Tag Archives: kawah

Ciwidey, Surganya Wisata Alam di Bandung Selatan

ciwideyBerwisata ke Bandung memang tak ada matinya. Ada saja tempat yang bisa dieksplorasi di sana. Kalau bosan berwisata di kota, cobalah bertolak ke Ciwidey di Bandung Selatan. Destinasi wisata alam tersedia lengkap di sana.

Ciwidey di Bandung Selatan adalah tempatnya wisata alam. Sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Bandung, saya tiba di Danau Situ Patenggang. Panorama kebun teh menghampar di sepanjang jalan.

Konon, Situ Patenggang mengisahkan cerita cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Percaya atau tidak, di tengah danau terdapat Batu Cinta dan Pulau Asmara. Konon kalau Anda berkunjung bersama pasangan, dia akan jadi jodoh Anda!

Puas berperahu di danau dan menikmati alam segar, saya menyambangi Bumi Perkemahan Ranca Upas. Di sini, traveler bisa bermain dengan rusa jinak di penangkaran. Kalau berminat Anda juga bisa menyewa tenda atau memanfaatkan area outbound yang tersedia. Banyak pula vila dan hotel yang tersedia di kawasan tersebut.

Hari kedua, saya berkunjung ke Kawah Putih untuk menghapus rasa penasaran. Sebelumnya tempat ini hanya saya lihat di foto-foto pre-wedding. Di sini, saya disambut pemandangan eksotis dengan hamparan pasir. Air kawah yang hijau sangat cantik.

Kawah ini konon dianggap angker karena burung yang melaluinya akan mati. Tapi sekarang, Kawah Putih banyak didatangi turis karena panoramanya yang cantik. Kawah Putih juga jadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding.

Sebagai penutup perjalanan, bertolaklah ke Perkebunan Teh Rancabali milik PTP Nusantara VIII. Wisatawan umum bisa berkunjung ke sini, bisa lewat reservasi sebelumnya ataupun datang langsung saat akhir pekan.

Di perkebunan teh ini, akan ada pemandu yang menjelaskan cara pembuatan teh dan tata cara menyeduh teh yang benar. Usai jalan-jalan, turis bisa langsung membeli produk teh asli lokal sebagai oleh-oleh.

Sumber: detikcom

Kawah Ijen

Kawah ijen yang berada di ketinggian 2.386m dpl, merupakan kawah danau terbesar dipulau Jawa, kawah berbentuk ellips dengan ukuran kurang lebih 960 x 600 m dengan ketinggian permukaan air danau kurang lebih 2140 m dpl dengan kedalaman danau kurang lebih 200 m serta merupakan danau terasam didunia dengan ph 0,5. Kawah belerang berada dalam sulfatara yang dalam. Kedalamannya 200 m dan mengandung kira-kira 36 juta meter kubik air asam beruap, diselimuti kabut berbau belerang yang berputar-putar diatasnya. Didalam kawah, berbagai warna dan ukuran batu belerang dapat ditemukan. Sungguh, kawah ijen merupakan taman batu belerang yang indah.

Pemandangan menjadi sangat unik ketika dari celah celah tebing curam terlihat begitu banyak para penambang belerang yang naik turun di sela-sela lereng kawah. Sekitar kurang lebih 100 orang membawa bebatuan kekuning-kuningan yang diatas pundaknya terlentang sebatang bambu dengan sejenis keranjang bambu yang dipenuhi puluhan kilogram belerang didalamnya yang tergantung disisi kanan kirinya. Beban yang dipikul memiliki berat yang beragam mulai 80 kg sampai dengan 120 Kg. tiap orang mondar-mandir, menggali belerang, naik turun, menuruni lereng beberapa kilometer sebelum beban dijual dipelelangan, dalam sehari dapat terkumpul belerang berkisar 6 sampai 7 ton. Itulah pemandangan alami kawah ijen kesehariannya.

