Ini Tugu Khatulistiwa yang Asli, Bukan yang Besar!

Tugu KhatulistiwaPontianak – Banyak wisatawan merasa puas setelah berfoto di depan Tugu Khatulistiwa, Pontianak. Padahal itu hanya monumen. Masuklah ke bagian dalamnya, Anda akan menemukan Tugu Khatulistiwa yang asli dengan ukuran lebih kecil.

Saya tak betah berlama-lama di depan Monumen Tugu Khatulistiwa. Senin (8/4/2012) siang, cuaca di Pontianak panas terik. Para peserta ekspedisi Women Across Borneo sedang beristirahat di bawah pohon-pohon rindang dekat monumen tersebut. Saya pun memanfaatkan waktu dengan berfoto di depan monumen, ala kadarnya, karena tak tahan dengan terik matahari yang membakar.

Namun sosok bapak-bapak di pintu bagian bawah monumen menggubris pandangan saya. Sambil memicingkan mata akibat silau, saya berjalan ke arahnya. Baru sampai pintu masuk saya dikagetkan oleh sosok Tugu Khatulistiwa versi lebih kecil.

“Ini tugu yang asli, Dik. Yang besar itu monumennya,” kata petugas itu. Saya kaget, tak tahu-menahu soal tugu yang asli.

Udara sejuk yang mengalir dari pendingin ruangan langsung menyejukkan saya. Ruangan itu berbentuk bundar dan tak begitu besar. Wisatawan harus mengisi buku tamu sebelum menjelajah lebih lanjut. Tiket masuk? Gratis, hanya sumbangan ala kadarnya kalau Anda berminat.

Pigura-pigura berisi penjelasan sejarah dan foto-foto Tugu Khatulistiwa berderet di sepanjang dinding. Saya pun mendekati salah satunya, mengelap keringat, menghela nafas, dan mulai membaca.

Semua bermula pada 1928, ketika rombongan ekspedisi internasional dari Belanda tiba di Pontianak. Tujuan mereka adalah menetapkan titik khatulistiwa di kota tersebut.

Di tahun yang sama, dibangunlah Tugu Khatulistiwa yang berbentuk tonggak dan tanda panah di atasnya. Pada 1930, tugu tersebut disempurnakan dengan penambahan lingkaran di bagian atas tugu. Delapan tahun kemudian, tugu tersebut kembali disempurnakan dengan menggunakan kayu belian (kayu besi khas Kalbar). Tingginya adalah 4,4 meter.

Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran 5 kali lebih besar dari aslinya. Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Jadilah Monumen Tugu Khatulistiwa, yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu yakni Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991. Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU Republik Indonesia No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Sejarah yang cukup menarik bagi saya. Kalau tak ada ekspedisi oleh para peneliti Belanda ini, mungkin Tugu Khatulistiwa tak akan ada.

Saya melanjutkan langkah ke pigura-pigura lainnya. Tampak foto-foto Tugu Khatulistiwa dari masa ke masa, termasuk saat renovasinya. Ada pula foto para bangsawan Belanda yang berpose di depan tugu asli.

Tugu Khatulistiwa itu masih berdiri kokoh di tengah ruangan. Keputusan untuk merenovasi tugu yang asli menggunakan kayu belian rupanya tak salah. Ini adalah jenis kayu yang paling kuat, juga dipakai untuk bahan pembangunan Rumah Betang (rumah asli suku Dayak-red) yang berada di atas permukaan tanah.

Puas mengamati Tugu Khatulistiwa, saatnya kembali bergulat dengan matahari Pontianak. Sebelum keluar, terdapat meja yang memajang suvenir berbentuk Tugu Khatulistiwa versi mini. Tugu tersebut ditutup oleh kaca berbentuk kotak, sangat cocok untuk pajangan. Harganya mulai dari Rp 30.000.

Sumber: detikcom

Diving Ekstrem Dikelilingi Hiu di Teluk Belongas, Lombok

Teluk BelongasKetegangan tidak hanya bisa dicari dari ketinggian, tapi juga dari bawah laut. Rasakan sensasi menyelam sambil memandangi kawanan hiu martil dengan arus yang kuat. Inilah Teluk Belongas, spot diving paling ekstrem di Indonesia.

Bagi Anda yang suka diving dan suka tantangan, masukkan Teluk Belongas di dalam daftar destinasi adrenalin yang harus dikunjungi. Berada di barat daya Pulau Lombok, Teluk Belongas menawarkan pengalaman menyelam yang tiada duanya.

