Category Archives: Nusa Tenggara Barat

Diving Ekstrem Dikelilingi Hiu di Teluk Belongas, Lombok

Teluk BelongasKetegangan tidak hanya bisa dicari dari ketinggian, tapi juga dari bawah laut. Rasakan sensasi menyelam sambil memandangi kawanan hiu martil dengan arus yang kuat. Inilah Teluk Belongas, spot diving paling ekstrem di Indonesia.

Bagi Anda yang suka diving dan suka tantangan, masukkan Teluk Belongas di dalam daftar destinasi adrenalin yang harus dikunjungi. Berada di barat daya Pulau Lombok, Teluk Belongas menawarkan pengalaman menyelam yang tiada duanya.

Letaknya berjarak 1,5 jam perjalanan laut dari Teluk Belongas. Ada satu spot yang hanya bisa dimasuki oleh diver profesional yang sudah memiliki lisensi. Menurut Instruktur Oddy Dive yang bernama Michael Sjukrie, titik tersebut bernama Magnet Point.

“Tingkatan bahaya diving di titik tersebut sudah termasuk ekstrem,” tuturnya kepada detikTravel, Rabu (6/3/2013).

Menurut Michael, satu atraksi yang paling menarik di sana adalah kawanan hiu martil. Tidak hanya satu, akan banyak sekali hiu martil yang bisa ditemui jika Anda sedang beruntung.

“Jika ingin lihat hiu martil, harus diving saat ombaknya sedang besar,” lanjut Michael.

Hanya ada satu titik untuk masuk ke Magnet Point, yaitu di batu karang besar yang ada mercusuar. Masalahnya, menurut Michael, butuh waktu cepat untuk masuk ke dalam titik tersebut. Jika terlalu lama, Anda akan terbawa arus.

“Masuknya harus saat ombak sedang besar. Setelah itu, langsung terjun ke dalam dan berenang ke bawah secepatnya,” kata Michael.

Tantangan pertama ada di turun ke bawah hingga kedalaman 25 meter. Sampai kedalaman 3 meter, tidak ada yang bisa dilihat selain buih ombak. Setelah itu barulah air terlihat lebih jelas.

Nah, inilah tantangan kedua. Di kedalaman sekitar 25 meter, menurut Michael, Anda tidak bisa menempel pada batu karang karena bisa kembali terbawa ke atas, namun tidak bisa juga terlalu jauh karena bisa terseret arus.

“Maka dari itu, harus diving dengan instruktur yang sudah berpengalaman dan kenal betul dengan medan itu,” ucap Michael.

Salah satu diver yang pernah menyelam di The Magnet adalah Nila Tanzil. Menurutnya, dibutuhkan minimal linsense diving Advance yang dikeluarkan oleh PADI dan setidaknya harus sudah 100 kali diving.

“Diving di The Magnet itu memang banyak tantangannya karena arus bisa berubah kapan saja dan arusnya tidak bisa diduga,” kata salah seorang diver yang pernah mencoba menyelam di Magnet Point, Nila Tanzil.

Nila pun berbagi pengalaman, seorang diver yang tidak mengikuti instrukturnya malah terbawa arus. Karena terlalu asyik memotret kawanan baracuda, salah seorang diver lepas dari kelompok dan malah terbawa arus. Meski sudah berusaha naik ke atas dengan bantuan oksigen, ia tetap tidak bisa naik. Beruntung instruktur melihat dan segera menolongnya.

“Jadi tipsnya, jangan jauh-jauh dari titik aman juga instruktur dan ikuti petunjuknya,” tutup Nila.

Sumber: detikcom

Pulau Satonda, Satu yang Terbaik di NTB

KECANTIKAN Pulau Satonda menjadikannya sebagai destinasi terbaik di Pulau Sumbawa, NTB, selain Tambora dan Moyo. Pulau mungil tak berpenghuni ini merupakan objek wisata yang berhasil menarik banyak wisatawan, setiap minggunya banyak kapal pesiar berdatangan dari Bali dan Lombok.

Satonda dipisahkan oleh selat sempit dari Tambora dan menjadi situs letusan gunung berapi terbesar dan paling menghancurkan dalam sejarah. Satonda merupakan pulau vulkanik yang muncul dari kedalaman ribuan meter.

Satu keunikan pulau adalah danau di kawasan pulau nampak seperti angka delapan. Tak sedikit wisatawan yang datang berenang di danau. Terumbu karangnya juga bisa dinikmati saat menyelam.

