Category Archives: Kalimantan Timur

Jenuh Hidup di Perkotaan, Cobalah Datang ke Derawan

DerawanJalanan macet dan tugas kantor yang menumpuk, membuat Anda jenuh dengan kehidupan di kota. Satu tempat untuk menyegarkan pikiran adalah di Derawan, Kaltim. Taman bawah laut hingga ubur-ubur tak menyengat ada di sini, cantik banget!

Mungkin kita jenuh dengan hidup di perkotaan. Banyak pekerjaan kantor, lalu lintas yang macet, dan pikiran yang penat, membuat kita harus berlibur supaya pikiran kembali segar dan menjadi sehat. Nah, Derawan di Berau, Kalimantan Timur dijamin akan membuat diri Anda kembali lebih ceria.

Sekitar Mei 2012 lalu, saya traveling ke Derawan. Derawan adalah destinasi setelah Pulau Weh di Sabang. Saya ingin terus mencari pantai-pantai indah yang terbentang di sepanjang Nusantara.

Anda pernah mendengar Derawan? Ini adalah kepulauan yang ada di antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Derawan merupakan gugusan kepulauan kecil dengan beraneka ragam penghuni bawah laut. Saya pun bermodal nekat dan uang pas-pasan berdua bersama teman ke sana.

Dengan bujet Rp 2,5 juta, kami traveling selama 4 hari 3 malam di Derawan. Kami menggunakan jasa travel lokal setempat, dengan biaya Rp 900 ribu untuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Ini termasuk murah.

Derawan itu khas. Beragam homestay yang terletak menjorok ke pantai, membuat Anda tidur dengan nyaman sambil ditemani suara ombak. Belum lagi, banyak penuyu-penyu yang ada di pantainya. Ukurannya pun besar-besar. Derawan juga menjadi spot diving dan snorkeling yang ciamik, air lautnya sangat jernih!

Di Pulau Maratua, kami benar-benar menikmati air laut yang jernih. Anda bisa berjalan menyisiri pantai untuk juga bisa merasakan pasir pantainya yang halus dan putih. Kata penduduk setempat, jika beruntung Anda bisa melihat anak-anak hiu yang berenang di sekitar pulaunya. Terumbu karang yang ada di bawah lautnya, terlihat sangat cantik dengan ukuran yang beragam.

Beda lagi dengan di Pulau Kakaban. Pulau ini terkenal dengan ubur-ubur tanpa sengat yang ada di danau tengah-tengah pulaunya. Anda bisa berenang bersama mereka dan melihat bentuknya yang mungil dari dekat. Untuk urusan bawah laut, keindahannya jangan diragukan.

Kami juga melangkahkan kaki ke Pulau Sangalaki. Hamparan pasir putih menyambut kedatangan wisatawan yang datang ke sini. Satu hal yang terkenal di Pulau Sangalaki adalah adanya ikan manta yang sangat besar. Ukurannya bisa lebih besar dari badan manusia. meski demikian, tak sedikit penyelam yang berenang-renang bersama ikan manta tersebut.

Derawan adalah satu dari sekian banyak pantai yang indah di Nusantara. Saat Anda jenuh dengan perkotaan, siapkan ransel dan melanconglah ke Derawan. Rasanya, benar-benar tak mau pulang setelah Anda berkeliling kepulauan ini.

Sumber: detikcom

Tamasya di Pulau Telantar

SINGKAT cerita, pulau ini pada awalnya hanyalah lahan tidur dan kawasan semak belukar. Ketika air Sungai Mahakam pasang, pulau yang merupakan salah satu delta Sungai Mahakam ini ikut tenggelam. Ketika air surut, keberadaannya menghambat perjalanan kapal yang melintas di sekitar pulau tersebut.

Adalah Pulau Kumala yang mempunya kisah tersebut. Pulau yang dulunya nampak telantar seiring waktu (sekitar 2002) berubah menjadi salah satu tempat tamasya umum di Kalimantan.

