Category Archives: Kalimantan Barat

Danau Sebedang

Danau SebedangObjek Wisata Danau Sebedang merupakan sebuah danau yang mempunyai luas sekitar 1 km.dan Objek Wisata Danau Sebedang dikelilingi oleh bukit dengan ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut. Kawasan Objek wisata ini sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat karena berada pada jalur jalan regional Sambas – Singkawang – Pontianak. Objek Wisata Danau ini memiliki panorama alam yang indah.

Lokasi Objek Wisata Danau Sebedang berada di Desa Sebedang Kecamatan Sambas, jarak tempuh ke lokasi ini dari Kota Pontianak ± 202 km. Kondisi jalan masuk ke lokasi beraspal sepanjang ± 500 meter dapat dilalui dengan kendaraan roda empat. Objek Wisata Danau Sebedang terdapat fasilitas penunjang kepariwisataan yang disediakan oleh masyarakat setempat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk melakukan olahraga hiking, dapat menuju puncak Bukit Amor yang berada di sebelah selatan danau dan menikmati keindahan pemandangan danau. Bagi anda membawa keluarga, dapat sekalian mengunjungi pulau panjang yang berada di tengah Danau Sebedang. Menurut sejarah, Danau Sebedang digunakan para Sultan Sambas untuk tempat pemandian dan peristirahatan.(Wisatanesia)

Sumber: DNA Berita

Ini Tugu Khatulistiwa yang Asli, Bukan yang Besar!

Tugu KhatulistiwaPontianak – Banyak wisatawan merasa puas setelah berfoto di depan Tugu Khatulistiwa, Pontianak. Padahal itu hanya monumen. Masuklah ke bagian dalamnya, Anda akan menemukan Tugu Khatulistiwa yang asli dengan ukuran lebih kecil.

Saya tak betah berlama-lama di depan Monumen Tugu Khatulistiwa. Senin (8/4/2012) siang, cuaca di Pontianak panas terik. Para peserta ekspedisi Women Across Borneo sedang beristirahat di bawah pohon-pohon rindang dekat monumen tersebut. Saya pun memanfaatkan waktu dengan berfoto di depan monumen, ala kadarnya, karena tak tahan dengan terik matahari yang membakar.

Namun sosok bapak-bapak di pintu bagian bawah monumen menggubris pandangan saya. Sambil memicingkan mata akibat silau, saya berjalan ke arahnya. Baru sampai pintu masuk saya dikagetkan oleh sosok Tugu Khatulistiwa versi lebih kecil.

“Ini tugu yang asli, Dik. Yang besar itu monumennya,” kata petugas itu. Saya kaget, tak tahu-menahu soal tugu yang asli.

Udara sejuk yang mengalir dari pendingin ruangan langsung menyejukkan saya. Ruangan itu berbentuk bundar dan tak begitu besar. Wisatawan harus mengisi buku tamu sebelum menjelajah lebih lanjut. Tiket masuk? Gratis, hanya sumbangan ala kadarnya kalau Anda berminat.

Pigura-pigura berisi penjelasan sejarah dan foto-foto Tugu Khatulistiwa berderet di sepanjang dinding. Saya pun mendekati salah satunya, mengelap keringat, menghela nafas, dan mulai membaca.

Semua bermula pada 1928, ketika rombongan ekspedisi internasional dari Belanda tiba di Pontianak. Tujuan mereka adalah menetapkan titik khatulistiwa di kota tersebut.

Di tahun yang sama, dibangunlah Tugu Khatulistiwa yang berbentuk tonggak dan tanda panah di atasnya. Pada 1930, tugu tersebut disempurnakan dengan penambahan lingkaran di bagian atas tugu. Delapan tahun kemudian, tugu tersebut kembali disempurnakan dengan menggunakan kayu belian (kayu besi khas Kalbar). Tingginya adalah 4,4 meter.

Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran 5 kali lebih besar dari aslinya. Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Jadilah Monumen Tugu Khatulistiwa, yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu yakni Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991. Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU Republik Indonesia No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Sejarah yang cukup menarik bagi saya. Kalau tak ada ekspedisi oleh para peneliti Belanda ini, mungkin Tugu Khatulistiwa tak akan ada.

Saya melanjutkan langkah ke pigura-pigura lainnya. Tampak foto-foto Tugu Khatulistiwa dari masa ke masa, termasuk saat renovasinya. Ada pula foto para bangsawan Belanda yang berpose di depan tugu asli.

