Tag Archives: hutan

Nikmatnya Bersantai di Hutan Mangrove

BAGI warga ibu kota yang ingin melepas kepenatan, tak perlu pergi meninggalkan Jakarta. Sebuah kawasan wisata mangrove bernama Taman Wisata Alam Angke Kapuk menjadi pilihan yang tepat. Anda bisa menghabiskan waktu sambil menikmati keindahan vegetasi pohon bakau yang menedukan.

Satu kegiatan yang bisa dilakukan di sini adalah berjalan kaki menyusuri pinggiran sungai, hutan mangrove, hingga pinggir laut. Sederetan pohon bakau yang rindang akan membantu Anda menyegarkan pikiran, ditambah lagi dengan kicauan burung pantai.

Saat bersampan mengelilingi hutan mangrove, Anda akan dipandu oleh petugas untuk melihat ragam satwa yang jarang dijumpai di luar kawasan hutan mangrove. Setiap ada perahu yang lewat biasanya akan ada beberapa ikan yang bermunculan.

Fasilitas di taman wisata terbilang lengkap dan pastinya terawat, seperti restoran dan cafe, area outbond, kawasan perkemahan, dan lapangan olahraga. Bagi Anda yang ingin bermalam tersedia beberapa pilihan villa. Bila ingin mendekatkan diri dengan alam tersedia pula penginapan berupa kemah.

Taman Wisata Alam Angke Kapuk juga dikenal sebagai Mangrove Resort Kapuk. Letaknya tak jauh dari perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Cukup mudah untuk menggapainya. Biaya masuk taman seharga Rp 10.000. (*/X-14)

Ayo Menyusuri Taman Nasional Alas Purwo

MENYUSURI hutan menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan. Anda bisa mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal sebagai hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia, dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo adalah taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat berjalan di antara pepohonan besar berumur ratusan tahun yang menjulang tinggi, Anda akan ditemani suara nyanyian burung. Tak menutup kemungkinan Anda bisa menjumpai beberapa hewan seperti kijang, kera berekor panjang, lutung, ayam hutan, rusa, dan burung merak dengan ekornya yang indah.

Selain bertualang menyusuri hutan, jangan lupa mengunjungi beberapa gua mistis yang ada pada kawasannya, seperti Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan. Jika Anda pemberani, selusurilah Gua Macan yang memiliki nuansa mistis tertinggi. Konon, penduduk setempat mengatakan bahwa Bung Karno pernah bertapa di gua ini.

Umur hutan yang sangat tua kerap memberikan inspirasi untuk cerita kuno komik serta film silat. Dulunya hutan memang dijadikan sebagai tempat oleh orang-orang tertentu untuk menguatkan kesaktiannya.

Salah satu keunikan hutan adalah keberadaan sebuah pura Hindu bernama Pura Luhur Giri Salaka yang terletak di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Meski umurnya sudah tua, pura masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.

Sebagai upaya mengingatkan pengunjung untuk turut menjaga kelestarian hutan, di salah satu pintu masuknya dipajang tulisan, seperti: Jangan tinggalkan apapun kecuali telapak kaki dan jangan mengambil apapun kecuali foto dan Alam itu pasrah kepadamu. (indonesia.travel/*/X-13)

Wisata Ramah Lingkungan di Wana Wisata Baturaden

ANDA pecinta alam? Sebuah tempat rekreasi yang cocok untuk Anda adalah Wana Wisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hamparan keindahan alam hutan dengan fasilitas arena perkemahan berdaya tampung 100 tenda tersaji di tempat ini. Letaknya berjarak 2km dari lokawisata Baturaden.

Luas Wana Wisata Baturaden mencapai 69,3 hektare dan memiliki tiga jalur jungle tracking dengan jarak tempuh beragam. Ada jalur Rasamala (2km), jalur Damar (3km), dan jalur Palawi (6km). Semuanya dirangkai dengan konsep back to nature.

Petugas Wana Wisata akan memandu kelompok pengunjung (minimal 15 orang) untuk berkeliling hutan. Pengunjung akan dibawa menyaksikan aneka flora dan fauna dengan menyusuri semak belukar dan sungai kecil sambil menikmati aroma pohon damar dan pinus.

Di tengah perjalanan saat melintasi hutan, pengunjung akan disuguhkan dengan makanan dan minuman ringan khas pedesaan. Pengunjung juga berkesempatan mendapat info tentang pengelolaan hutan damar secara lestari.

