Category Archives: Maluku

Pantai Kupa-kupa, Permata Indah Milik Maluku

HALMAHERA Utara menyimpan kekayaan alam melimpah berupa pantai-pantai indah yang keberadaannya belum terjamah. Dari sekian banyak pantai terdapat sebuah pantai yang memiliki karakteristik tersendiri, yaitu Pantai Kupa-kupa.

Berbeda dengan pantai lain yang biasanya ditumbuhi jejeran pepohonan kelapa yang menjulang tinggi, Pantai Kupa-kupa menawarkan hamparan pemandangan unik. Nampak barisan pohon-pohon beringin yang menghiasi sepanjang tepian pantai.

Letak Pantai Kupa-kupa seakan berada di dalam teluk sehingga membuat kondisi arus lautnya sangat tenang dan cocok untuk menikmati kegiatan air seperti berenang, berperahu dan snorkeling.

Beragam bentuk terumbu karang juga bisa ditemukan si sepanjang pantai. Suasananya yang tenang dan asri, bisa menjadi tempat yang sempurna bagi Anda yang menginginkan kesendirian. Jika ingin berkunjung, pantai berlokasi di teluk Desa Kupa Kupa, 20km kearah selatan Tobelo.

Ayo Menikmati Pesona Pulau Dodola

SALAH satu permata di Pulau Morotai, Halmahera Utara, yang menjadi daya pikat bagi turis adalah Pulau Dodola. Uniknya, Anda bisa menjumpai dua tipe pasir putih di sini, yaitu kasar dan halus. Pantainya yang menghampar luas menjadi penghubung antara Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil.

Pemandangan lingkungan alam serta kondisi airnya yang jernih dan belum terkontaminasi menjadikannya sebagai pilihan tepat untuk melakukan aktivitas seperti bersantai, berenang, memancing dan menyelam.

Tak hanya indah dipandang mata, pulau menjadi saksi bisu atas peristiwa sejarah tentang Perang Dunia ke II. Konon, pulau kerap mendapat kunjungan Jendral McArthur beserta pasukannya untuk melakukan wisata.

Di sekitar Dodola juga terdapat pulau-pulau lainnya yang bisa dijelajahi, salah satunya Pulau Sumsum. Karena jaraknya yang tak berjauhan sangat menguntungkan bagi wisatawan untuk berkunjung ke kedua pulau hanya dengan satu waktu. Objek wisata lainnya yang bisa ditemukan di sekitar pantai adalah Batu Kopi.

Pulau Dodola terletak 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan. Untuk menggapainya pengunjung bisa menggunakan kapal penumpang yang ada dalam 3x seminggu dengan rute Daruba-Morotai. Jika ingin lebih cepat sampai bisa menyewa speedboat dari Pelabuhan Daruba dengan jarak tempuh hanya 20 menit. (halmaherautara.com/X-13)

Terpukau Pemandangan Pintu Kota, Ambon

KEINDAHAN panorama Ambon yang memikat salah satunya terukir di Pintu Kota. Sebuah tempat wisata alam berupa batuan karang besar yang terletak di pesisir pantai dengan bagian tengah karang yang bolong, seperti halnya pintu dan menghadap ke arah Laut Banda.

Pintu Kota berada di Desa Air Louw dan berbatasan langsung dengan Desa Seri, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Obyek wisata ini menyajikan keunikan bagi pengunjung yang hendak menyaksikan panorama alam dan laut yang indah.

Pemandangannya dijamin membuat siapapun yang melihat terpesona. Akan lebih indah bila berkunjung saat musim hujan karena anda bisa menyaksikan panorama laut lengkap dengan gulungan-gulungan gelombang yang mempercantik pemandangannya.

Untuk menggapai tempat ini, selain menggunakan kendaraan pribadi bisa dengan angkutan umum jurusan Air Louw. Pengunjung dikenakan harga Rp 1.000 untuk memasuki kawasannnya. Sedangkan dengan kendaraan seharga Rp 3.000 (roda dua) dan Rp 5.000 (roda empat)

Pada bagian atas perbukitan tersebar shelter (tempat berteduh) sebanyak 8 unit agar pengunjung bisa duduk santai sambil nenikmati indahnya Lautan Banda. Sejumlah aneka makanan ringan juga bisa dijumpai. Banyak pedagang menjajakan dagangannya dengan harga terjangkau.

Tak ketinggalan terdapat fasilitas berupa arena parkir yang cukup luas dengan daya tampung kendaraan berjumlah banyak. (indonesiabox.com/*/X-13)

Pulau Bobale, Lokasi Favorit Para Penyelam

PULAU Bobale merupakan pulau mungil berpasir putih yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang digemari para penyelam karena taman lautnya yang memesona. Berlokasi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku, tak jauh di depan Desa Daru Kecamatan Kao.

