Tag Archives: bandung

Liburan Berbeda di Bandung, Melancong ke Pasar Apung

Pasar Apung LembangBandung – Tak perlu ke Kalimantan atau Thailand jika ingin menikmati pasar terapung. Di Bandung, ada tempat wisata baru yang menawarkan suasana pasar apung di Floating Market Lembang. Tempat ini bisa jadi pilihan libur akhir pekan.

Kawasan seluas 7,2 hektar dengan danau di bagian tengahnya ini menyediakan berbagai hiburan lengkap bagi seluruh anggota keluarga. Danau yang kini menjadi tempat wisata ini dulu dikenal sebagai Situ (Danau) Umar. Sebelumnya, danau tersebut digunakan sebagai tempat pemancingan.

Hingga kemudian, danau alami dengan 8 mata air itu disulap menjadi tempat yang asri dan indah. Kini sekelilingnya dibuat saung-saung dan jalan setapak. Di bagian depan ada deretan rumah joglo yang terbuat dari kayu yang ternyata digunakan sebagai toko suvenir. Di atas danau, ada beberapa rumah terapung yang bisa disewa untuk berbagai kegiatan.

Bagian spesial di sini tentu saja area dermaga di mana ada 45 perahu yang menjajakan berbagai macam kuliner yang menggoda lidah. Dari dalam perahu masing-masing, para pedagang melayani para pembelinya. Sebut saja aneka jajanan seperti sate, tutut, tempe mendoan, potato twist, lotek dan aneka minuman tersedia lengkap di sini.

“Masing-masing perahu menjual jenis makanan yang berbeda, jadi lebih bervariasi,” ujar Intania Setiati, PR The Big Price Cut Group yang menaungi Floating Market Lembang kepada detikTravel di lokasi, Jumat (26/7/2013).

Yang menarik, ada bagian tempat makan yang juga dibuat secara terapung di salah satu sisi area dermaga. Sehingga pengunjung akan merasakan sensasi goyangan saat makan di atasnya. Selain di area terapung, disediakan juga deretan tempat duduk dan meja yang memanjang di bagian tengah danau.

Bagi keluarga yang ingin bersantai lebih leluasa, ada juga saung-saung nyaman yang berada di sekeliling danau. Saung ini bisa disewa dengan harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 120 ribu per 2 jam tergantung dari ukuran dan lokasi saung.

“Area kuliner pun tak hanya ada di dermaga yang dijajakan di atas perahu, namun ada tempat makan di bagian sisi kiri kanan yang menyediakan menu barat dan seafood serta makanan berat lainnya,” katanya.

Berbagai macam hiburan bagi Anda dan keluarga termasuk anak-anak pun tersedia lengkap di sini. Wahana air di area dermaga antara lain terdiri dari perahu kayuh, sampan, kano dan sepeda air untuk berkeliling danau. Harganya Rp 35 ribu hingga Rp 70 ribu untuk sampan yang berkapasitas 5 orang

Tak hanya itu, anak-anak pun dijamin makin betah dengan adanya wahana ATV, flying fox, pancing ikan, Taman Kelinci, Kolam Bebek, sepeda anak hingga mewarnai keramik. Tak ketinggalan, ada juga Kampung Leuit yang menawarkan suasana dan kegiatan pedesaan seperti memanen buah.

“Konsepnya adalah tempat hiburan lengkap untuk keluarga dengan nuansa alam. Apalagi tempat wisata dengan nuansa air seperti ini baru ada,” tutur Intan.

Saat ini, Floating Market juga tengah mempersiapkan Taman Batu Fosil yang nantinya disediakan sebagai area foto-foto dengan latar yang unik bagi para pengunjung. Untuk bisa masuk ke Floating Market Lembang ini satu orang pengunjung hanya harus membeli tiket masuk Rp 10 ribu yang kemudian ditukarkan dengan welcome drink.

Namun jangan lupa, tukarkan dulu uang di Anda dengan koin Floating Market. Karena seluruh transaksi di sini menggunakan koin tersebut. Nilai koinnya hanya ada dua, yaitu pecahan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu.