Pengunjung yang ingin menikmati keindahan lingkungan Wana Wisata lebih lama bisa memilih fasilitas perkemahan, yaitu Camping Grounds. Biaya sewa perkemahan sudah temasuk peralatan perkemahan.

Luas bumi perkemahan Baturaden mencapai 30 hektar dengan ketersediaan fasilitas pendukung seperti sarana air bersih, dan gedung pertemuan Kerti Wana dengan daya tampung 500 orang.

Bila ingin berloahraga tersedia lapangan tenis dan jalan-jalan setapak yang akan mengarahkan pengunjung saat melakukan olahraga lintas alam di tengah hutan damar yang tertata dengan rapi. Tersedia pula cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara, pinus dan lainnya. (baturraden.info/*/X-13)

The Borneo Orangutan Survival (BOS) – Kalimantan Timur Menjadi Wisatawan Penyelamat Hutan

BOS berdiri 1991 sebagai pusat rehabilitasi atau sekolah orangutan yang sekarat karena ulah manusia. Sebelum dikembalikan ke hutan habitat aslinya mereka akan dilatih dulu untuk mengembalikan kemampuan alaminya hidup secara wajar. Sekarang dijadikan pula sebagai tempat wisata alternatif berbasis konservasi.

Menempati areal seluas 1850 hektar, awalnya dibangun dengan pohon-pohon keras yang mudah tumbuh, kemudian dilengkapi dengan enam pulau sebagai tempat rehabilitasi orangutan. Karantina orangutan ditempatkan di salah satu pulau untuk membebaskan mereka dari sakit TBC, hepatitis, herpes dan HIV.

Berdasarkan data yang dirilis dari BOS Foundation, rata-rata per tahunnya ada 2000 orangutan yang hilang karena penyelundupan dan perdagangan ilegal. Orangutan yang berhasil diselamatkan akan menjalani empat tahapan masa rehabilitasi yaitu karantina, sosialisasi, pre-release dan release.

Penyelamatan orangutan sangat penting dilakukan karena keberadaannya menjadi sebuah indikator kualitas keanekaragaman hayati (biodiversity) hutan tropis. Sebagai tempat wisata ekologi BOS juga melakukan konservasi terhadap spesies Beruang Madu (sun-bear). Beruang madu sangat rawan terhadap tindak pembunuhan untuk diambil beberapa bagian tubuhnya. Gigi taring Beruang Madu dipercaya mempunyai kekuatan magis tertentu sehingga diperjualbelikan dengan harga tinggi.

BOS telah dilengkapi fasilitas menginap berupa lodge yang dirancang dengan konsep resort bernuansa arsitektur lokal. Terdapat 26 kamar dengan pemandangan luar yang alami. Harga kamar ditetapkan dalam dollar. Kebanyakan para turis yang menginap adalah turis asing yang ingin terlibat dalam program partisipasi wisata alam BOS.

Ada tiga jenis partisipasi yang dapat diikuti wisatawan; pengunjung umum (regular visitors), biasanya berkunjung menikmati keindahan hutan, melihat orangutan, dan tanpa terlibat program konservasi. Pengunjung program (program visitors), terlibat langsung dalam kegiatan konservasi menyiapkan dan memberi makan orangutan dan beruang madu, menanam pohon, membuat kompos dan lain-lain.

Dan partispasi ketiga Relawan (volunteers), selain waktu tinggal yang lebih lama untuk menikmati keindahan kawasan BOS, relawan dapat terlibat langsung dalam kegiatan konservasi secara menyeluruh. Jadilah pengunjung program dan relawan sebagai partisipasi kita menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia yang menjadi paru-paru dunia.

Lokasi:
Daerah Samboja, 44 kilometer ke arah timur laut dari Balikpapan, Kalimantan Timur

Sumber: Majalah Travel Club

Kemping Mewah di Alam Terbuka

Kini hadir perkemahan mewah yang didesain sedemikian rupa bagi para wisatawan yang merindukan kedamaian di alam terbuka.

Sepasang kaki kecil bermain di pinggir situ dengan riangnya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sementara dua pasang mata mengamati dari kejauhan dalam sebuah tenda doom besar. Keluarga kecil ini santai bercengkarama di hijaunya alam Hutan Lindung Situ Gunung, Sukabumi, benar-benar seperti di halaman pribadi mereka.