Di perairan pulau terdapat lebih dari satu titik selam, dan pada kedalaman air mencapai 2-10 meter bisa dijumpai hamparan terumbu karang dan keaneka ragaman biota laut. Kondisi air laut di Bobale sangat jernih hingga membuat dasar lautnya terlihat jelas hingga kedalaman 2 meter.

Sisa-sisa peninggalan Jepang semasa Perang Dunia II bisa dijumpai pada kawasannya. Misalnya bunker (sejenis bangunan pertahanan militer) 3 ruangan berukuran sedang yang terletak di tebing pantai.

Untuk akses masuk ke Bobale bisa melalui Desa Daru di wilayah Kao, sekitar 57km selatan Tobelo. Sedangkan dari pelabuhan Daru, Pulau Dodola, hanya memakan waktu 20 menit dengan menyewa speedboat dari penduduk setempat.

Saat melakukan penyelaman Anda dilarang untuk berpijak di atas bunga karang. Carilah dasar pijakan yang tak mengakibatkan kerusakan pada bunga karang. Untuk kegiatan snorkeling dan penyelaman diwajibkan membawa perlengkapan sendiri. (halmaherautara.com/*/X-13)

Mencari Ketenangan di Telaga Alam

INGIN mengasingkan diri dari kebisingan kota? Telaga Paca bisa menjadi pilihan tepat. Suasana lingkungan alamnya yang menawan berupa telaga berlatarbelakangkan gunung dan perbukitan, serta hutan rindang yang mengelilingi wilayahnya, menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata alam bebas yang mengagumkan.

Telaga Paca berada di Kabupaten Halmahera, Maluku Utara, tepatnya di Desa Telaga Paca. Dari Tobelo ke Desa Telaga Paca berjarak sekitar 25 km atau kurang lebih 25 menit perjalanan menggunakan jalur darat. Sedangkan dari jalan utama menuju lokasi danau berjarak sekitar 1 km.

Ketenangan air telaga menjadikan aktivitas seperti berperahu dan memancing sebagai hal yang sayang jika dilewatkan. Kedamai yang ditawarkan tempat ini sudah pasti bertolak belakang dengan suasana perkotaan. Bila ingin melihat pemandangan yang lebih indah, berdirilah di atas tebing talaga.

Meski tak ada rumah makan, penduduk sekitar menyediakan pondok makan terapung untuk para wisatawan yang hendak bersantai dan menyantap makanan sambil menikmati pemandangan di kawasan danau. (halmaherautara.com/*/X-13)

Wah, Maluku juga Punya Pentagon

wisatanesia.com

MUNGKIN Anda pernah melihat Gedung Pentagon di Amerika Serikat. Tapi di atas perbukitan Tabaleku, sebelah barat daya Pulau Naira, Maluku Tengah juga ada sebuah benteng yang dijuluki sebagai The Indonesian Pentagon, yakni Benteng Belgica.

Benteng Belgica terletak di ketinggian 30,01 meter dari permukaan laut. Benteng ini terdiri atas dua lapis bangunan. Anda harus menggunakan tangga hidrolik untuk masuk ke dalam.

Di bagian tengahnya adalah ruang terbuka yang dipakai untuk para tahanan dan di dekatnya juga ada dua buah sumur rahasia yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai.

Benteng Belgica dibangun pada tahun 1611 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both. Jika dilihat dari semua penjuru akan terlihat 4 buah sisi dan dilihat dari udara nampak seperti bintang persegi atau mirip dengan Gedung Pentagon. (mediaindonesia.com*/X-13)

Desa-Desa di Teluk Jailolo – Maluku Utara Pesta Sembilan Hari Tanpa Henti

Menyusuri tiap jengkal wilayah ini tidak akan pernah habis rasa kagum dan penasarannya. Keindahan tiap pulau, kekayaan budaya dan keunikan masyarakatnya memiliki sisi tersendiri. Keberagaman yang muncul ditiap wilayah mampu menunjukkan kebhinnekaan sesungguhnya. Terlebih jika kita cukup waktu menjangkau dan berdiam di desa-desa wisata yang ada.

Jailolo memiliki keindahan alam yang dapat dinikmati dari pelabuhan Jailolo hingga kaki gunung. Penduduk Asli Jailolo terdiri berbagai suku diantaranya Suku Sahu yang dikenal sangat menjaga dengan baik warisan adat istiadat maupun benda-benda peninggalan para leluhurnya, tak heran jika budaya dan kehidupan disana begitu unik.

