Gerbang Nusantara, Taman Resto dan Rekreasi di Cibubur

FOTO-FOTO: UTUN L KARTAKUSUMAH

SAUNG – Beberapa saung disediakan untuk menikmati hidangan bersama keluarga atau rekan. Pemandangan alam dari saung ini cukup meningkatkan selera makan.

Jambore Nasional tahun 1973 yang diselenggarakan di Cibubur Jakarta membawa berkah tersendiri bagi pekembangan kawasan Cibubur Jakarta Timur. Sejak itu Cibubur dikenal dengan Bumi Perkemahan (camping ground) dan menjadi pusat kegiatan Pramuka maupun organisasi kepemudaan lainnya pada tingkat nasional. Bukan hanya untuk kegiatan Pramuka, kegiatan organisasi lain juga menggunakan fasilitas yang ada di Bumi Perkemahan ini.

Kawasan ini kemudian berkembang. Pelbagai kawasan permukiman baik kelas sedang ke bawah sampai ke atas dibangun di sini. Demikian pula tempat-tempat perbelanjaan berkembang di sini. Apalagi untuk menuju Taman Buah Mekarsari, dari Jakarta, yang paling mudah tentu melewati kawasan Cibubur.

Coba, kalau Jonggol yang jaraknya sekitar 20 km dari pintu tol Cibubur menjadi kota pusat perkantoran, tentu Cibubur berkembang lebih pesat lagi. Sayang, rencana ini dibatalkan akibat krisis ekonomi tahun 1997 yang dilanjutkan reformasi. Saat ini secara administratif, kawasan Cibubur selain masuk Jakarta Timur (Provinsi DKI Jakarta Raya), juga sebagian masuk ke Pemerintah Kabupaten Bekasi (Provisi Jawa Barat) dan sebagian masuk di Pemerintah Kota Depok (Provinsi Jawa Barat).

Pelbagai resto juga tersebar di kawasan ini. Tempat rekreasi juga bukan hanya di kawasan Bumi Perkemahan, melainkan juga di tempat lain. Bahkan satu kawasan permukiman sering menyelenggarakan acara-acara hiburan. Di samping untuk rekreasi keluarga, juga untuk mempromosikan rumah di kawasan tersebut.

Gunawan, seorang pengusaha di bidang restoran mencoba menangkap suasana di kawasan Cibubur untuk mendirikan sebuah resto yang dipadukan dengan taman rekreasi. Idenya ini bukan muncul begitu saja. Ia melihat beberapa resto dengan suasana alam yang nyaman di berbagai tempat. ” Di Jawa, tempat semacam ini banyak sekali. Tetapi saya akan menciptakan yang agak berbeda” kata Gunawan.

Gunawan menamakan resto dan taman rekreasi ini “Gerbang Nusantara” yang akan dibuka Sabtu 16 April 2005. Letaknya di Jl. Alternatif Cibubur, sekitar 3 km dari Pintu tol Cibubur menuju ke Mekasrsari. Sangat mudah mencapai tempat ini karena di pinggir jalan besar. Sebelah kiri bila dari Pintu Tol menuju ke Mekasarsari.

Dinamakan Gerbang Nusantara karena di resto ini bakal tersedia hidangan nusantara. Karena lokasinya di Jakarta dan Jawa Barat, tentu masakan nusantara yang utama ialah ala kuring atau Sunda. Ikan air tawar bisa dipancing di kolam yang telah disediakan. Ada empat kolam ikan ialah masing-masing untuk ikan patin, ikan mas, ikan nila dan ikan gurame.

Para pengunjung bisa memancaing ikan tersebut yang fasilitas pemancingannya telah disediakan. Setelah mendapatkan ikan maka ditimbang untuk ditentukan harganya. Terserah mau di masak apa. Telah tersedia juru masak untuk mengolah ikan sesuai permintaan pengunjung. Menikmati ikan hasil pancingan sendiri ini bisa di saung-saung (pondok-pondok atau gazebo) yang telah disediakan. Selain ikan air tawar, juga disediakan ikan laut (seafood) seperti bawal, kerapu, bandeng, udang, cumi-cumi, baronang.

