Sepotong Cerita dari Tanjung Lesung

Segudang aktifitas wisata bahari menjadi pilihan di kawasan Tanjung Lesung Beach Resort. Sebuah lokasi ideal untuk menikmati indahnya senja dengan desiran ombak kecil di bibir pantai berpasir halus.

Sebuah perjalanan panjang dari Jakarta berakhir di Desa Tanjung Jaya, Pandeglang, Banten. Hari mulai merambat senja ketika minibus yang saya tumpangi bersama teman-teman wartawan memasuki kawasan wisata Tanjung Lesung di Kecamatan Panimbang.

Jalan beraspal dengan ruas yang tidak lebar membuat kendaraan yang saya tumpangi harus berhati-hati dalam memacu kecepatan. Jarak kawasan wisata Tanjung Lesung dari Jakarta terbilang tidak jauh hanya sekitar 170 km. Sebuah jarak yang masih sangat nyaman untuk dicapai menggunakan jalur darat.

Bicara keindahan alam kawasan yang berdekatan dengan Taman Nasional Ujung Kulon ini tentu tak perlu lagi disangsikan lagi, sebuah perjalanan wisata menyenangkan akan membekas bagi mereka yang sudah mengunjunginya. Pesona alam pantai Tanjung Lesung telah menjadi buah bibir dan santapan para pembuat berita.

Kawasan Tanjung Lesung merupakan perairan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk, bentuk teluk ini menyerupai Lesung, masyarakat Sunda mengenal Lesung sebagai alat penumbuk padi (sebagian ada juga yang menyebutnya Lisung) maka dari sinilah nama Tanjung Lesung itu berasal.

Tanjung Lesung Resort (TLR) telah dikembangkan sejak 1998. Meski masih dalam pengembangan, fasilitas pendukung pariwisata telah tersedia lengkap disini. Beragam kegiatan wisata bahari bisa dilakukan mulai snorkling, diving, banana boat, canoing, pedal boat, atau sekadar bermain hangatnya air yang begitu jernih. Harga untuk menikmati fasilitas water sport cukup terjangkau.

Tanjung Lesung Resort dikonsepkan sebagai sebuah kota resor dengan beragam fasilitas. Sekarang ini baru 200 hektar yang tergarap dari 1500 hektar luas kawasan TLR. The Bay Villas, Kalicaa Villa, The Beach Club, blue fish adalah beberapa resor dan hotel yang telah berdiri. Dengan segala fasilitas dan pesona alamnya nampaknya kawasan ini juga sangat cocok bagi mereka yang ingin berbulan madu.

Entah ungkapan apa yang pantas LIMA menggambarkan syahdunya sunsana di Pantai Bodur, Tanjung Lesung, sebuah lokasi yang tepat menyaksikan sang mentari melangkah pasti menuju ufuk barat. Semburat cahayanya memancarkan warna merah di unjung senja, hembusan angin dan halusnya pasir pantai semakin melengkapi. Menikmati Sunset menjadi aktivitas berkesan sebelum menyantap hidangan malam.

Hari kedua di Tanjung Lesung saya manfaatkan untuk menikmati serunya kegiatan wisata bahari. Snorkling menjadi pilihan pertama setelah puas mengabadikan pesona alam pantai landai berpasir putih. Hanya berjarak sekitar 100m dari bibir pantai beraneka ikan warna-warni sudah bisa disaksikan. Sayang saya tak membekali diri dengan kamera bawah air untuk mengabadikan keindahan taman air Tanjung Lesung.

Kandungan garam yang cukup tinggi sangat memungkinkan Anda mudah mengapung di atas air. Selain snorkling saya mencoba pula menikmati indahnya laut dengan Jetski dan Banana Boat. sungguh sebuah pengalaman seru yang terus memacu adrenalin.

Saat matahari mulai meninggi, kami siap dengan aktifitas selanjutnya, yaitu makan siang menu yang khas. Penyajian makan siang yang di tempat ini amat unik, dengan cara bancakan, yaitu makan besama diatas daun pisang. Sebuah ritual makan yang bisa mengakrabkan.

Selesai makan siang rombongan dibawa berkeliling melihat fasilitas camping ground, fasilitas yang disediakan bagi mereka yang ingin menikmati alam terbuka di tepian pantai. Setelah puas berkeliling, saatnya untuk kembali ke villa sebelum akhirnya berkemas untuk pulang ke Jakarta. Selamat tinggal Tanjung Lesung pesona alammu meninggalkan cerita indah dari perjalanan singkat ini.

Tips Perjalanan

Meski jalan menuju Tanjung Lesung terbilang bagus, namun ruas jalan yang tidak terlalu lebar membuat Anda harus berhati-hati ketika berkendara, paling penting siapkan stamina sebelum menempuh perjalanan ke Tanjung Lesung.

Sepanjang jalan menuju Tanjung Lesung kini sudah banyak berdiri minimarket, jadi Anda bisa membeli berbagai kepeluan selama perjalanan. Ada baiknya melakukan pejalanan di pagi hari, sehingga Anda bisa menikmati keindahan senja hari di kawasan Tanjung Lesung secara utuh.

Dari Jakarta, ada dua pilihan rute menuju Tanjung Lesung. Melalui jalan tol Jakarta-Merak, kemudian keluar di gerbang tol Serang Timur. Selepas melintas Kota Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan.

Mayoritas wisatawan dari Jakarta lebih memilih jalur ini karena waktu tempuhnya yang relatif lebih singkat. melalui jalur ini perjalanan dari Jakarta sampai ke Tanjung Lesung bisa di capai 3-3,5 jam.

Alternatif jalur Kedua, sama melalui jalan tol Jakarta-Merak, namun keluar melalui gerbang tol Cilegon. perjalanan ini melintasi wilayah pesisir Anyer-Carita, kemudian menuju arah Labuan, dan berujung di kawasan Tanjung Lesung.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum, Bus menuju Labuan bisa melalui terminal Kalideres. Setelah mencapai Labuan, Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota menuju desa Cibaliung. Dari Cibaliung untuk mencapai Tanjung Lesung biasanya menggunakan ojeg.

Sumber: Majalah Travel Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.