Di sekitar pulau terdapat pohon-pohon berbuah batu. Konon, ada kepercayaan bila ada turis yang datang ke Satonda dan menggantungkan batu ke pohon sambil mengharapkan sesuatu maka keinginannya akan terwujud.

Hutan yang tumbuh di pulau selain menyimpan banyak koleksi tanaman, juga menjadi rumah bagi kelelawar buah yang hidup di pohon tinggi.

Bagi pecinta alam, Satonda merupakan objek pandang yang indah, terutama dilihat dari atas bukit. Sedangkan jejeran gunung di pulau menjadi area yang siap dijelajahi para pendaki.(*/X-14)

Wisata Gratis di Bukit Malimbu

HAMPARAN birunya pantai yang terbentang luas, deburan ombak yang berkejaran, hijaunya deretan gunung dan pulau-pulau kecil, merupakan serangkaian kecantikan panorama alam yang bisa dinikmati dari atas Bukit Malimbu yang terletak di kota Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kera-kera juga terdapat di tempat ini mengingat masih banyaknya pohon-pohon besar yang berdiri kokoh di area Malimbu.

Sebuah pilihan tepat jika Anda ingin menikmati suasana alam hasil kreasi Sang Pencipta, Buat Anda yang menyukai kegiatan fotografi, tempat ini wajib dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan pemotretan. Keasrian lingkungan yang ditawarkan Bukit Malimbu menjadi daya pikat tempat ini, terlebih lagi dikala sore hari

Untuk menikmati semua keindahan Bukit Malimbu, tidak perlu membayar sepeserpun karena tempat ini merupakan wisata alam terbuka tanpa pintu masuk. Namun yang perlu diingat adalah bahwa di sekitar Bukit Malimbu belum banyak terdapat penginapan atau restoran yang melayani kebutuhan pengunjung.

Jadi, jika Anda hendak berlibur kesini disarankan agar membawa kebutuhan makan pribadi. Banyak terdapat gubuk kecil yang memang khusus disewakan sebagai tempat agar Anda bisa menikmati bekal sambil dimanjakan dengan keindahan pantai. Harga sewa satu gubuk hanya dikenakan Rp 10.000. (wisatamelayu.com/X-13)

Pantai Sire Medana, Koleksi Pantai Terindah Lombok

SALAH satu pesona Lombok yang terindah adalah Pantai Sire Medana yang terletak di kawasan Kabupaten Lombok Utara di Dusun Medana, 35 km dari Kota Mataram.

Keindahan lautan, kesegaran alam, hamparan pasir putih, keramah-tamahan penduduk, dan kelestarian terumbu karangnya membuat pantai menjadi salah satu lokasi wisata yang sangat terkenal dan banyak diminati wisatawan domestik dan mancanegara.

Kawasan pantai menawarkan sederetan kemewahan, seperti lapangan golf 18 holes di Lombok Golf Kosaido Country Club yang dikelilingi pemandangan menawan. Lalu ada Hotel The Oberoi Lombok yang memiliki dek kapal layar dan yatch, serta taman berukuran luas bernuansa indah, tenang, nyaman dan mewah.

Tak ketinggalan ada Hotel Tugu Lombok dengan deretan pemandangan pondok tradisional beratap jerami yang memiliki halaman kebun kelapa seluas 6 hektar. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan pemandangan matahari terbit dengan latar belakang Gunung Rinjani.

Saat berada di kawasan wisata Pantai Sire Medana, sempatkan pula berkunjung ke 3 pulau andalan Lombok, yakni Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan dengan kejernihan air laut dan koleksi koral yang begitu indah. (lombokonline.info/*/X-13)

Menengok Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade

MENGUNJUNGI Suku Sasak bisa menjadi pengalaman unik untuk menyaksikan bagaimana mereka melakukan aktivitas kesehariannya. Tak ada salahnya Anda mengunjungi Desa Sade di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang menjadi salah satu wisata yang menyajikan kekhasan budaya Suku Sasak.

Meski kerap mendapat kunjungan wisatawan, desa ini tidak menyediakan homestay bagi wisatawan yang ingin menginap. Hal tersebut dikarenakan warga setempat hanya ingin menampilkan atraksi dan sekedar dikunjungi saja.

Penyebab lainnya dikarenakan warga desa ingin tetap menjaga tradisi nenek moyang Suku Sasak yang dipertahankan hingga saat ini. Bahkan, meski ada warga desa yang pernah keluar dan kembali lagi ke desa, mereka tetap mampu menjalankan adat istiadatnya.