Hidangan ala kuring, biasanya dilengkapi dengan nasi timbel wangi. Lengkap dengan lauk dan sayur asemnya. Seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, lalapan. Masih ditambah lagi dengan karedok atau gado-gado. Hidangan nasi lain juga disediakan seperti nasi goreng Gerbang Nusantara, nasi goreng kambing, nasi goreng hidangan laut, nasi goreng ayam.

PERAHU BEBEK – Sungai Sunter membelah lokasi Gerbang Nusantara. Sungai ini dimanfaatkan untuk rekreasi perahu bebek menggunakan mesin.

Hidangan Berkuah

Hidangan berkuah seperti sop buntut, kambing, konro juga ada sop ikan patin. Sop ikan patin ini jarang ada di pelbagai resto di Jakarta. Di Palembang, sop ikan patin ini sudah biasa. Sedangkan di Jawa Barat, sop ikan mas, ikan gurame juga sudah biasa. Yang belum banyak dikenal ialah sop ikan patin.

Masih ada sop lain yang sebetulnya ke arah hidangan Cina (Chinesefood) seperti sop asparagus kepiting/ayam, sup jagung kepiting/ayam. Sup ayam dengan sayuran.

Selain itu bisa dicoba sup ala Thailand – tom yam kung. Sop Thailand mulai digemari di Indonesia. Rasanya pedas, panas. Maklum bumbunya ialah cabe, jahe, bawang putih, sereh. Kemudian ada jamur, wortel.udang, cumi-cumi. Ada pula yang menambah dengan daging sapi, daging ayam atau ati ampela ayam. Disantap dalam keadaan panas. Cocok sekali bagi yang sedang flu atau masuk angin. Pasti keluar keringat dan lekas sembuh. Saat ini sop ala Thailand sangat digemari masyarakat Kuala Lumpur. Ada satu jalan di Kampung Baru yang sepanjang jalan itu terdapat resto Tom Yam Kung. Tinggal pilih mana yang paling enak. Bukanya sore hingga malam hari.Halal.

Hidangan berkuah lainnya ialah gulai kepala kakap, gulai kambing, gulai ayam padang. Ada pula gulai gazebo yang jarang kita dengar. Gulai gazebo ini berupa potongan daging iga sapi bergajih/berlemak dengan santan berkuah dan aroma khas daerah padang. Hidangan kuah khas Jawa Timur seperti rawon juga ada. Rawon bumbu utamanya adalah kluwak yang menjadikan warna kuahnya hitam sehingga orang-orang barat yang gemar menyantap rawon menyebut sebagai soup hitam (black soup).Tak ketinggalan soto khas daerah seperti soto Madura, Soto Bandung, Soto Betawi.

Walaupun namanya Gerbang Nusantara, ternyata tidak hanya menyediakan hidangan nusantara dari wilayah Indonesia. Lokasi ini disiapkan juga bagi mereka yang menghendaki hidangan internasional. Tentunya juga untuk menarik turis asing datang ke lokasi ini. Apalagi lokasi ini mampu menampung untuk parkir 100 mobil dan 500 tamu sekaligus. Disediakan pula ruangan VIP, ruangan karaoke bersama dalam bentuk hol.

Oleh karena itu di lokasi ini disediakan hidangan oriental atau hidangan Cina (Chinese food). Yang saat ini sedang digemari ialah sapi lada hitam, sapi cah kailan, baby kailan seafood, cah brokoli, cah baby buncis, toge ikan asin, angsio tahu, mun tahu. Walaupun hidangan Cina, namun semuanya halal. “Kita tidak menjual daging yang tidak bisa dimakan oleh semua pengunjung khususnya pengunjung Indonesia, kata Gunawan.

