Category Archives: Jawa Tengah

Sunrise di Gunung Sikunir, Dahsyat!

Sunrise di Gunung SikunirMelihat keindahan candi ketika traveling ke Dataran Tinggi Dieng sudah biasa. Jika ingin berbeda, akhir pekan ini cobalah mampir ke Gunung Sikunir, tempat untuk mendapat sunrise terbaik di Dieng. Pasti terpukau.

Gunung Sikunir dengan ketinggian 2.263 mdpl ini memiliki pemandangan alam yang cantik. Sayang sekali jika dilewatkan ketika Anda mengunjungi dataran tinggi Dieng.

Meskipun berada cukup jauh dari tempat wisata utama lain di Dieng, turis bisa berjalanan kaki untuk mencapai puncak gunung. Waktu yang dihabiskan juga tak begitu lama, yaitu hanya 30 menit dengan jarak tempuhnya sekitar 1 km. Jarak tersebut diambil dari akses terakhir kendaraan bermotor.

Begitu tiba di puncak, kita dapat menikmati cantiknya kilau emas mentari terbit. Pemandangan ini semakin cantik karena berhias rentetan bentang alam yang indah khas Dataran Tinggi Dieng.

Sumber: detikcom

Seharian Tamasya di Umbul Sidomukti

OBJEK Wisata Umbul Sidomukti hadir di tengah kawasan bernuansa alami di lereng Gunung Ungaran, Semarang. Tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan dan kesegaran, tetapi juga sejumlah tantangan yang dijamin memicu adrenalin setiap pengunjung.

Sebuah taman renang alami menghiasi Umbul Sidomukti. Susunan batu alam digunakan sebagai dinding kolam dan pada tamannya banyak dijumpai tempat duduk berundak model panggung terbuka agar pengunjung bisa menandang bebas ke segala penjuru.

Bagi Anda yang ingin menguji nyali cobalah wahana flying fox dengan panjang sekitar 100m yang melintasi jurang dengan kedalaman lembah lebih dari 70m. Lalu ada Marine Bridge (jembatan tali) sepanjang 60m dengan jurang dibawah berkedalaman lebih dari 30m.

Jika kurang menantang, Anda bisa menaklukan dinding bukit setinggi 25m atau mengendarai kendaraan ATV menyusuri jalan tanah di sekitar jurang.

Sidomukti juga menyediakan jalur trekking menuju puncak Gunung Ungaran, Gua Jepang, dan Kebun Teh Medini. Objek wisata ini bisa menjadi paket agenda “One Day Tour” di Semarang.

Untuk anak-anak disediakan wahana flying fox sepanjang 15m. Tak teinggalan ada camping ground dimana pengunjung bisa menikmati malam di alam bebas dan menyalakan api unggun pada malam hari.

Umbul Sidomukti terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasi wisata ini cukup dijangkau, butuh waktu sekitar 40-60 menit perjalanan dari pusat kota Semarang. Sebelum berkunjung jangan lupa membawa jaket dan payung untuk berjaga sekiranya hujan. (visitsemarang.com/*/X-13)

Pulau Cilik, Pulau Mungil dengan Sejuta Keindahan

PULAU Cilik merupakan surga tersembunyi di Laut Jawa yang keindahannya sayang jika dilewatkan. Sesuai dengan namanya, pulau memang memiliki luas yang minim, yakni sekitar 2 hektar. Letak pulau ada di sebelah timur laut Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah. Hamparan pasir putih dengan air laut yang jernih siap menyambut kehadiran Anda.

Pada tepian pantai terdapat sebuah dermaga kayu yang dibangun sebagai tempat bagi perahu yang hendak merapat. Perairan di bawah dermaga sangatlah jernih sehingga saat berjalan melintasi atas dermaga, nampak jelas ragam spesies ikan yang sedang hilir-mudik.

Saat berjalan menyusuri garis pantai berpasir putih, Anda bisa menjumpai gosong memanjang di bagian belakang pulau. Penduduk Karimunjawa menyebut daratan pasir tanpa vegetasi dengan istilah gosong atau gosongan. Tak dijumpai tanah sedikitpun pada gosong di Pulau Cilik, hanya ada pasir putih yang lembut.