Selain itu dikhawatirkan pula wisatawan akan mengalami kesulitaan beradaptasi saat tinggal karena adanya adat istiadat yang wajib dipatuhi oleh warga yang tinggal di desa. Namun pengembangan desa wisata ini akan terus dilanjutkan.

Tak hanya menjadikan warga desa sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek yang mampu memberikan manfaat bagi daerahnya dan mampu menarik minat wisatawan. Rumah Suku Sasak yang khas dan usaha tenun yang ada diharapkan bisa menjadi nilai tambah. (lombokgilis.com/*/X-13)

Melepas Kepenatan di Pantai Senggigi

BERKUNJUNG ke pulau Lombok belum terasa lengkap tanpa mengunjungi Pantai Senggigi. Objek wisata ini terkenal akan keindahan dan kealamian pantainya sehingga sering disejajarkan dengan pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian dan Sanur.

Bedanya adalah pantai Senggigi lebih nyaman dan tenang karena belum banyaknya turis berdatangan ke pantai ini. Senggigi merupakan salah satu pantai andalan provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kebersihan lingkungan pantai masih sangat terjaga. Selain itu, kawasannya masih asri dan debur ombaknya tidak terlalu besar. Pemandangan bawah lautnya juga tak kalah indah. Tak heran wisatawan lokal maupun mancanegara menjadikannya sebagai tempat idaman untuk melepaskan kepenatan.

Keberadaan pantai Senggigi yang mulai dilirik wisatawan membuat pemerintah setempat dan perusahaan swasta giat membangun dan membenahi segala prasarana wisata untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan.

Suasana alami pantai yang belum banyak dijelajahi turis memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjung sehingga pantai Senggigi menjadi alternatif pilihan wisatawan yang ingin mencari ketentraman.

Kegiatan yang bisa dilakukan di sini antara lain berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, membuat istana pasir, berjalan santai menyusuri pantai, atau duduk di atas hamparan pasir sambil mengamati biru-hijau laut dan menunggu matahari tenggelam. Jangan lupa mampir ke Pura Batu Bolong yang berlokasi di atas karang pinggir pantai. (*/X-13)

Masjid Bayan Beleq Lombok

Desa Bayan, Lombok Barat, berjarak 80 kilometer dari Kota Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi masjid pertama yang ada di Pulau Lombok. Bangunan mungil terbuat dari bambu itu tampak tua bersahaja, dan menjadi penanda masuknya Islam di Lombok.

Tidak ada kemegahan dari Masjid Bayan Beleq yang telah menjadi situs purbakala ini. Seperti halnya rumah-rumah penduduk di sana, keberadaanya tidak terlalu mencolok. Dari tepi jalan hanya terlihat pagar tembok diapit dua rumah kecil, kantor tempat pendaftaran pengunjung, dan rumah penjaga situs.

Meski tidak banyak masyarakat yang menggunakan sebagai tempat ibadah karena kapasitasnya tidak mencukupi lagi, tapi masyarakat tetap menjaga keutuhan bangunan sebagai salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Masjid berukuran 10 x 10 meter ini merupakan kebanggaan warga Bayan, dari sinilah salah satu pusat kegiatan menyebarkan Islam ke seluruh Lombok.

Dindingnya begitu rendah hanya dari anyaman bambu. Atapnya berbentuk tumpang disusun dari bilah-bilah bambu. Fondasi lantai yang tinggi dibuat dari susunan batu-batu kali. Di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Tidak lain, itu adalah makam tokoh-tokoh agama di masa awal masjid ini. Pengunjung biasanya selalu menyempatkan diri ziarah dan berdoa di situ.

Bagian dalam lantai tanah liat ditutupi tikar buluh. Empat tiang utama penopang masjid dari kayu nangka berbentuk silinder. Di tiang atap masjid tergantung beduk kayu. Hanya para ulama dan pemangku adat yang biasa terlihat shalat dan tarawih di sini.

Menurut catatan Museum Negeri NTB, Islam masuk ke Lombok abad ke-17 dari beberapa tempat sekaligus, diantaranya dari Jawa, Gowa (Sulawesi), dan Bima. Maka perluasan siarnya bukan hanya dari Bayan. Ada dua Masjid kuno lagi di Gunung Pujut dan Desa Rembitan, keduanya di Lombok Tengah. Dan Islam di Bayan dengan Masjid Bayan Beleqnya diyakini masuk dari Tanah Jawa.