Sejak dibuka pada akhir 2012 lalu, pasar terapung ini makin banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota. Floating Market Lembang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB pada hari kerja, sementara akhir pekan (Jumat-Minggu) buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Sumber: detikcom

Ciwidey, Surganya Wisata Alam di Bandung Selatan

ciwideyBerwisata ke Bandung memang tak ada matinya. Ada saja tempat yang bisa dieksplorasi di sana. Kalau bosan berwisata di kota, cobalah bertolak ke Ciwidey di Bandung Selatan. Destinasi wisata alam tersedia lengkap di sana.

Ciwidey di Bandung Selatan adalah tempatnya wisata alam. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Bandung, saya tiba di Danau Situ Patenggang. Panorama kebun teh menghampar di sepanjang jalan.

Konon, Situ Patenggang mengisahkan cerita cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Percaya atau tidak, di tengah danau terdapat Batu Cinta dan Pulau Asmara. Konon kalau Anda berkunjung bersama pasangan, dia akan jadi jodoh Anda!

Puas berperahu di danau dan menikmati alam segar, saya menyambangi Bumi Perkemahan Ranca Upas. Di sini, traveler bisa bermain dengan rusa jinak di penangkaran. Kalau berminat Anda juga bisa menyewa tenda atau memanfaatkan area outbound yang tersedia. Banyak pula vila dan hotel yang tersedia di kawasan tersebut.

Hari kedua, saya berkunjung ke Kawah Putih untuk menghapus rasa penasaran. Sebelumnya tempat ini hanya saya lihat di foto-foto pre-wedding. Di sini, saya disambut pemandangan eksotis dengan hamparan pasir. Air kawah yang hijau sangat cantik.

Kawah ini konon dianggap angker karena burung yang melaluinya akan mati. Tapi sekarang, Kawah Putih banyak didatangi turis karena panoramanya yang cantik. Kawah Putih juga jadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding.

Sebagai penutup perjalanan, bertolaklah ke Perkebunan Teh Rancabali milik PTP Nusantara VIII. Wisatawan umum bisa berkunjung ke sini, bisa lewat reservasi sebelumnya ataupun datang langsung saat akhir pekan.

Di perkebunan teh ini, akan ada pemandu yang menjelaskan cara pembuatan teh dan tata cara menyeduh teh yang benar. Usai jalan-jalan, turis bisa langsung membeli produk teh asli lokal sebagai oleh-oleh.

Sumber: detikcom

Natural Concept Holiday Destination at Floating Market Lembang

Floating Market LembangKonsep Floating Market Lembang sendiri sebenarnya adalah tujuan wisata berupa desa yang asri, sejuk, damai dan lengkap.Kelengkapan fasilitasnya sangat ideal untuk tujuan wisata keluarga. Sesuai dengan namanya, pasar terapung, maka begitu masuk ke area wisata ini, langsung disambut pemandangan desa dan persawahan yang memanjakan mata seluas 7,2hektar, di tengah-tengah terhampar danau yang di atasnya dihiasi jukung atau perahu-perahu indah. Di pasar terapung ini juga dijual beranekamacam makanan, hasil kerajinan tangan dan aksesoris.

Bukan Bandung namanya kalau enggak ada factory outlet, Floating Market Lembang ini juga punya factory outlet dengan berbagai pilihan busana untuk seluruh keluarga. Selain itu kawasan ini juga dilengkapi dengan deretan gazebo dan tempat-tempat makan.Disini berbagai menu makanan lokal maupun mancanegara tersedia.

Floating Market Lembang 1Interior gazebo dan rumah makan dibuat sedemikian rupa menyesuaikan konsep alam.Bagi keluarga yang berwisatake Floating Market Lembang, tersedia berbagai arena bermain untuk anak-anak. Diantaranya wahana air yang dapat mendekatkan anak dengan alam, seperti kano, sampan dan paddle boat. Juga ada ATV, pemancingan buat anak-anak, kolam tangkap ikan, tempat memberikan makan kelinci, angsa, dan masih banyak lagi.