Letaknya berjarak 1,5 jam perjalanan laut dari Teluk Belongas. Ada satu spot yang hanya bisa dimasuki oleh diver profesional yang sudah memiliki lisensi. Menurut Instruktur Oddy Dive yang bernama Michael Sjukrie, titik tersebut bernama Magnet Point.

“Tingkatan bahaya diving di titik tersebut sudah termasuk ekstrem,” tuturnya kepada detikTravel, Rabu (6/3/2013).

Menurut Michael, satu atraksi yang paling menarik di sana adalah kawanan hiu martil. Tidak hanya satu, akan banyak sekali hiu martil yang bisa ditemui jika Anda sedang beruntung.

“Jika ingin lihat hiu martil, harus diving saat ombaknya sedang besar,” lanjut Michael.

Hanya ada satu titik untuk masuk ke Magnet Point, yaitu di batu karang besar yang ada mercusuar. Masalahnya, menurut Michael, butuh waktu cepat untuk masuk ke dalam titik tersebut. Jika terlalu lama, Anda akan terbawa arus.

“Masuknya harus saat ombak sedang besar. Setelah itu, langsung terjun ke dalam dan berenang ke bawah secepatnya,” kata Michael.

Tantangan pertama ada di turun ke bawah hingga kedalaman 25 meter. Sampai kedalaman 3 meter, tidak ada yang bisa dilihat selain buih ombak. Setelah itu barulah air terlihat lebih jelas.

Nah, inilah tantangan kedua. Di kedalaman sekitar 25 meter, menurut Michael, Anda tidak bisa menempel pada batu karang karena bisa kembali terbawa ke atas, namun tidak bisa juga terlalu jauh karena bisa terseret arus.

“Maka dari itu, harus diving dengan instruktur yang sudah berpengalaman dan kenal betul dengan medan itu,” ucap Michael.

Salah satu diver yang pernah menyelam di The Magnet adalah Nila Tanzil. Menurutnya, dibutuhkan minimal linsense diving Advance yang dikeluarkan oleh PADI dan setidaknya harus sudah 100 kali diving.

“Diving di The Magnet itu memang banyak tantangannya karena arus bisa berubah kapan saja dan arusnya tidak bisa diduga,” kata salah seorang diver yang pernah mencoba menyelam di Magnet Point, Nila Tanzil.

Nila pun berbagi pengalaman, seorang diver yang tidak mengikuti instrukturnya malah terbawa arus. Karena terlalu asyik memotret kawanan baracuda, salah seorang diver lepas dari kelompok dan malah terbawa arus. Meski sudah berusaha naik ke atas dengan bantuan oksigen, ia tetap tidak bisa naik. Beruntung instruktur melihat dan segera menolongnya.

“Jadi tipsnya, jangan jauh-jauh dari titik aman juga instruktur dan ikuti petunjuknya,” tutup Nila.

Sumber: detikcom

Jembatan Cinta & Main Air Sepuasnya di Pulau Tidung

Pulau TidungDi dekat Jakarta, terdapat pulau cantik untuk tempat berakhir pekan. Pantai pasir putih, lautan biru cantik dan tempat yang asyik untuk basah-basahan. Inilah Pulau Tidung yang juga terkenal dengan Jembatan Cinta.

Saya berkesempatan menjelajahi Pulau Tidung pada beberapa waktu lalu. Pulau Tidung merupakan salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung tidak terlalu jauh dari Jakarta, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Pelabuhan Muara Angke atau sekitar 2,5 jam dari Pelabuhan Ancol dengan menggunakan kapal kayu. Jarak tempuh ini juga akan menjadi lebih singkat apabila menggunakan boat khusus.

Pulau ini terbagi dua, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Besar dihuni sekitar 4.000 jiwa penduduk, dan salah satu pulau yang penduduknya terbanyak di antara pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Sedangkan, Pulau Tidung Kecil tak berpenghuni. Di sana terdapat sebuah jembatan penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Inilah yang dikenal dengan masyarakat sebagai Jembatan Cinta. Tempat ini kemudian menjadi tempat wisata yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi di Pulau Tidung dan menjadi ikon pulau tersebut. Setiap pengunjung yang berwisata ke Pulau Tidung tidak pernah melewatkan tempat ini.