Memang tidak ada peninggalan-peninggalan tertulis yang menyebutkan dari Jawa. Tetapi karena banyaknya penggunaan istilah Jawa di Bayan seperti penggunaan kata raden, gusti pangeran, maka diyakini masuk dari Jawa. Dan terpeliharanya situs Masjid Bayan Beleq karena kuatnya tradisi pada masyarakat setempat.

Sejak itu agama dan budaya Islam masuk ke Lombok secara bergelombang melalui perdagangan dan interaksi sosial. Ada keyakinan dari ulama setempat, syiar Islam di Bayan oleh Sunan Prapen, cucu Sunan Giri, salah satu Wali Songo, penyebar Islam di Pulau Jawa.

Sumber: Majalah Travel Club

Keunikan di Balik Pesona Lombok

Keindahan pantai yang alami berpadu eksotisme tercermin di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keindahan Lombok semakin terasa dalam hamparan pantai indah dengan pasir putih dan laut biru. Tidak sedikit turis betah berlama-lama di Pulau Lombok.

Namun Lombok tak hanya ada pantai indah dengan hamparan pasir putih. Banyak sisi lain dari Lombok yang bisa dikupas. Seperti di Dusun Sade, Desa Rambitan, Pujut. Penduduk Sade yang semuanya keturunan Suku Sasak ini pandai menenun. Hasil tenun warga Sade sangat khas.

Selain tenun, yang paling unik dari Dusun Sade adalah rumah penduduknya. Masyarakat Sade masih mempertahankan arsitektur dan tata ruang secara turun temurun. Di desa ini rumah adat yang lazim disebut Bale Ratih atapnya terbuat dari alang-alang dan dinding dari bambu.

Ada juga kebiasaan unik yang hanya dimiliki warga Sade yaitu mengepel lantai. Mereka membersihkan rumah menggunakan kotoran sapi atau kerbau yang dicampur air. Lantai dan dinding yang dibaluri kotoran dipercaya bisa mengusir lalat dan menjadikan lantai cling.

Setidaknya dua minggu sekali mereka membersihkan lantai dengan kotoran sapi atau kerbau. Selain untuk mengepel lantai kotoran sapi atau kerbau juga jadi bahan campuran membuat lantai rumah. Dengan campuran sisa buangan hewan lantai rumah menjadi kuat dan tak mudah retak.

Mutiara Lombok juga sangat terkenal. Orang bule menyebutnya Golden South Sea pearl karena warnanya yang seperti emas. Hanya laut Indonesia yang bisa menghasilkan mutiara terbaik. Mutiara biasanya dipadu dengan perhiasan emas ataupun perak agar lebih bernilai.

Yang tak boleh dilewatkan saat ke Lombok adalah Desa Banyumulek. Daerah yang ada di Kecamatan Kediri ini sebagai penghasil gerabah. Hampir di tiap sudut desa ada orang membuat gerabah. Ada yang mengukir, menjemur, dan membakar gerabah. Gerabah ini tercipta dari tangan-tangan cekatan wanita desa.

Gerabah Banyumulek dibuat dengan proses yang sederhana. Setelah dibentuk, gerabah dibakar bersama jerami dalam tungku selama beberapa jam. Tapi siapa menyangka lewat proses yang sederhana itu, tercipta gerabah khas yang sangat berani dalam pewarnaan, dekoratif, dan penuh aksesoris.

Selama di Lombok sebaiknya melihat penangkaran penyu di sekitar Gili Trawangan. Penangkaran ini bertujuan melestarikan penyu yang makin banyak diburu orang. Dari ratusan telur yang dihasilkan betina, hanya belasan tukik yang berhasil hidup dan kembali ke laut.

Hal ini belum mempertimbangkan faktor perburuan yang dilakukan manusia maupun binatang predator penyu lainnya. Seperti diketahui, cangkang penyu banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam kerajinan dan dagingnya dapat dikonsumsi oleh manusia. Hal-hal tersebut tentu saja makin mengancam populasi penyu.

Tak puas hanya melihat kebudayaan dan kerajinan masyarakat Lombok, Anda bisa kok melihat lebih dekat dengan menyelam ke dasar laut atau snorkling. Tinggal pilih mau menyelam sendirian dengan pemandu atau ramai-ramai dengan wisatatawan lain. Keindahan laut Lombok akan sangat terlihat. (JUM)

Sumber: Liputan6.com

Berpetualang di Lombok

Di Lombok Anda bisa menemukan Bali, tapi di Bali Anda tidak bisa menemukan Lombok. Begitu penilaian sejumlah orang perihal Lombok usai berwisata, sejak dulu. Benarkah begitu? Lalu apa yang dimiliki Lombok dan tak ada di Bali?