Untuk hidangan Jepang, disediakan tempat khusus dengan meja dan kompor seperti untuk shabu-shabu, teppanyaki.Tersedia pula menu alacarte Jepang seperti tempura, yakiniku.

Bagi yang gemar hidangan barat, disediakan berbagai macam steik seperti tenderloin, sirloin, chicken barbeque, chicken schizel with orange sc, strip stick chichken barbeque.

PATUNG BONEKA – Patung boneka seperti dalam dongeng-dongeng kuno di Eropa menarik anak-anak.

Taman Rekreasi

Sebagai taman rekreasi, Gerbang Nusantara dilengkapi fasilitas rekreasi. Lahan yang digunakan luasnya 1,1 hektare dibelah oleh Sungai Sunter. Air sungai ini dimanfaatkan untuk menimbulkan suara gemercik. Air sungai juga dialirkan untuk kolam ikan pemancingan maupun kolam ikan hias setelah melalui proses penyaringan. Juga digunakan untuk rekreasi anak-anak dengan menaiki perahu bebek yang digerakkan oleh mesin.

Di malam hari, di tepi sungai dipasangi obor sehingga suasananya semakin asri alami. Seperti resto Kampung Daun di Bandung. Tidak perlu khawatir tanah di sekitar sungai ini akan longsor. Sejumlah bronjong dari batu telah dibuat untuk menahan aliran sungai bila hujan atau aliran sungai bertambah deras.

Di atas kolam ikan, dibikin saung untuk menikmati hidangan. Saungnya cukup besar sehingga cocok untuk makan sekeluarga atau rombongan. Sekeliling saung dibuat tempat rekreasi untuk anak-anak seperti patung-patung, permainan ketangkasan dengan bentuk patung binatang purba. Ada pula ayunan, arena mobil-mobilan, balap mobil tamiya.

Di lokasi ini juga disediakan tempat yang cukup luas bagi yang ingin menikmati hidangan bakar-bakaran seperti kambing guling, barbeque. Cocok untuk pesta keluarga atau arisan. Bahkan juga pesta perkawinan.

Untuk pesta perkawinan selain di tempat terbuka, disediakan pula gedung yang mampu menampung 250 orang di tingkat bawah. Padahal ruangan besar ini dua lantai sehinggga paling tidak mampu menampung 400 orang. Terdapat pula ruang VIP untuk rapat-rapat atau pertemuan yang sifatnya tertutup. Demikian pula tersedia ruangan besar untuk karaoke.

Ada pula ruangan terbuka lain yang cukup panggung hiburan. Tersedia pula kios-kios yang menjual barang-barang kerajinan untuk cenderamata atau peralatan dapur/rumah tangga atau juga untuk hiasa di rumah. Tak ketinggalan pula menjual makanan-makanan/cemilan seperti dodol, kerupuk.

Bagi yang ingin membawa kue-kue atau makanan kecil, juga ada kios yang menyediakan hal itu. Di tempat ini pula ada disediakan dapur untuk membuat aneka roti sehingga pengunjung bisa melihat sendiri proses pembuatan roti.

Soal harga makanan? Gunawan mengatakan pasti terjangkau. Tinggal memilih makanan yang harganya disesuaikan dengan koceknya masing-masing. Yang terang masuk ke tempat ini dan parkirnya tidak pungut bayaran. Bagi yang ingin menikmati fasilitas rekreasi saja tanpa harus makan, silakan saja. Kalau hanya ingin minum cendol, es krim makanan kecil, disediakan gerai-gerai khusus.

Yang terang sebagai tempat rekreasi dan makan, Gerbang Nusantara merupakan salah satu pilihan keluarga untuk makan dan berkreasi dalam rangka meningkatkan hubungan yang harmonis dalam keluarga.

PEMBARUAN/ROSO SETYONO