Pada saat menelusuri jembatan ini, akan dijumpai bagian yang cukup tinggi sekitar tujuh meter dari permukaan laut dengan dasar laut sekitar empat sampai lima meter. Airnya sangat jernih dan arus airnya sangat tenang. Berdasarkan informasi dari pemandu yang juga merupakan penduduk setempat, terlepas dari benar atau tidaknya, konon bagi setiap wisatawan yang loncat dari jembatan ini dipercaya akan menemukan cinta sejati secepatnya.

Namun, untuk melakukan loncatan tersebut dibutuhkan nyali yang cukup besar. Jadi, bagi Anda yang masih single atau sudah punya pacar, percaya atau tidak, tempat ini patut dikunjungi.

Kemudian bagi wisatawan yang datang dengan pasangannya, konon tiap pasangan yang berjalan di atas Jembatan Cinta akan langgeng dan semakin mesra. Selain itu, alamnya indah sekali!

Di Pulau Tidung juga terdapat beberapa pantai yang sangat menawan, seperti Pantai Tanjongan Timur dan Pantai Tanjung Barat. Pesona pantai tersebut tidak kalah di banding pantai-pantai di luar Jakarta.

Pantai Tanjongan Timur terletak di depan jembatan penghubung. Pantai ini sudah tergolong ramai, sebab di sekitar pantai banyak tenda-tenda penjual makanan. Banyak wisatawan menghabiskan waktu di sini, untuk bermain dan berenang. Wisatawan akan disuguhi pasir putih dan pemandangan yang luar biasa. Wisatawan pun dapat mencoba berbagai olahraga air yang seru seperti jet sky, banana boat, kano dan lain-lain.

Pantai Tanjung Barat, terletak di ujung Pulau Tidung Besar sebelah Barat. Berbeda dengan Pantai Tanjongan Timur, pantai ini kurang dikenal oleh wisatawan sehingga tidak banyak yang berkunjung kesini dan terlihat sepi. Namun, pemandangan di pantai ini luar biasa, terutama saat sunset.

Pantai Tanjung Barat cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan. Bermain di pantai ini memberi pengalaman tersendiri. Rasanya, pantai ini benar-nbenar milik pribadi!

Di Pulau Tidung, wisatawan bisa menginap di rumah-rumah penduduk atau homestay. Sebabnya, tidak terlalu banyak hotel atau resor di sana. Selain itu, ada baiknya untuk menyewa sepeda untuk menikmati keindahan Pulau Tidung. Jalanannya sudah beraspal, sehingga nyaman buat pengendara sepeda. Kecuali sewaktu menuju Anda Pantai Tanjung Barat, karena jalanannya banyak gundukan pasir sehingga cukup berat untuk mengayuh sepeda.

Selamat berkunjung ke Pulau Tidung!

Sumber: detikcom

Kecantikan yang Berbahaya Milik Pantai Klayar di Pacitan

Pantai KlayarPacitan di Jawa Timur memiliki keindahan yang mungkin belum dikenal banyak wisatawan. Contohnya Pantai Klayar, meski ombaknya besar, panorama eksotisnya terasa sangat kuat dan menghipnosis.

Pantai yang memiliki keindahan ini tersembunyi di selatan Jawa Timur, tepatnya di Pacitan. Namun bila melihat keindahan pantainya, rasa lelah mengendarai mobil pun hilang seketika.

Pantai Klayar memiliki keindahan yang luar biasa. Ombak yang besar, dan warna biru yang pekat, membuat pantai ini sangat indah. Tebing-tebing yang menjulang tinggi yang langsung menghadap ke laut menyempurnakan sekitar pantai.

Namun hati-hati, pantai ini sangat berbahaya untuk berenang. Ombaknya besar dan berbahaya, sehingga pantai ini hanya bisa jadi objek pemandangan yang tak pernah membosankan. Satu kata untuk Pantai Klayar:  Sempurna!

Sumber: detikcom

Menyusuri 5 Pantai Cantik di Bengkulu

Pantai BengkuluBengkulu, provinsi yang membujur di sebelah barat Pulau Sumatera, kaya akan potensi wisata pantainya. Saat berkunjung ke sini, tak ada salahnya menikmati pantai-pantai yang langsung menghadap Samudera Hindia. Inilah 5 pantai cantiknya.

