Tag Archives: Bali

Eksotisme Tanah Lot

HAMPIR setiap pura atau objek wisata religi di Bali mudah dikunjungi wisatawan. Tapi untuk yang satu ini, tidak dapat diakses oleh pengunjung.

Tanah Lot adalah salah satu pura terpenting di Bali yang terletak di atas bongkahan batu dan tebing. Meski hanya bisa disaksikan dari luar dan seberang laut, Tanah Lot memiliki pemandangan yang spektakuler.

Menurut legenda, dua pura di Tanah Lot dibuat oleh seorang brahmana Danghyang Nirartha pada abad ke-16. Ia berhasil menguatkan ajaran Hindu di Bali. Uniknya lagi, Danghyang mengubah selendangnya menjadi ular yang bertugas menjaga tempat ini.

Jika Anda ingin ke Tanah Lot, berjalanlah Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Di lokasi ini, setiap turis dan pengunjung lainnya bisa bersantai di waktu sore untuk menyaksikan matahari terbenam (sunset).

Nah, bagi Anda yang ingin berbelanja, di sekitar pura ini juga terdapat banyak toko suvenir dan kafe. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun. (wikipedia/*/X-13)

Surga Dunia Pantai Nusa

BERLIBUR ke Bali memberi banyak pilihan menarik untuk menjajal pengalaman baru, mulai wisata kebudayaan, hiburan malam, belanja produk lokal maupun internasional, hingga merasakan sensasi olahraga air (watersport) di Pantai Nusa Dua.

Pantai Nusa Dua menyimpan beragam keindahan alam dengan hamparan pasir putih dan gelombang ombak yang tenang di laut biru. Pantai yang mudah ditempuh melalui Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian, dan Sanur ini menjadi tempat tujuan utama wisatawan Bali yang ingin merasakan keteganganwatersport.

Beragam jenis watersport disediakan pengelola. Rata-rata tiap pengelola mematok tarif yang hampir sama untuk satu jenis watersport.

Seperti parasailing, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp65 ribu untuk sensasi terbang menggunakan parasut yang ditarik jetski selama satu putaran. Dari ketinggian sampai 95 meter, Anda bisa lihat keindahan Pantai Nusa Dua dan hotel-hotel mewah yang berjajar di sekitar pantai tersebut.

Jika Anda berkunjung ke Nusa Dua bersama beberapa kawan atau kerabat, rasakan kebersamaan bermain banana boat. ‘Perahu’ berbentuk pisang dengan kapasitas empat sampai lima orang ini akan ditarik dengan speed boat sekitar 15 menit.

Pecahan ombak yang tercipta akan memancing andrenalin Anda di tengah laut. Rasakan juga watersport snorkeling untuk melihat secara langsung keindahan terumbu karang Nusa Dua dari atas permukaan laut. Dengan harga sekitar Rp85 ribu per orang, Anda sudah bisa merasakan olahraga air yang kini menjadi tren baru bagi wisatawan itu.

Jika ingin lebih memancing adrenalin, pilih watersport diving untuk menyelami laut Nusa Dua. Di sana, Anda bisa menyelam ke kedalaman 3–10 meter dan melihat secara dekat terumbu karang, ikan-ikan, dan berbagai macam biota laut dengan tarif sekitar Rp250 ribu.

Saat di Nusa Dua jangan lupa berkunjung ke Pulau Penyu (Turtle Island). Pulau sebagai pusat penangkaran penyu ini menawarkan nuansa pemandangan fauna jinak lainnya seperti ular, burung, dan kelelawar. Wisata ini cocok bila Anda membawa anggota keluarga sehingga bisa berfoto bersama di tengah-tengah fauna.

Nusa Dua Beach Hotel

Pantai Nusa Dua menawarkan beberapa pilihan tempat menginap, salah satunya Nusa Dua Beach Hotel. Hotel yang menjadi primadona di kawasan Nusa Dua ini memiliki beragam fasilitas pendukung bagi wisatawan, antara lain spa, fitness center, dan kolam renang.

Lokasi Nusa Dua Beach Hotel ini cukup ditempuh beberapa menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Hotel yang telah dikunjungi para raja dan ratu serta presiden dan perdana menteri negara lain ini total memiliki 381 kamar.