Sumber: Freemagz.com

Tempat Liburan Baru di Bandung: Animal Kingdom

Animal KingdomBandung – Menjelang long weekend dan liburan sekolah kali ini, Bandung sudah punya lagi wahana liburan baru dan seru untuk keluarga. Kali ini, Trans Studio Mal (TSM) punya ‘Animal Kingdom’. Inilah kebun binatang boneka yang unik.

Berbagai binatang dari Afrika dan hidup di hutan hujan tropis seperti gajah, jerapah, kuda nil, rusa, impala, wildebeest dapat dijumpai secara langsung di wahana ini. detikTravel sudah mencoba asyiknya wahana ini.

Saat masuk ke dalam wahana ini, pengunjung pertama akan diajak untuk berfoto dengan latar belakang boneka singa, mooses (rusa Amerika) dan kijang. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan bermain menikmati wahana melalui jembatan ‘Nile River Bridge’, kemudian dilanjutkan dengan petualangan di ‘Savanna’, melewati kelebatan ‘Rain Forest’ dan mendaki ‘Mount Kilimanjaro’.

Nah, setelah berpetualang, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekan dengan binatang-binatang yang ada di Afrika. Dimulai dari keluarga monyet dan gorila, dilanjutkan dengan melihat lebih dekat keluarga kuda nil dan gajah yang besar, serta jerapah yang tingginya mencapai 2,4 meter.

Boneka-boneka di kebun binatang ini memang tampak seperti aslinya. Produsen boneka Hansa selaku pemilik boneka-boneka di wahana ini memang memproduksi replika boneka yang mirip dengan satwa di habitat aslinya.

Selain bisa melihat boneka binatang yang lucu-lucu, di wahana ini juga terdapat informasi dan pengetahuan tentang binatang-binatang tersebut. Animal Kingdom cocok untuk sarana edukasi anak-anak.

“Di dalamnya juga ada informasi tentang hewan langka juga hewan yang dilindungi. Kami ingin pengunjung yang datang ke sini tak hanya terhibur tapi juga bisa mengedukasi anak-anak,” ujar Marcom Manager Trans Studio Mal, Triya Filia Santi, di Trans Studio Mal, Selasa (4/6/2013).

Masuk ke kebun binatang boneka ini cukup membayar Rp 40 ribu dan akan mendapatkan satu frame foto gratis bersama boneka binatang. Kebun binatang boneka ini bisa dikunjungi mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2013, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Sumber: detikcom

Masjid Raya Bandung, Mahakarya Arsitektur Islam di Kota Kembang

Masjid Raya BandungTerletak di sisi alun-alun, Masjid Raya Bandung menjadi poros syiar Islam di Kota Kembang. Bangunan kuno ini telah bermetamorfosa menjadi sebuah masjid yang megah dan indah. Cocok untuk didatangi saat mudik Lebaran.

Siapa sangka bangunan megah itu dulunya hanya berupa panggung kayu sederhana. Masjid Raya Bandung, dulu dikenal sebagai Masjid Agung Bandung, mulai dibangun pada 1812. Waktu pertama berdiri hanya ada satu panggung tradisional dengan tiang kayu, berdinding anyaman bambu, dan beratap rumbia. Sebuah kolam besar tersedia untuk mengambil wudhu.

Baru mulai 1826, masjid ini menjadi bangunan berkonstruksi kayu. Masjid Raya Bandung akhirnya menggunakan batu bata dan atap genting, atas prakarsa Bupati R.A. Wiranatakoesoemah IV yang menjabat pada 1846-1874.

Mengutip situs resmi pariwisata Kota Bandung, Selasa (14/8/2012), letak Masjid Raya yang berada di tengah-tengah kegiatan komersial yang amat padat, merupakan ciri utama yang dimiliki masjid ini. Bangunan yang tampak seperti saat ini merupakan hasil beberapa kali renovasi. Sejak renovasi tahun 1826, pembongkaran kembali dilakukan pada 1850, 1900, 1930, 1955, hingga terakhir pada 2006 lalu. Renovasi itu termasuk penataan ulang alun-alun yang persis berada di depan Masjid Raya.

