Category Archives: Mancanegara

Jejak Minangkabau di Negeri Sembilan

Jejak Minangkabau di Negeri SembilanIstiadat pertabalan Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan Darul Khusus Tuanku Muhriz Ibni Almarhum Tuanku Munawir, bersama permaisurinya Duli Yang Maha Mulia Tuanku Ampuan Besar Negeri Sembilan Darul Khusus Tuanku Aishah Rohani binte Almarhum Tengku Besar Mahmud, telah purna.

Istiadat pertabalan itu berlangsung secara maraton, akbar, khidmat, dan dipusatkan di Balairong Seri Istana Besar Seri Menanti, Negeri Sembilan, Malaysia dari tanggal 22 hingga 28 Oktober lalu. Prosesi itu menyisakan banyak cerita tentang akar Negeri Sembilan, dan pertaliannya yang sangat erat dengan leluhur mereka, yaitu orang Minangkabau di Sumatera Barat.

Empat hari di Negeri Sembilan, dan sehari di Malaka, lebih dari cukup untuk mengetahui, bagaimana rakyat Negeri Sembilan menjunjung semboyan ”Payung Berdaulat, Waris­an Beradat”, alias menjaga tradisi leluhur mereka dengan sangat baik dan hormat. Buktinya, selama pro­sesi pengukuhan atau pertabalan rakyat jelata tumpah ruah dan memberikan sambutan hangat kepada raja baru mereka.

Selama tujuh hari itu pula, perha­tian publik Malaysia pada umumnya, dan negara bagian lainnya, serta rakyat Negeri Sembilan khususnya, tertuju kepada sosok raja dan permaisuri, yang konon dikenal sangat dekat dengan rakyat kecil, bersahaja dan merakyat.

Hebatnya, adat istiadat, prosesi, busana yang dikenakan, peralatan kerajaan yang digunakan, dan bahasa pengantar hingga bangunan asli kerajaan Istana Besar Seri Menanti, tidak berbeda dengan adat yang selama ini terlihat, dan digunakan di tanah Minang, di Sumatera Barat. Hal itu menjadi maklum, mengingat nenek moyang para Raja Negeri Sembilan, termasuk Raja ke-11 kali ini, berasal dari tanah Minang.

Dalam tinjauan historis, secara etimologi, nama Minangkabau berasal dari dua kata, yaitu minang (menang) dan kabau (kerbau). Nama itu, sebagaimana versi sejarah resmi, berasal dari sebuah legenda. Arkian, sebagaimana dirawikan dalam situs yang terdapat di dalam Istana Seri Besar Seri Menanti yang asli di Kuala Pilah, pada abad ke-14, kerajaan Majapahit melakukan ekspedisi ke sebuah wilayah, yang akhirnya bernama Minangkabau.

Untuk mencegah pertempuran frontal dengan pasukan kerajaan Majapahit dari Jawa, masyarakat lokal mengusulkan untuk mengadu kerbau Minang dengan kerbau Jawa. Pasukan Majapahit yang dikenal tak mengenal rasa takut, tentu saja dengan lapang hati menyetujui usul tersebut. Sejurus kemudian, pasukan Majapahit menyediakan seekor kerbau yang besar, kokoh, kuat, garang dan agresif. Sedangkan rakyat Minang menyediakan seekor anak kerbau yang lebih kecil, namun dalam kondisi lapar.

Dan tak lupa mengikatkan dua bilah pisau pada masing-masing tanduk kecilnya. Dalam pertempuran itu, secara ins­tingtif, anak kerbau itu mencari kerbau besar Jawa, dan langsung mencabik-cabik perutnya, karena menyangka kerbau besar itu adalah induknya, yang hendak menyusuinya. Nah, kecerdikan orang Minang itulah, sekali lagi konon, yang menjadi inspirasi nama Minangkabau, sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Dari Minangkabau pula, kelak sejarah mencatat Adityawarman, pendiri kerajaan Pagaruyung, yang meliputi provinsi Sumatra Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya, pada abad ke-14 melakukan perjalanan menyeberang ke Selat Malaka, akibat konflik antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Sriwijaya pada waktu itu.