Sewaktu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Selaparang, Mataram, Lombok, kesan Lombok berbeda dengan Bali sudah mulai terasa. Langit bandara dan Mataram ketika itu biru, awannya berawan putih seolah berada di negeri awan.

Dan ketika menyusuri Lombok lebih jauh, ternyata anggapan itu bukan isapan jempol. Lombok ternyata puya daya pikat luar biasa yang tidak dimiliki Bali. Di pulau terbesar kedua setelah Sumbawa yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ternyata bukan hanya memiliki Kawasan Pantai Senggigi, Tiga Gili, dan Gunung Rinjani yang sudah memancanegara. Melainkan juga sejumlah obyek wisata lain yang potensial menjaring lebih banyak lagi wisnus dan wisman di kemudian hari.

Terlebih kini tengah dibangun Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah. BIL dibangun untuk menggantikan Bandara Selaparang di Mataram yang sudah tak mampu lagi memenuhi pertumbuhan penumpang dan frekuensi penerbangan ke pulau itu. Ada juga yang menyebutkan, pembangun BIL ini sebagai salah satu syarat Emaar Properties dari Dubai selaku calon investor yang akan mendanai proyek mega wisata seluas 1.250 hektar di Lombok Tengah bagian Selatan.

Luas BIL mencapai 535 hektar atau dua kali lebih luas daripada Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Biaya pembangunannya sebesar Rp 665 miliar. Ditargetkan mulai beroperasi awal 2010.

Kemanakah tujuan Anda, jika mempunyai kesempatan berkunjung ke pulau Lombok? Bila Anda belum mempunyai tujuan yang pasti, menurut teman yang tinggal di kota Mataram, dengan punya waktu 2 (dua) hari bisa mengunjungi seluruh daerah pariwisata di Lombok, tentunya minus mendaki gunung Rinjani atau menginap di pulau Gili Trawangan.

Di bawah ini akan kami sampaikan beberapa daerah yang layak dikunjungi :

1. Suranadi.
Di sini ada hotel lengkap dengan kolam renang air hangat dan lapangan tennis. Juga ada pura Hindu tertua, berlokasi 17 km jika naik kendaraan dari kota Mataram.

2. Lingsar.
Pura dengan ikan keramat di dalam kolam, lokasi 9 km dengan naik kendaraan dari kota Mataram.

3. Narmada.
Kebun Raya Lombok, dengan kolam renang, serta ada pura Hindu yang sering digunakan umat Hindu untuk bersembahyang, lokasi 12 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

4. Batu Bolong
Terdapat pura diatas batu karang yang menjorok ke laut, dan jika cuaca cerah bisa melihat gunung Agung di pulau Bali, serta bagus untuk melihat pemandangan saat sunset. Lokasi 8 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Untuk memasuki area, maka kita diwajibkan memakai pita kuning dari kain (dapat menyewa di lokasi), yang dipasang melingkari pinggang. Pemandangan disini indah sekali, air laut menerobos melalui sela-sela batu karang yang berlubang, menimbulkan bunyi gemerosak. Sayang saat saya kesini, cuaca masih mendung selepas turun hujan, tapi pemandangan indah sekali. Matahari mengintip di sela-sela awan, dan cahayanya jatuh terpantul di air laut.

5. Senggigi
Pantai alam berpasir putih yang bersih, dikelilingi hotel, losmen dan bungalow. Sangat indah sekali, terutama jika waktu sunrise maupun sunset. Lokasi 10 km dengan kendaraan dari kota Mataram. Di pantai banyak penjaja cinderamata, berupa mutiara budidaya air tawar yang berwarna warni, mulai dari harga Rp.25.000,- Juga penjaja kaos bertuliskan Lombok dan Senggigi, serta ukiran khas Lombok pada kayu, bisa berupa tempat buah, topeng dan lain-lain.

6. Sire Beach

Taman laut dengan exotic coral dan ikan yang berenang kian kemari. Berlokasi 36 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

7. Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan
Pulau kahyangan di utara Lombok, dikelilingi taman laut. Disini banyak orang diving maupun surfing. Di pulau ini sudah banyak hotel dan losmen, sehingga bisa menginap disini, pantainya masih asli. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kapal motor.