Sekarang, masjid ini sudah dilengkapi pagar tembok setinggi 2 meter bermotif sisik ikan, sebagai penanda ornamen khas Priangan. Atap tumpang susun tiga yang dipakai sejak 1850 diubah menjadi kubah model bawang bergaya Timur Tengah. Serambi diperluas, ruang panjang di bagian kiri-kanan masjid disatukan dengan bangunan induk. Dua menara kembar yang menjulang setinggi 81 meter menjadi ciri khas utama masjid ini.

Mulai sore hari, kawasan alun-alun sudah ramai pengunjung yang ngabuburit dan mencari takjil untuk berbuka. Adzan maghrib sebagai penanda senja lalu bergaung dengan indah, seakan membangunkan seluruh kota untuk kembali menghadap-Nya. Para mojang jajaka berbondong-bondong memasuki masjid ini untuk salat maghrib dan tarawih.

Kalau kampung halaman Anda adalah Kota Bandung, Masjid Raya menjadi tempat yang pas untuk salat Ied. Kalau Anda menyambangi Bandung saat mudik, jangan lupa singgah untuk beribadah sejenak. Rasakan atmosfer Kota Kembang yang sejuk dan nyaman sambil menikmati mahakarya arsitektur Islam.

Sumber: detikcom

Ayo Liburan Keluarga ke Ciwangun Indah Camp

BANDUNG selalu menjadi destinasi alternatif untuk berlibur. Jaraknya yang tidak jauh dari Jakarta menjadikan Bandung banyak disinggahi warga ibukota yang ingin melepas kepenatan namun terhalang padatnya kegiatan dan waktu.

Salah satu tempat dimana anda bisa mengajak keluarga berlibur sambil menikmati indahnya alam adalah Ciwangun Indah Camp (CIC). Tempat ini memiliki visi “Menjadi Tempat Tujuan Wisata dan Pusat Outbound di Jawa Barat.”

Sedangkan misi dari CIC adalah menyediakan tempat wisata dengan mengusung konsep 3E, yaitu Menjaga Kelestarian Lingkungan (Environment), Pendidikan (Education). Kedekatan dengan Konsumen (Emotional).

CIC tepatnya berada di Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Luasnya yang mencapai 22 ha meliputi beberapa kawasan seperti areal hutan pinus, perkebunan teh, sungai, perbukitan, danau buatan, air terjun, dan lainnya.

Untuk kegiatan outbound tersedia fasilitas yang dijamin bisa memicu adrenalin anda. Semuanya memiliki tantangan berbeda, diantaranya wall climbing, paint ball & air soft gun, shaking bridge, flying fox. Jangan terlewat untuk melakukan camping activity, tea walk, dan wisata berkuda. CIC juga menyediakan arena outbound yang disediakan khusus untuk putra-putri anda.

Sebagai fasilitas pendukung tersedia beberapa saung yang berfungsi untuk melangsungkan pertemuan di tempat terbuka. Sedangkan bila ingin melakukan pertemuan di dalam ruangan bisa menggunakan aula yang juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk perayaan pesta ulang tahun atau melakukan perjamuan makan.

Ada juga fasilitas Masjid, Kebun Strawberry (petik sendiri), Cafe, panggung hiburan, kolam renang, lapangan parkir yang memadai, dan gazebo yang tersebar dikawasannya sebagai tempat beristirahat sejenak.

Buat Anda yang ingin bermalam terdapat Saung Utama yang menyediakan 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang rapat, ruang keluarga, dapur umum dan balkon. Atau bisa memilih Villa Dayang Sumbi. (ciwangunindahcamp.com/*/X-13)

Ajak Anak Anda ke Little Farmer

SEBAGAI orang tua sudah kewajiban untuk memanjakan, menyayangi dan mendidik sang buah hati. Salah satu bukti rasa sayang terhadap anak bisa ditunjukan dengan mengajak mereka ke wahana permainan yang juga dilengkapi dengan unsur pendidikan.

