Tag Archives: bukit

Wisata Gratis di Bukit Malimbu

HAMPARAN birunya pantai yang terbentang luas, deburan ombak yang berkejaran, hijaunya deretan gunung dan pulau-pulau kecil, merupakan serangkaian kecantikan panorama alam yang bisa dinikmati dari atas Bukit Malimbu yang terletak di kota Mataram, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kera-kera juga terdapat di tempat ini mengingat masih banyaknya pohon-pohon besar yang berdiri kokoh di area Malimbu.

Sebuah pilihan tepat jika Anda ingin menikmati suasana alam hasil kreasi Sang Pencipta, Buat Anda yang menyukai kegiatan fotografi, tempat ini wajib dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan pemotretan. Keasrian lingkungan yang ditawarkan Bukit Malimbu menjadi daya pikat tempat ini, terlebih lagi dikala sore hari

Untuk menikmati semua keindahan Bukit Malimbu, tidak perlu membayar sepeserpun karena tempat ini merupakan wisata alam terbuka tanpa pintu masuk. Namun yang perlu diingat adalah bahwa di sekitar Bukit Malimbu belum banyak terdapat penginapan atau restoran yang melayani kebutuhan pengunjung.

Jadi, jika Anda hendak berlibur kesini disarankan agar membawa kebutuhan makan pribadi. Banyak terdapat gubuk kecil yang memang khusus disewakan sebagai tempat agar Anda bisa menikmati bekal sambil dimanjakan dengan keindahan pantai. Harga sewa satu gubuk hanya dikenakan Rp 10.000. (wisatamelayu.com/X-13)

Gerbang Nirwana di Pedalaman Sumatera

Ketika sang mentari muncul, saat cahayanya mulai menghangatkan daun-daun pepohonan, berpadu dengan gemuruh sungai yang mengalir bak pita biru membelah kehijauan hutan, keindahan pagi hari di Bukit Lawang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Bahorok, sungai di Bukit Lawang ini, adalah salah satu dari sekian banyak sungai-sungai menawan yang mengalir di Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan ini merupakan blok hutan terluas di pulau Sumatera, mencakup dari pegunungan sampai pantai dan dihuni oleh berbagai binatang besar seperti gajah, harimau, badak, orang utan, tapir, beruang madu, kambing hutan dan rusa.

Tidak heran mitologi orang-orang Gayo di dataran tinggi Aceh menyebutkan Leuser merupakan nirwana bagi satwa. Setiap binatang yang sedang menjelang ajal akan melakukan perjalanan ke arah gunung Leuser untuk mati di sana.

Bukit Lawang sendiri merupakan bagian dataran rendah dari Leuser di Sumatera Utara dengan kondisi masih berupa rimba belantara dipenuhi oleh pohon-pohon bernilai ekonomis seperti damar, meranti dan kruing. Konon namanya berasal dari suatu bukit yang dipenuhi tanaman lawang.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa di tempat ini ditemukan bukit-bukit membentuk celah sebagai pintu masuk menuju kawasan Leuser.

Daerah Bukit Lawang mulai dikenal pada tahun 1973, ketika dua orang ilmuwan zoologi dari Swiss membangun pusat rehabilitasi orang utan dengan tujuan untuk menampung dan melepaskan kembali orang utan peliharaan ke kawasan ini.

Karena orang utan ini mudah dilihat, selain juga sungainya yang indah, lama kelamaan pariwisata berkembang di sini. Berbagai fasilitas seperti penginapan, rumah makan dan warung cenderamata juga tumbuh dengan pesat. Puncaknya pada pertengahan tahun 1990-an, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara terutama dari Eropa mencapai lebih dari 20.000 orang dalam setahun.

Namun setelah itu krisis moneter tahun 1998 datang ditambah banjir bandang yang menyapu Bukit Lawang pada tahun 2003, menghancurkan sebagian besar fasilitas dan menelan korban lebih dari 200 orang, kunjungan wisatawan pun menurun secara drastis. Kini beberapa tahun belakangan tempat ini mulai menggeliat kembali. Turis-tuns dari Eropa mulai berdatangan kembali.

Hanya berjarak sekitar 90 km dari kota Medan dengan kondisi jalan cukup minus saat ini, Bukit Lawang dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dengan kendaraan bermotor dari Medan melalui Binjai.

Lokasinya berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser, terletak pada ketinggian 100m-200m dari permukaan laut dengan kondisi bentang alam berbukit-bukit. Setibanya di sini, kita akan disambut dengan gemuruh suara air sungai Bahorok yang begitu jernih dan memancarkan warna kebiruan.

Di areal ini, terdapat berbagai warung makanan, barang cenderamata dan berbagai barang kebutuhan lainnya. Penginapan dan restoran terdapat di sepanjang kedua sisi sungai.