Singkat cerita, karena lalu lintas orang-orang Minang dari kerajaan Pagaruyung semakin besar ke Selat Malaka, akhirnya sejarah mencatat Raja Melewar dari Minang, ditabalkan sebagai Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan yang pertama. Raja pertama itu menyandang nama lengkap Yang Maha Mulia Paduka Sri Tuanku Sultan Mahmud Syah ibni al-Marhum Sultan ‘Abdu’l Jalil, Yang diPertuan Besar Negeri Sembilan. Raja Melewar memerintah dari tahun 1773 sampai 1795. Ia putra Sultan Abdul Jalil, Raja Pagaruyung.

Raja Melewar diangkat menjadi Raja oleh Datuk-datuk Penghulu Luak, yang sekarang disemati dengan gelar Undang. Para Undang itu pula, yang pada hari Minggu (25/10) lalu, menabalkan Raja ke-11 Negeri Sembilan lewat prosesi Panca Persada. Nama Negeri Sembilan sendiri diambil dari nama ”Sembilan Negeri” yang diketuai oleh ”Sembilan Penghulu” yang menabalkan Raja Melewar. Kata ”Negeri” di awal kata ”Sembilan” itu, diambil dari istilah yang lazim dipakai di tanah Minangkabau, yang mempunyai pengertian satu kawasan atau daerah yang kira-kira seluas luak (luhak), atau mukim atau kampung, yang jumlahnya sembilan.

Karena ikatan yang kuat dengan tanah Minang itulah, tidak berlebihan jika rayat Negeri Sembilan turut prihatin atas gempa yang terjadi di tanah leluhur mereka: Padang. Itu terlihat di pemberitaan koran-koran setempat, ketika rakyat Negeri Sembilan secara bergotong royong memberikan sumbangan secara swadaya kepada korban gempa Padang. Dan keharuman nama orang Minang, katakanlah nama seperti Hamka, sebagaimana diakui Jefri SM Ali Al Haj, seorang freelance tourist guide yang disewa Tourism Malaysia, tidak asing bagi orang Negeri Sembilan, bahkan Malaysia.

Menjunjung Adat

DI Negeri Sembilan yang baru saja memiliki raja baru itu adat istiadat ditempatkan dengan sangat hormat, takzim, dan sepatutnya. Tuanku Muhriz, demikian sang Raja disapa, lahir pada 14 Januari 1948 di Kuala Pilah. Dia menuntut ilmu di Sekolah Tuanku Mohammad di Kuala Pilah dan Sekolah Tuanku Besar Tampian serta Sekolah King George V di Seremban.

Seremban adalah ibukota Negeri Sembilan. Di Seremban nyaris saban hari suasananya seperti di Jakarta pada Lebaran alias sepi. Jalanannya lebar, resik tapi lengang. Bahkan keramaiannya, masih kalah dengan kota Salatiga di Jateng. Namun, di Seremban, yang tak seberapa jauh jaraknya dengan Port Dickson, kota pantai tempat penulis merehatkan diri, pemerintahan dan pusat pendidikan Negeri Sembilan dijalankan.

Dari Seremban, Tuanku Muhriz melanjutkan menimba ilmu di Aldenham School, Elstree Inggris, hingga mendapatkan level-O dan Level-A. Sebelum menajamkan keilmuannya dalam bidang hukum di University of Wales, Aberystwyth dan meraih gelar LLB pada tahun 1970.

Bukan itu saja, sebagai keturunan raja yang mempunyai kemudahan menuntut ilmu di Inggris, Tuanku Muhriz sangat akrab dengan musik Beatles, jazz dan samba. Bahkan akrab dengan kesebelasan Arsenal di London, dan penonton tetap pertandingan tenis Grand Slam di negeri Pangeran Charles.

Pergaulannya lintas negara. Paling tidak, hal itu terlihat dari siapa yang menghadiri penabalannya. Dari Sultan Brunei, Perdana Menteri Malaysia, Raja Malaka, Raja Sabah, Raja Sarawak hingga Gubernur Penang. Tapi, semua itu tetap membuat Raja dari tiga putra pangeran itu tetap melakoni perannya sebagai Raja Negeri Sembilan ke-11 dengan rendah hati dan membumi.