Sebuah wahana khusus anak-anak yang terletak di Jalan Kolonel Matsuri no. 339, Kabupaten Bandung Barat, bernama Little Farmer bisa menjadi pilihan. Little Farmer merupakan tempat yang berupaya memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak menggunakan metode menarik dan menyenangkan.

Contohnya melibatkan mereka dalam proses beternak dan bertani yang dibarengi dengan berbagai aktivitas yang akan membuat mereka senang dan tanpa diselimuti kebosanan. Tujuannya adalah agar anak-anak bisa menyerap ilmu dari para tutor secara mudah dan tetap menikmati apa yang mereka kerjakan..

Mengajak anak-anak mengikuti kegiatan bercocok tanam bisa memberikan pemahaman kepada mereka agar lebih bersyukur atas nikmat Tuhan melalui karunia alam yang telah diberikan.

Di atas lahan seluas 28 hektare, Little Farmer memiliki 25 kandang sapi, 100 kandang kelinci dan belasan kandang hamster. Selama perjalanan berkeliling anak-anak akan mendapat info tentang ternak yang ada di kandang melalui bimbingan instruktur berpengalaman.

Misalnya saat berada di kawasan peternak sapi. Sambil sang instruktur menerangkan bagaimana cara memamahbiak hewan, anak-anak bisa mencicipi susu sapi murni. (*/X-13)

Menikmati Keindahan Bandung di Saung Panineungan

wisatalembang.com

SAAT singgah di Bandung rasanya tak lengkap tanpa melakukan wisata kuliner khas Bandung yang kental akan unsur Sunda lengkap akan pemandangan alamnya yang indah. Untuk mewujudkannya Anda bisa mengunjungi objek wisata kuliner dan wisata alam Saung Panineungan yang cukup terkenal di kawasan Lembang.

Sambil berwisata kuliner Anda bisa sekaligus menikmati pemandangan Bandung yang indah, khususnya pada malam hari. Udara di Saung Panineungan cukup dingin karena terletak pada ketinggian 700m di atas permukaan air laut.

Suasana yang tersaji di Saung Panineungan akan membuat Anda merasa sangat rileks dan segar sehingga mampu membantu untuk menghilangkan kepenatan pikiran Anda akan kehidupan hiruk pikuk perkotaan.

Beraneka ragam pilihan makanan tersaji di Saung Panineungan yang dijamin bisa memanjakan lidah dan selera makan Anda. Diantaranya nasi timbel komplit, ayam goreng beserta lalapan, pepes ikan air tawar dan pepes ayam, ikan asin, sambal, dan tak ketinggalan bermacam minuman mulai dari jus hingga soft drink.

Tersedia pula fasilitas flying fox untuk remaja dan anak-anak sehingga mereka tidak akan merasa bosan. Suatu keharusan menjadikan tempat ini sebagai salah satu referensi tujuan kuliner wisata lembang.

Saung Panineungan terletak di belakang Padepokan Madani yang termasuk dalam kawasan Desa Cibodas, Kecamatan Lembang Bandung. (*/X-13)

Ayo Berendam di Air Panas Cimanggu

BILA ingin menghangatkan tubuh saat berada di Ciwidey, Bandung, yang udaranya cukup sejuk, Anda bisa mengunjungi sebuah pemandian air panas Cimanggu. Tak hanya tersedia kolam renang dan kamar rendam air panas, ada pula pondokan dengan panorama yang memikat.

Kandungan sulfur yang ada pada air panasnya terbilang rendah. Namun untuk kandungan yodium-nya tinggi. Tak ada zat kimia sehingga tak mungkin berbahaya bagi kesehatan tubuh. Air panas di sini berwarna kehijauan diakarenakan kandungan ganggang yang terdapat didalamnya.

Beberapa fasilitas penginapan yang ada dikawasannya terbagi menjadi:

Eucalyptus Cottage

Berkapasitas 4-8 orang dengan fasilitas seperti 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, SPA (air panas), ruang tamu+sofa, dapur.

Cemara Cottage

Untuk kapasitas 4-6 orang. Kapasitasnya 2 kamar tidur, 1 kamar mandi (bath tub), ruang tamu+sofa, dapur dan teras.