8. Sukarare
Desa tempat orang menenun, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Lokasi 25 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

9. Rambitan/Sade
Desa asli Lombok, dengan rumah tradisional suku Sasak, lokasi 50 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

10. Kuta/Tanjung Aan
Pantai Mandalika dengan lampu-lampu yang berkilauan , dimana kita bisa berenang, terdapat hotel dan restoran. Setiap tahun ada perayaan menangkap/melihat Nyale fish, lokasi 56 km dengan kendaraan dari kota Mataram.

11. Mataram
Mataram adalah ibu kota propinsi Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Ampenan merupakan kota pelabuhan lama (sekarang sudah pindah ke Lembar). Kota Ampenan berciri khas arsitektur kuno, yang bila dibersihkan dan dirawat dengan baik, akan menjadi daerah tujuan wisata yang digemari. Di kota Mataram (yang sudah menjadi satu kesatuan dengan kota Ampenan dan kota Cakranegara) kita bisa wisata kuliner, dengan makan makanan Lombok yang ciri khasnya adalah pedas. Di Jakarta kita sering melihat rumah makan Taliwang, yang ternyata Taliwang adalah nama suatu daerah, yang awalnya banyak penjual makanan khas Lombok di daerah ini. Makanan khas Lombok, antara lain: Plecing kangkung, ayam plecingan, ayam julat (ayam yang bumbunya pedas sekali), sambel beberok. Plecing ternyata merupakan nama masakan, sehingga dikenal masakan kangkung yang diberi /dimasak bumbu plecing, ayam yang dimasak plecing (ayam diberi bumbu pedas, didiamkan, dibakar/digoreng, kemudian diberi bumbu pedas lagi). Sambel beberok adalah sambel yang dibuat dari irisan terong ungu, irisan bawang merah, irisan tomat dan cabe, disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya. Minuman yang khas adalah kelapa madu, terdiri dari air kepala muda, dan kelapa mudanya di suwir-suwir serta diberi madu…ehhm…sedaaap. Untuk membeli oleh-oleh kain tenun khas Lombok, bisa di Cilinaya Shopping Centre.

12. Cakranegara
Merupakan kota bisnis, terdapat pasar pertanian, pasar burung, dan mata air Mayura serta pura Meru, pura terbesar di Lombok. Cakranegara konon dulunya merupakan bekas kerajaan, namun bekas kerajaan (situs) sudah tak bisa dikenali. Jika ingin oleh-oleh makanan, maka bisa membeli kaki ayam goreng, telur asin dan berbagai manisan dari rumput laut.

13. Taman Nasional Gunung Rinjani
Salah satu daya tarik wisata di lombok adalah Taman Nasional Gunung Rinjan yg ketinggiannya adalah yg kedua setelah gunung Kerinci di Sumatra, Gunung ini tingginya 3.726 Dpl dan memberikan daya pesona pemandangan gunung yg sangat indah dan diyakini sebagai gunung berapi terindah di dunia karena telah mendapat penghargaan dari mancanegara
Pendakian bisa di lakukan dari beberapa jalur yaitu :

  • Pintu Senaru
  • Pintu Sembalun
  • Pintu Torean
  • Pintu Timbanuh
  • Pintu Benang Stokel

Referensi: http://edratna.wordpress.com

Gunung Rinjani Destinasi Liburan Petualang Sejati

Wisata petualangan atau minat khusus menjadi pilihan utama akhir-akhir ini. Tetapi ketika tiba waktunya liburan, kadang bingung untuk menentukan pilihan. Kegiatan biasanya jatuh pada hiking atau mendaki gunung.

Salah satu gunung berapi di Indonesia yang menjadi langganan wisatawan mancanegara untuk berpetualang adalah Gunung Rinjani. Setiap tahun, tercatat ribuan para pendaki lokal maupun internasional menikmati alam menuju puncak Rinjani yang berketinggian 3.726 m dpl (di atas permukaan laut).

Taman nasional yang terletak di sebelah utara Lombok, Nusa Tenggara Barat ini merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia. Dua di atasnya adalah Pegunungan Jayawijaya di Papua dan Gunung Kerinci di Sumatera.

Gunung inilah satu-satunya yang memiliki paket wisata petualang terbanyak. Dari mulai dua hari satu malam hingga seminggu, mengeksplorasi keindahan setiap sudut Rinjani ditawarkan oleh beberapa operator wisata di sana.

Berbagai fasilitas yang memudahkan wisatawan untuk mendaki telah disediakan, seperti perlengkapan pendakian berupa tenda, sleeping bag, maupun makanan selama pendakian plus juru masak yang sekaligus menjadi guide (pemandu) dan beberapa porter (tenaga angkut).

