Monumen Kapal Selam

monumen-kapal-selam-surabayNenek moyangku orang pelaut..

Petikan syair di atas merupakan sebait lirik lagu yang sering terdengar atau terkadang kita nyanyikan. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa bahari. Untuk mengenang dan menjaga warisan bangsa serta menambah obyek wisata yang juga dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang salah satu armada TNI Angkatan Laut (AL), tepat tanggal 1 Juli 1995 dengan diletakkannya batu pertama pondasi monumen oleh Gubernur Jawa Timur Basofi Soedirman didampingi oleh Pangarmatim Laksda TNI Gofar Soewarno merupakan awal dibangunnya monumen kapal selam KRI Pasopati dengan nomor lambung 410.

Kapal selam KRI Pasopati 410 salah satu kapal selam TNI AL dari satuan Kapal Selam Armada RI kawasan Timur. KRI Pasopati termasuk jenis SS type whisky class di buat di Vladi Rusia tahun 1952. Masuk jajaran TNI AL (Satselarmatim) tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan “silent raids”. KRI Pasopati juga berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut yurisdiksi nasional, misalnya dalam operasi Trikora. KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan, memberi tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan, sehingga Irian Barat/Jaya [sekarang Propinsi Papua], dapat kembali ke dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah dilaksanakan. Diantaranya empat belas Komandan berpangkat Perwira menengah telah memimpin KRI Pasopati. Komandan Pertama Mayor Laut (P) Yasin Sidirjo, dan Komandan Terakhir Mayor Laut (P) Imam Zaki. KRI Pasopati dinonaktifkan dari jajaran TNI AL pada tgl 25 Januari 1990 ditandai dengan penurunan “Ular-ular Perang” dalam suatu upacara militer di Ujung Surabaya.

Adapun spesifikasi KRI Pasopati sebagai berikut :
Panjang : 76,6 meter
Lebar : 6, 3 meter
Kecepatan : 18,3 knots di atas air
13,5 knots di bawah air
Berat penuh : 1.300 ton
Berat kosong : 1.050 ton
Jarak jelajah : 8.500 mil laut
Bahan bakar : Solar
Batere : 224 buah
Persenjataan : Torpedo steam 12 buah
Panjang torpedo : 7 meter
Peluncur torpedo : 6 buah
Awak kapal : 63 orang beserta perwira
Jumlah Ruang : 7 ruang utama yaitu :

1. Ruang torpedo haluan, dilengkapi 4 peluncur torpedo, tempat penyimpanan torpedo cadangan dan tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK). Di bawah geladak terdapat dome sonar.
2. Ruang Lounge Perwira, sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere
group I.
3. Ruang PIT (Pusat Informasi Tempur), tempat pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur dilaksanakan. Di bawah geladak terdapat gudang penyimpanan makanan.
4. Ruang Longue Bintara/Tamtama dan dapur. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere group II.
5. Ruang tempat motor diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya.
6. Ruang tempat motor listrik penggerak kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya.
7. Ruang torpedo buritan, terdapat 2 peluncur torpedo yang berfungsi menyerang atau menghindar.

Dengan spesifikasi seperti tersebut diatas maka PT. PAL Surabaya harus membagi kapal tersebut menjadi 16 blok. Hal ini untuk memudahkan proses pemindahan kapal selam dari PT.PAL yang berada di daerah Tanjung Perak ke jalan Pemuda 39. Kemudian dirakit kembali diatas pondasi yang telah disiapkan sehingga menjadi seperti bentuk semula KRI Pasopati 410 seperti pada saat masih aktif digunakan. Proses penyelesaian kapal selam ini memakan waktu 3 tahun. Tepatnya tanggal 27 Juni 1998 kapal selam ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Arief Kushariadi dan mulai dibuka untuk umum tanggal 15 Juli 1998.

Disekitar monumen kapal selam ini dilengkapi dengan berbagai sarana hiburan, seperti

1. Video Rama merupakan film layar lebar yang dilengkapi sound system double stereo sangat mendukung penayangan film berjudul “Monumen Kapal Selam” dan ” Lebih Mengenal TNI Angkatan Laut”)
2. Life Music, setiap hari Sabtu dan Minggu malam.
3. Wisata air Kalimas, perahu karet, perahu motor, sepeda air, perahu naga dan jet ski (disewakan) setiap Hari Sabtu dan Minggu.
4. Restoran/cafe, dengan tempat duduk yang sangat tepat, sambil anda menikmati hidangan anda dapat menikmati suasana taman atau pemandangan sungai kalimas.

Adapula Taman Swarga Puspitaloka disekitar monumen, yang tertata rapi dengan aneka macam tumbuhan, jogging track, koridor, tempat duduk untuk bersantai, lampu-lampu hias dan bangunan yang serasi. Pada dinding pembatas di sisi barat terdapat sebuah karya seni lukis yang menggambarkan tentang sejarah kekuatan bahari selama 12 abad yang sangat menarik untuk dinikmati. Pelataran di bagian timur monumen terdapat panggung hiburan yang siap dengan berbagai acara menarik untuk dinikmati. Tempat penjualan souvenir dan sarana parkir yang luas.

Jadwal Buka: Senin s/d Jumat pukul 08.00 – 21.00 WIB, Sabtu s/d Minggu pukul 08.00 – 22.00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.