Tugu Khatulistiwa itu masih berdiri kokoh di tengah ruangan. Keputusan untuk merenovasi tugu yang asli menggunakan kayu belian rupanya tak salah. Ini adalah jenis kayu yang paling kuat, juga dipakai untuk bahan pembangunan Rumah Betang (rumah asli suku Dayak-red) yang berada di atas permukaan tanah.

Puas mengamati Tugu Khatulistiwa, saatnya kembali bergulat dengan matahari Pontianak. Sebelum keluar, terdapat meja yang memajang suvenir berbentuk Tugu Khatulistiwa versi mini. Tugu tersebut ditutup oleh kaca berbentuk kotak, sangat cocok untuk pajangan. Harganya mulai dari Rp 30.000.

Sumber: detikcom

Keragaman Hutan di Taman Nasional Gunung Palung

ADA satu taman nasional di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang memiliki hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mapah tropika, hutan mangrove, dan hutan pegunungan, yakni Gunung Palung.

Taman Nasional Gunung Palung memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dari berbagai jenis ekosistem. Mulai dari jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonistylus bancamus), damar (Agathis berneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), tanaman bakau (Rhizopora spp.), kendeka (Bruguiera spp.), dan berbagai tanaman obat.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi salah satu kawasan konservasi orang utan dengan jumlah 10 persen dari populasi orang utan yang hidup di dunia. Orang utan yang hidup di kawasan ini adalah orangutan jenis Pongo pygmaues wumbii.

Ada pun beberapa jenis hewan lainnya seperti beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), kancil (Tragulus napu borneanus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), ayam hutan (Gallus gallus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang gading (Rhinoplax vigil), kura-kura gading (Orlitia Borneensis), penyu tempayan (Caretta caretta), buaya siam (Crocodylus siamensis), tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis), dan sekitar 200 jenis burung.

Perjalanan pesawat dari Pontianak ke Ketapang membutuhkan waktu 2,5 jam atau 6 jam dengan Express Boat. Lalu dilanjutkan dengan bus dari Ketapang ke Teluk Melano selama 2 jam dan dari Teluk Melano ke Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat selama 6 jam.

Harga tiket

Tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung untuk wisatawan internasional Rp 10.000/orang dan wisatawan domestik Rp 1000/orang. Kamera dan kamera video dikenakan biaya sekitar Rp 25.000/unit.(wisatamelayu/*/X-13)

Menikmati Mentari Terbenam di Pinggir Pantai Pasir Panjang

PANTAI Pasir Panjang menjadi ikon pariwisata Kota Singkawang dan salah satu objek wisata andalan Provinsi Kalimantan Barat yang kini dikembangkan menjadi sebuah paket wisata terpadu bernama Taman Pasir Panjang Indah (TPPI). Penamaan pantai yang unik dikarenakan pantainya membentang panjang melengkung mengikuti laut lepas.

Satu keunikan pantai adalah saat menikmati hamparan laut biru, samar-samar dari kejauhan terlihat panorama beberapa pulau seperti Pulau Lemukutan, Pulau Kabung, dan Pulau Randayan yang dipagari perairan Laut Natuna.

Kondisi air laut di Pantai Pasir Panjang sangat jernih, bersih, dan terdapat banyak ikan sehingga cocok untuk Anda yang ingin berenang, menyelam, dan memancing. Ombaknya yang cukup besar bisa menjadi medan tantangan bagi para peselancar.

Pasir pantainya yang luas dan bersih membuat kawasannya nyaman digunakan untuk aktivitas seperti berjemur, main voli atau sepak bola pantai.

Saat mentari terbenam, pengunjung bisa menikmatinya dari pinggir pantai atau melalui pondok-pondok wisata yang banyak dijumpai pada kawasannya. Tak jauh dari pantai terdapat kampung nelayan yang bisa disambangi jika ingin mengetahui kehidupan masyarakatnya.

Kawasan pantai dilengkapi dengan pusat informasi pariwisata, persewaan speed boat, sepeda air, darmoling, gokart, shelter-shelter, pondok wisata, toko souvenir, dan arena bermain anak-anak.

Jika ingin bersantap terdapat restoran, kafe, warung makan, dan pedagang asongan. Sementara bila hendak bermalam tersedia wisma dan hotel ragam tipe pada kawasannya.