Macam penginapan cukup beragam dari yang menawarkan harga murah di bawah 100 ribu rupiah sampai yang cukup mahal di atas 250 ribu rupiah per malam. Menu yang ditawarkan di restoran juga cukup beragam, ada yang menyajikan makanan lokal atau menu makanan Barat.

Umumnya wisatawan domestik, dari Medan dan sekitarnya, menyukai lokasi di sekitar areal kedatangan yang ramai, sedangkan para turis mancanegara lebih memilih masuk ke arah hulu sungai, tempat penginapan lebih tenang dan sepi dapat ditemukan. Pada akhir pekan dan hari libur, Bukit Lawang dipenuhi oleh para wisatawan domestik yang datang untuk berekreasi dan mandi di sungai.

Namun berkunjung ke Bukit Lawang lebih dari sekadar bermain air. Melihat orang utan adalah atraksi menarik lainnya terutama bagi para wisatawan asing. Sekalipun saat ini pusat rehabilitasi telah ditutup, tetapi kegiatan pemberian makan orang utan masih dilakukan pada pagi dan sore hari.

Untuk melihat kegiatan ini, kita harus berjalan ke arah hulu sungai sampai bertemu gerbang masuk Taman Nasional Gunung Leuser, kemudian dilanjutkan menuju lokasi pengamatan orang utan.

Menjelajahi hutan sambil berkesempatan menjumpai binatang liar lainnya seperti owa, monyet pemakan daun kedih, lutung, atau berjumpa dengan pohon-pohon berukuran besar, dapat menjadi kegiatan alternatif yang menyenangkan. Para pemandu menawarkan berbagai paket penjelajahan hutan untuk turis mulai dari 3 jam sampai menginap selama seminggu di dalam hutan.

Terdapat dua suasana paling mempesona di Bukit Lawang. Pertama, suasana pagi hari ketika cuaca cerah. Pemandangan menatap ke sungai yang begitu biru berpadu dengan kesegaran dedaunan pepohonan dari cahaya kemerahan dari matahari terbit, merupakan pemandangan luar biasa.

Kedua suasana di sore hari yang merupakan waktu paling tepat untuk bermain di sungai, baik itu mandi-mandi, berenang atau mengarungi riam-riam dengan menggunakan ban dalam mobil atau dikenal dengan istilah tubing. Berapa lama pun kita tinggal di Bukit Lawang, tidak akan pernah merasa bosan dalam menikmati keindahan baik di pagi hari maupun keceriaan sore hari.

Sumber: Majalah ASRI

Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona

Canopy bridge, andalan wisata alam Bukit Bangkirai  Photo: Yanda, 2003
Canopy bridge, andalan wisata alam Bukit Bangkirai - Photo: Yanda, 2003

Jika anda ingin berwisata di akhir pekan, kawasan wisata alam Bukit Bangkirai yang terletak di Kecamatan Samboja mungkin dapat dijadikan pilihan liburan bersama keluarga, relasi atau kekasih. Di kawasan Bukit Bangkirai ini, wisatawan dapat menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan bahkan kicauan burung dan suara-suara satwa hutan lainnya pun masih dapat didengarkan.

Tak hanya itu, para wisatawan yang memiliki masalah berada di ketinggian mungkin dapat mencoba tantangan untuk meniti canopy bridge atau jembatan tajuk yang digantung menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Tentunya ada perasaan ngeri namun mengasyikkan bila menyusuri jembatan gantung di ketinggian 30 meter dari muka tanah sementara desiran angin yang sejuk cukup membuat bulu kuduk merinding, apalagi jembatan semakin Continue reading Bukit Bangkirai, Kawasan Wisata Alam yang Mempesona

Pesisir Selatan Surga Baru Pencinta Keindahan

pesisir selatanSelepas acara Tour de Singkarak 2009, rasa haus melihat keindahan bumi Sumatera Barat belum juga terpuaskan. Hijaunya alam dan gradasi warna kabut gunung membuat kaki ingin melangkah jauh mengeksplorasi daerah ini. Didapatlah informasi mengenai Kota Painan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Perjalanan dari Padang ke Pesisir Selatan ditempuh selam satu jam. Melewati bukit-bukit landai dengan pemandangan pesisir pantai yang indah. Raungan becak motor dan lambaian ramah para warga seakan menyambut para wisatawan yang datang. Tikungan terakhir, Kota Painan mulai terlihat dan kaki ini tidak sabar untuk menginjaknya.