Pemandangan bawah laut pulau juga tak kalah menarik untuk dijelajahi. Anda bisa menjumpai sekelompok angelfish atau ikan layaran. Jika menyelam sedikit lebih dalam, Anda akan menemukan terumbu karang penuh warna.

Sayangnya pada bagian tertentu nampak sederetan terumbu karang yang memutih dan mati dikarenakan pengaruh global warming dan naiknya suhu air laut. Hilangnya alga Zooxanthellae yang bersimbiosis dengan terumbu karang juga mengakibatkan karang perlahan mati.

Namun uniknya di antara terumbu karang yang mati, hidup serumpun anemone yang tumbuh dengan subur. Tak sedikit ada ikan-ikan badut (clownfish) yang bersembunyi di balik tentakel anemone. (*/X-13)

Merasakan Kesegaran Alam Curug Cipendok

CURUG Cipendok terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilingok, kurang lebih 15 km di sebelah barat Purwokerto, Jawa Tengah. Di sini Anda bisa menyaksikan pemandangan alam berupa air terjun yang tingginya 92 m dan hutan-hutan yang indah. Nah, untuk peristirahatan di sekitar area juga tersedia bumi perkemahan.

Ingin mengusir rasa lapar ? Jajanan mendoan dan susu murni bisa Anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Dan setelah itu Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Telaga Pucung.

Asal mula nama Curug Cipendok diambil dari sebuah kisah. Di mana pemerintah kolonial Belanda saat itu menugaskan Wedana Ajibarang yang bernama R. Ranusentika untuk kerja rodi membabat hutan di lereng gunung ini.

Namun R. Ranusentika merasa bosan dan ia pun pergi untuk memancing ikan di air terjun yang ada ceruk atau kedungnya yang dalam. Ketika kail diarahkan ke kedung, bukan ikan yang didapat melainkan pendok atau warangka keris berwarna kuning emas. (*/X-13)

Baturaden Tawarkan Beragam Wisata

BERADA di sisi selatan Gunung Slamet, ditambah lokasi yang strategis, hawa yang sejuk membuat Baturaden menjadi salah satu primadona Purwokerto dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia.

Dengan berbagai lokasi wisata dan fasilitas di dalamnya, rasanya tak cukup sehari untuk menikmati kepuasan berwisata di Baturaden, Jawa Tengah. Tempat pertama yang paling dekat dengan gerbang utama adalah Taman Kaloka Widya Mandala.

Taman yang pada 17 Mei 1995 diresmikan oleh Bupati Banyumas yang saat itu dijabat Djoko Sudantoko dijadikan sebagai wisata edukasi. Koleksinya meliputi, sapi kaki lima, kambing kaki tiga, gajah, beruk (buing), buaya irian, ular sanca, kaswari, monyet, landak, iguana, cendrawasih, kelelawar, ayam kate, ayam mutiara, orangutan, elang bondol, dan rusa.

Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: harimau sumatra, beruang madu, dan macan dahan.

Selain koleksi hewan, berbagai permainan juga tersedia seperti kereta gantung, sepeda air, atraksi naik gajah dan yang paling penting adalah menikmati indahnya pemandangan di taman ini.

Bagi yang suka menghabiskan waktu malam bersama alam di sini juga disediakan oleh pengelola yaitu Bumi Perkemahan (camping ground) khusus disediakan oleh pengelola bagi para pencinta alam ini.

Anda masih kurang puas hanya dengan berkemah, mungkin mencapai puncak Gunung Slamet akan menjadi tantangan tersendiri buat Anda semua yang suka tantangan. Pancuran Telu dan Pancuran Pitu adalah sebagai alternatif terakhir yang dapat dituju.

Selain bisa berendam di sumber air panas ini, pijat refleksi dengan rendaman air panas alam akan memanjakan anda. Goa Sarabadak adalah rangkaian tempat yang bisa kita kunjungi ketika ke Pancuran Pitu.