Suku Sahu berdomisili di Kecamatan Sahu Halmahera Barat dan memiliki rumah adat yang beratapkan anyaman daun sagu, Sasadu. Rumah adat Sasadu biasa digunakan sebagai tempat musyawarah dan tempat merayakan pesta panen raya padi, dalam upacara Horom Sasadu, upacara pengucapan syukur dari masyarakat Sahu setelah menjalani masa panen.

Keunikan upacara ini adalah waktu perayaan yang begitu lama, mereka berpesta selama 7 sampai 9 hari, makan minum siang dan malam tanpa henti. Ciri khas dari perayaan ini adalah, minuman tradisional yaitu saguer atau arak yang disuling secara tradisional. Penyulingan arak merupakan salah satu sajian dari objek wisata daerah ini, karena memang merupakan kegiatan mereka sehari-hari.

Abadikan bagaimana proses penyulingan itu terjadi dan berbaurlah dengan mereka pada pesta berhari-hari tanpa henti. Dalam upacara juga selalu disertai dengan tarian tradisional suku Sahu, yaitu Legu Salai dan Sara Dabi Dabi. Daya tarik lain dari kekhasan Jailolo adalah bangunan rumah Sultan Jailolo yang merupakan objek wisata bangunan bersejarah.

Beberapa desa dari Suku Sahu yang telah dikembangkan menjadi desa wisata adalah: Desa Worat Worat, Desa Taraudu, Desa Gamomeng, Desa Gamtala, dan Desa Marimbati. Jangan lewatkan perayaan tahunan Festival Jailolo 2011 pada bulan Mei ini. Dimana akan digelar berbagai acara budaya dan lomba, serta pergelaran kabaret dpung dengan laut sebagai panggungnya, sebuah pertunjukan spektakuler yang dinanti oleh wisatawan.

Rute Panduan dan Fasilitas

Jailolo adalah Kota Kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat, untuk mencapai ke sana bisa menggunakan pesawat ke Kota Ternate, Maluku Utara. Setelah Mendarat di Bandara Ternate, berlanjut menuju Pelabuhan Dufa-Dufa dan menyebrang menggunakan speed boat menuju Teluk Jailolo, satu jam perjalanan. Untuk menuju desa-desa wisata bisa menyewa mobil atau motor, hanya 20 menit dari pusat Kota Jailolo. Soal menginap, Pemkab telah menyiapkan beberapa rumah Penduduk yang sangat layak untuk di sewa.

Sumber: Majalah Travel Club

Untaian Mutiara Halmahera Utara

Banyak yang mengibaratkan keindahan alam di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), sebagai surga tersembunyi. Sanjungan ini memang tak salah, keindahan alam daratan maupun pesona bawah airnya ibarat untaian mutiara yang sambung menyambung memancarkan keindahan.

Kabupaten yang berada di propinsi Maluku Utara ini merupakan sebuah wilayah kepulauan. Ada sekitar 115 pulau masuk dalam administrasi kabupaten Halut. Beberapa pulaunya bahkan merupakan wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan lautan Internasional.

Dengan kondisi wilayahnya tersebut, dalam sektor pariwisata, kabupaten berjuluk “Bumi Hibualamo” ini tentunya memiliki keunggulan pada wisata bahari. Halut memiliki banyak pantai indah dengan pasir putihnya yang halus. Keindahan bawah air dengan keanekaragaman biota lautnya membuat Halut menjadi daya tarik bagi penyuka snorkeling, surfing dan diving.

Sayang, keindahan alam Halut masih kurang terpublikasi dengan maksimal, sehingga belum banyak orang mengetahui keindahan alam dan besarnya potensi pariwisata bahari kabupaten yang baru terbentuk pada Mei 2003 ini. Kabupaten yang juga kaya bahan tambang ini pun memiliki perjalanan sejarah yang menarik pula untuk ditelusuri.

Berwisata bahari mengunjungi obyek wisata di Halut seolah takkan pernah habis. Bening air laut, bertemu dengan halusnya pasir putih tersebar di setiap wilayahnya. Sebut saja Pantai Luari, terkenal dengan keindahan tanjungnnya yang mempesona.

Pantai ini terletak di Desa Luari, sekitar 6 kilometer dari Tobelo, ibukota Kabupaten Halmahera Utara. Jernihnya air laut berwarna hijau kebiruan dengan karakter ombak yang tenang menghadirkan suasana nyaman, pengunjung yang berleha-leha di diatas pasir lembutnya akan terbuai dengan keindahan alam sekitar.

