Tag Archives: istana

Istana Kuning

Istana KuningObjek wisata Istana Kuning,merupakan sebuah situs peninggalan dari Kerajaan Kotawaringin yang tersisa, sekarang kembali dipugar dan dipercantik, sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.

Istana ini dulunya pada era tahun 80-an pernah hangus terbakar, dan menurut cerita orang-orang tua, hal itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang yang namanya Deraya, karena bentuknya yang sekarang (setelah dipugar) sepertinya terlihat kurang orisinal lagi dengan sentuhan bangunan ala modern.

Kalau dulu Istana yang berbentuk khas kalimantan dengan model panggung ini terlihat tinggi dengan tiang penopang bangunan yang tinggi-tinggi, kini Istananya menjadi sedikit lebih rendah.

Disekitar areal belakang Istana Kuning tersebut juga menjadi tempat tinggal bagi para keturunan kerajaan yang masih hidup sampai sekarang.untuk bisa masuk Istana Kuning harus ada tata krama bagi pengunjung, menurut adat dan istiadat kerajaan, dan itu wajib bagi setiap pengunjung.bagi pengunjung terutama, ibu-ibu yang sedang haid tidak diperobolehkan memasuki istana kuning,dan jika masuk istana harus melalaui prosesi menurut atauran kerajaan.(wisatanesia)

Sumber: DNA Berita

Istana Maimun Nasibmu Kini

IKON Sumatra Utara yang terkenal tidak hanya Danau Toba, tetapi juga Istana Maimun yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Medan. Istana kebesaran Kerajaan Deli ini, kini seakan terancam oleh perubahan waktu. Meski masih terjaga keasliannya, halaman yang terjaga apik kini beralih fungsi menjadi lapangan tempat bermain sepak bola.

Istana yang juga dikenal dengan nama Istana Putri Hijau itu dibangun pada 26 Agustus 1888 di atas tanah seluas 2.772 m2 dengan 30 ruangan oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana ini mulai ditempati tahun 1891 dan masih menyimpan pesona khas melayu kental hingga saat ini.

Istana dibagi kedalam tiga bangunan yaitu induk, sayap kiri, dan sayap bagian kanan. Berjarak 100 m di depannya terdapat Masjid Al Mashun yang tak kalah megah dengan Istana Maimun. Kehadiran Masjid yang tidak jauh dari Istana merupakan kelaziman bangunan Istana kerajaan Islam zaman dahulu.

Didominasi warna kuning, Istana yang dirancang oleh arsitek Italia bernama TH. Van Erp yang merupakan seorang tentara KNIL itu memadukan gaya Melayu, Eropa dan Mohgul (India Islam).

Sempat menjadi pusat pemerintahan berlokasi di kelurahan Aur, kecamatan Medan Baru, sebagian besar material bangunan didatangkan dari Eropa seperti teraso, ubin, marmer, bahkan seluruh koleksi yang ada seperti kursi-kursi, meja, toilet.

Melalui koridor bertangga terbuat dari batu pualam kita dapat naik ke tingkat dua bangunan induk yang disebut anjungan. Melalui gerbang ala Eropa dengan sistem pintu dorong, pengunjung akan sampai pada sebuah ruang yang berfungsi sebagai ruang tamu, di mana dulu Sultan selalu menerima tamu-tamu resminya. Di sekeliling ruangan tersebut ditopang 82 tiang batu dan 43 tiang kayu dengan lengkungan-lengkungan berbentuk lunas perahu terbalik dan ladam kuda.

Terdapat juga gerbang berbentuk lunas perahu di ruang induk seluas 412 m2 yang dulunya balaiurang istana. Ruang tersebut merupakan tempat upacara adat seperti penobatan raja dan menerima para pembesar kesultanan lain.

Untuk mencapai Istana Maimun, Anda hanya membutuhkan jarak tiga kilometer dari bandara Polonia dan sekitar 28 kilometer dari Pelabuhan Belawan.(OL-5)

Istana Kadriah

Istana yang terletak di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini dibangun mulai Tahun 1771 hingga 1778. Tak berapa lama, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak.

Di atas pintu utama istana, terdapat hiasan mahkota serta tiga ornamen bulan dan bintang sebagai tanda bahwa Kesultanan Pontianak merupakan Kesultanan Islam Di sisi kanan, tengah, dan kiri depan istana, pengunjung dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis.

Selain bisa menyaksikan keelokkan banguanan dan sejarah Istana Kadriah, wisata sejarah di Kota Pontianak ini pun bisa mengunjungi Istana Alwatzikhoebillah peninggalan Kesultanan Sambas.

Sumber: Majalah Travel Club

Istana Maimun

Istana ini menjadi salah satu ikon Kota Medan, Sumatra Utara. Tak lengkap rasanya bertandang ke Medan bila tidak singgah di istana yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Istana seluas 2.772 meter persegi ini dibangun Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888. Di dalamnya terdapat 30 ruangan yang memadukan unsur-unsur kebudayaan Melayu dengan gaya Timur Tengah, Spanyol, India, dan Italia. Konon bangunan karya arsitek Italia ini menggunakan material yang langsung didatangkan dari Eropa.

Pilihan wisata sejarah di kota Medan bisa juga dilakukan dengan berkeliling kawasan Merdeka Walk. Disini bercokol bangunan-bangunan yang berusia ratusan tahun, seperti bangunan bekas Balaikota lama, kantor pos, dan stasiun kereta api.