Terletak di ketinggian 640 meter dpl (di atas permukaan air laut) dan hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Purwokerto-Banyumas -Jawa Tengah., bagi Anda yang berminat kesana bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Selain itu banyak juga jalur bus-bus antar provinsi dan kereta api yang melewati Kota Purwokerto sehingga mudah sekali untuk mencapai lokawisata Baturaden. (*/OL-5)

Suran, Tempat Semedi Kyai Ageng Gribig di Klaten

BUKAN cuma candi yang tersebar di Klaten. Di Kalurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom pun terdapat tempat sujud dan semedi Kyai Ageng Gribig sebelum ada masjid, yakni Gua Suran.

Gua berbentuk huruf L ini memiliki kedalaman sekitar 4 m dan di sampingnya adalah tempat wudlu yang dipakai oleh Kyai Ageng Gribig. Uniknya lagi, setiap bulan Syapar lokasi ini malah dijadikan penyebaran ku-kue apem

Tempat lainnya yang menarik adalah Sendang Plampeyan dan Taman Rekreasi untuk anak, di selatan makam Kyai Ageng Gribig.

Bagi anak-anak muda, biasanya lebih memilih Gua Belan, terowongan yang memiliki kedalaman sekitar 8 m di dekat Gua Suran. (wisatanesia.com/*/X-13)

Tiga Lokasi Wisata Air di Tegal

JIKA kata ‘Tegal’ disebutkan, yang terlintas di benak kebanyakan warga Tanah Air pasti adalah warung makan sederhana yang menyajikan berbagai masakan rumah.

Tahukah Anda? Ternyata tak hanya identik dengan masakan ataupun bahasanya yang lucu, Kabupaten Tegal juga memiliki tempat-tempat wisata alam yang asyik untuk dikunjungi selama liburan, terutama wisata airnya. Dari beberapa wisata air yang ada di Tegal, ada tiga wisata air di Tegal yang kami rekomendasikan untuk Anda.

Objek Wisata Guci
Objek wisata ini berlatar belakang panorama pegunungan, air terjun, dan sumber air panas. Karena berada di kaki Gunung Slamet, daerah ini pun menjadi subur dan berudara dingin. Pemandian Air Panas Guci, terletak di Kecamatan Bumijawa, di lereng Gunung Slamet, sekitar 30 km dari Kota Slawi. Di Guci, ada 10 air terjun, di antaranya Pemandian Pancuran 13 yang memang memiliki pancuran berjumlah 13 buah.

Adapun penduduk setempat sering berendam dan mandi di Pancuran 7 karena dipercaya air di pancuran itu ampuh untuk menyembuhkan penyakit kulit. Bila Anda naik lagi, ada air terjun Jedor (diambil dari nama Lurah pada zaman dahulu). Di Guci juga disewakan kuda untuk menikmati pemandangan sekitar dengan harga terjangkau. Objek Wisata Guci sangat ramai terutama pada malam Jumat Kliwon.

Waduk Cacaban
Wisata air selanjutnya adalah Waduk Cacaban yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng. Waduk ini menjadi menarik untuk dikunjungi karena berlatar belakang pemandangan hutan dengan panorama yang indah. Karena itu, selain berfungsi mengairi sawah-sawah di sekitarnya, waduk ini juga menjadi salah satu objek wisata andalan di Tegal.

Di tempat ini, Anda dapat bersantai dengan memancing ikan, berkeliling waduk dengan berjalan kaki atau dengan kapal motor. Bila lapar, tersedia banyak rumah makan yang menawarkan menu dengan masakan andalan aneka ikan air tawar.

Gunung Tanjung
Selanjutnya adalah Gunung Tanjung yang berlokasi di Desa Lebaksiu sekitar 7 km dari pusat pemerintahan. Gunung Tanjung merupakan wilayah pegunungan di mana Syech Maulana Maghribi dimakamkan. Tempat ini memiliki daya tarik alam pegunungan yang sejuk, kolam renang dengan air yang hangat dan dingin serta memiliki sumber air panas yang berkhasiat. Akomodasi pada objek wisata ini pun cukup mudah didapat dan terdapat banyak hotel dan vila untuk Anda beristirahat ataupun menginap.