Pesisir Selatan ternyata menyimpan daerah wisata yang cukup melimpah. Pantai menjadi ajang unjuk gigi selain alam hutan yang alami. Beragam pulau kecil memberikan pemandangan tidak lagi berbentuk abstrak berupa langit. Continue reading Pesisir Selatan Surga Baru Pencinta Keindahan

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

peta-bukit-tiga-puluhTaman Nasional Bukit Tigapuluh merupakan kawasan perbukitan di tengah-tengah hamparan dataran rendah bagian Timur Sumatera, dan mempunyai potensi keanekaragaman jenis tumbuhan/satwa endemik yang bernilai cukup tinggi.

Tipe ekosistem penyusun hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh adalah hutan dataran rendah, hutan pamah dan hutan dataran tinggi dengan jenis floranya seperti jelutung (Dyera costulata), getah merah (Palaquium spp.), pulai (Alstonia scholaris), kempas (Koompassia excelsa), rumbai (Shorea spp.), cendawan muka rimau/raflesia (Rafflesia hasseltii), jernang atau palem darah naga (Daemonorops draco), dan berbagai jenis rotan.

Taman Nasional Bukit Tigapuluh memiliki 59 jenis mamalia, 6 jenis primata, 151 jenis burung, 18 jenis kelelawar, dan berbagai jenis kupu-kupu.

Disamping merupakan habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), ungko (Hylobates agilis), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus) dan lain-lain; juga sebagai perlindungan hidro-orologis Daerah Aliran Sungai Kuantan Indragiri. Continue reading Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Bukit Kolema: Dulu Tanjakan Maut, Kini Menakjubkan

bukit-kolemaBAUBAU – Di masa silam, Bukit Kolema di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak lebih dari tempat angker yang mengerikan. Mengerikan, karena tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang merenggut belasan nyawa terjadi di poros jalan di atas bukit tersebut. Itu sebabnya, masyarakat Baubau menyebut bukit itu dengan istilah tanjakan maut.

Melewati Bukit Kolema dengan ketinggian kurang lebih 200 meter dari bibir pantai dan berjarak sekitar tiga kilometer arah utara Kota Baubau itu, Anda memang harus melewati tanjakan yang berbahaya. Sisi kiri ruas jalan arah dari Baubau terdapat jurang, sedangkan pada sisi kanan terdapat batu kapur atau gunung. Tepat di puncak tanjakan bukit, terdapat tikungan tajam. Sedikit saja Anda lalai mengemudikan kendaraan, mobil bisa terjungkal dan terperosok jatuh ke dalam jurang sampai ke laut. Continue reading Bukit Kolema: Dulu Tanjakan Maut, Kini Menakjubkan

Kawasan Geger Menjangan

geger-menjanganKawasan Geger Menjangan merupakan kawasan wisata alam, obyek utama yang banyak dinimkati pengunjung adalah keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan dipandang dari ketinggian puncak bukit. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak, kolam renang dan meja bilyard. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Sedang meja bilyard berada di puncak bukit. Suguhan yang lebih dikhususkan untuk kawula muda adalah arena minicross, panjat tebing dan lokasi berbagai pertunjukan umum. Arena minicross berupa lahan cukup luas dengan kontur tanah yang sangat menantang.

Di lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan umum. Sedang panjat tebih telah dibuat secara permanen dengan konstruksi baja berketinggian 15 meter. Memandang keindahan panorama alam dari ketinggian itulah yang ditawarkan kawasan tersebut. Keindahan yang dapat dinikmati dengan biaya yang sangat murah dan mudah dijangkau. Keindahan panorama memang merupakan obyek pokok yang banyak disukai masyarakat, terutama para remaja. Untuk dapat menikmati indahnya panorama tersebut, pengunjung ditantang untuk berolah raga jalan kaki sejaun 1.800 m menyusuri jalan setapak yang telah dibangun dengan paving block. Continue reading Kawasan Geger Menjangan

Ngarai Sianok yang Terhidang “Lezat”

Hidangan di jagat raya, kunyahlah dengan perasaan ingin tahu. Karena di baliknya terhampar perasaan yang tidak akan kau temui di meja belajar….. (The Journey, Gola Gong, 2008)

ngarai-sianokSebuah pengantar yang disampaikan Gola Gong dalam bukunya The Journey yang diterbitkan tahun lalu terngiang ketika menatap keindahan Ngarai Sianok di Bukittinggi, Sumatera Barat. Bagaimana mungkin ya Allah? Bagaimana mungkin bisa seindah ini?

Ngarai Sianok adalah dua dinding bukit yang berdiri berhadapan hampir tegak lurus. Tingginya sekitar 100-120 meter dan panjang sekitar 15 km. Dindingnya membentuk semacam jurang dimana terdapat sawah yang membentang luas dan kelokan sungai di dasarnya. Di bagian atas ngarai ditumbuhi pepohonan dan rerumputan. Continue reading Ngarai Sianok yang Terhidang “Lezat”