Pantai Pasir Panjang berlokasi di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, skeitar 142 km dari kota Pontianak. (pasirpantai.com/*/X-13)

Tidak Ada Danau Seunik Danau Sentarum

THE Last Paradise menjadi julukan bagi Danau Sentarum yang merupakan komplek danau-danau yang terdiri dari 20 danau besar dan kecil yang terletak di Borneo, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sejak tahun 1999 ditetapkan sebagai Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

Berbeda dengan danau konvensional lainnya, Danau Sentarum merupakan sebuah hamparan banjir (lebak lebung/floodplain). Letak dan kondisinya yang berada di tengah-tengah deretan pegunungan membuat kawasannya sebagai daerah tangkap hujan.

Pada musih hujan, komplek Danau Sentarum akan terendam air dari aliran pengunungan sekitar dan luapan Sungai Kapuas. Namun pada musim kemarau panjang, sebagian besar danau menjadi kering dan terkadang ditumbuhi rumput hijau menyerupai padang golf.

Keunikan tersebut menjadikan kawasan Danau Sentarum sebagai salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang langka dan masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

Danau Sentarum terbentuk pada zaman es atau periode pleistosen. Kekayaan flora dan faunanya sangat luar biasa dan tak mungkin dijumpai di belahan manapun. Sedikitnya ada 510 spesies tumbuhan, 141 spesies hewan mamalia, 266 spesies ikan, dan 31 jenis reptilia.

Luas Danau Sentarum adalah 132.000 hektar, terdiri dari 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitan ikan air tawar terlengkap di dunia.(*/X-13)

Jika ke Singkawang, Ayo Mampir ke Sinka Island Park

SEBUAH destinasi wisata Singkawang yang tak boleh terlewat adalah Sinka Island Park. Letaknya berada di kawasan wisata Teluk Karang, tepatnya sebelah selatan kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Sinka Island Park menawarkan ragam hiburan untuk seluruh keluarga, baik hiburan modern dan alami seperti panorama pantai. Taman juga berpotensi sebagai destinasi wisata masa depan.

Fasilitas penunjang taman di antaranya delman atau kuda yang bisa disewa untuk mengelilingi taman rekreasi, kolam renang, kios makanan dan minuman, dan lainnya. Tersedia pula sebuah jembatan yang menghubungkan ke sebuah pulau mungil bernama Pulau Simping.

Daya tarik utama Sinka Island Park adalah posisinya yang berada di pinggir pantai dan kepemilikannya atas hewan-hewan langka, baik dari lokal maupun luar daerah.

Sinka Zoo menjadi andalan utama bagi obyek wisata ini. Terletak di sebelah selatan kawasan Sinka Island Park dan berjarak sekitar 500 m setelah memasuki taman. Uniknya kebun binatang berada di berbagai penjuru mengelilingi gunung. Dari atas gunung terlihat keindahan laut dan pemandangan hewan-hewan langka.

Jika ingin mengelilingi kawasan taman, tersedia mobil-mobil khusus yang akan membawa para wisatawan bertamasya. (tourism-pastikesingkawang.com/X-13)

Istana Kadriah

Istana yang terletak di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini dibangun mulai Tahun 1771 hingga 1778. Tak berapa lama, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Di atas pintu utama istana, terdapat hiasan mahkota serta tiga ornamen bulan dan bintang sebagai tanda bahwa Kesultanan Pontianak merupakan Kesultanan Islam Di sisi kanan, tengah, dan kiri depan istana, pengunjung dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis.

Selain bisa menyaksikan keelokkan banguanan dan sejarah Istana Kadriah, wisata sejarah di Kota Pontianak ini pun bisa mengunjungi Istana Alwatzikhoebillah peninggalan Kesultanan Sambas.

Sumber: Majalah Travel Club

Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Kalimantan Barat

keraton-sambasPusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh 175 km, melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas.

Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk disebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri keraton Kesultanan Sambas.

Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi membujur arah barat-timur. Continue reading Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Kalimantan Barat

Taman Nasional Betung Kerihun

peta-betung-kerihunSebagian besar keadaan topografi Taman Nasional Betung Kerihun berupa perbukitan, dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS): Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun harus melalui sungai-sungai tersebut.

Taman nasional ini memiliki delapan tipe ekosistem hutan seperti hutan dataran rendah, sekunder tua, Dipterocarpus, sub-montana, dan montana; dengan keanekaragaman tumbuhan bernilai tinggi sebanyak 1.216 jenis yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Sebanyak 14 jenis merupakan “catatan baru” di Indonesia diantaranya Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata dan Shorea peltata, serta 13 jenis palem merupakan “catatan baru” di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.). Continue reading Taman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Danau Sentarum

peta-danau-sentarumTaman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.

Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).

Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur- Continue reading Taman Nasional Danau Sentarum