Pulau Kumala yang tepatnya berada di Provinsi Kalimantan Timur bisa dikatakan serupa Dunia Fantasi, namun fasilitasnya tidak selengkap yang ada di sana. Meski begitu, pulau ini tetap menjadi salah satu tempat rekreasi yang ramai dikunjungi wisatawan dari Kalimantan Timur dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya.

Dengan luas yang mencapai sekitar 81,7 hektare, Pulau Kumala memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas di kawasan tersebut. Di sini, Anda dapat menikmati aneka permainan, seperti jet coaster, bombom car, gokart, komidi putar, dan kereta gantung.

Sedangkan bagi yang ingin mengetahui kawasan pulau tersebut, dapat menyewa kereta api mini untuk mengelilinginya. Setelah puas mengetahui seluk-beluk Pulau Kumala, Anda dapat mencoba suasana lain, seperti berenang di kolam renang atau memancing.

Bagi Anda yang ingin melihat Kota Tenggarong dari ketinggian sekitar 75 meter, dapat menaiki planetarium (sky tower) yang terdapat di pulau tersebut. Pulau Kumala juga dilengkapi fasilitas aquarium raksasa yang diperuntukkan khusus bagi ikan pesut (orcaella brevirostris), spesies lumba-lumba air tawar yang hanya terdapat di Sungai Irawady (Brazil), Sungai Mekong (China), dan Sungai Mahakam (Indonesia).

Oiya, jangan terburu-buru meninggalkan Pulau Kumala karena pada sore hari eksotisme kawasan ini kian terasa. Anda dapat menikmati keeksotisannya sambil bersantai di resort, kafe-kafe, pondok-pondok wisata, shelter-shelter, atau menyewa perahu motor yang berjalan perlahan-lahan di atas Sungai Mahakam.

Tak hanya itu, tepat di depan Pulau Kumala juga terdapat Museum Mulawarman yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara dan koleksi-koleksi kuno lainnya. Sebelum meninggalkan Kutai Kartanegara, alangkah baiknya mengunjungi museum ini terlebih dahulu.

Bila ingin berkunjung, Pulau Kumala terletak di delta Sungai Mahakam Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara berjarak sekitar 27 kilometer di sebelah timur Kota Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Dari Kota Samarinda menuju Kota Tenggarong, Anda dapat mengaksesnya menggunakan angkutan umum (bus) atau kendaraan pribadi melewati Jembatan Kutai Kartanegara I dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Setelah sampai di tepi Sungai Mahakam, Anda dapat menjangkau Pulau Kumala dengan menyewa perahu motor kecil (ketinting) atau kereta gantung (cable car) dengan waktu tempuh sekitar 5 menit. Sesampainya di pulau, Anda akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2.000 per orang (Juli 2008). (wisatamelayu/*/X-13)

Pantai Manggar Segarasari, Kebanggaan Kota Balikpapan

INDONESIA melimpah akan keindahan alam berupa pantai. Salah satunya Pantai Manggar Segarasari yang terletak di Kota Balikpapan, tepatnya di Kelurahan Manggar dan Teritip. Pantai ini menjadi pantai kebanggaan bagi masyarakat Kota Balikpapan.

Pantai Manggar Segarasari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Manggar, menjadi salah satu tujuan wisata favorit yang cukup melegenda. Setiap akhir pekan kawasannya ramai dikunjungi wisatawan.

Kecantikan pantai terlihat dari kondisi air lautnya, gelombang-gelombang kecil dari lautan, serta hamparan pasir putih pantai.

Menikmati deburan ombak pantai bisa menenangkan jiwa, sementara gulungan ombak yang saling berkejaran di kejauhan mampu menyegarkan pandangan Anda. Jika ingin menguji adrenalin, tak ada salahnya mencoba permainan banana boat.

Luas keseluruhan kawasan pantai sekitar 13.000 meter persegi. Tak jarang pantai dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan ragam kegiatan yang sifatnya rekreatif dan menghibur, seperti perayaan HUT Kota Balikpapan, pertunjukan budaya, atau kreatifitas di panggung terbuka..