Jika Anda memilih salah satu paket wisata yang ditawarkan. Maka, sesampainya di Bandara Selaparang Lombok, yang harus Anda lakukan hanya duduk manis menunggu jemputan. Atau langsung menuju hotel dan akan dijemput di tempat Anda menginap. Selanjutnya operator wisata Anda akan mengantar hingga ke puncak Rinjani atau sesuai dengan paket wisata yang Anda pesan.

Namun jika Anda petualang sejati, pilihlah Jalur Sembalun -disarankan untuk para pendaki pemula-, jalur yang ramai dilalui. Untuk mencapai pos awal pendakian di jalur ini relatif murah dan mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Dari gerbang pelabuhan laut Lembar, perjalanan dilanjutkan menuju terminal bus di Kota Mataram. Di terminal tersedia kendaraan minibus jurusan Mataram-Aikmel dengan waktu sekitar satu jam perjalanan. Di Aikmel, para petualang juga telah ditunggu kendaraan yang langsung menuju pos pendakian Sembalun Lawang.

Selama menempuh perjalanan ke Sembalun Lawang, kita disambut dengan hutan tropis ditambah atraksi monyet liar di pinggiran jalan. Hamparan perkebunan kol, cabai dan bawang terbentang luas. Tersaji pula pemandangan ngarai hijau mempesona yang dihuni suku Sasak tradisional, suku asli Pulau Lombok.

Belum melakukan pendakian sudah disuguhkan dengan panaroma alam yang melegakan kepala. Sepintas terbayang bagaimana keindahan jalur yang akan kami lalui dan Puncak Rinjani yang sebelumnya kami lihat dari foto-foto melalui Internet.

Setiba di pos pendakian Sembalun Lawang, para pendaki wajib mendaftarkan diri. Sebelum keberangkatan, petugas jagawana memberikan pesan agar menjaga kebersihan dan menghormati adat istiadat penduduk setempat. Tak lupa diterangkan pula lokasi mata air yang tersembunyi.

Bagi yang membutuhkan, disinilah tersedia jasa guide atau porter, yang dilengkapi penyewaan peralatan serta perbekalan standar pendakian gunung. Pengelolaan jasa wisata yang melibatkan suku Sasak ini, menerapkan tarif berbeda bagi wisatawan asing dan wisatawan lokal.

Rute yang dilalui adalah gerbang Sembalun Lawang – Pelawangan Sembalun – Puncak Rinjani, memakan waktu 9 sampai 10 jam. Tantangan pertama jalur ini begitu dramatis dan mengesankan, trail wisata pendakian merupakan Padang Savana dan punggung gunung berliku dengan jurang di kanan dan kiri.

Padang Savana yang luas dan berbukit-bukit merupakan karakteristik alam yang memberikan pengalaman baru bagi para petualang yang biasa mendaki pegunungan di tanah Jawa. Biasanya pegunungan di Jawa lebih banyak menyuguhkan hutan homogen dan heterogen.

Tanah tandus berdebu diselimuti cuaca yang menyengat membuat stamina cepat terkuras. Sejauh mata memandang, hanya beberapa tempat terhampar rumput ilalang lebat sebagai habitat bagi lembu-lembu gembala. Di tempat tertentu terdapat pos khusus yang bisa digunakan berkemah dengan mata air dan toilet darurat.

Sehabis Padang Sabana, trek selanjutnya terasa semakin berat. Tanjakan terjal dengan jurang menganga mulai menghiasi pendakian di antara rimbunan hutan heterogen. Taman Nasional Gunung Rinjani relatif aman dari ancaman binatang buas. Hanya ada burung, monyet yang bergelantungan, dan ayam hutan yang acapkali kita jumpai di hutan.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam, sampailah di pelawangan (punggungan gunung) Sembalun Lawang. Lokasi yang ditumbuhi cemara gunung (Casuarina junghuniana) ini merupakan pos pendakian terakhir sebelum menuju puncak.

Pelawangan Sembalun Lawang terletak tepat di lereng penyangga Danau Segara Anakan. Sambil istirahat dan mengeluarkan segala perbekalan yang ada (menyiapkan makanan dan membuka tenda), kita bisa sepuasnya menyaksikan keeksotisan danau raksasa yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani yang terjadi secara berkala sejak 1847, dan terakhir meletus pada 2004.