Kemping atau berkemah adalah kegiatan wisata murah meriah meski agak merepotkan, karena harus membawa perbekalan yang dibutuhkan selama liburan. Bayangkan, kegiatan ini mengharuskan peminatnya untuk membawa tenda, kantung tidur, peralatan masak, pakaian, dan sederet kebutuhan lain hanya untuk menikmati liburan sesaat.

Belum lagi bila harus berjalan jauh untuk mencapai lokasi perkemahan yang ideal, mencari semak belukar jika sewaktu-sewaktu harus buang hajat, gelap gulita saat malam hari, dan harus melindungi diri dari segala ancaman kehidupan liar yang tak terduga di alam terbuka.

Pada awalnya kegiatan mengisi liburan dengan kemping dianggap sebagai wisata minat khusus, karena sedikit sekali yang tertarik dengan alasan harus menghadapi sederet kerepotan tadi. Selain juga dibutuhkan ketrampilan khusus dan mental petualang, untuk menikmati liburan gaya pramuka atau pecinta alam ini.

Namun, kini anggapan itu telah bergeser. Merasakan suasana yang beda, pemandangan indah, udara segar pegunungan dengan berkemah bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus kerepotan menyiapkan segala kebutuhan.

Sekelompok orang yang terbiasa bergelut dalam alam terbuka telah menyiapkan semuanya bagi kebutuhan keluarga yang mendambakan liburan berbeda. Tidak hanya kebutuhan standar kemping, tapi fasilitas mewah layaknya pelayanan hotel bintang lima pun tersedia. Tren berkemah dengan fasilitas mewah sudah muncul beberapa tahun lalu dengan istilah five star camping live style, gaya hidup alam bebas.

Rakata Adventure, salah satunya, operator wisata petualangan yang menawarkan konsep wisata kemping fasilitas bintang lima di Hutan Lindung Situ Gunung ini telah beroperasi sejak 2006, dengan paket Tanakita 5 Star Camp Site. Sementara pendahulunya Resort Camp Site Rumah Dua yang berlokasi di kawasan Taman Safari, Cisarua sudah berdiri enam tahun sebelumnya.

Meski kemping, tetapi mendapat pelayanan hotel bintang lima. Luar biasa bukan? Disini wisatawan yang berkemah lagsung dijemput dari tempat parkir. Tas dan barang bawaan tamu dimasukkan ke mobil berbeda untuk dibawa ke tenda masing-masing, seperti halnya layanan concierge di hotel.

Tenda para tamu pun sudah lengkap dengan alas sehingga tidak akan kedinginan karena kelembaban tanah dari dasar tenda. Di Rumah Dua, setiap tenda diletakkan di atas panggung kecil setinggi 50 cm. Sedangkan di Rakata, setiap tenda dialasi dengan palet plastik setebal 10 cm dan terpal. Di depan pintu tenda telah tersedia keset untuk membersihkan kaki yang kotor setelah berjalan-jalan di luar.

Rumah Dua juga menyediakan ember berisi air untuk membasuh kaki di setiap mulut tenda. Tenda juga terbagi dalam beberapa ruangan, seperti ruang depan, ruang tengah, dan ruang utama atau tempat tidur lengkap dengan kasur busa ditambah kantong tidur (sleeping bag) yang bisa berubah fungsi sebagai selimut (bed cover).

Tentu sangat nyaman dan hangat meski berada di alam terbuka. Kapasitas tenda disini bermacam-macam. Ada yang memuat dua sampai tiga orang per tenda, atau empat hingga enam orang per tenda. Untuk urusan tarif pun masih sangat terjangkau, dibandingkan harus membawa peralatan dan mengurus sendiri berbagai keperluan kemping.

Rumah Dua menetapkan tarif Rp. 600.000 per tenda untuk tiga orang, termasuk dua kali makan dan makanan kecil. Makanan hanya pagi dan malam, kebanyakan tamu lebih memilih makan siang di luar, maklum lokasinya berada di Wana Wisata Taman Safari.

Sementara Rakata, mematok harga lebih mahal, yakni Rp. 450.000 per orang. Tapi sudah termasuk semua fasilitas dan permainan yang ada, plus makan tiga kali dan makanan kecil dua kali. Dengan konsep resor dan hotel, fasilitas kamar mandi yang bersih dan toilet duduk serta shower air pangs menjadi fasilitas penunjang.

Kendati semua fasilitas layaknya menginap di hotel, tapi hakekat kegiatan kemping itu sendiri tetap dipertahankan, dimana para tamu atau peserta mendapatkan pengalaman seru berpetualang yang menegangkan.

