Desa Tablanusu – Papua Desa Batu Menangis Tempat Matahari Terbenam

Sebagian besar Desa Wisata Tablanusu diselimuti batu koral hitam. Sewaktu berjalan suara batu koral yang terinjak seolah bersuara isak tangis, kemudian desa ini dijuluki dengan nama Desa Batu Menangis. Batu koral hitam telah ada sejak nenek moyang mereka memutuskan menetap di sini.

Nenek moyang masyarakat Tablanusu telah pindah sebanyak dua kali. Awalnya mereka mendiami dua pulau di teluk yang tidak jauh letaknya dari tempat tinggal mereka sekarang. Namun tsunami menyapu daerah tersebut, mereka yang selamat mengungsi ke tempat lebih aman, dan menamakan tempat baru itu dengan Kampung Tua.

Ketika mendiami Kampung Tua mereka menjadi peladang, dengan umbi-umbian dan pisang sebagai tanaman andalan. Karena jumlah penduduk yang terus bertambah, sementara lahan berladang kian terbatas, mereka memutuskan untuk pindah lagi ke perkampungan baru yang kemudian diberi nama Tablanusu (tempat matahari terbenam). Secara otomatis mata pencarian mereka beralih menjadi nelayan.

Sambutan masyarakat begitu hangat dan bersahabat. Mengakrabkan diri dengan warga desa ini sangatlah mudah. Hanya dengan pinang (areca catechu/betel palm), sudah bisa meleburkan diri dengan masyarakat setempat. Sebagaimana masyarakat Papua pada umumnya, masyarakat Tablanusu pun terkenal suka mengkonsumsi pinang.

Acara perhelatan dan upacara khas masyarakat Desa Tablanusu yang bisa disaksikan, misalnya, peringatan hari masuknya Injil ke desa yang diperingati tiap tahun. Pada saat itu, akan ada pawai mengelilingi desa yang diakhiri dengan menggelar misa di gereja mereka.

Ada pula ritual di beberapa lokasi perairan, terutama yang banyak terdapat terumbu karangnya, diruwat setahun atau setiap dua tahun sekali. Untuk memperoleh berkah laut dan sekaligus untuk melestarikan laut, ada dua ritual yaitu ritual Sasi dan ritual Tiyatiki.

Ritual Sasi adalah menancapkan dahan pohon kayu besi pantai (suang teko) di tempat-tempat yang banyak ikannya, terutama di kawasan terumbu karang yang merupakan sarang ikan. Sedangkan ritual Tiyatiki bertujuan melarang menangkap ikan selama beberapa waktu yang telah disepakati.

Rute Panduan dan Fasilitas

Desa Tablanusu terletak di Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Untuk mencapai Desa ini bisa memulai perjalanan dari Kota Jayapura. Dari Kota Jayapura menggunakan bus menuju Kota Sentani yang berjarak sekitar 33 kilometer.

Kemudian lanjutkan dengan naik bus atau mobil carteran menuju Dermaga Depapre dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Berlanjut naik perahu mesin menuju Dermaga Tablanusu sekitar 20 menit.

Setelah itu, perjalanan menuju Desa Wisata Tablanusu dilanjutkan dengan berjalan kaki. Fasilitas; pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, serta suvenir khas masyarakat setempat. Penginapan, sewa rumah penduduk setempat (homestay), atau berkemah di berbagai lokasi desa, seperti di tepi pantai, atau tepi danau.

Sumber: Majalah Travel Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *