Home » DI Yogyakarta

Sebentuk Kisah Cinta Abadi

6 March 2010 DI Yogyakarta 4,033 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

Legenda Roro Mendut dan Pronocitro, bagi masyarakat Jawa tak kalah seru dari Romeo-Juliet. Petilasannya di Sendangtirto, Berbah, Yogyakarta.

Setiap orang memiliki definisi tersendiri mengenai cinta. Keindahan kata tersebut pun teruntai dalam bahasa universal yang paling mudah untuk diucapkan dan dirasakan oleh makhluk hidup bernama manusia.

Namun, apa jadinya jika cinta berubah menjadi sebuah pengorbanan? Berawal dari perasaan ingin saling berbagi atau memberikan kasih sayang kepada orang yang dicintai, maka, muncul pengorbanan atas dasar cinta. Tentu saja, hal ini membuat ikatan suatu hubungan antara dua orang menjadi kuat.

Cinta pun mempunyai kisahnya sendiri. Sebut saja, dongeng, legenda, bahkan kisah nyata yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dan, setiap rangkaian cerita tersebut tidak lekang oleh perjalanan waktu.

Jika di Barat ada kisah percintaan Romeo & Juliet, Indonesia mempunyai legenda Roro Mendut-Pronocitro, kisah cinta dari tanah Jawa yang begitu terkenal ditengah masyarakat. Roro Mendut hidup di era Kerajaan Mataram, di bawah kekuasaan Sultan Agung pada 1600-an.

Alkisah, sejak kecil Roro Mendut diasuh Adipati Pati. Saat itu, Sultan Agung yang berniat menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil di pesisir Jawa, mengutus Tumenggung Wiraguna untuk menguasai Pati. Usai Pati diambil alih Wiraguna, Sang Adipati menyerahkan anak gadisnya, Roro Mendut sebagai tanda taklukan pada Wiraguna. Kemudian, Roro Mendut diboyong menuju Mataram.

Padahal, Roro Mendut sudah merajut cinta dengan seorang pemuda bernama Pronocitro. Karena tidak rela kekasihnya pergi bersama pria lain, Pronocitro pun mengikuti jejaknya ke Mataram. Setibanya di Mataram, Pronocitro menyamar jadi pekatik (pegawai yang merawat kuda prajurit dan raja). Keadaan tersebut dijadikan kesempatan pemuda itu agar bisa bertemu Roro Mendut.

Sementara, Roro Mendut bakal disunting oleh Wiraguna yang usianya jauh lebih tua dari gadis itu. Namun, Roro Mendut tidak terima dan memilih setia pada Pronocitro. Ia pun menolak tinggal di lingkungan istana. Hal ini membuat Wiraguna marah dan ingin membuat Roro Mendut menderita, dengan cara memberikan pajak kepada gadis itu.

Keinginannya untuk keluar dari lingkup istana yang semakin besar, membuat Roro Mendut menyanggupi tantangan tersebut. Ia pun menjual rokok pada setiap pria, baik muda maupun tua. Pesona kecantikan Roro Mendut seolah-olah menyihir para pria, hingga mereka mau membeli rokok buatan Roro Mendut. Dari hasil menjual rokok, gadis itu mampu menunjukkan pada Wiraguna bahwa ia bisa berhasil hidup di luar istana.

Namun, sayangnya pertemuan Roro Mendut dan Pronocitro yang berlangsung diam-diam itu, perlahan diketahui Wiraguna. Tumenggung yang memergoki mereka sedang berdua menjadi naik pitam. Ia langsung mencabut keris pusaka miliknya dan menghujamkan keris tersebut ke tubuh Pronocitro. Pasangan yang sedang bermadukasih ini pun terkejut. Melihat Pronocitro diserang, Roro Mendut membalikkan badannya seolah menutupi dan menjadi perisai tubuh kekasihnya.