Rasakan juga wisata kuliner di hotel dengan kelas bintang lima ini. Dengan lima restoran dan empat bar, Anda bisa merasakan kuliner khas Nusa Dua Beach Hotel, mulai masakan barat, Indonesia, dan Bali, dengan kelas internasional di setiap restoran.

Anda bisa merasakan makanan dengan cita rasa tinggi dan dikelilingi nuansa alam pantai yang indah. Nusa Dua Beach Hotel juga menyediakan kebutuhan seperti penyewaan tempat rapat dan resepsi pernikahan.

Dengan difasilitasi teknologi canggih, Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan tujuh ruangan pertemuan untuk disewakan. Sembari berwisata, Nusa Dua Beach Hotel menawarkan fasilitas bagi kantor Anda untuk bisa menyelenggarakan pertemuan.

Dibangun di atas lahan seluas 9 hektare dengan kebun yang rimbun, Nusa Dua Beach Hotel & Spa memiliki kamar dan suite yang menawarkan pemandangan taman tropis yang cermat dari teras. Itu merupakan pemandangan yang tidak akan Anda dapatkan, kecuali di Pantai Nusa Dua.

Untuk tetap menikmati watersport di Pantai Nusa Dua, Anda tidak perlu khawatir. Nusa Dua Beach Hotel & Spa menyediakan loket khusus bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi tiap jenis olahraga air. (*/S-1)

Candidasa, Pantai Berpasir Putih Layaknya Kuta

TERKENAL sebagai replika pantai Kuta dengan hamparan pasir putihnya, Pantai Candidasa menjadi daerah tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung ke wilayah Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali. Candidasa termasuk sebagai kawasan pariwisata yang dikembangkan mulai tahun 1983.

Kegiatan yang bisa dinikmati pada kawasan pantai antara lain berenang, sun bathing, canoing, snorkeling, memancing, dan trekking melalui perbukitan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya menggunakan perahu nelayan (jukung). Pulau-pulau tersebut menyimpan panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.

Sebenarnya Candidasa merupakan nama sebuah pura, yakni Pura Candidasa yang berada di atas bukit kecil dan dibangun pada abad ke 12 M. Nama asli pantai adalah Teluk Kehen. Namun seiring ditetapkannya pantai sebagai obyek wisata, namanya berubah menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura.

Tepat di sebuah relung pada bagian bawah tebing bukit di kawasan pantai, terdapat pahatan Arca Dewi Hariti bersama 10 orang anak yang sedang mengerubunginya. Pahatan tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.

Berdasarkan mitos yang berkembang dari kisah Dewi Hartini, banyak pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan berkunjung untuk memohon doa dengan membawa sesajen sebagai persembahan kepada Sang Dewi. (e-kuta.com/*/X-13)

Filosofi Museum Rudana

MUSEUM Rudana yang lokasinya tepat di pusat seni Ubud, Bali, memiliki pemandangan sawah yang sejuk, nyaman, serta memberikan kesan yang asri. Museum seni lukis ini berdiri atas prakarsa Presiden RI Soeharto dan sang istri, Tien Soeharto.

Koleksi Museum Rudana terdiri dari lukisan tradisional 108 buah, lukisan modern 216 buah, patung 55 buah, topeng 10 buah, wayang kulit dan dilengkapi juga dengan senjata Nawa Sanga 9 buah.

Pada struktur bangunannya, Museum Rudana mempersembahkan arsitektur asal Bali dengan tiga lantai sesuai dengan filosofi Bali, Tri Angga Yaitu, tiga bagian tubuh manusia yang terdiri dari kepala, badan dan kaki. Hal ini disesuaikan juga dengan Tri Mandala yang merupakan tiga bagian halaman museum, Jeroan, Jaba Tengah dan Jaba Isi.

Lalu juga ada Tri Loka yang merupakan tiga tingkatan alam semesta yaitu Bhur, Bwah, dan Swah. Atau dengan Tri Hita Karana yaitu tingkatan/hubungan manusia hidup di dunia seperti manusia dengan alam (palemahan), manusia dengan manusia (pawongan) dan manusia dengan Tuhan (parahyangan).