Sebenarnya masih banyak objek wisata air yang potensial di Tegal. Sayangnya, karena kurangnya promosi, akses yang masih terbilang sulit, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kurangnya pemeliharaan, tempat-tempat itu pun belum dapat terekspos secara maksimal.(Pri/OL-5)

Gunung Merbabu, Favoritnya Para Pendaki

BAGI Anda penggemar naik gunung atauhiking pasti sudah tidak asing lagi dengan Gunung Merbabu yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Keindahan alamnya mampu mengembalikan setiap energi yang telah hilang setelah lelah mendaki.

Terletak di Provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut pada puncak Kenteng Songo. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah Candradimuka, Kombang, Kendang, Rebab, dan Sambernyawa.

Terdapat 2 buah puncak yakni puncak Syarif (3119 meter di atas permukaan laut) dan puncak Kenteng Songo (3142 meter di atas permukaan laut).

Merbabu memang sering digunakan sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen, serta ketiadaan sumber air.

Puncak Gunung Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, (Kopeng / Salatiga) Wekas (Kaponan / Magelang) atau dari selo (Boyolali). Namun rupanya akan lebih menarik bila Anda berangkat dari jalur Utara (Wekas, Cunthel, Thekelan) turun kembali lewat jalur selatan (Selo).

Pemandangan yang sangat indah dapat disaksikan disepanjang perjalanan, hal itulah yang membuat para pecinta hiking tidak bosan mendaki Merbabu sampai berkali-kali.

Di sekitar Gunung Merbabu, banyak juga terdapat gunung lainnya, diantaranya adalah Merapi, Telomoyo dan Ungaran. Gunung Merbabu ini jika dilihat juga membentuk garis deretan gunung berapi ke arah utara Merapi – Merbabu – Telomoyo-Ungaran.

Gunung Merbabu dahulunya dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15.

Menurut etimologi, ‘merbabu’ berasal dari gabungan kata ‘meru’ (gunung) dan ‘abu’ (abu). Nama tersebut akhirnya muncul pada catatan-catatan Belanda. Merbabu rupanya juga pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. (*/OL-08)

Desa Wisata Kopeng, Semarang – Jawa Tengah Wisata Petik Bunga hingga Hiking

Letaknya di ketinggian 1450 meter di atas permukaan laut menjadikan kawasan ini terasa begitu sejuk. Berada di lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong menjadikan Kopeng sebagai tempat yang cocok untuk tanaman bunga dan buah-buahan.

Kehangatan sikap masyarakat desa pun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Berbagai pilihan wisata tersaji seperti wisata alam pegunungan, budaya hingga wisata kuliner.

Bagi penyuka bunga dan tanaman hias, terdapat klaster yang menyajikan aneka ragam tanaman bunga dan hias. warna-wani bunga akan membuat betah setiap pengunjung. Harga tanaman yang dijual pun cukup terjangkau, pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk belanja tanaman disini.

Nikmati juga serunya memetik strawberry langsung dari kebunnya. Untuk kegiatan petik strawberry cocok dilakukan bersama keluarga. Selain bunga, buah dan tanaman hias pengunjung pun bisa berbelanja sayur-sayuran segar.

Beragam jenis kerajinan juga dapat diburu sebagai cendramata dari desa yang pada 2009 mendapat predikat sebagai Rintisan Desa Vokasi sekaligus Pilot Project Desa Konservasi ini.

Kawasan ini juga menjadi salah satu base camp pendakian ke puncak Gunung Merbabu. Bagi yang senang wisata petualang bisa memilih wahana Kopeng Tree Top Adventure Park.

Di Kawasan Desa wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo (sembilan mata air). Kesembilan sumber mata air berada di sekitar Tekelan, Contre, Tayengan, Selodhuwur, Kopeng, Peng Jero dan Kali Sati.

Menurut cerita masyarakat, Umbul Songo ditemukan oleh para wali pada zaman Kesultanan Demak. Para wali ini kemudian berdoa kepada Allah SWT, memohon dimudahkan memperoleh sumber mata air, guna keperluan bersuci, kemudian keluarlah mata air dengan debit besar. sumber air ini dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan akan air wudhu.

