Home » Bali

Filosofi Museum Rudana

24 January 2012 Bali 2,960 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

MUSEUM Rudana yang lokasinya tepat di pusat seni Ubud, Bali, memiliki pemandangan sawah yang sejuk, nyaman, serta memberikan kesan yang asri. Museum seni lukis ini berdiri atas prakarsa Presiden RI Soeharto dan sang istri, Tien Soeharto.

Koleksi Museum Rudana terdiri dari lukisan tradisional 108 buah, lukisan modern 216 buah, patung 55 buah, topeng 10 buah, wayang kulit dan dilengkapi juga dengan senjata Nawa Sanga 9 buah.

Pada struktur bangunannya, Museum Rudana mempersembahkan arsitektur asal Bali dengan tiga lantai sesuai dengan filosofi Bali, Tri Angga Yaitu, tiga bagian tubuh manusia yang terdiri dari kepala, badan dan kaki. Hal ini disesuaikan juga dengan Tri Mandala yang merupakan tiga bagian halaman museum, Jeroan, Jaba Tengah dan Jaba Isi.

Lalu juga ada Tri Loka yang merupakan tiga tingkatan alam semesta yaitu Bhur, Bwah, dan Swah. Atau dengan Tri Hita Karana yaitu tingkatan/hubungan manusia hidup di dunia seperti manusia dengan alam (palemahan), manusia dengan manusia (pawongan) dan manusia dengan Tuhan (parahyangan).

Konsep filosofi tersebut erat kaitannya dengan perkembangan seni rupa yang dapat memberikan regenarasi seniman dari zaman ke zaman, layaknya benang emas yang tidak dapat putus.

Museum secara resmi dibuka pada 26 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto yang juga berbarengan dengan memperingati ulang tahun Republik Indonesia ke 50. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri oleh para menteri, seniman beserta masyarakat.

Museum yang berdiri di Jl. Cok Rai Pudak no 44, Kelurahan Paliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, itu beroperasi setiap hari dari Senin hingga Minggu, pukul 08.00-17.00 WITA. Sedangkan pada hari raya atau hari besar lainnya, museum ini tutup.

Untuk harga tiket masuknya, museum ini memasang tarif untuk dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak, Rp 10.000. Bila Anda datang ke Museum Rudana bersama rombongan, pihak pengelola Museum memberikan diskon 50%. (mediaindonesia.com/OL-5)

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Museum Affandi
    [ Thursday, 24 Sep 2009 - 11 : 28 | 0 comments | 5801 views ]
    Museum Affandi Museum Affandi terletak di jalan Solo No 167, tepatnya di tepi barat sungai Gajah Wong. Komplek museum yang menempati tanah seluas 3.500 meter persegi terdiri dari bangunan museum dan bangunan rumah yang dahulu merupakan rumah tempat tinggal pelukis...
  • Mengunjungi Museum Bagi Pecinta Seni Lukis
    [ Friday, 30 Dec 2011 - 9 : 54 | 0 comments | 2677 views ]
    BAGI Anda pecinta seni lukis, mungkin tak asing dengan nama Affandi, seorang maestro lukis yang kerap mengadakan pameran lukisan ke berbagai penjuru dunia dan karyanya sering menerima berbagai penghargaan. Bila ingin melihat sejumlah koleksi lukisannya, Anda bisa mengunjungi Museum Affandi yang...
  • Menjelajah Bali Melalui Lukisan
    [ Sunday, 5 Apr 2009 - 7 : 05 | 0 comments | 11158 views ]
    Lukisan "Belajar Menari" karya I Gusti Nyoman Lempad. Lukisan "Belajar Menari" karya I Gusti Nyoman Lempad. Lukisan Belajar Menari (Dance Lesson) itu sangat mudah dikenali sebagai karya I Gusti Nyoman Lempad. Seperti sebagian besar karya Lempad yang lain, lukisan figuratif yang menggambarkan orang-orang sedang belajar menari itu dibuat dengan...
  • Museum Tekstil
    [ Wednesday, 25 Mar 2009 - 14 : 27 | 1 comments | 10816 views ]
    museum-tekstil Museum yang terletak di Jl. K.S. Tubun No. 4 dan dibangun pada abad 19 ini semula merupakan rumah tinggal bangsawan Perancis. Setelah beberapa kali berpindah kepemilikan dan fungsinya, pada tahun 1975 diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta yang selanjutnya dijadikan Museum...
  • Museum Seni Rupa dan Keramik Selami Sejarah Seni Rupa Indonesia
    [ Tuesday, 2 Mar 2010 - 7 : 41 | 0 comments | 4036 views ]
    Bangunan kuno bergaya Yunani dengan deretan pilar besar bercat putih, berdiri kokoh menyambut pengunjung yang bertandang. Inilah suasana Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, bukan salah satu gedung di Eropa. Sejak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan tahun 2010 menjadi Tahun Kunjung...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (5)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>