Kalau Anda sudah biasa berwisata ke pantai-pantai di Bali atau Lombok, berarti Anda perlu mencicipi wisata pantai di Bengkulu. Tiap pantai di provinsi ini punya karakter berbeda, dengan fasilitas yang diperbaharui pula. Traveler tak akan bosan berada di pantai-pantai ini.

Beberapa pantai tersebut, dari bagian selatan ke utara adalah:

1. Pantai Jenggalu

Pantai ini banyak didatangi traveler yang gemar memancing, karena banyak ikannya. Untuk mencapai tempat ini, Anda harus terlebih dahulu melewati 2 Km perjalanan di Hutan Cagar Alam Jenggalu.

2. Pantai Panjang Putri Gading Cempaka

Pantai berpasir putih dengan garis pantai sepanjang 7 Km ini adalah objek wisata favorit di Kota Bengkulu. Banyak traveler bilang inilah garis pantai terpanjang di Indonesia. Ombaknya tenang, pasirnya halus, dan deretan pohon cemara membuat pantai ini semakin digemari wisatawan.

Beragam fasilitas juga tersedia di sini, seperti kafe, penginapan, mal, sport centre, toilet umum, musala, rental sepeda, dan masih banyak lagi. Pokoknya, belum ke Bengkulu namanya kalau belum ke pantai ini!

3. Pantai Nala

Pantai Nala punya karakter yang hampir sama dengan Pantai Panjang, namun gelombang airnya lebih besar. Lokasinya dekat dengan perkampungan nelayan, dan merupakan tempat bersandar bagi perahu-perahu mereka. Keistimewaan pantai Nala adalah banyaknya batu-batu karang yang terdapat disekitar pantai.

Bila Anda pecinta fotografi, sempatkanlah untuk membidik pantai nan eksotis ini. Terlebih pada senja hari, semburat jingga matahari yang terbenam memantul di lautan luas. Panorama itu dipercantik oleh perahu-perahu nelayan yang berjejer di tepi pantai. Jangan lupa mencicipi kuliner seafood yang tersedia di tepi pantai Nala.

4. Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi adalah pusat Kota Bengkulu waktu diduduki Inggris. Sampai sekarang, pantai ini tetap ramai karena letaknya yang strategis dan berdekatan dengan objek-objek wisata sejarah seperti Bentang Marlborough dan Kampung Cina.

Kegiatan yang paling disukai para pengunjung di sini adalah menikmati kuliner sambil memandangi panorama laut biru. Di sini juga terdapat kolam buatan yang jadi tempat wisatawan naik perahu.

5. Pantai Zakat

Di sebelah utara pantai Tapak Paderi, terdapat pantai lain dengan ombak yang lebih bersahabat. Inilah Pantai Zakat. Banyak pengunjung yang datang untuk berenang dan menikmati berbagai wahana yang mengasyikkan. Wahana tersebut di antaranya banana boat, ban pelampung dan jet ski. Saat libur, pantai ini tak ubahnya seperti Pantai Ancol di Jakarta.

Selain 5 pantai tersebut, masih banyak lagi pantai cantik lain di Bengkulu. Kalau penasaran, silakan datang sendiri ke provinsi ini. Selamat berwisata!

Sumber: detikcom

Sunan Giri dan Kisah Cinta Putri Campa di Gresik

Makam Sunan GiriGresik di Jawa Timur tak hanya jadi saksi bisu terbentuknya pusat kekuasaan yang dipercaya sebagai Kerajaan Sunan Giri. Kota ini juga menyimpan kisah kasih antara Sunan Giri dan Putri Campa asal Vietnam.

Gresik merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal masyarakat karena sektor perindustriannya yang maju. Dulu di daerah yang mendapat julukan Kota Pudak ini pernah berdiri Kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa.

Meski tinggal di daerah yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Gresik, namun rumah kami itu berada di pinggiran Kota Gresik. Lokasi ini justru lebih dekat dengan wilayah Sidoarjo maupun Surabaya.

Untuk mencapai Kota Gresik, kami masih harus menempuh perjalanan sekitar 35 kilometer lagi. Kami pun menempuh jalur melewati pinggiran kota yang meski terasa agak jauh. Tapi karena panorama di sepanjang usaha pertambakan warga Desa Cerme yang dilalui terlihat menarik, saya dan kerabat lain pun merasa betah saja berkendara.

Burung-burung bangau terbang ke sana ke mari. Lalu mereka hinggap dan terbang kembali di pohon-pohon yang berada di sekitar tambak, sambil sesekali mencari ikan-ikan kecil.