Baik Rakata maupun Rumah Dua menawarkan kegiatan wisata alam, dari treking ke hutan, jalan menyusur sungai sampai ke air terjun, mendayung menjelajah danau hingga permainan tantangan (outbond). Di sini para tamu atau peserta diajak untuk melakukan aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, juga membangun keakraban dan memuntahkan adrenalin untuk kesegaran jiwa.

Rakata juga menawarkan kehidupan desa, memerah susu, memanen di ladang, serta memandikan kerbau di sawah. Rumah Dua lebih kepada cinta lingkungan, penanaman pohon di areal proyek penghijauan hutan, belajar konservasi alam, serta melihat spesies-spesies hewan dan tanaman yang ditemukan di hutan sekitar Taman Safari.

Di samping itu, pada malam hari para peserta juga diajak melihat penangkaran harimau dan rusa. Mereka yang ingin naik gunung juga disediakan berbagai trek menurut kemampuan, dari yang termudah hingga trek dengan kesulitan tinggi.

Bagi anak-anak, masih banyak program khusus yang bisa dilakukan sesuai pesanan, seperti halnya kegiatan pramuka, tergantung kompetensi apa yang akan lebih ditanamkan orang tua kepada si anak.

Pada malam hari, para peserta diajak mengelilingi api unggun. Sambil merasakan pisang, ubi, kacang rebus, dan makanan tradisional lainnya. Berdendang bersama dengan suasana hangat dan romantis di tengah keindahan alam bersama keluarga, teman, maupun kolega.

Glamping

Tren wisata berkemah mewah di alam terbuka sudah sejak lama mewabah di luar negri dengan istilah Glamping, singkatan dari Glamour Camping. Alam terbuka pun bisa disulap nyaman dan sangat mewah. Bagi mereka Glamping berarti sarapan ditemani segelas champagne dan lounge di tenda bermebel komplit yang berdiri di alam liar dengan segala kehidupannya.

Tak ada yang tahu pasti fenomena ini berasal dari mana. Menurut Lukken, Afrika Selatan dan Kanada mengklaim sebagai pionir glamping. Bisa jadi karena kedua negara tersebut memiliki kehidupan liar (wildlife) yang sangat mempesona.

Selain itu, glamping sudah dianggap lumrah di Eropa Selatan. Brosur-brosur perjalanan tidak lagi segan mencantumkan lokasi camping dengan fasilitas penyejuk udara, Jacuzzi, sauna, atau climate-control.

Di Belanda, biro wisata banyak yang menjual paket seperti ini. Turis lokal maupun asing dapat mencoba glamping di beberapa lahan pertanian, pantai, dan cagar alam. Wisatawan tak perlu lagi repot menenteng koper atau menggendong ransel dengan segala macam atribut di dalamnya. Tenda-tenda eksklusif pada destinasi glamping dijamin hangat, kering, bersih dilengkapi dapur serta toilet dan segala kebutuhan lain.

Sumber: Majalah Travel Club

Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang luasnya mencapai 2,5 juta hektare atau mencapai 25.000 km dan merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Secara administratif pemerintahan, Taman Nasional Lorentz berada pada wilayah Kabupaten Paniai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Fak-fak dan Kabupaten Merauke, Propinsi Papua, Negara Indonesia.

Sebagian besar dari kawasan Taman Nasional Lorentz masih merupakan hutan perawan yang belum terusik keaslian alamnya, disamping itu Taman Nasional Lorentz terdiri dari lembah-lembah dengan lereng curam dan terjal, dengan ketinggian tempat antara 2.000 sampai 6.000 meter dpl, Puncak Jaya adalah puncak tertinggi.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Pasifik. Kawasan Taman Nasional Lorentz merupakan salah-satu diantara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis, yang membentang dari puncak gunung (5.030 meter dpl) yang diselimuti oleh salju hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura.

Taman Nasional Lorentz memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan juga memiliki keanekaragaman budaya yang sangat mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan yang ada dikawasan ini telah berumur 30.000 tahun lamanya dan merupakan tempat kediaman para suku di Papua yaitu suku Dani Barat, Asmat, Amungme, Nduga, dan Sempan.

Diperkirakan masih ada lagi sekelompok suku yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan masyarakat modern.