Bahkan beberapa tahun terakhir, pantai selalu menjadi tempat berlangsungnya acara Pesta Laut yang disambut meriah oleh banyak orang. (indonesia.travel/*/X-13)

Terpesona di Pulau Derawan

SALAH satu keindahan alam nusantara yang jauh dari keramaian pengunjung dan seakan nampak tak terjamah adalah Pulau Derawan. Lokasinya terletak di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Berau dan berada di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia.

Daya pikat akan hamparan pasir putih lembut yang nampak berkilat serta kejernihan air lautnya, menjadikan Pulau Derawan sebagai pilihan yang tepat jika Anda hendak melakukan wisata bahari.

Sebuah jembatan kayu terbentang dari pinggir pantai hingga mengarah ke laut. Di saat Anda sedang duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut, jangan sia-siakan kesempatan untuk menikmati pemandangan penyu-penyu yang terkadang berenang hingga muncul diatas permukaan air yang bening Tak jarang pula penyu-penyu tersebut berkeliaran di cottage yang terdapat di pesisir pantai, bahkan pada malam hari mereka naik kedarat untuk bertelur

Seorang ilmuan dari Museum Tropis Queensland, Australia, Dr Carden Wallace, pernah melakukan penelitian akan kekaaan laut Pulau Derawan dan menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Melalui hal itu, Pulau Derawan menempati urutan ketiga teratas sebagai tempat tujuan menyelam dengan standar internasional.

Jika ingin melakukan penyelaman, Anda bisa menyewa alat menyelam seharga Rp 30.000/hari untuk menjelajahi keeksotisan bawah laut pulau ini. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk melihat batu karang dengan panjang 18 meter yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”, yang terdapat banyak ikan trigger disekitarnya.

Meski pulau ini relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam negeri, mengingat sulitnya untuk menjangkau tempat ini karena butuh perjuangan panjang, pengorbanan anda akan terbayar dengan pesona pulau Derawan. Terlebih lagi, penginapan disini relatif murah karena dikelola oleh warga sekitar. Mulai dari Rp 45.000 – Rp 100.000/malam. (wisatakaltim.com/*/X-13)

Melihat Orang Utan di Taman Nasional Kutai

ORANG utan merupakan satwa yang semakin terancam keberadaanya. Namun, Anda masih bisa melihat kehidupan hewan eksotis ini di Taman Nasional Kutai (TNK). Taman nasional ini merupakan hutan tropis dataran rendah di Kalimantan Timur.

Di TNK, keberadaan orang utan (pongo pygmeus) bisa Anda temui di Prevab. Di sini, Anda bisa melihat secara langsung kehidupan mereka di habitat asli yang saat ini masih dalam proses restorasi setelah kebakaran hutan pada 1997-1998.

Diantara ranting-ranting pohon yang kuat, Anda akan melihat orang utan sedang bergelantungan. Di antara mereka ada juga yang sedang menggendong anaknya. Ini adalah pemandangan langka dimana eksistensi orang utan semakin terpinggirkan oleh aktifitas penduduk yang mulai merangsek ke kawasan taman nasional.

Selain Prevab, wilayah lain yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Sangkima. Kedua lokasi ini adalah tempat terpopuler di TNK. Untuk memasuki wilayah Prevab dan Sangkima, Anda dikenakan biaya masuk Rp1. 500 sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan Rp15 ribu.

Selain orang utan, TNK juga memberikan peluang pada Anda untuk melihat berbagai keanekaragaman hayati dan vegetasi di lahan seluas 198.629 hektare. Ini menjadi tujuan besar untuk pecinta alam lokal maupun asing.

Kayu-kayu meranti, campuran Dipterocarpaceae, bakau dan kerangsa adalah jenis vegetasi yang akan Anda temukan di taman nasional ini. Saat ini, sekitar 900 jenis vegetasi di taman telah diidentifikasi.