Harus waspada terhadap cuaca, di ketinggian ini sangat mudah berubah. Serbuan halimun yang dingin bisa tiba-tiba menggantikan cuaca panas menyengat. Tak jarang angin badai mampu merobek bahkan melayangkan tenda ke udara. Namun, pesona sunrise dan sunset menjadi momen yang tak terlupakan seumur hidup di titik ini.

Setelah cuaca menjadi tenang dan istirahat dirasa cukup, kemudian ada dua pilihan; melanjutkan petualangan menuju puncak atau langsung turun ke Danau Segara Anakan. Pertimbangannya, trek perjalanan menuju puncak amat berat dan cukup berbahaya. Medan berpasir, kawah, dan jurang yang terlihat tanpa dasar, akan memaksa adrenalin dalam diri meningkat selama 3-5 jam perjalanan.

Sementara medan perjalanan menuju Danau Segara Anakan tak kalah menegangkan. Para pendaki harus lincah menuruni lereng cadas dengan kemiringan berkisar 40-80 derajat. Harus waspada terhadap ancaman reruntuhan batuan yang dapat membahayakan jiwa pendaki.

Namun demikian, kedua tantangan tersebut tentunya akan memberikan imbalan yang setimpal. Sebagai petualang sejati tentunya tidak akan melewatkan kesempatan menaklukkan puncak Rinjani yang dengan istilah tinggal sejengkal itu.

Kebanyakan, pendaki naik ke puncak terlebih dahulu pada dini hari untuk menyaksikan sunrise dari tempat tertingi di Pulau Lombok. Setelahnya barulah menuruni secara perlahan menuju Danau Segara Anakan. Kedua pilihan itu kami ambil berikut dengan risikonya yang harus kami tanggung sendiri.

Akhirnya dengan kemurahan Sang Pencipta, kami selamat sampai di tempat terindah, Danau Segara Anakan. Untuk melemaskan otot yang tegang, para pendaki biasanya berendam air panas seharian di beberapa kolam belerang alami, dan menjadi tontonan bagi puluhan monyet liar bertaring tajam.

Kemenangan liburan ini kami rayakan dengan membakar ikan di pinggir danau. Ikan mas, mujair, dan harper yang berukuran besar berkembang biak dengan pesat di danau ini. Bila kurang ahli memancing atau sedang apes, bisa membeli ikan dari pemancing lokal yang sering muncul di musim liburan.

Di seberang danau terlihat pemandangan gundukan bukit pasir dengan asap putihnya yang berkejaran ke angkasa. Terjadi akibat vulkanik yang terus menerus, sehingga ditengah-tengah kaldera muncul kerucut baru gunung api yang dinamakan Gunung Baru Jari (± 2.376m dpl). Menyaksikan langsung fenomena alam ini sungguh anugerah yang tak terkira.

Etika Pendakian di Gunung Rinjani

1. Pendaki/Pengunjung harus melapor/minta ijin pada Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Jalan Arya Bajar Getas Lingkar Selatan Kota Mataram atau pada Pos Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat dengan membawa/ menunjukkan kartu identitas/KTP serta Surat Keterangan Sehat dari Dokter.

2. Bagi Pendaki/Pengunjung dengan tujuan penelitian, pendidikan dan rombongan harus membawa surat jalan dari organisasi/sekolah/instansi yang bersangkutan.

3. Pendaki disarankan membawa penunjuk jalan yang sudah berpengalaman.

4. Pendaki/Pengunjung hendaknya membawa perlengkapan/perbekalan secukupnya serta membawa kembali sampah dan organik keluar kawasan Taman Nasional.

5. Pendaki/Pengunjung diperbolehkan mendaki pada bulan April s/d November dan disarankan tidak melakukan pendakian pada bulan Desember s/d Maret terkecuali ada izin khusus dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

6. Selama berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani diperhatikan beberapa hal antara lain:
• Dilarang mengambil tumbuhan/binatang/bahan/barang-barang lain dari dalam kawasan.
• Dilarang mencoret-coret/perusakan terhadap pohon/bangunan/batuan yang berada dalam kawasan.
• Mendirikan tenda pada tempat-tempat yang telah ditentukan
• Penggunaan api dibatasi pada tempat-tempat tertentu untuk mencegah terjadinya kebakaran.
• Sebelum meninggalkan Kawasan diwajibkan mengumpulkan sampah dan membawa pulang keluar kawasan TNGR.

7. Setelah Selesai melakukan pendakian agar melapor kembali ke Pos pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat atau Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Sumber: Majalah Travel Club