Sungguh perjalanan ke Kota Santri ini terasa lebih menyenangkan. Apalagi setelah kami berhasil membantu seorang keponakan untuk bisa diterima bekerja, di salah satu perusahaan mie di kota itu.

Sepulang dari mengunjungi keponakan yang punya rumah kontrakan di sekitar pabrik, saya dan keponakan pun jalan-jalan. Kami mengunjungi beberapa situs sejarah di Kota Gresik, antara lain Situs Giri Kedaton, Makam Sunan Giri dan Makam Putri Campa.

Giri Kedaton, begitu nama kerajaan Islam yang ada di Gresik. Hingga kini, kerajaan ini masih bisa turis lihat bukti-bukti keberadaannya di daerah Kebomas, Gresik. Kerajaan ini pun menjadi objek wisata penting bagi kota ini.

Sebagian ulama berpendapat bahwa Giri Kedaton merupakan pesantren yang didirikan oleh Sunan Giri. Giri Kedaton berada di atas sebuah bukit yang tinggi di Kota Gresik, sesuai namanya giri yang berarti bukit dan kedaton yang berarti kerajaan.

Pada kurun waktu tertentu, di kawasan itu juga pernah terjadi suksesi kepemimpinan. Ini adalah suksesi pemerintahan para sunan sebagai keturunan Sunan Giri (Dinasti Giri). Karena itu, masyarakat Gresik umumnya menganggap Giri Kedaton sebagai Kerajaan Islam yang didirikan oleh Sunan Giri, atau yang memiliki nama lain Raden Paku itu.

Penelitian yang dilakukan terhadap situs makam Sunan Giri dan Giri Kedaton pun dilakukan. Hasilnya menyebutkan bahwa pada tahun 1470 telah berdiri Kerajaan Islam di sebuah perbukitan di kawasan Kebomas, Gresik. Hal ini terjadi sebelum masa pemerintahan Raden Fattah dari Kerajaan Demak pada tahun 1517.

Dengan demikian para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Giri Kedaton merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Hal ini sekaligus merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Islam Demak.

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi situs Giri Kedaton dan Makam Sunan Giri, perjalanan bisa dilakukan dari Terminal Kota Bunder di Gresik. Turis bisa naik angkutan umum dengan tarif Rp 2.000 menuju kawasan Kebomas. Â

Antara makam Sunan Giri dan situs Giri Kedaton letaknya terpisah dengan jarak kurang lebih 500 meter. Komplek makam Sunan Giri juga berada di perbukitan.

Untuk memudahkan jalan menuju makam dibuatlah jalan tangga berundak. Sementara itu pipa pegangan yang kokoh ditempatkan pada bagian tengah antara tangga naik dan turun.

Di sebelah kanan dan kiri tangga jalan banyak orang berjualan beraneka jenis kebutuhan umat muslim. Mulai dari pakaian muslim, perlengkapan salat, buku-buku Islam, kitab suci, kurma, alat-alat kesenian Islam ada di sana. Tak ketinggalan makanan khas Kota Gresik yakni jenang ayas, pudak, nasi krawu serta minuman legen tersedia di sana.

Makam Sunan Giri dan keturunannya terletak dalam sebuah bangunan. Khusus pada makam Sunan Giri terdapat keunikan dalam arsitek bangunannya.

Bangunan kayu mengelilingi makam berukir indah. Bangunan ini tampak menarik dengan warna coklat keemasan, dan ada sedikit warna merah di situ. Seni ukir dan pahatan kayu menunjukkan pengaruh agama sebelum Islam.

Di bagian pintu masuk makam terdapat sepasang patung berukiran kayu yang menyerupai ular naga. Ketika kami mintai keterangan, juru kunci makam Sunan Giri mengatakan setiap hari makam ini ramai dikunjungi peziarah. Bahkan tak sedikit pengunjung datang dari luar Kota Gresik.

Pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat, peziarah yang berkunjung lebih banyak lagi. Tidak jauh dari makam Sunan Giri, kira-kira 200 meter sebelah kanan komplek makam, terdapat tempat persemayaman keturunan sunan yang lain, yakni Sunan Prapen.