Bila ingin melihat pohon kayu besi (Eusideroxylon zwageri) dengan diameter 2,47 meter atau berjalan melewati jembatan gantung, Anda bisa berkunjung ke Sangkima.

Resor Sangkima dapat diakses dengan mobil atau minibus dari rute Bontang-Sangatta sedangkan resor Prevab yang terletak dekat desa Swarga Bara, harus diakses menggunakan perahu motor dari Sangatta tepatnya di jembatan Pinang.

Perjalanan menggunakan perahu motor menuju Prevab membutuhkan waktu 1 jam namun jika dari Pangkalan Kabo Jaya, perjalanan melalui sungai hanya akan memakan waktu 20 menit.

Jika berangkat dari Balikpapan, Anda dapat naik taksi ke Sangatta dengan biaya Rp900 ribu-Rp1 juta. Bila dari Samarinda, bis jurusan Bontang-Sangatta juga tersedia. Dengan menggunakan bis ini, Anda dapat mencapai resor Sangkima.

Untuk memasukinya TNK yang terletak di Kutai Timur, Anda terlebih dahulu harus melapor ke balai Taman Nasional Kutai di jalan Awang Long, Pos Box I, Bontang atau Divisi Manajemen Taman Nasional Sangatta di Jalan Dr. Sutomo no. S-27 Swarga Bara, Sangatta, guna mendapatkan lisensi untuk masuk kawasan konservasi.(*/X-12)

Pantai Manggar, Pesona Balikpapan

MENGUNJUNGI kota Balikpapan di Kaliman Timur tidak lengkap tanpa singgah di pantai Manggar. Pantai ini adalah lokasi favorit bagi masyarakat setempat dan wisatawan yang mengunjungi kota yang mempunyai logo beruang madu ini.

Pantai yang memiliki luas 13.000 meter persegi ini bersih dan terawat. Berbagai fasilitas dan tempat istirahat untuk para pengunjung juga tersedia. Ini semua untuk menjamin kenyamanan Anda saat berlibur ke pantai ini.

Pantai Manggar merupakan tempat untuk kegiatan rekreasi yang menyenangkan untuk bepergian seorang untuk untuk keluarga. Gelombang laut yang tidak begitu besar sangat pas untuk berenang, bermain perahu karet ataupun melakukan kegiatan air lainnya dengan jaminan rasa aman.

Air laut yang biru dengan hamparan pasir putih yang luas juga akan memanjakan mata Anda saat bersantai di bawah peohonan yang rimbun.

Pantai Manggar mudah dijangkau karena terletak sekitar 22 kilometer dari pusat kota Balikpapan atau 9 Kilometer dari Sepinggan. Ibu kota Kalimantan Timur adalah Samarinda tetapi entry point adalah Balikpapan dan Sepinggan merupakan bandar udara utama di propinsi ini.

Perjalanan menuju pantai akan memakan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan mobil dari Balikpapan. Anda juga bisa menggunakan transportasi umum nomer 7 dari terminal bus Damai dan setelah sampai di pemberhentian tinggal melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 200 meter menuju pantai.

Anda bisa dengan mudah menemukan pantai Manggar karena banyak papan penjelasan yang dipasang di banyak daerah.

Akses mudah dan pantai indah, tampaknya lokasi wisata ini tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Balikpapan. (*/OL-5)

The Borneo Orangutan Survival (BOS) – Kalimantan Timur Menjadi Wisatawan Penyelamat Hutan

BOS berdiri 1991 sebagai pusat rehabilitasi atau sekolah orangutan yang sekarat karena ulah manusia. Sebelum dikembalikan ke hutan habitat aslinya mereka akan dilatih dulu untuk mengembalikan kemampuan alaminya hidup secara wajar. Sekarang dijadikan pula sebagai tempat wisata alternatif berbasis konservasi.