Konsep filosofi tersebut erat kaitannya dengan perkembangan seni rupa yang dapat memberikan regenarasi seniman dari zaman ke zaman, layaknya benang emas yang tidak dapat putus.

Museum secara resmi dibuka pada 26 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto yang juga berbarengan dengan memperingati ulang tahun Republik Indonesia ke 50. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri oleh para menteri, seniman beserta masyarakat.

Museum yang berdiri di Jl. Cok Rai Pudak no 44, Kelurahan Paliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, itu beroperasi setiap hari dari Senin hingga Minggu, pukul 08.00-17.00 WITA. Sedangkan pada hari raya atau hari besar lainnya, museum ini tutup.

Untuk harga tiket masuknya, museum ini memasang tarif untuk dewasa sebesar Rp 20.000 dan anak-anak, Rp 10.000. Bila Anda datang ke Museum Rudana bersama rombongan, pihak pengelola Museum memberikan diskon 50%. (mediaindonesia.com/OL-5)

Ayo Mengunjungi Penangkaran Penyu di Pulau Penyu

SATU lagi objek wisata di Pulau Bali, yang bisa menjadi pilihan saat berlibur adalah Pulau Penyu. Ini merupakan sebuah pulau yang dijadikan sebagai tempat penangkaran penyu. Sejumlah penyu dengan jenis berbeda banyak dijumpai di kawasan ini.

Tak hanya bisa melihat penyu-penyu secara langsung, pengunjung juga bisa memperoleh informasi seputar penyu. Jenis penyu yang dikembangbiakan di pulau ini diantaranya penyu hijau, penyu sisi dan penyu lekang.

Untuk jenis penyu lekang terbilang unik karena saat masih bayi mereka berwarna hijau kehitaman, namun ketika mencapai usia sekitar 5 tahun kulitnya akan berubah menjadi keputihan.

Penyu yang dikembangbiakan ditaruh dalam kolam terpisah sesuai dengan usia mereka. Kolam terbesar dihuni oleh induk-induk penyu jenis penyu hijau dan penyu sisik yang berumur di atas 35 tahun. Yang menjadi pembeda antara keduanya adalah cangkang mereka.

Tak hanya penyu yang bisa dijumpai di kawasannya. Ada pula binatang seperti landak, burung elang laut, elang gunung, 3 ekor iguana, beberapa pasang kelelawar, burung rangkok betina, ular dan burung nuri beraneka warna. Pengunjung bisa mengabadikan foto bersama hewan-hewan tersebut karena sebagian besarnya sudah jinak.

Pulau penyu juga dilengkapi dengan rumah makan dan toko yang menjual bermacam pilihan cinderamata dan cangkang penyu yang berganti kulit.

Bila ingin berkunjung ke Pulau Penyu, pengunjung bisa mengakses melalui Tanjung Benoa dengan menyewa Glass Bottom Boat seharga Rp 250.000/orang (minimal 2 orang). Durasi perjalanan hanya sekitar 15-20 menit.

Selama perjalanan pengunjung akan dimanjakan dengan panorama kehidupan bawah laut Tanjung Benoa yang bisa dilihat melalui kotak bening panjang menyerupai akuarium pada bagian tengah kapal. Agar ikan-ikan berdatangan mendekati kapal, awak kapal mensiasati dengan menebarkan serpihan roti di sekitarnya. (tanjungbenoabali.com/*/X-13)

Makan Malam di Pinggir Pantai Jimbaran

PANTAI merupakan andalan utama pariwisata Bali yang selalu berhasil memikat wisatawan lokal maupun asing. Salah satunya, Pantai Jimbaran, yang dijadikan pilihan sebagai tempat untuk melangsungkan makan malam bersama pasangan atau angggota keluarga.

Sedereta restoran bisa dijumpai di kawasannya. Restoran menyajikan hidangan laut dengan penawaran harga beragam, mulai dari restoran milik hotel bintang lima hingga restoran tradisional dengan harga terjangkau.

Berkunjunglah pada waktu sore menjelang malam hari. Sambil menyantap makan malam, anda bisa sekaligus menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggir pantai dengan kaki langsung menyentuh pasir.