Pada tahun 1999, kawasan taman nasional ini ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai Situs Warisan Dunia yang memiliki 43 jenis ekosistim dan juga sebagai kawasan daerah tropis yang memiliki gletser.

Taman Nasional Lorentz dapat dicapai dengan melalui beberapa kota, antaralain melalui Timika (Kab. Mimika), Enarotali (Kab. Paniae), Nabire (Kab. Nabire), Wamena (Kab. Jayawijaya), Mulia (Kab. Puncak Jaya), Meroke (Kab. Meroke).

Semua kota-kota yang tersebut diatas dapat dijangkau dengan transportasi udara dari Biak dan Jayapura dengan waktu tempuh antara 1 sampai dengan 2 jam perjalanan.(Sumber:Indonesia-indahnya)

Sumber: DNA Berita

Alas Kethu

alas kethuObyek Wisata Alas Kethu terletak ditengah-tengah jantung Kota Wonogiri dengan panorama hutan jati, mahoni dan kayu putih seluas kurang lebih 40 Ha selain sebagai tempat wisata juga sebagai paru-paru kota Wonogiri dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang.
Alas Kethu sangat cocok untuk shoting pembuatan film dan sinetron laga, karena dekat dengan keraton Surakarta dan Mangkunegaran, selain itu akses untuk mencapai lokasi sangat mudah untuk dijangkau.

Lembang

Lembang 1Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.080 meter diatas permukaan laut. Titik tertingginya ada di Puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27°C.

Objek Wisata Menarik di Lembang:
1. Taman Hutan Raya Ir. Djuanda / Dago Pakar terletak 8 Km dari pusat kota Bandung ke arah utara. Terletak di daerah aliran sungai Cikapundung di Curug Dago.

2. Obyek wisata Maribaya berjarak 21 Km ke arah utara / 5 Km dari Lembang ke arah timur dengan pemandangan indah dan berudara sejuk memiliki sumber air panas mengandung air mineral.

3. Kawah/Gunung Tangkuban Perahu, dikenal dengan legenda sangkuriang yang jatuh cinta terhadap Dayang Sumbi yang tiada lain dalah Ibunya sendiri, dapat ditempuh sekitar 29 Km arah utara / 13 Km dari Lembang menuju Kabupaten Subang. Continue reading Lembang

Belajar pada Hutan

Museum dan Taman Hutan Manggala WanabaktiMuseum dan Taman Hutan Manggala Wanabakti merupakan sarana informasi, edukasi, dan rekreasi bagi pengunjung. Prakteknya ada di Hutan Kali Pesanggrahan bersama KTLH (Kelompok Tani Lingkungan Hidup) Sangga Buana.

“Harapan kami, orang yang masuk ke Museum Hutan ini, sadar akan pentingnya hutan bagi kehidupan,” kata Prachmatika, Kabag Museum Taman Hutan. Mengunjungi museum ini tidak dipungut biaya, alias gratis. Cukup mengisi buku tamu, pengunjung bisa mengeksplorasi hutan Indonesia melalui museum.

Setelah mengisi buku tamu, pengunjung langsung disambut dengan pohon berbicara, pohon jati berumur i39 tahun yang menjulang hingga hampir menyentuh atap gedung. Pohon itu bercerita tentang dirinya melalui rekaman suara, dan artifak-artifak disekitarnya membuktikan bahwa cerita sang pohon jati itu benar. Continue reading Belajar pada Hutan

Berlibur Ceria di Tengah Satwa dan Fauna

Kampung 99 PepohonanPohon dan satwa bisa menjadi inspirasi menentukan tujuan liburan bersama keluarga. Anggap saja, hadiah naik kelas. Helni Apriyani, siswi SMPN 21 Jakarta meluapkan kegembiraannya setelah dinyatakan lulus ujian nasional. Hal pertama yang ada dalam benaknya adalah menagih janji ayahnya yang akan mengajaknya berlibur. Setelah sekian bulan lamanya, berkutat dengan buku dan pelajaran di sekolah, anak-anak pun perlu menyegarkan pikiran.

Musim liburan sekolah telah tiba. Banyak alternatif tempat wisata keluarga yang bisa dikunjungi dengan kondisi dan suasana yang beraneka rupa. Sebagai orangtua, kadang lupa menentukan tempat liburan yang cocok untuk keluarga. Tidak perlu ke luar kota nanjauh dari Jakarta, cukup di Depok, Bogor, dan sekitarnya. Continue reading Berlibur Ceria di Tengah Satwa dan Fauna