Home » Bali

Makam Sunan Mumbul Karangasem

23 August 2011 Bali 4,232 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

Kendati kita ketahui mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, namun Islam pernah berpijak dan meninggalkan beberapa lembaran sejarah di sini. Maka Bali sebagai destinasi wisata favorit ternyata juga menawarkan wisata religi Islam yang laik untuk dikunjungi.

Islam telah masuk ke Pulau Bali sejak zaman Kerajaan Gel-Gel Klungkung, sekitar abad ke-16 Masehi. Peranan ulama dan saudagar muslim yang datang ke Bali waktu itu sangat besar terhadap kerajaan yang berkuasa di Bali saat dilanda peperangan. Bahkan menempati posisi penting sebagai penerjemah, patih, dan kerabat istana. Sehingga banyak peninggalan bersejarah Islam yang terekam pada situs-situs, dan sampai kini masih tersimpan dan terjaga dengan baik di sekitaran Pulau Bali.

Ziarah Islami di Bali seperti perjalanan napak tilas mencari jejak-jejak penyebar Islam di masa lampau. Kita tidak hanya sekedar mengunjungi makam para ulama (Di Bali terkenal dengan nama ziarah wali pitu atau tujuh), lalu berdoa. Melainkan menikmati indahnya suasana damai dan kekerabatan antara Islam dan Hindu di beberapa kampung Islam, mengetahui sejarah Islam lewat benteng-benteng Islam di Bali Timur dan masjid-masjid tua di Kota Singaraja.

Indahnya Islam di Pulau Dewata juga menyatu dengan keindahan sebuah destinasi. Cobalah ziarahi Makam Sunan Mumbul yang terletak di sebelah Istana Taman Air Ujung tepat dibibir pantai. Ini seperti bukan sebuah ziarah, tapi sebuah perjalanan wisata yang mengilhami jiwa untuk selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. Keindahan sempurna tempat peristirahatan abadi.

Makam Sunan Mumbul pun tak terlepas dari cerita sejarah kerajaan yang ada di Bali. Sunan Mumbul merupakan nama yang diambil dari seorang putra mahkota Kerajaan Pejanggik, Mataram-Lombok sekitar abad ke-17 Masehi. Sementara, nama sebenarnya adalah Raden Datu Mas Pakel.

Alkisah Kerajaan Pejanggik akhirnya runtuh akibat serangan Kerajaan Karangasem Bali, dan Mas Pakel turut diboyong ke Bali. Raja Karang Asem mempercayakan Mas Pakel menjadi orang dalam istana dan memperkuat Kerajaan Karangasem. Istana Taman Ujung dibangun Raja Karangasem dengan bantuan Mas Pakel sebagai tempat istirahat dan bersantai Keluarga Raja, sekaligus menjadi basis pengintaian terhadap masuknya kapal-kapal musuh dari Bali Timur.

Di komplek istana yang berada di Karangasem ini terdapat sumur buatan Sunan Mumbul yang dipercaya warga memiliki khasiat. Benar atau tidaknya kabar khasiat itu, hanya Anda yang bisa menjawab dengan berwisata secara Islami di Pulau Bali. Di samping Sunan Mumbul, tentunya masih banyak jejak-jejak Islam yang bisa Anda telusuri.

Sumber: Majalah Travel Club

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Makam Imogiri
    [ Thursday, 24 Sep 2009 - 13 : 57 | 1 comments | 7651 views ]
    Makam Imogiri Makam Imogiri sebenarnya Makam Hastarengga, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam Kotagede. Di Makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang memerintah Kerajaan mataram sepeningga Panembahan Senopati, terutama putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun di atas...
  • Museum Mulawarman
    [ Saturday, 18 Sep 2010 - 6 : 21 | 0 comments | 3154 views ]
    Bangunan yang sekarang menjadi Museum Mulawarman dulunya adalah istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Istana ini dibangun pada 1963 sebagai pengganti istana sebelumnya yang terbakar. Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri sejak awal abad ke-13 dengan Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325) sebagai raja...
  • Mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati
    [ Monday, 23 Mar 2009 - 11 : 17 | 0 comments | 17528 views ]
    Makam Sunan Gunung Jati Makam Sunan Gunung Jati Dalam perjalanan kali ini saya akan mengajak Anda menjelajahi Kota Cirebon. Kota yang berada diperbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah ini memiliki beberapa objek wisata yang cukup menarik, antara lain Makam Sunan Gunung Jati dan galeri...
  • Masjid Baiturrahman dan Makam Bertuliskan Ayat Al Quran
    [ Thursday, 8 Sep 2011 - 16 : 43 | 0 comments | 3884 views ]
    Destinasi wisata religi dalam Jelajah Utama kali ini berakhir di Aceh. Sebagai pusat dari segala pusatnya penyebaran Islam di Nusantara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mempunyai nilai historis budaya dan religius yang sangat kuat dan harus menjadi perhatian semua pihak. Sebagaimana dalam...
  • Makam Kota Gede
    [ Thursday, 24 Sep 2009 - 13 : 07 | 0 comments | 7369 views ]
    Makam Kotagede Kunjungan ke Makam Kota Gede merupakan perjalanan Wisata ziarah yang masih berkaitan dengan kunjungan ke obyek-obyek wisata di lingkungan Kraton Yogyakarta. Sebenarnya makam ini bernama Makam Sapto Renggo, namun umumnya asyarakat Yogyakarta menyebut sebagai makam Kota Gede, sesuai dengan nama...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (25)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>