Masih di Kecamatan Kebomas, Gresik tepatnya Desa Sidomukti Gang XV terdapat Giri Kedaton. Letaknya kira-kira beberapa ratus meter dari makan Sunan Giri. Menuju situs ini pengunjung harus berjalan menaiki tangga berundak yang terbuat dari semen.

Situs Giri Kedaton berada jauh lebih tinggi dari makam sunan. Dari tempat yang tinggi ini, para pengunjung bisa menyaksikan indahnya pemandangan Kota Gresik. Tak ketinggalan merasakan tiupan angin yang sejuk sepoi-sepoi basah.

Menurut cerita juru kunci situs, dulu sebelum mendirikan Giri Kedaton, Sunan Giri harus bertafakur atau berserah diri kepada Tuhan. Ia bertafakur selama 40 hari 40 malam. Â

Ayahanda Sunan Giri, yakni Maulana Ishak memerintahkan beliau agar mendirikan pesantren. Lokasinya berada di daerah yang tanahnya sama dengan segumpal tanah yang diberikannya kepada Sunan Giri.

Segumpal tanah pemberian Maulana Ishak ternyata cocok atau sesuai dengan kawasan perbukitan Desa Sidomukti, Kebomas, Gresik. Di tempat ini Sunan Giri merasakan kedamaian. Akhirnya beliau memutuskan untuk mendirikan pesantren atau kerajaan yang kelak bernama Giri Kedaton.

Di komplek situs Giri Kedaton pengunjung bisa menyaksikan bukti-bukti lain tentang keberadaan kerajaan ini di masa silam, antara lain:Â makam Raden Supeno putra pertama Sunan Giri, kolam sebagai tempat berwudhu sunan dan santrinya, makam para kerabat dekat sunan, bebatuan yang diyakini sebagai tempat berkumpul dan berunding para sunan keturunan Sunan Giri.

Situs Giri Kedaton sendiri merupakan bangunan yang terbuat dari batu andesit bertingkat berundak-undak. Ada sekitar lima undakan di sana. Di bagian paling atas berdiri bangunan masjid yang sudah direnovasi.

Kolam tempat berwudu sunan dan santrinya terbuat dari batu bata tebal. Ada kemiripan dengan bahan batu bata candi peninggalan Majapahit di daerah Trowulan.

Penasaran dengan cerita banyak orang, kami pun melanjutkan perjalanan ke sebuah perbukitan yang masih dalam kawasan Kebomas Gresik. Di situ bersemayam seorang putri dari negeri Campa (Vietnam) yang menjadi istri Sunan Giri.

Karena agum dan terpesona dengan watak dan keluhuran budi pekerti Sunan Giri, maka putri jelita ini pun menikah dengan sunan. Ternyata, putri cantik ini adalah seorang saudagar negeri Campa atau Vietnam.

Versi lain tentang cerita Putri Campa ini ialah ia hanya menaruh hati kepada Sunan Giri. Namun, Sunan Giri tidak menanggapinya hingga akhir hayat putri itu.

Setelah mengikuti jejak Sunan Giri dalam memperjuangkan Islam di Pulau Jawa dan Gresik, Putri Campa yang oleh masyarakat Gresik dinamakan Putri Cempo.

Ia pun meninggal dunia dan jenazahnya dimakamkan secara Islam di perbukitan yang teduh. Pemakaman ini ditumbuhi pohon-pohon rindang dan tidak jauh dari kawasan Kebomas.

Rupanya Kota Gresik dikenal bukan hanya dikenal sebagai tempat Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Tapi lebih dari itu Kota Gresik juga terkenal dengan kulinernya, yaitu Otak-Otak Bandeng.

Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Kota Gresik tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk singgah di kawasan Sindujoyo. Pasar ini menjadi sentra oleh-oleh khas Gresik.

Sumber: detikcom

Sunset di Tanah Lot, Bali Memang Tak Terlupakan

Sunset di Tanah LotTanah Lot adalah salah satu tujuan wisata wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Selain menikmati indahnya pura di tepi pantai, sunset di Tanah Lot pun jadi salah satu atraksi yang paling istimewa.

Bagi yang masih penasaran dengan keindahan alam yang ditawarkan di Pulau Dewata, wajib menempatkan Tanah Lot di urutan teratas itinerary Anda. Keindahannya sungguh tiada dua.

Jika ingin menghemat biaya, cukup menyewa motor dengan biaya Rp 50.000 di persewaan motor terdekat dengan tempat menginap. Agar lebih irit, satu motor bisa digunakan untuk berdua, jadi Rp 25.000 per orang.