Saat malam tiba anda akan ditemani alunan musik dari pemusik keliling yang memainkan lagu bernuansa romantis yang akan memperindah suasana.

Sebelumnya kawasan Jimbaran adalah kampung nelayan dan pertanian yang mana sebagian besar masyarakat setempatnya bekerja dari hasil alam. Namun kini Jimbaran berubah menjadi salah satu spot wisata favorit di Bali sehingga pendapatan penduduk diperoleh melalui industri pariwisata.

Pantai Jimbaran berada di Kabupaten Badung, Kuta Selatan. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai hanya berjarak 15 menit, sedangkan dari Legian dan Seminyak memakan waktu selama 20 menit. (*/X-13)

Wisata Air di Tanjung Benoa Watersport

tanjungbenoa.com

ANDA pencinta watersport? Tempat yang tepat untuk Anda adalah Tanjung Benoa Watersport yang menyediakan serangkaian fasilitas untuk melakukan kegiatan air. Kondisi pantainya cenderung lebih tenang, berbeda dengan pantai di Kuta, Sanur dan Uluwatu. Tak heran kawasannya menjadi satu-satunya tempat untuk melakukan beragam permainan air.

Kegiatan olah raga air yang bisa dilakukan antara lain jetski, parasailing, banana boat, scuba diving, snorkeling, glassbottom (dengan kunjungan ke Turtle Island), dan flying fish. Biasanya kegiatan dimulai pada pagi hari sekitar jam 8 hingga jan 12-an karena setelahnya air akan surut.

Seawalker merupakan olah raga air terbaru di tempat ini. Anda akan diajak berjalan di dasar laut menggunakan helm kedap air untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang indah di Tanjung Benoa.

Bagi anda yang berkacamata atau berjilbab tak perlu melepasnya karena kepala anda tak akan basah dan terlindungi. Untuk pernapasan dibantu dengan oksigen yang dialirkan melalui kabel-kebel yang terhubung ke helm yang digunakan.

Sebagai pemandu kegiatan, tersedia instruktur-instruktur professional yang akan menjamin keselamatan dan kenyamanan Anda saat melakukan permainan yang ada di sini.

Tanjung Benoa terletak bertetanggaan dengan kawasan wisata Nusa Dua, tepatnya di ujung tenggara pulau Bali. Dapat ditempuh dalam 35 menit dari Kuta, 40 menit dari Sanur dan dari Airport Ngurah Rai membutuhkan waktu 20 menit.

Tersedia harga diskon bila anda melakukan pemesanan dengan membeli voucher melalui website: www.tanjungbenoa.com.(*/X-13)

Makam Sunan Mumbul Karangasem

Kendati kita ketahui mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, namun Islam pernah berpijak dan meninggalkan beberapa lembaran sejarah di sini. Maka Bali sebagai destinasi wisata favorit ternyata juga menawarkan wisata religi Islam yang laik untuk dikunjungi.

Islam telah masuk ke Pulau Bali sejak zaman Kerajaan Gel-Gel Klungkung, sekitar abad ke-16 Masehi. Peranan ulama dan saudagar muslim yang datang ke Bali waktu itu sangat besar terhadap kerajaan yang berkuasa di Bali saat dilanda peperangan. Bahkan menempati posisi penting sebagai penerjemah, patih, dan kerabat istana. Sehingga banyak peninggalan bersejarah Islam yang terekam pada situs-situs, dan sampai kini masih tersimpan dan terjaga dengan baik di sekitaran Pulau Bali.

Ziarah Islami di Bali seperti perjalanan napak tilas mencari jejak-jejak penyebar Islam di masa lampau. Kita tidak hanya sekedar mengunjungi makam para ulama (Di Bali terkenal dengan nama ziarah wali pitu atau tujuh), lalu berdoa. Melainkan menikmati indahnya suasana damai dan kekerabatan antara Islam dan Hindu di beberapa kampung Islam, mengetahui sejarah Islam lewat benteng-benteng Islam di Bali Timur dan masjid-masjid tua di Kota Singaraja.