Pantai yang berehadapan dengan Samudera Pasifik ini cocok sebagai tempat berenang dan berperahu. Bersnorkeling menjadi pilihan aktivitas lainnya yang tak kalah menyenangkan, bunga-bunga karang dengan kondisi masih terjaga bisa ditemui di ujung utara pantai. Perahu-perahu sewaan milik nelayan siap mengantar mencapai lokasi snorkling ini.

Satu lagi kelebihan Pantai Luari yang tak boleh dilewati adalah menikmati indahnya pemandangan disaat sunrise dan sunset. Untuk proses sunset hanya bisa disaksikan dari tanjung yang berada di bagian utara pantai ini. Keindahan suasana saat sang mentari muncul dan tenggelam bakal membuat decak kagum setiap orang yang menyaksikannya.

Belum puas menikmati wisata bahari Halut, datanglah ke Pulau Rorangane, untuk mencapai pulau tak berpenghuni ini hanya butuh waktu sekitar 15 menit dari pelabuhan Tobelo. Pesona alam bawah air Rorangane tak kalah cantik. Warna-warni terumbu karang dapat ditemui pada kedalaman 10-30 meter. Genit gerak ikan-ikan cantik menggemaskan membuat aktivitas menyelam di Rorangane semakin berkesan.

Kunjungi juga Pulau Kumo, pantai ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Halut, keramaian paling mencolok terlihat di akhir pekan dan hari-hari libur. Lokasi yang sangat dekat dengan ibukota kabupaten membuat pantai ini mudah dikunjungi, hanya butuh waktu sekitar lima menit menyebrang ke pantai ini.

Bagi penyuka olahraga menyelam jangan sampai melewatkan menjelajahi hamparan permadani bawah laut di Pulau Tagalaya. Alamnya yang masih belum banyak terjamah aktivitas membuat kondisi trumbu karang disini terjaga dengan baik. Bisa juga memilih taman laut Tobotobi atau Bobale panorama bawah air kedua tempat ihi juga mampu membuat wisatawan asing datang berkunjung untuk diving.

Lokasi Wisata bahari yang tak kalah menarik di Halut adalah mengunjungi Pantai Posiposi. Pantai ini berada di desa Posiposi, Loloda Utara. Inilah satu dari sekian banyak pantai berpasir putih terbaik di Halmahera Utara. Pesonanya mampu membuat pengunjung tak pernah merasa bosan menikmatinya.

Hamparan pasir putih halus, berpadu dengan hijaunya pohon kelapa berderet memanjang hampir sepanjang 3 kilometer menjadi ciri khas pantai ini. Jernih air lautnya bak kristal yang mampu memantulkan cahaya matahari.

Sumber: Majalah Travel Club

Wisata Benteng

Di awal abad ke-15, Maluku Utara adalah wilayah yang pertama-tama menjadi tujuan pencari rempah-rempah. Sisa-sisa peninggalan masa keemasan Maluku utara masih bisa disaksikan. Maluku Utara adalah propinsi yang banyak terdapat benteng pertahanan peninggalan bangsa Eropa.

Benteng Kalamata misalnya, benteng yang ada di kota Ternate ini dibangun sekitar tahun 1540 oleh Pigafetta, seorang berkebangsaan Portugis. Sementara nama Kalamata diambil dari seorang pangeran dari Ternate.

Wisata sejarah ke benteng ini pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan alam sekitar yang memukau. Wisata menyusuri benteng-benteng di Maluku hampir bisa di lakukan di seluruh wilayah provinsi ini.

Mengunjungi kesultanan Ternate juga menjadi pilihan menarik wisata sejarah di Maluku Utara. Benda-benda bersejarah kesultanan Ternate dapat ditemui di dalam istana yang masih terjaga dengan baik ini. Disekitar istana ini pun berdiri masjid kesultanan yang tak kalah bersejarah.

Sumber: Majalah Travel Club

Pulau Banda

Banda Neira memiliki lokasi wisata yang menarik dikunjungi, seperti Rumah Budaya di Jalan Gereja Tua. Bangunan ini dulunya merupakan vila pejabat Belanda. Bangunan tua ini kini dimanfaatkan sebagai museum.

Koleksi yang bisa di saksikan disini adalah, mata uang kuno, peta dan helm kuno, serta lukisan yang menceritakan peperangan masa lalu.

Lokasi wisata sejarah lainnya adalah Benteng Nassau, peninggalan bangsa Belanda. Benteng ini pertama kali dibangun oleh bangsa Portugis pada 1529.

Jejak masa kolonial dan bekas rumah pembuangan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir dan Dr Ciptomangunkusumo terdapat di sini.

Rumah pembuangan ketiga tokoh masih menyimpan barang-barang yang digunakan semasa pembuangan mereka.

Sumber: Majalah Travel Club