Meski kerendahatiannya terkesan ”too good to be true”, tapi sebagaimana kesaksian rakyat yang mencintainya, memang demikian adanya. Buktinya, ujar Datuk Ibrahim Jahaya, koordinator istiadat Istana Seri Menanti, raja tidak segan-segan menghampiri dan membaur dengan kehidupan rakyat jelata. Dan mobil yang dia tumpangi, meski memungkinkannya memilih mobil Eropa seri terbaru, tapi raja memilih BMW Seri 5 yang telah menemaninya ke mana-mana selama 25 tahun terakhir.

Atas kebersahajaannya itulah, raja sangat dicintai rakyatnya. Sang Raja memang berkomitmen menjaga warisan kebudayaan Negeri Sembilan. negeri itu terakhir melakukan prosesi penabalan lebih dari 40 tahun lalu.

Tidak berlebihan, bahkan selama berhari-hari, dari pagi hingga siang hari, tanpa memedulikan panasnya terik matahari, rakyat berbondong-bondong menjadi saksi penabalan sang raja. Teristimewa pada sesi ketika Kereta Kencana raksasa, yang ditarik para hulubalangnya, membawa raja dan permaisuri pada pro­sesi Panca Persada.

Sumber: Suara Merdeka

Menyusuri Jejak Induk Peradaban

Sungai Nil MesirMelihat Sungai Nil adalah keinginan pertama saya begitu tiba di Mesir. Keinginan itu sudah terpendam lama, terutama karena ingin melihat langsung sungai tempat Musa kecil berada di dalam kotak kayu yang dialirkan orang tuanya demi menghindari hukum pancung yang diberlakukan Firaun alias Raja Ramses II.

Penguasa itu mendapat bisikan seorang ahli nujum bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi penentang kekuasaannya. Dia jadi paranoid sehingga perintah kejam seperti itu.

Di luar itu, sungai tersebut telah menjadi saksi sejarah peradaban dan dinamika bangsa Mesir sejak ribuan tahun lalu, bahkan sampai saat ini. Sungai itu mengalir melewati sembilan negara (Uganda, Kongo, Sudan, Etiopia, Tanzania, Rwanda, Burundi, Kenya, Mesir di hulu dan berhilir di Lautan Mediterania (Laut Tengah). Dengan kondisi geografis yang kering, berpasir dan berbatu, wajar kalau bangsa Mesir bahkan sejak zaman dahulu pun menggantungkan hidupnya pada sungai tersebut.

Mereka tinggal di kiri-kanan aliran sungai ini sehingga jejak peninggalan budaya serta situs dan artefak kuno banyak ditemukan di sekitar dan sepanjang alirannya. Selain jadi tumpuan hidup, airnya juga pernah jadi ancaman bagi bangsa Mesir. Ancaman terbesarnya adalah banjir. Namun, sebagaimana dikatakan oleh ahli sejarah Inggris Arnold B Tonybee tentang Teori Challenge and Response atau Hukum Tantangan dan Jawaban maka begitulah juga yang dialami bangsa Mesir Kuno. Continue reading Menyusuri Jejak Induk Peradaban

Wisata Berobat di Negeri Singa

Suasana klinik National Eye Centre Singapura.
Suasana klinik National Eye Centre Singapura.

Apa yang ada di benak bila menyebut Singapura? Negara tetangga ini acap dijadikan destinasi perjalanan masyarakat di Indonesia. Selain letaknya yang dekat, Singapura tampaknya juga cukup menarik perhatian masyarakat.

Sebetulnya, apa istimewanya Singapura? Negara ini, bahkan hanya punya satu kota, yakni Singapura. Karenanya, banyak yang menyebutnya sebagai negara kota. Namun, banyak masyarakat Indonesia menetapkan alamat berlibur di negara kota itu. Faktor keteraturan dan kemudahan fasilitas umum memang menjadikan kota ini sebagai tujuan temu bisnis, berwisata, bersekolah, dan berobat.

Keindahan Singapura dilihat dari Singapore Flyer.
Keindahan Singapura dilihat dari Singapore Flyer.

Menyebut sebagai tempat berwisata, dengan luas wilayah yang hanya 710,2 km persegi, negara Republik Singapura, bisa dikatakan hanya seluas DKI Jakarta. Akan tetapi, dengan manajemen yang cerdas, menjadikan semua yang ada di negara kota itu tertata dan teratur. Bahkan, setiap jengkal kawasan yang ada, diolah dengan tepat dan menarik, sehingga negara itu layak menjadi tujuan bisnis, wisata, bersekolah, dan berobat.

