk Situ Bangendit, Kawah Papandayan, dan Situ Cangkuang. Bagi yang suka berwisata di dalam kota, cobalah berwisata ziarah ke Makam Pangeran Papak di Wanajara, atau nikmati sejarah kota di Stasiun Cibatu. Tak lupa, bungkus beberapa helai batik tulis Garutan yang dapat dibeli di tengah kota, dodol manis, kerajinan kulit, dan anyaman bambu khas Garut untuk oleh-oleh.(mediaindonesia.com/M-3)

Situ dan Candi di Kampung Pulo, Garut

KONON di Kampung Pulo berabad-abad lalu, terdapat putri Hindu nan cantik jelita. Ketika itu, datanglah Arif Muhammad, panglima perang kerajaan Mataram. Dalam pelariannya setelah kalah melawan Belanda, Arif memutuskan menetap di desa. Sambil menyebarkan agama Islam, ia lalu jatuh hati pada sang putri.

Gayung pun bersambut. Sang putri mengiyakan, namun dengan satu syarat. Buatlah danau yang mengelilingi desa, pinta sang putri. Esoknya, muncullah sebuah situ, yang kini bernama situ Cangkuang.

Kisah itu diceritakan turun temurun di Kampung Pulo, Kecamatan Leles, Garut. Situ Cangkuang yang kini menjadi objek wisata, menyimpan banyak kisah. Begitu juga Candi Cangkuang di seberang situ, serta makam Arif Muhammad di sebelahnya.

Untuk mencapai lokasi, rakit bambu disediakan pengelola. Cukup Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Tak sampai sepuluh menit menyebrangi situ, kami sudah bisa sampai di candi setinggi delapan setengah meter itu.

Perpaduan Hindu-Islam menjadi ciri istimewa. Candi dan makam Arif Muhammad terletak bersisian menandakan harmoni dua agama. Pertama kali candi ditemukan pada 1966 oleh Harsoyo dan Uka Candrasasmita. Penemuan ini berdasarkan laporan Vorderman tahun 1893.

Sayangnya, candi Cangkuang ditemukan tak berbentuk. Hanya bersisa 40 persen saja puingnya yang 60 persen yang hilang lalu dibuat replika. Sehingga pada 1976, candi itu utuh kembali. Tepat di belakang komplek candi, terdapat rumah adat yang dengan bebas bisa ditelusuri.

Rumah adat Kampung Pulo hanya tujuh saja jumlahnya. Tak boleh lebih, juga tak boleh kurang. Susunannya seperti huruf U, lingkungannya terawat, bersih, dan rapi. Jumlah ini simbol dari tujuh anak Arif Muhammad. Satu bangunan masjid melambangkan anak laki-laki. Enam lainnya berupa rumah tinggal, melambangkan anak perempuan.

“Kalau anak sudah menikah, dia harus pindah dari desa ini, tapi kalau ada rumah yang kosong, nanti dipanggil kembali,” jelas Tatang, Juru Kunci di Kampung Pulo.

Walau memeluk agama islam, warga kampung memengang garis keturunan perempuan. Maka, hanya anak perempuan yang berhak tinggal di desa, anak laki-laki harus pindah ketika dewasa.

Tatang, pria paruh baya itu, kemudian bercerita banyak hal. Kisah tentang benda pusaka yang hilang, para leluhur, bentuk rumah, dan kisah adat Kampung Pulo lainnya.(http://www.mediaindonesia.com/M-3)