Menempati areal seluas 1850 hektar, awalnya dibangun dengan pohon-pohon keras yang mudah tumbuh, kemudian dilengkapi dengan enam pulau sebagai tempat rehabilitasi orangutan. Karantina orangutan ditempatkan di salah satu pulau untuk membebaskan mereka dari sakit TBC, hepatitis, herpes dan HIV.

Berdasarkan data yang dirilis dari BOS Foundation, rata-rata per tahunnya ada 2000 orangutan yang hilang karena penyelundupan dan perdagangan ilegal. Orangutan yang berhasil diselamatkan akan menjalani empat tahapan masa rehabilitasi yaitu karantina, sosialisasi, pre-release dan release.

Penyelamatan orangutan sangat penting dilakukan karena keberadaannya menjadi sebuah indikator kualitas keanekaragaman hayati (biodiversity) hutan tropis. Sebagai tempat wisata ekologi BOS juga melakukan konservasi terhadap spesies Beruang Madu (sun-bear). Beruang madu sangat rawan terhadap tindak pembunuhan untuk diambil beberapa bagian tubuhnya. Gigi taring Beruang Madu dipercaya mempunyai kekuatan magis tertentu sehingga diperjualbelikan dengan harga tinggi.

BOS telah dilengkapi fasilitas menginap berupa lodge yang dirancang dengan konsep resort bernuansa arsitektur lokal. Terdapat 26 kamar dengan pemandangan luar yang alami. Harga kamar ditetapkan dalam dollar. Kebanyakan para turis yang menginap adalah turis asing yang ingin terlibat dalam program partisipasi wisata alam BOS.

Ada tiga jenis partisipasi yang dapat diikuti wisatawan; pengunjung umum (regular visitors), biasanya berkunjung menikmati keindahan hutan, melihat orangutan, dan tanpa terlibat program konservasi. Pengunjung program (program visitors), terlibat langsung dalam kegiatan konservasi menyiapkan dan memberi makan orangutan dan beruang madu, menanam pohon, membuat kompos dan lain-lain.

Dan partispasi ketiga Relawan (volunteers), selain waktu tinggal yang lebih lama untuk menikmati keindahan kawasan BOS, relawan dapat terlibat langsung dalam kegiatan konservasi secara menyeluruh. Jadilah pengunjung program dan relawan sebagai partisipasi kita menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia yang menjadi paru-paru dunia.

Lokasi:
Daerah Samboja, 44 kilometer ke arah timur laut dari Balikpapan, Kalimantan Timur

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Mulawarman Intip Istana Kesultanan Kutai

Sejarah masa lalu dari Kesultanan Kutai Kartanegara tersimpan dengan baik di istana ini. Ditemani Lembu Suana, pengunjung akan dibuat terkesima melihat benda-benda di dalamnya.

Dulunya, bangunan ini merupakan Istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Kemudian, dibangun Hollandsche Beton Maatschappij (HBM) pada 1936, di masa pemerintahan Sultan Adji Mohammad Parikesit. Kemudian, 25 November 1971, istana ini diserahkan kepada pihak pemerintah. Hingga akhirnya, pada 18 Februari 1976, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan koleksi-kolesi sejarah Kutai Kartanegara, dinamai Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur Mulawarman atau lebih dikenal dengan sebutan Museum Mulawarman.

Museum yang terletak di Jalan Diponegoro No. 26, Tenggarong, Kutai Kartanegara ini, nampak masih sangat kokoh dan terawat, kebersihannya pun sangat terjaga. Sebelum memasuki bagian dalam museum, di halaman depan tampak patung Lembu Suana yang berbelalai tapi bukan gajah, bersayap tapi bukan burung, bersisik tapi bukan ikan, berjengger tapi bukan ayam dan bermahkota, merupakan lambang Kerajaan Kutai Kartanegara dan kolam berbentuk naga, mengandung makna perjalanan hidup dan penjaga alam semesta.