Promosi yang dilakukan Singapore Tourism Board (STB) mempromosikan negara itu juga cukup jeli. STB yang merupakan lembaga di bawah naungan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Singapura, tidak hanya memariwarakan keindahan tata kota sebagai sebuah tempat tujuan wisata, tetapi juga mempromosikan Singapura sebagai destinasi yang tepat untuk berobat. Seperti undangan STB baru-baru ini kepada SP.

Menyebut tempat berobat, sudah banyak masyarakat Indonesia memercayakan dirinya diobati oleh dokter-dokter di rumah sakit-rumah sakit di Singapura.

Apa istimewanya berobat di Singapura? Faktor kecanggihan teknologi menjadi salah satu alasan. Anda mempunyai masalah dengan mata? National Eye Centre Singapura memberikan beragam solusi. Solusi tercanggih saat ini seperti dipaparkan Medical Director and Head of Cornea Service Singapore National Eye Centre, Prof Donald Tan, di Singapura, akhir Oktober lalu adalah dengan teknologi inlay KAMRA. “Dengan menanamkan sebuah alat mungil berbentuk cincin pada kornea mata, maka para penderita presbiopi (rabun tua) dapat melihat segala objek dengan jelas, tanpa menggunakan kacamata,” katanya.

Sementara itu, bagi mereka yang ingin berobat di rumah sakit milik Pemerintah Singapura, bisa langsung menuju Singapore General Hospital (SGH). Di rumah sakit ini, mereka yang tidak tahu harus menuju ruang mana, harus berobat ke bagian mana, dan dokter apa yang tepat untuk penyakitnya, disediakan ruangan khusus yang berisi petugas dan dokter yang bisa memberi rujukan. Jadi, di rumah sakit yang tampilan fisiknya seperti gedung perkantoran biasa, dengan tidak berbau karbol yang menusuk itu, seorang pasien yang baru pertama kali berkunjung dijamin tak akan merasa sia-sia.

Selain itu, di rumah sakit milik pemerintah itu saat ini juga telah memiliki alat canggih untuk melakukan terapi oksigen, yang ditujukan antara lain untuk pasien yang mengalami luka bakar, lapisan tubuh yang rusak karena radiasi, dan keadaan luka bernanah seperti yang dialami para penderita diabetes. “Alat ini bernama Hyperbaric and Diving Medicine Centre dan pada saat yang bersamaan, bisa melakukan terapi oksigen untuk beberapa pasien sekaligus,” kata dokter Kim Soo Juang dari SGH

Alat tersebut berbentuk seperti kapal selam dan di dalamnya terdapat kursi-kursi tertata layaknya sebuah kabin pesawat. Saat terapi, alat ini ditutup dan diatur asupan oksigen-nya. Pasien yang mendapat terapi oksigen bergantung luka yang dialaminya. Jadi, bisa beberapa kali terapi atau bisa juga hanya sekali.

Mount Elizabeth

Fasilitas terapi air di Seven Eden Wellness Centre.
Fasilitas terapi air di Seven Eden Wellness Centre.

Bagaimana dengan Rumah Sakit Mount Elizabeth yang cukup populer di masyarakat di Indonesia? Rumah sakit tersebut merupakan bagian dari perusahaan besar bernama ParkwayHealth yang memiliki Rumah Sakit Mount Elizabeth, Gleneagles, dan East Shore. Nah, di gedung Mount Elizabeth Hospital terdapat Parkway Cancer Centre. Di sinilah tempat tepat bagi mereka yang ingin mengobati kankernya. Sebab, menurut dokter Ang Peng Tiam, penderita kanker masih punya banyak harapan untuk sembuh. “Yang penting adalah terbuka, cepat memeriksakan diri, dan ada kemauan untuk sembuh,” kata dokter yang sukses mengobati beberapa penderita kanker dengan terapi-terapi yang diberikan.

Sementara itu, bagi mereka yang ingin memeriksakan kesehatan gigi atau memperbaiki penampilan gigi, Specialist Dental Group yang merupakan bagian dari Mount Elizabeth Medical Centre bisa menjadi alamat tujuan. Di sini, Anda bisa melakukan penanaman gigi hingga menggunakan behel.

Beruntung, beberapa rumah sakit tersebut terletak di satu kawasan yang sama, dan saling berdekatan. Jadi, Anda tinggal jalan kaki untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhan dan pilihan Anda.