Pinus Cottage

Fasilitasnya 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur. Jenis ini untuk kapasitas 2 s/d 6 orang.

Meranti Villa

Berkapasitas 8 orang dengan 2 kamar tidur dan ditambah extra bed

Jati Cottage

Fasilitasnya berupa 1 bed, 1 kamar mandi, dan untuk kapasitas 2 s/d 3 orang.

Jika butuh penambahan kasur dikenakan harga Rp 50.000/bed/malam. (tourismwestjava.com/*/X-13)

LP Sukamiskin Satu-Satunya Wisata Penjara di Indonesia

Andai Ku Gayus Tambunan/ Yang bisa pergi ke Bali/ Semua keinginannya/ Pasti bisa terpenuhi/ Lucunya di negeri ini/ Hukuman bisa dibeli/ Kita orang yang lemah/ Pasrah akan keadaan.

Tentu masih terngiang dalam benak kita lirik lagu “Andai Ku Jadi Gayus Tambunan” yang diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh Bona Paputungan, musisi asal Gorontalo. Tentu kita juga akan setuju, menyimpulkan bahwa karya tersebut merupakan wujud perlawanan seorang tahanan terhadap ketidakadilan dalam konteks kekinian.

Jauh sebelum ini, Bung Karno beberapa dekade lalu ketika menjadi tahanan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung pun menyuarakan ketidakadilan untuk bangsa ini.

Sang Proklamator itu terus melawan dari balik tembok penjara melalui penanya menuliskan pledoi (pembelaan) demi mendapatkan keadilan dalam persidangan. Di kamar TA (Blok Timur Atas) 01 Soekarno ditahan atas tuduhan yang sengaja dicari-cari dan kelak dibenarkan Landraad Belanda di Bandung pada 22 Desember 1930. Di kamar itu mantan presiden pertama Indonesia menulis pledoi yang sangat terkenal; “Indonesia Menggugat”.

Bung Karno secara tajam membahas kejahatan imperialisme dan kolonialisme di dunia, khusunya di Hindia-Belanda. Rakyat Indonesia diperlakukan secara kejam dengan wajib tanam, dan jikapun diberikan upah, sangatlah kecil, yakni “segobang” (2,5 sen) sehari. Padahal, pendapatan Hindia-Belanda dari perusahaan swasta sangat besar. Inilah sepenggal kisah perjuangan bapak pendiri bangsa sehingga Sukamiskin layak menjadi salah satu destinasi wisata sejarah.

Lapas di Jalan A.H Nasution Bandung, Jawa Barat ini memang bukan rumah tahanan (rutan) sembarangan, dan barangkali satu-satunya yang terbilang layak bagi para penghuninya. Setiap tahanan berhak atas ruangan 2 x 1 meter tanpa harus berbagi dengan tahanan lain. Penjara dengan sejarah cukup panjang ini dibangun 1817 oleh Pemerintahan Belanda dengan luas lebih dari 2 hektar.

Bangunan dengan bentuk trapesium dua lantai menjadi tempat tahanan politik semasa Belanda berkuasa. Sejak ditangani pemerintah Indonesia pasca kemerdekaan, secara fisik bentuk bangunan LP Sukamiskin tidak banyak mengalami perubahan, kecuali bangunan tambahan kantor sipir dan kepala LP, serta patung seorang ibu sedang menggendong anaknya, di halaman depan gedung.

Awalnya wisatawan yang bertandang hanyalah komunitas pemerhati sejarah karena harus melalui prosedur sangat rumit dan jadwal yang ketat. Setelah resmi sebagai salah satu tujuan wisata sejarah pada Juni 2010 oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, masyarakat umum bisa berkunjung ke penjara tersebut setiap saat. Program ini merupakan pertama kali di Indonesia.

Pengunjung bisa merasakan langsung atmosfer sejarah kamar Bung Karno yang sengaja dibiarkan kosong oleh pengelola penjara. Di dalam, sejumlah buku-buku koleksi Soekarno maupun buku yang bercerita tentang pemikiran brilian Bung Karno terpajang rapi, meski jumlahnya tidak banyak. Selain itu, ruang ini juga berisi sebuah kursi dari rotan, ranjang lipat dengan toilet duduk di bawahnya, serta tempat makan alumunium yang pernah dipakai oleh tahanan zaman itu.

