Home » DI Yogyakarta

Mengagumi Tiga Upacara Adat

21 August 2010 DI Yogyakarta 6,458 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

Upacara Saparan Wonolelo, Merti Bumi Tunggularum, dan Saparan Bekakak menjadi suguhan wisata menarik dari Yogyakarta.

Mengawali 2010 ini, di Sleman, Yogyakarta digelar tiga upacara adat yang merupakan kegiatan budaya yang dinanti-nanti dan menjadi kalender pariwisata yang menarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, merupakan upacara adat pertama, dilangsungkan pada 8-23 Januari 2010 di Pondok Wonolelo Wedomartani Ngemplak, Sleman. Puncak acara dilaksanakan pada Kamis, 21 Januari 2010 pukul 19.30 WIB.

Dalam acara ini, ditampilkan tarian Gambyong, pembacaan singkat perjuangan Ki Ageng Wonolelo, pertunjukan fragmen dengan lakon “Tumetesing Embun Ing Lemah Cengkar” penyerahan “Obor Suci” oleh sesepuh Trah kepada Bregada Kira.

Setelah Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo kemudian dilakukan tahlil dan doa bersama, kemudian dilanjutkan oleh perebutan gunungan apem seberat satu ton oleh para pengunjung.

Upacara kedua adalah Upacara Adat Merti Bumi Tunggularum yang diselenggarakan pada 21 – 24 Januari 2010 di desa Wonokerto, Turi. Merti Bumi diadakan sebagai wujud rasa syukur, meningkat kelestarian lingkungan, dan mempertahankan seni tradisi budaya.

Puncak acara ini diawali dengan pentas kubrosiswo yang dilanjutkan dengan prosesi upacara adat berupa kesenian Gejog Lesung, tarian persembahan, kirab gunungan salak Gung Rinenggo diikuti Bregada Pager Bumi, dan ditutup dengan pementasan Jathilan.

Terakhir, Upacara Adat Saparan Bekakak yang dilaksanakan Jumat, 29 Januari 2010 di Ambarketawang, Gamping. Tahun ini, Upacara Adat Saparan Bekakak dikemas dengan nuansa tradisional modern dengan melibatkan bebagai komunitas, seperti komunitas vespa, jeep, mobil wills, sepeda onthel, selain penampilan bergada-bergada prajurit dan kesenian tradisional khas lainnya.

Sebuah pertunjukan adat yang sarat nila-nilai dan filosofi. Sebuah kekayaan negeri ini yang tak ada tandingnya.

Sumber: Majalah Travel Club

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Makam Ki Ageng Pandanaran
    [ Friday, 13 Mar 2009 - 22 : 54 | 0 comments | 5045 views ]
    makam-ki-ageng-pandanaran Ki Ageng Pandanaran adalah Adipati Semarang yang pertama dan tanggal diangkatnya beliau sebagai adipati dijadikan hari jadi Kota Semarang. Dengan demikian beliau dianggap sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang. Ki Ageng Pandan Arang atau Pandanaran meninggal pada tahun 1496 . Tempat ini banyak dikunjungi...
  • Desa Wisata Wangunharja – Begitu Kental Ritual Tradisional
    [ Wednesday, 15 Jun 2011 - 7 : 52 | 0 comments | 3117 views ]
    Pilihan wisata pedesaan Sunda juga bisa saksikan di Desa Wisata Wangunharja di Kabupaten Subang. Terdapat empat desa yang masuk dalam kawasan ini meliputi Desa Sanca, Cibitung, Cibadak, dan Cibeusi. Kehidupan masyarakat yang bersahaja dengan adat istiadat tradisional yang tetap terjaga, ditunjang...
  • Upacara Pascapanen Dayak Wehea yang Penuh Makna
    [ Friday, 19 Oct 2007 - 20 : 10 | 0 comments | 2835 views ]
    Embos Min, upacara yang dipimpin sesepuh adat. Menarik, bila Anda berkesempatan mengunjungi masyarakat adat Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Di tempat ini, kabarnya kita bisa melihat upacara adat yang cukup menarik dan penuh makna, yang hingga kini...
  • Suran, Tempat Semedi Kyai Ageng Gribig di Klaten
    [ Wednesday, 22 Feb 2012 - 7 : 01 | 0 comments | 2469 views ]
    BUKAN cuma candi yang tersebar di Klaten. Di Kalurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom pun terdapat tempat sujud dan semedi Kyai Ageng Gribig sebelum ada masjid, yakni Gua Suran. Gua berbentuk huruf L ini memiliki kedalaman sekitar 4 m dan di sampingnya adalah...
  • Perang Suku Dayak Laluhan
    [ Sunday, 4 Apr 2010 - 14 : 23 | 0 comments | 3958 views ]
    Sebuah upacara adat suku dayak yang bertemakan peperangan, bernama laluhan, minggu kemarin digelar di perairan Sungai Kapuas,Kalimantan Tengah. Sejumalh warga dan wisatawan antusias mengikuti upacara langka yang sudah berusia ratusan tahun ini. Inilah suasana pelaksanaan upacara adat bertemakan peperangan suku dayak...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (32)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>