Keris Wiraguna akhirnya menusuk punggung belakang Roro Mendut. Namun sayang, keris itu juga menembus sampai menusuk ke dada Pronocitro, tewaslah sepasang kekasih ini secara bersamaan. Roro Mendut tewas ketika memeluk kekasihnya.

Kematian Roro Mendut merupakan pembuktian dari seorang perempuan yang menggugat kemapanan dan kekuasaan patriarkis. Dia merupakan sosok wanita yang bisa melawan tindakan anarkis dari orang yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan.

Dilain pihak, kisah perjalanan cinta sepasang kekasih ini harus berakhir dengan kematian yang tragis. Legenda Roro Mendut pun menyajikan sebuah bentuk kisah cinta abadi bagi masyarakat Jawa.

Hingga saat ini, petilasan Roro Mendut yang terletak di sebelah timur Kota Yogyakarta, tepatnya di wilayah Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, masih ramai dikunjungi para wisatawan atau peziarah. Bahkan, di sekitar lingkungan petilasan banyak warga yang menjual rokok. Mereka beranggapan, dengan menjual rokok dapat meraih penghasilan yang besar seperti dulu, waktu Roro Mendut berjualan barang yang sama.

Sumber: Majalah Travel Club

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Kawasan Lawean Penampikan Sendang
    [ Tuesday, 10 Mar 2009 - 12 : 44 | 1 comments | 9475 views ]
    Air Terjun Lawean Sendang Air Terjun Lawean Sendang Air terjun Lawehan salah satu potensi wisata Kabupaten Tulungagung, berada di dusun Turi, desa Geger, Kecamatan Sendang. Lebih kurang 25 km arah barat dari kota Tulungagung, yang merupakan bagian dari Lereng Wilis dengan ketinggian + 1.200 m...
  • Negeri Seribu Candi
    [ Tuesday, 5 Jan 2010 - 7 : 06 | 0 comments | 7624 views ]
    Candi sepertinya menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan bagi lahirnya kebudayaan bangsa Indonesia. Setiap senti dari pahatan batu candi mempunyai ceritanya tersendiri, hingga akhirnya menciptakan begitu banyak sejarah atau legenda mengenai kehidupan masa lampau negeri ini. Keberadaan candi yang banyak tersebar...
  • Situ Patenggang
    [ Monday, 19 Jan 2009 - 21 : 16 | 1 comments | 14737 views ]
    situ-patenggang Situ Patengan atau yang lebih populer di dengar orang dengan nama Situ Patenggang merupakan suatu legenda romantis di zaman dahulu kala. Setelah memasuki gerbang Situ Patengan, Ciwidey, Bandung. kita akan melewati perkebunan teh yang menghijau. Dan tidak jauh kedepan, kita...
  • Langkawi, Pulau yang Bangkit dari Kutukan
    [ Wednesday, 8 Apr 2009 - 8 : 19 | 0 comments | 7228 views ]
    pulau-langkawi Kuah – Dua abad yang lalu, alkisah seorang istri yang cantik bernama Mahsuri difitnah. Dia dihukum mati karena dituduh berselingkuh dengan seorang pengembara. amun, darah putih yang keluar dari tubuhnya membuktikan Mahsuri tidak bersalah. Sebelum mati, Mahsuri pun menyatakan selama tujuh...
  • Situ Patengan, Wisata untuk Memaknai Cinta
    [ Saturday, 6 Jun 2009 - 21 : 27 | 0 comments | 4359 views ]
    Situ Patengan nan asri. Lokasi wisata di selatan Kabupaten Bandung ini senantiasa dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik. Situ Patengan nan asri. Lokasi wisata di selatan Kabupaten Bandung ini senantiasa dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik. Kabut mulai turun ketika rombongan Outbond Media Dirgantara 2009 yang dipandu Kolonel D Herly dari Dispen AU tiba di Situ Patengan. Tempat rekreasi berupa...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (16)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>