Dari Denpasar, perjalanan menuju Tanah Lot kurang lebih memakan waktu 30 menit. Anda akan lebih merasakan keindahan Pulau Bali dengan menyusuri jalanan dengan sepeda motor. Satu tips lagi untuk mendapatkan poin plus jika Anda berkunjung ke Tanah Lot, sesuaikan waktu 1 jam sebelum matahari tenggelam. Paling aman, Anda berangkat dari Kota Denpasar sekitar pukul 15.00 Wita.

Sunset yang berlangsung selama satu jam bisa menyempurnakan liburan. Anda bisa menikmati keindahan pantai, pura dan sejenak bersyukur akan keindahan alam. Pilihlah tempat yang strategis untuk menikmati sunset pada kurang lebih pukul 18.30 waktu setempat.

Perlahan tapi pasti, Anda akan dimanjakan dengan mentari yang kian menghilang dari hadapan Anda. Cantik dan menawan. Saya rasa ini adalah sunset, pantai, pura dan aroma Bali membuat saya semakin cinta pada Bali.

Tanpa terasa langit sudah gelap dan waktunya kembali ke penginapan. Seperti ketika berangkat menuju Tanah Lot, menyusuri jalanan di Bali sungguh mengesankan, dan sunset di Tanah Lot tidak akan pernah terlupakan.

Sumber: detikcom

Pulau Rote Jadi Incaran Para Peselancar Dunia

Pulau RoteHobi berselancar, datanglah ke Pulau Rote di NTT! Pulau kecil ini memiliki pantai-pantai dengan ombak panjang dan menantang. Bahkan, banyak peselancar dunia yang datang untuk menjajal kehebatan ombak di pulau ini.

Pantai Bo’a di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai lokasi sempurna dan menantang untuk para peselancar. Gulungan ombaknya yang spektakuler bisa Anda temukan di pantai ini.

Selain dikenal sebagai wilayah paling selatan Indonesia, Pulau Rote juga memiliki ciri khas budidaya lontar, alat musik sasando, topi adat ti’i langga, serta wisata baharinya, terutama olahraga selancar.

Pulau ini beriklim kering dan dipengaruhi angin muson. Musim hujannya pun relatif pendek, antara 3-4 bulan. Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. Pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Dari Kupang, Ibukota Nusa Tenggara Timur, Anda bisa mencapainya dengan kapal ferry Bahari Express. Di mana setiap harinya kapal ini melayani rute Kupang-Bo’a selama 1 jam 45 menit. Selanjutnya, untuk dapat menikmati indahnya ombak di Pantai Bo’a Anda dapat menempuh perjalanan selama 1,5 jam menggunakan mobil.

Sapi, kerbau, kambing, babi, ayam dan pohon-pohon kelapa akan menghiasi pemandangan traveler selama menuju Pantai Bo’a. Setelah sampai di sana Anda akan melihat pantai yang sangat jernih.

Pasti Anda tidak akan sabar untuk berenang atau berfoto-foto. Apalagi dengan latar belakang air laut yang jernih, berwarna hijau dan biru. Saya pun melakukan hal seperti itu.

Tak hanya Pantai Bo’a, di pulau ini juga ada Pantai Nemberala dengan ombaknya yang menantang. Objek wisata yang terletak di Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat ini adalah sebuah kawasan pantai selancar yang berada di Pulau Rote.Â

Gulungan ombak Pantai Nemberala yang menantang, menempatkan pantai tersebut sebagai salah satu arena pelaksanaan lomba selancar bertaraf internasional. Ya, lomba itu dikenal dengan ISC (International Surfing Contest) yang diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2011 lalu.

Di Nemberala terdapat jalur ombak yang sedikit bergerak perlahan, yaitu di Break. Tinggi ombak di tempat ini mencapai tiga kali tinggi orang Indonesia. Lokasinya pun digemari para peselancar yang sudah mahir. Mereka biasanya datang pada bulan Juli hingga September. Bagi mereka yang gemar jalur arah putaran ke kiri, ada salah satu tempat yang ditempuh dengan mengendarai sepeda motor selama 15 menit ke Pantai Bo’a.

Tiga kilometer dari Pantai Bo’a Anda dapat melanjutkan petualangan ke Pantai Oeseli. Di sepanjang jalan menuju Oeseli itu, dijumpai banyak bukit karang yang ditumbuhi pohon kerdil, sehingga tampak seperti taman bonsai.