Rute panduan dan fasilitas
Desa Wisata Kopeng terletak di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang berjarak tempuh sekitar 14 km dari kota Salatiga dan sekitar 54 km dari kota Semarang. Akses jalan menuju kawasan ini sudah sangat baik sehingga mudah untuk mencapainya. Fasilitas pendukung wisata tersedia lengkap disini.

Sumber: Majalah Travel Club

Mencari Eksistensi di Candi Gedongsongo

RANGKAIAN petualangan wisata di Ambarawa belum berakhir. Setelah semalaman melepas kepenatan bersama kenangan indah perjalanan, masih ada satu tujuan kunjungan wisata yaitu Candi Gedongsongo.

Candi Gedongsongo terletak di lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Dari kota Ambarawa hanya berjarak 15 kilometer ke arah utara atau delapan kilometer dari Bandungan di bagian utara.

Udara nan sejuk bahkan cenderung dingin dengan suhu berkisar 19 – 27 derajat Celcius apalagi pada musim hujan seperti saat ini mudah dijumpai kabut tebal menutup areal pegunungan dan bangunan candi. Jalan menanjak 60 derajat dan berliku beraspal mulus cukup membuat sulit pengendara.

Bagi kendaraan besar seperti bus, terpaksa parkir di bawah sekitar 1 kilometer dari pelataran parkir di pintu gerbang. Ke pintu candi bisa ditempuh dengan jalan kaki, naik ojek atau kendaraan kecil karena tanjakan yang cukup tinggi.

Memasuki area candi, pintu gerbang bermaterial batu alam warna hitam sudah terlihat menjulang dari jarak 500 meter. Setelah membayar tiket masuk Rp6.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000 (anak-anak) atau Rp7.000 (orang asing), perjalanan panjang siap menanti.

Desis angin dan gesekan pohon di hutan cemara menambah kesahduan saat menapaki jalan berbatu menuju candi pertama berjarak satu kilometer dari pintu gerbang.

Sebuah candi peninggalan budaya Hindu pada jaman Wangsa Syailindra (Abad IX) atau tahun 927 Masehi terlihat megah berdiri di atas gundukan bukit. Bangunan candi itu sempat runtuh dan tertimbun tanah material gunung Ungaran dan ditemukan lagi oleh Raffles pada 1804.

Udara yang dingin tak sanggup menahan keringat berkucuran setelah menapaki jalan bebatuan menanjak. Namun bagi orang tua atau anak-anak jangan khawatir, karena puluhan kuda siap membawa dengan ongkos Rp52.000 (wisatawan lokal) dan Rp70.000 (wisatawan asing) untuk satu paket perjalanan, mulai candipertama hingga 9 yang jaraknya mencapai empat kilometer.

Berada di lokasi bangunan candi ke sembilan yang terlihat anggun di atas puncak bukit bagaikan melambangkan perjalanan akhir manusia mencapai kesempurnaan. “Kita merasakan betapa kecil dan tidak berartinya manusia di hadapan Tuhan pencipta alam semesta,” ujar seorang wisatawan.

Alam semesta sangat indah, dari candi yang bercirikan bangunan dari kerajaan Hindu Nusantara yaitu bangunan pemujaan, seakan membawa kita berada di angkasa dengan pemaandangan ke bawah terlihat seperti gunung, danau, perkampungan, perkebunan, hutan dan seisi alam lainnya.

Setelah kekaguman dan keindahan yang sulit di dapat di lokasi wisata lainnya, maka pengunjung bisa turun lewat jalur alternatif.

Nah, di tengah perjalanan atau sekitar dua kilometer ke bawah kita dapat menikmati pemandian air panas alam. Mandi di air panas alam ini, selain menjadikan kesegaran badan konon juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, karena mengandung belerang. Bagi yang malu berada di kolam umum dapat mandi di ruangan khusus yang telah disediakan.

Bagi Anda yang tidak membawa bekal makanan, di sana banyak penjual makanan yang tersaji hangat. Kebugaran rohani dan ragawi sepertinya lengkap sudah. Sebuah pengalaman yang sulit diperoleh di lokasi wisata lainnya.(mediaindonesia.com/M-1)