Saatnya beranjak ke dalam gedung museum. Selepas dari pintu masuk, pengunjung bisa melihat koleksi peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara, seperti singgasana Sultan Kutai. Di sisi kanan dan kiri singgasana terdapat arca Lembu Suana, sementara dua mozaik gambar Sultan Kutai Kartanegara ke-17, AM Soelaiman dan Sultan Kutai Kartanegara ke-18, AM Alimoeddin, menjadi latar belakangnya. Selain itu, ada lukisan Sultan AM Parikesit, payung kebesaran Kesultanan, serta tiga buah patung perunggu dari Eropa.

Masih di ruang yang sama, terpajang pula mahkota peninggalan kesultanan pada masa Sultan Soelaiman. Cerana terbuat dari emas 23 karat, dan 18 karatnya digunakan sebagai pelapis cerana. Wadah ini digunakan untuk menyimpan tembakau, pinang, gambir dan kapur. Lalu, perhiasan dari emas, perlengkapan upacara mendirikan Ayu, merupakan salah satu bagian dari upacara Erau.

Setelah berkeliling di ruang pertama, pengunjung melanjutkan ke ruang berikutnya. Di sini, pengunjung mendapati satu set wayang kulit Jawa lengkap dengan gamelan. Penjelajahan pun diteruskan, melewati koridor panjang. Tepat di depan lorong, ada sebuah ruang cukup besar tanpa lapisan atap, memajang miniatur Candi Borobudur dan beberapa miniatur sejarah lainnya.

Ruang di sepanjang lorong itu memamerkan Prasasti Yupa dan beragam arca Dewa Hindu. Prasasti Yupa yang dipamerkan di museum ini merupakan benda tiruan, sedangkan yang aslinya berada di Museum Nasional, Jakarta. Sebagai informasi, prasasti ini ditemukan di bukit Brubus, Kecamatan Muara Kaman.

Lalu, seperangkat meja tamu peninggalan Kesultanan Bulungan. Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq, diorama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara, koleksi Numismatika (mata uang dan alat tukar lainnya), serta koleksi keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan Thailand.

Lebih kedalam lagi, pengunjung akan menemukan diorama hasil kekayaan alam Kalimantan Timur, kerajinan khas masyarakat, sebut saja sarung Samarinda yang terkenal itu. Ruang selanjutnya adalah kamar berisi ranjang pengantin bangsawan Kutai, dinamakan Geta. Ranjang tersebut adalah peninggalan Sultan AM Parikesit.

Tidak ketinggalan, lemari kristal, didalamnya tersusun seperangkat alat upacara Pangkon Perak, perhiasan, keris, tombak, dan senjata khas Kalimantan, yakni Mandau.

Tepat di belakang bangunan museum, sebelah timur, terdapat bangunan khusus untuk makam para raja Kesultanan Kutai. Beberapa di antaranya, makam Sultan Muslihuddin, Sultan Salehuddin, Sultan Sulaiman dan Sultan Parikesit. Di sini menjadi tempat terakhir penelusuran jejak sejarah peradaban Kesultanan Kutai.

Jadi, jika Anda sedang berkunjung ke Tenggarong, jangan lupa singgah ke Museum Mulawarman untuk menambah pengetahuan tentang sejarah bangsa ini.

Menuju Museum

Untuk sampai ke Museum Mulawarman yang terletak di Tenggarong, pengunjung bisa menempuhnya dari arah Samarinda karena jaraknya lebih dekat dan mudah, membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan.

Bila dari arah Balikpapan membutuhkan waktu tiga jam tiba di museum melalui perjalanan darat. Sementara, untuk sarana transportasi, tersedia angkutan umum dari Samarinda menuju Tenggarong dan taksi dengan tarif antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Mulawarman

Bangunan yang sekarang menjadi Museum Mulawarman dulunya adalah istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Istana ini dibangun pada 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar.

Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri sejak awal abad ke-13 dengan Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325) sebagai raja pertama.

Seiring dengan masuknya agama Islam di kalangan kerajaan, gelar pemimpin tertinggi pun berubah menjadi sultan. Sultan Aji Muhammad Idris (17351778), adalah sultan pertama yang menggunakan nama Islam.