Hingga akhirnya Anda bisa menjumpai Pantai Oeseli yang memiliki gerbang besar dari bukit batu cadas. Bukit batu cadas itu membentuk sebuah gerbang besar untuk mengintip keindahan Pulau Rote.

Sungguh senang rasanya dapat mengunjungi pulau yang berada di wilayah paling selatan Indonesia. Bagi teman-teman yang ingin berselancar, menantang gulungan ombak yang spektakuler serta melihat pantai indah, datang ke Pulau Rote.

Dijamin, Anda pasti ketagihan untuk kembali ke Pulau Rote. Banyak traveler bilang, ini adalah pulau kecil nan eksostis dengan gelombang laut terpanjang di Indonesia.

Sumber: detikcom

Sunrise di Gunung Sikunir, Dahsyat!

Sunrise di Gunung SikunirMelihat keindahan candi ketika traveling ke Dataran Tinggi Dieng sudah biasa. Jika ingin berbeda, akhir pekan ini cobalah mampir ke Gunung Sikunir, tempat untuk mendapat sunrise terbaik di Dieng. Pasti terpukau.

Gunung Sikunir dengan ketinggian 2.263 mdpl ini memiliki pemandangan alam yang cantik. Sayang sekali jika dilewatkan ketika Anda mengunjungi dataran tinggi Dieng.

Meskipun berada cukup jauh dari tempat wisata utama lain di Dieng, turis bisa berjalanan kaki untuk mencapai puncak gunung. Waktu yang dihabiskan juga tak begitu lama, yaitu hanya 30 menit dengan jarak tempuhnya sekitar 1 km. Jarak tersebut diambil dari akses terakhir kendaraan bermotor.

Begitu tiba di puncak, kita dapat menikmati cantiknya kilau emas mentari terbit. Pemandangan ini semakin cantik karena berhias rentetan bentang alam yang indah khas Dataran Tinggi Dieng.

Sumber: detikcom

Sumatera Utara Punya Theme Park Keren di Sibolangit

Hillpark SibolangitSibolangit – Kalau berkendara dari Medan ke arah Brastagi, coba perhatikan papan nama Hillpark Sibolangit. Ini adalah theme park terbesar di Sumatera. Ada sekitar 30 wahana yang tersebar di lahan seluas 2 hektar.

Theme park tak hanya ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Makassar saja. Kecamatan Sibolangit di Kabupaten Deli Serdang punya theme park terbesar di Sumatera. Namanya Hillpark Sibolangit, yang berjarak sekitar 45 Km dari Medan ke arah Brastagi.

“Ya benar, ini yang terbesar di Sumatera. Luasnya 2 hektar,” tutur staf marketing Hillpark Sibolangit, Dedi Sukriya saat dihubungi detikTravel, Kamis (27/6/2013).

Taman hiburan ini terbagi dalam 3 area yaitu The Heritage, Lost City, dan Toon Town. The Heritage punya sebuah kastil megah, menjadikan pengunjung yang datang bagai putri dan pangeran. Ada beberapa permainan indoor dan 4D Theatre tempat menonton film yang terasa begitu nyata.

Di Lost City, wisatawan akan disuguhi suasana purbakala layaknya zaman dinosaurus. Ada bebatuan besar dan replika fosil dinosaurus yang bisa Anda kelilingi. Di sini terdapat wahana Gelegar yang menguji adrenalin, juga Kincir Raksasa dan Kereta Hillpark.

Anak kecil pasti suka jalan-jalan di Toon Town. Beranjak ke sini seperti masuk ke dunia kartun. Penuh warna, sangat cocok bagi anak-anak dan balita. Ada Kincir Mini, Mini Bom-bom, dan Puting Beliung yang aman bagi mereka.

Hillpark Sibolangit buka setiap hari mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Lokasinya di Jl Letjen Djamin Ginting Km 45, Desa Suka Makmur, Kabupaten Deli Serdang.

Asyiknya, Hillpark Sibolangit punya promo khusus selama libur sekolah. Dengan Rp 55 ribu saja, Anda bisa masuk dan main sepuasnya di theme park ini!

“Berlakunya mulai 6 Juni-14 Juli 2013. Anak-anak dan dewasa, sudah bisa main sepuasnya,” tambah Dedi.

Sumber: detikcom