Selain itu, lokasi rumah sakit-rumah sakit tersebut juga sangat dekat dengan kawasan belanja paling kondang di Singapura, Orchard Road. Jadi, kendati secara fisik Anda sedang sakit, kemeriahan, dan warna-warni mal serta pertokoan di kawasan tersebut bisa sedikit menghibur.

Selain itu, kawasan ini juga terhubung dengan segala jenis transportasi. Dari bus, taksi hingga mass rapid transportation (MRT). Dengan hanya satu dolar Singapura, bila Anda bosan berjalan-jalan di Orchard, Anda bisa iseng-iseng melihat Singapura dari ketinggian dengan menaiki Singapore Flyer. Atau, pada malam hari, Anda juga bisa menuju kawasan Clarke Quay untuk sekadar bersantap malam.

Orang sakit memang tidak hanya butuh pengobatan secara medis, tetapi juga secara batin, yakni perasaan nyaman dan senang.

Lantas, bagaimana bila Anda hanya ingin menyegarkan tubuh yang penat dan sendi-sendi tulang yang rasanya linu dan nyeri? Apakah harus ke rumah sakit juga?

Nah, dalam keluhan seperti itu, tampaknya Anda harus menuju ke Sentosa Island. Namanya memang island (pulau), tetapi ini hanyalah sebuah bagian lain Singapura, yang letaknya dekat Pulau Batam Indonesia. Di Sentosa tersebut, Anda bisa menuju ke Seven Eden Wellness Centre, yaitu sebuah tempat untuk berelaksasi, spa, dan berbagai terapi lainnya. Di Seven Eden Wellness Centre ini, semua hal terkait dengan keluhan kepenatan fisik dan terapinya tetap di bawah konsultasi dokter yang memang ada di sana. Anda pun bisa menikmati terapi layaknya sedang berwisata. Ini karena fasilitas yang ada di sana, semuanya terkesan seperti tempat berwisata, karena tatanan kawasan yang serba menyenangkan. Sakit memang harus dihibur. [Suara Pembaruan/S Nuke Ernawati]

Geliat Ho Chi Minh

Gereja Katedral di Ho Chi Minh yang merupakan peninggalan Pemerintah Prancis.
Gereja Katedral di Ho Chi Minh yang merupakan peninggalan Pemerintah Prancis.

Perjalanan panjang menuju kemerdekaan membuat sejarah Vietnam tak lepas dari peperangan. Kini, setelah 33 tahun merdeka, geliat Vietnam, khususnya di kota terbesar dan termaju, Ho Chi Minh, mulai terasa. Vietnam menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi Jepang, Singapura, Taiwan, dan Malaysia. Bahkan, sejumlah pengusaha Indonesia pun melirik negara yang sampai sekarang tetap dikendalikan partai komunis.

Kenyataan itulah yang membuat PT Indonesia Air Asia mengembangkan sayap dengan membuka penerbangan langsung Jakarta-Ho Chi Minh selama empat kali seminggu. Di samping memperlancar urusan bisnis dan perdagangan, dunia wisata pun diharapkan ikut berkembang. Saat ini, jumlah orang Vietnam yang ke Indonesia mencapai 40.000, sebaliknya dari Indonesia hanya 22.000.

Menurut Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam La Quoc Khanh, Vietnam sangat berharap jumlah orang Indonesia yang melancong ke sana terus bertambah. Tak heran bila pemerintah setempat gencar mempromosikan tempat-tempat wisata di negara tersebut, khususnya di seputar Ho Chi Minh.

Salah satu tempat tujuan wisata utama adalah Terowongan Cu Chi. Tempat wisata yang satu ini memang selalu direkomendasikan biro-biro perjalanan dan wisata Vietnam, karena terkait langsung dengan sejarah perjalanan negara itu. Orang Vietnam sangat bangga karena mampu lepas dari cengkeraman negara adidaya, Amerika Serikat, setelah sebelumnya dikuasai Tiongkok dan Prancis. Sejarah panjang menuju kemerdekaan tak lepas dari Terowongan Cu Chi, yang terletak 70 kilometer di utara Ho Chi Minh.