Museum Mulawarman menyimpan semua benda-benda sejarah yang pernah digunakan Kesultanan Kutai Kartanegara. Koleksi yang tersimpan seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung, dan Prasasti Yupa.

Wisata sejarah kerajaan tertua di Indonesia inipun dapat ditelusuri dengan mengunjungi situs yang berada di desa Muara Kaman Hulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salah satunya koleksi yang bisa di saksikan adalah Prasasti Yupa berupa lesung batu, serta batu memanjang dengan penuh tulisan-tulisan palawa kuno.

Sumber: Majalah Travel Club

Jembatan Tenggarong

Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, memiliki potensi keindahan alam serta beragam budaya masyarakat yang sangat unik.

Di samping itu Pemda Kukar telah menerapkan tata ruang yang baik. Panorama alam yang dibelah oleh sungai Mahakam dan tata kehidupan masyarakat Dayak yang khas membuat tempat ini layak dikunjungi wisatawan. Pemda setempat telah membuat berbagai kemudahan seperti pembangunan jalan, bandara, jembatan dan hotel.

Salah satu daya tarik Kukar yang diminati wisatawan adalah Jembatan Tenggarong (Jembatan Kukar) dengan tata ruang yang baik di lingkungannya. Jembatan yang panjangnya sekitar 712 meter dan lebar 9 meter ini merupakan sarana penghubung utama antara kota Tenggarong dan kota Samarinda sekaligus menjadi sarana rekreasi masyarakat Kukar.

Jembatan ini didesain cukup unik dengan konsep jaring laba-laba yang menghubungkan dua gapura pada setiap ujung jembatan. Dani atas jembatan kita dapat mengarahkan pemandangan ke berbagai bagian sudut kota Tenggarong. Keindahan jembatan ini akan semakin kentara ketika lampu-lampu penghias jembatan dinyalakan.

Di samping jembatan terdapat sebuah taman dan jalur pedestrian yang ditata cukup indah. Taman dan jalur pedestrian yang tepat berada di tepi sungai Mahakam ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya sebuah panggung terbuka. Panggung tersebut biasanya digunakan ketika diadakan berbagai pertunjukan seni dan budaya baik berskala lokal maupun berskala nasional.

Di sudut lain terdapat sebuah kolam kecil dan air mancur dengan lampu sorot warna-warni yang di malam hari menghasilkan perpaduan warna yang sangat indah. Taman ini juga dilengkapi dengan arena dua papan panjat tebing. Tidak jauh dari kawasan panggung terdapat pula tempat bermain papan luncur (skate board) untuk anak-anak muda.

Untuk melengkapi taman di sepanjang tepi sungai Mahakam tersebut disediakan area jogging, area bermain anak, bangku taman, dan gedung taman bacaan. Selain itu, disediakan pula tempat bersantai berupa tempat duduk yang terbuat dari semen yang diberikan sandaran agar pengunjung dapat menikmati indahnya sungai Mahakam. Tempat duduk tersebut sengaja dibuat menghadap ke jalan raya dan membelakangi sungai Mahakam.

Di taman yang berfungsi sebagai “paru-paru” kota dan sebagai area penyerapan air ini ditanam berbagai tanaman semak dan tanaman tropis. Dengan demikian di tempat ini warga dapat menikmati segarnya udara sekaligus tempat melepas penat sambil bersantai.

Bagi para pecinta jogging taman ini merupakan tempat yang ideal. Di sini pengunjung dapat berjalan kaki dengan santai menyusuri jalan yang dikelilingi pepohonan yang rimbun.

Taman ini ramai dikunjungi orang pada waktu sore hari. Taman jembatan Tenggarong ini tidak hanya dimanfaatkan kalangan muda saja, tetapi juga sebagai tempat bersantai untuk keluarga. Para pengunjung selain menikmati keindahan arsitektur jembatan, juga dapat menikmati perahu nelayan dan perahu barang berlalu lalang di tengah sungai Mahakam.

Sumber: Majalah ASRI