Selain kawasan tersebut, bangunan bersejarah juga terdapat di sekitaran Kesawan, ini dapat dilihat dari kehadiran rumah makan Tip Top dan gedung Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatra (BKS PPS). Ada pula kediaman Tjong A Fie, saudagar berdarah Tionghoa yang dikenal sebagai pengusaha yang dermawan.

Sumber: Majalah Travel Club

Geliat Ho Chi Minh

Gereja Katedral di Ho Chi Minh yang merupakan peninggalan Pemerintah Prancis.
Gereja Katedral di Ho Chi Minh yang merupakan peninggalan Pemerintah Prancis.

Perjalanan panjang menuju kemerdekaan membuat sejarah Vietnam tak lepas dari peperangan. Kini, setelah 33 tahun merdeka, geliat Vietnam, khususnya di kota terbesar dan termaju, Ho Chi Minh, mulai terasa. Vietnam menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi Jepang, Singapura, Taiwan, dan Malaysia. Bahkan, sejumlah pengusaha Indonesia pun melirik negara yang sampai sekarang tetap dikendalikan partai komunis.

Kenyataan itulah yang membuat PT Indonesia Air Asia mengembangkan sayap dengan membuka penerbangan langsung Jakarta-Ho Chi Minh selama empat kali seminggu. Di samping memperlancar urusan bisnis dan perdagangan, dunia wisata pun diharapkan ikut berkembang. Saat ini, jumlah orang Vietnam yang ke Indonesia mencapai 40.000, sebaliknya dari Indonesia hanya 22.000.

Menurut Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam La Quoc Khanh, Vietnam sangat berharap jumlah orang Indonesia yang melancong ke sana terus bertambah. Tak heran bila pemerintah setempat gencar mempromosikan tempat-tempat wisata di negara tersebut, khususnya di seputar Ho Chi Minh.

Salah satu tempat tujuan wisata utama adalah Terowongan Cu Chi. Tempat wisata yang satu ini memang selalu direkomendasikan biro-biro perjalanan dan wisata Vietnam, karena terkait langsung dengan sejarah perjalanan negara itu. Orang Vietnam sangat bangga karena mampu lepas dari cengkeraman negara adidaya, Amerika Serikat, setelah sebelumnya dikuasai Tiongkok dan Prancis. Sejarah panjang menuju kemerdekaan tak lepas dari Terowongan Cu Chi, yang terletak 70 kilometer di utara Ho Chi Minh.

Halaman depan Istana Presiden Vietnam Selatan. Sejak Vietnam Utara dan Selatan bersatu pada 1976, pusat pemerintahan berpindah ke Hanoi dan istana ini difungsikan sebagai objek wisata.
Halaman depan Istana Presiden Vietnam Selatan. Sejak Vietnam Utara dan Selatan bersatu pada 1976, pusat pemerintahan berpindah ke Hanoi dan istana ini difungsikan sebagai objek wisata.

Terowongan ini dibangun selama perang melawan Prancis mulai 1945 sampai 1954, karena para pejuang Vietnam membutuhkan tempat persembunyian. Terowongan ini tepatnya mulai dibangun pada 1948. Semula hanya dibuat sepanjang beberapa kilometer. Namun, pada 1961 sampai 1965, saat Amerika menjajah negeri tersebut, pembuatan terowongan diperpanjang hingga mencapai 200 kilometer dan memiliki tiga lantai. Gencarnya serangan tentara Amerika membuat para pejuang dan keluarganya terpaksa tetap tinggal di bawah tanah. Bahkan, terowongan itu berubah menjadi “desa di bawah tanah”, karena semua aktivitas manusia bisa dilakukan di bawah tanah. Tempat itu pernah menampung 10.000 orang. Selain tempat tinggal, di situ ada sekolah, rumah sakit, dan bengkel pembuatan senjata.

Bagaimana mereka bisa hidup di bawah tanah? Kebutuhan utama manusia, yakni udara untuk bernapas diperoleh dari ventilasi yang dibuat di permukaan tanah. Ventilasi itu berada di “rumah semut” yang dirancang untuk mengelabui musuh. Selain berfungsi sebagai lubang udara, ventilasi itu bisa digunakan untuk memantau pergerakan lawan. Air untuk kebutuhan sehari-hari diperoleh dari Sungai Saigon yang mengalir tak jauh dari lokasi itu. Continue reading Geliat Ho Chi Minh

Wisata Merakyat di Istana Presiden

Istana Merdeka Presiden
Istana Merdeka Presiden

Wisata cuma-cuma, gratis, merakyat jadi obat di saat kondisi ekonomi bergerak lambat. Akhir Mei 2008, Istana Kepresidenan membuka pintu lebar-lebar bagi rakyatnya yang ingin berwisata tanpa ditarik bayaran. Meski buka hanya weekend, tapi sambutan rakyat sangat hangat. Istana Kepresidenan kini jadi Istana Rakyat, pada Sabtu dan Ahad. Continue reading Wisata Merakyat di Istana Presiden

Istana Presiden Cipanas

Iistana-presiden-cipanasstana ini dibangun pada tahun 1740 oleh Van Heuts di atas tanah seluas 25 Ha. Istana Presiden Cipanas atau lebih dikenal sebagai Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede, 103 km dari Jakarta ke arah Bandung, atau 17 km dari kota Cianjur. Walau tidak dipakai, Istana Cipanas tetap terpelihara dengan baik. Pemandangan di sekitar istana yang ditumbuhi sayur-sayuran, buah-buahan serta tanaman hias memberi nuansa asri. Istana megah yang dibangun pada 1740 ini dapat dikunjungi umum dengan izin khusus dari Sekretaris Negara. Continue reading Istana Presiden Cipanas