Halaman depan Istana Presiden Vietnam Selatan. Sejak Vietnam Utara dan Selatan bersatu pada 1976, pusat pemerintahan berpindah ke Hanoi dan istana ini difungsikan sebagai objek wisata.
Halaman depan Istana Presiden Vietnam Selatan. Sejak Vietnam Utara dan Selatan bersatu pada 1976, pusat pemerintahan berpindah ke Hanoi dan istana ini difungsikan sebagai objek wisata.

Terowongan ini dibangun selama perang melawan Prancis mulai 1945 sampai 1954, karena para pejuang Vietnam membutuhkan tempat persembunyian. Terowongan ini tepatnya mulai dibangun pada 1948. Semula hanya dibuat sepanjang beberapa kilometer. Namun, pada 1961 sampai 1965, saat Amerika menjajah negeri tersebut, pembuatan terowongan diperpanjang hingga mencapai 200 kilometer dan memiliki tiga lantai. Gencarnya serangan tentara Amerika membuat para pejuang dan keluarganya terpaksa tetap tinggal di bawah tanah. Bahkan, terowongan itu berubah menjadi “desa di bawah tanah”, karena semua aktivitas manusia bisa dilakukan di bawah tanah. Tempat itu pernah menampung 10.000 orang. Selain tempat tinggal, di situ ada sekolah, rumah sakit, dan bengkel pembuatan senjata.

Bagaimana mereka bisa hidup di bawah tanah? Kebutuhan utama manusia, yakni udara untuk bernapas diperoleh dari ventilasi yang dibuat di permukaan tanah. Ventilasi itu berada di “rumah semut” yang dirancang untuk mengelabui musuh. Selain berfungsi sebagai lubang udara, ventilasi itu bisa digunakan untuk memantau pergerakan lawan. Air untuk kebutuhan sehari-hari diperoleh dari Sungai Saigon yang mengalir tak jauh dari lokasi itu. Continue reading Geliat Ho Chi Minh

Uji Kesehatan di Surga Huangshan

Surga HangsanAnda belum ke Cina bila tak singgah di Huangshan. Konon provinsi di Timur Cina ini adalah surga dunia satu-satunya di bumi. Keindahannya komplet. Lautan awan hadir sepanjang 200 hari setahun, ada sunset, hutan pinus berumur ribuan tahun, pohon teh hijau terbaik. Surga ini telah menginspirasi lebih 20 ribu puisi dan lukisan.

Orang pasti terkesima bila menyaksikan sendiri surga seluas 154 kilometer persegi itu, dari sudut yang dijuluki “Welcome Pine”. Tempat di tengah pegunungan yang terbentuk 100 juta tahun lalu (Mesozoikum) itu merupakan bekas lautan dan sisa grasier yang membentuk gunung granit. Karena itu, Huangshan jadi pusat studi geologi, tanaman, dan monyet Tibet (Tibetan macaques). Unesco mencatatnya sebagai warisan dunia (1999), dan saudara kembar Jungfrau di Alpen Swiss (2002).

Filosofi Gunung Kuning (Yellow Mountain) ini tumbuh dari sejarah Dinasti Qing. Raja bermoral luhur, diyakini naik ke surga dan menemukan pil keabadian di sini. Continue reading Uji Kesehatan di Surga Huangshan

Menelusuri Jejak Islam di Guangzhou

masjid-guangzhouGuangzhou – Di Guangzhou, sejarah Islam di China bermula. Sebuah makam yang diyakini sebagai makam dari penyebar Islam pertama di China, terletak di kawasan tersebut, juga sebuah masjid yang diperkirakan berusia 1.300 tahun.

Seorang lelaki usia 30-an melongok malu-malu dari balik pintu Masjid Huaisheng. Sejak tadi, ia berada di situ, mengamati orang lalu-lalang di depan masjid, entah yang berniat salat ataupun sekadar mengamati detail arsitektur masjid dengan kamera di tangan.
Lelaki itu, dengan jubah warna biru dan kopiah putih di kepalanya, serta jenggot panjang yang tumbuh di janggutnya, sama sekali tak tampak garang. Melihat senyum simpul dan sorot di matanya, ia benar-benar jauh dari kesan tak ramah. Dengan isyarat tangan, ia bahkan mengundang saya masuk ke masjid dan mengambil gambar dari dalam.
Continue reading Menelusuri Jejak Islam di Guangzhou

Tersihir Kunang-Kunang Tawao

tawaoMenatap “kunang-kunang” malam tepat di garis terdepan Pulau Sebatik, tepatnya di Pos TNI AL Sungai Pancang, mampu membuat seseorang tersihir dan berfantasi tentang adanya Neverland –dunia imajinasi asal tokoh kartun Peter Pan– di seberang lautan.