Indahnya Islam di Pulau Dewata juga menyatu dengan keindahan sebuah destinasi. Cobalah ziarahi Makam Sunan Mumbul yang terletak di sebelah Istana Taman Air Ujung tepat dibibir pantai. Ini seperti bukan sebuah ziarah, tapi sebuah perjalanan wisata yang mengilhami jiwa untuk selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. Keindahan sempurna tempat peristirahatan abadi.

Makam Sunan Mumbul pun tak terlepas dari cerita sejarah kerajaan yang ada di Bali. Sunan Mumbul merupakan nama yang diambil dari seorang putra mahkota Kerajaan Pejanggik, Mataram-Lombok sekitar abad ke-17 Masehi. Sementara, nama sebenarnya adalah Raden Datu Mas Pakel.

Alkisah Kerajaan Pejanggik akhirnya runtuh akibat serangan Kerajaan Karangasem Bali, dan Mas Pakel turut diboyong ke Bali. Raja Karang Asem mempercayakan Mas Pakel menjadi orang dalam istana dan memperkuat Kerajaan Karangasem. Istana Taman Ujung dibangun Raja Karangasem dengan bantuan Mas Pakel sebagai tempat istirahat dan bersantai Keluarga Raja, sekaligus menjadi basis pengintaian terhadap masuknya kapal-kapal musuh dari Bali Timur.

Di komplek istana yang berada di Karangasem ini terdapat sumur buatan Sunan Mumbul yang dipercaya warga memiliki khasiat. Benar atau tidaknya kabar khasiat itu, hanya Anda yang bisa menjawab dengan berwisata secara Islami di Pulau Bali. Di samping Sunan Mumbul, tentunya masih banyak jejak-jejak Islam yang bisa Anda telusuri.

Sumber: Majalah Travel Club

Museum Arjuna Metapa

Gianyar – Bali sebagai pusat budaya dan daerah tujuan wisata utama ternyata menyimpan benda-benda purbakala yang sangat berharga. Benda-benda pra-sejarah tersebut dapat dinikmati di museum Arjuna Metapa.

Museum yang berupa peninggalan benda-benda pra-sejarah ini berada di udara terbuka. Dibangun pada tahun 1960 dan dikelola oleh Departement Purbakala pemda Bali.

Di museum ini bisa ditemukan berbagai patung, arca, dan juga batu-batuan dari jaman prehistoric dan historich daerah Bali.

Terletak antara daerah Pejeng dan Bedahulu, kurang lebih 5 km dari kota Tampaksiring. Di sebelah barat komplek utama museum, yaitu Gedung Are terdapat petilasan tempat Arjuna bermeditasi dan bertapa.

Petilasan ini dikenal dengan nama Arjuna Metapa. (wahyu/smcn)

Sumber: Suara Merdeka

Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Siapa yang tak kenal Bali, keindahan alam dan budaya masyarakatnya telah membuat pulau dewata ini begitu mendunia sebagai surga wisata. Namun ternyata daya tarik wisata Bali sebagai tempat pelesir bukan hanya pada keindahan alam saja. Bali memiliki obyek wisata sejarah yang menarik dijelajahi.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), misalnya. Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa para pejuang melawan penjajahan. Bangunan yang diresmikan pada 2003 ini berlokasi di depan Kantor Gubernur.

MPRB juga menyajikan diorama yang menggambarkan proses kehidupan masyarakat Bali. Mulai dari Masa Prasejarah, Masa Bali Kuno, Masa Bali Madya dan Masa Perjuangan Kemerdekaan.

Perjalanan wisata sejarah akan semakin menarik dengan mengunjungi Museum Bali. Benda-benda budaya mulai zaman prasejarah hingga sekarang tersaji disini. Koleksi yang dapat diliat terdiri dari benda arkeologika, ethnografika historika, dan seni rupa.

Kesuksesan Bali sebagai sebuah destinasi wisata dunia juga menarik untuk diikuti. Untuk mengetahui perjalanan Bali hingga mendapat julukan pulau terindah di dunia ini bisa ditelusuri dengan berkunjung ke Museum Le Mayeur yang terletak di Pantai Sanur.

Sumber: Majalah Travel Club