Selain sejarah perjuangan yang dapat dipetik, wisata sejarah di Sukamiskin akan memberikan pendidikan luar biasa bagi setiap individu yang berkesempatan masuk ke dalam gedung yang dijaga ketat ini. Mengetahui betapa tersiksanya menjadi seorang tahanan menjalani malam-malam kelam sendirian. Melepas lelah setelah seharian bekerja secara paksa tanpa sanak keluarga dan kolega.

Paling tidak kita akan berpikir seribu kali untuk melakukan segala tindak kejahatan yang bisa menghantarkan kita ke penjara. Tentu kita tidak mau status sebagai tahanan melekat pada diri kita bukan? Namun, lain halnya dengan Bung Karno. Menjadi tahanan justru karena perjuangan membela kebenaran. Seperti itulah pengorbanan pendiri bangsa kita yang bisa diketahui dari surat yang ditulis untuk saudara sebangsa di luar tembok penjara.

Sejak masa Bung Karno, rutan ini memiliki sebuah percetakan yang mempekerjakan para terhukum. Sampai detik ini percetakan itu masih beroperasi sebagai pembinaan para tahanan. Wisatawan akan diarahkan juga meninjau percetakan penjara. Begitu memasuki ruangan yang memanjang ini seolah berada pada sebuah museum percetakan. Puluhan koleksi mesin cetak kuno dengan berbagai merek dari Eropa berjajar rapi.

Sukamiskin ternyata hanya sebuah nama, tanpa merujuk kepada kemiskinan dengan makna sebenarnya. Bahkan mungkin penjara peninggalan Belanda ini merupakan satu-satunya yang memiliki fasilitas di atas rata-rata. Wisatawan bisa melihat pula bagaimana gereja dalam penjara lengkap dengan sebuah piano untuk mengiringi setiap kebaktian. Masjid di seberang blok pun tampak begitu megah.

Belum lagi sebuah perpustakaan yang begitu rapih dan peralatan audio visual yang dapat dinikmati oleh setiap napi yang ingin memperdalam pengetahuan. Semua ini menjadi bagian dari tur penjara di Sukamiskin. Dan sebelum menghirup udara bebas ke luar pintu penjara, para wisatawan akan menjadi bagian dari sejarah dengan suguhan film dokumenter tentang keberadaan Penjara Sukamiskin dari semula hingga kini.

Maka pelajaran yang bisa diambil hikmahnya dari wisata sejarah ini, bahwa senyaman-nyamannya hidup dalam tembok penjara, jauh lebih nyaman menikmati hari-hari bebas di tengah keluarga.

Surat Bung Karno dari Sukamiskin
Sukamiskin, 17 Mel 1931

Saudaraku!
Baru sekarang saya menulis dari Sukamiskin, karena orang tangkapan hanya boleh berkirim surat sekali dalam dua minggu. Sesudah masuk ke dalam rumah kurungan, hampir semua yang saya bawa dari rumah tahanan di Bandung, diambil. Setiap hari saya mesti bekerja keras. Malam hari, badan sudah letih sehingga belajar pun tak ada hasilnya. Sukamiskin tak lebih daripada rumah kurungan, dan saya ini adalah orang hukuman, yang mesti menyembah larangan dan suruhan, seorang manusia yang mesti melupakan kemanusiaannya. Orang hukuman tiada lain daripada seekor binatang ternak; orang hukuman menurut Nietzche, ialah orang yang dijadikan manusia yang tidak mempunyai kemauan sendiri, seperti binatang ternak. Namun demikian, hatiku tinggal tetap; tak pernah saya melupakan suara hatiku. Bukankah Sir Oliver Lodge telah mengajarkan “No sacrifice is wasted,” atau dalam bahasa Jawa “Jer basuki mawa beya.”

Sumber: Majalah Travel Club