Semakin lama seseorang menatap ratusan “kunang-kunang” yang menerangi “negeri penuh harapan dan impian” itu, semakin kuat pula “sihir” merayu untuk datang menghampirinya. Continue reading Tersihir Kunang-Kunang Tawao

Langkawi, Pulau yang Bangkit dari Kutukan

pulau-langkawiKuah – Dua abad yang lalu, alkisah seorang istri yang cantik bernama Mahsuri difitnah. Dia dihukum mati karena dituduh berselingkuh dengan seorang pengembara.
amun, darah putih yang keluar dari tubuhnya membuktikan Mahsuri tidak bersalah. Sebelum mati, Mahsuri pun menyatakan selama tujuh turunan Tanah Langkawi tidak akan makmur.
Legenda tersebut telah dipegang selama turun-temurun oleh rakyat Langkawi. Banyak di antara mereka yang merantau hingga ke Thailand agar terhindar dari kutukan. Tujuh generasi telah berlalu. Keturunan Mahsuri telah mencapai generasi kedelapan. Entah karena kutukan telah berakhir, atau karena kepedulian Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Langkawi kini telah bangkit menjadi salah satu tujuan wisata yang paling digemari. Tidak hanya bagi wisatawan asing tetapi juga domestik Malaysia. Continue reading Langkawi, Pulau yang Bangkit dari Kutukan

Menyusuri Sejarah Hope Diamond di Walsh Mansion

Ruang Matahari (Sun Room) biasanya dipakai untuk berjemur sekaligus memandangi kecantikan kebun mawar yang terhampar di sekelilingnya.

Louis XIV Salon atau biasa pula disebut Drawing Room yang dibangun dengan arsitektur bergaya Beaux Art dari Prancis dipercantik dengan keberadaan fresco, yakni lukisan minyak di atas kanvas yang diletakkan di atas dinding langit-langit dan bertemakan “Eternity of Angels”.

Walsh Mansion, salah satu dari beberapa bangunan antik bergaya Beaux Art di sepanjang Massachusetts Avenue, Washington DC, dipandang penting karena sejumlah alasan. Bangunan ini tidak hanya tempat berlokasinya Kedubes RI untuk Amerika Serikat. Tetapi juga, salah satu bangunan bersejarah di Ibukota AS yang dilindungi. Walsh Mansion tercatat di dalam National Register of Historic Places. Continue reading Menyusuri Sejarah Hope Diamond di Walsh Mansion

Jurang-jurang Indah Grand Canyon

Sungai Little Colorado mengalir di antara jurang-jurang. [Foto: Carvin Grand Canyon/Chuck Lawsen]

Sungai Little Colorado mengalir di antara jurang-jurang. [Foto: Carvin Grand Canyon/Chuck Lawsen]

Banyak versi tentang Tujuh Keajaiban Dunia. Dengan alasan kuat, beberapa sumber menyusun daftar tujuh keajaiban dunia yang berbeda. Ensiklopedia Wikipedia Indonesia menyebutkan, setidaknya ada enam jenis Tujuh Keajaiban Dunia, yaitu Keajaiban Dunia Kuno, Keajaiban Dunia Pertengahan, Keajaiban Dunia Alami, Keajaiban Dunia Bawah Air, Keajaiban Dunia Modern, dan Keajaiban Dunia Baru.

Salah satu dari tujuh Keajaiban Dunia Alami tersebut adalah Grand Canyon. Jurang terjal yang sebagian besar masuk dalam wilayah Taman Nasional Grand Canyon itu, berada di bagian barat laut Arizona, Amerika Serikat.

Grand Canyon memang pantas masuk dalam tujuh keajaiban dunia alami. Bukan hanya karena panjangnya 446 km, lebarnya antara 6 – 29 km, dan kedalamannya yang lebih dari 1.600 meter, tapi proses bagaimana Grand Canyon terbentuk juga menjadi alasan. Continue reading Jurang-jurang Indah Grand Canyon