Dari Masjid ke Masjid dan Makam Banjarmasin – Kalimantan Selatan

Dari latar belakang sejarah, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi ikon pusat penyebaran Islam untuk Pulau Kalimantan. Sehingga sangat lazim, banyak ditemui tempat-tempat (destinasi), bangunan dan tempat ibadah (masjid) tua dan bernilai sejarah tinggi.

Maka Kalsel memiliki beberapa obyek wisata religi yang masih sangat mungkin dikembangkan. Diantaranya Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Masjid dan Makam Sultan Suriansyah, Masjid Al-Karomah Martapura, Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan banyak makam lainnya yang tak pernah sepi dari puluhan ribu peziarah atau pengunjung setiap tahunnya.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin adalah salah satu landmark kota Banjarmasin yang berada di jantung kota. Menempati areal seluas 10.36 hektar menghadap sungai Martapura yang ramai dengan lalu lintas airnya. Bangunan berarsitektur modern dikelilingi oleh lima menara menjulang tinggi serta taman luas nan indah, berlantai dua dapat menampung sekitar 15.000 jamaah.

Sementara Masjid Sultan Suriansyah merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Masjid ini terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Dan jika sempat ziarah ke Martapura, sebaiknya juga menyinggahi Masjid Agung Al-Karomah, Martapura. Masjid ini memiliki kubah yang unik dengan warna-warna dipuncaknya, dan juga dilengkapi dengan satu menara tinggi berarsitektur unik.

Meski sudah tiga kali rehab, namun tetap meninggalkan beberapa komponen bangunan asli dari pembangunan pertama. Empat tiang Ulin yang masih tegak di tengah menjadi penanda bangunan sebagai nilai sejarah. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah. Ke empat tiang bersejarah ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam Masjid.

Selanjutnya, jangan lewatkan pula Makam Ulama Agung Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kalampayan, merupakan destinasi wisata religius yang juga banyak dikunjungi orang.

Makam beliau berlokasi di desa Kalampayan Ulu, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh sekita 60 km dari kota Banjarmasin, sedangkan dari kota Martapura – Ibukota Kabupaten Banjar- hanya kurang lebih 22 menit waktu perjalanan. Kitab/buku karangan beliau yang terkenal adalah Sabilal Muhtadin – sebuah kitab ilmu agama Islam – yang kemudian diabadikan sebagai nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan.

Sumber: Majalah Travel Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.