Seperti halnya pemandangan di puncak gunung – gunung lainnya, pengunjung dapat melihat pemandangan yang menghampar luas kearah selat bali, serta pemandangan gunung lain yang ada di sekitar gunung ijen. Gunung Ijen memiliki tetangga lain yaitu Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Ranti dan Gunung Papak. Yang dapat dilihat dari pos paltuding. ketika mendaki pengunjung akan melewati Pondok Bunder yang dibangun pada masa pemerintahan hindia belanda, berbentuk setengah lingkaran sehingga lebih dikenal dengan pondok bunder ( bentuknya lingkaran ) fungsi utamanya untuk mengukur curah hujan. Lingkungannya sejuk dengan pemandangan Kaldera Pegunungan ijen raksasa ( G. Raung, G. Rantai, G. Suket, dan G. Papak ), disini juga merupakan bird waching area. Bunga edelweis juga dapat ditemui di sepanjang bulan juli sampai september, dibulan-bulan ini bunga abadi ini mulai tumbuh dan bersemi..

Bagaimana Akomnodasi yang disediakan?
Bagi pengunjung yang tidak membawa perbekalan, tidak perlu kuatir, sebab di Paltuding yaitu pos terakhir sebelum pengunjung melakukan pendakian ke puncak telah tersedia beberapa warung makanan dan juga penginapan serta terdapat pula camping ground. Disepanjang pendakian ke puncak juga terdapat warung sederhana yang menjual makanan.

Bagaimana menuju ke kawah ijen?
Jalan akses dari Banyuwangi ke gunung Ijen relatif sudah sangat baik untuk dilewati berbagai jenis kendaraan. Bahkan kendaraan roda 2 dapat dengan mudah melewatinya. Hal itu karena jalan disepanjang pintu masuk yang berada di desa jambu ke kawasan wisata gunung ijen sampai dengan pos terakhir di Paltuding sudah beraspal.

Untuk mencapai Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa naik angkot trayek Banyuwangi – Licin – Jambu yang berjarak kurang lebih 45 km. Dari Jambu perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding, dengan ojek atau sewa mobil. Paltuding merupakan Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam).

Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur dengan kemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Setelah beritirahat di Pos Bunder ( pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran) jalur selanjutnya relatif agak landai. Selain itu wisatawan/pendaki di suguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu yang lumayan terjal sejauh 250 meter.

 

Sumber: http://www.banyuwangitourism.com

Arungi Keindahan Tatar Sunda

Menjelajah hutan hingga berendam di air hangat bisa dinikmati di kawasan wisata Bandung Selatan. “Tuhan menciptakan tanah Parahyangan sambil tersenyum”. Begitu kira-kira sebuah ungkapan populer yang memuji keindahan dan kesuburan tatar Sunda.

Tak salah memang, panorama alam begitu indah seolah tak berkesudahan. Sampai-sampai Pramudya Ananta Toer dalam bukunya Jalan Raya Pos, Jalan Daendles menjuluki bumi para dewa ini dengan sebutan si Jelita.

Kawasan Bandung Selatan merupakan satu wilayah yang menawarkan pesona alam pegunungan yang mempesona di Bumi Sangkuriang. Sejauh mata memandang, hanya keelokan dan kesuburan alam yang tersaji. Kawasan Pangalengan misalnya, orang banyak mengetahui daerah ini sebagai tempat penghasil susu segar dan makanan berbahan dasar susu sapi.

Berwisata ke Pangalengan selain bisa menyaksikan proses pemerahan susu, wisatawan pun dapat menikmati indahnya pemandangan alam, obyek wisata Situ (Danau) Cileunca misalnya.

Lokasinya tak jauh dari Kota Kecamatan Pangalengan. Danau seluas 180 hektare tersebut berada diantara desa Warnasari dan Pulosari. Situ Cileunca merupakan danau buatan, dibangun mulai 1919 hingga 1926 dengan cara membendung aliran Sungai Cileunca.

Cerita menarik juga mengiringi pembuatan danau ini. Konon, berdasarkan cerita masyarakat, situ ini dibangun oleh banyak orang dengan tidak menggunakan cangkul, tapi menggunakan halu (alat penumbuk terbuat dari kayu) dalam pembangunan situ tersebut.

Terdapat perahu sewaan bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekitarnya dengan latar belakang Gunung Malabar, Wayang, dan Gunung Windu. Selain danau Cileunca di wilayah ini juga terdapat beberapa danau lain yang tak kalah menarik Situ Cipanunjang, Situ Gede, Situ Cicoledas, Situ Cisanti, dan Situ Kanceuh.

Bagi penyuka wisata olahraga dan petualangan, berarung jeram di atas riak Sungai Palayangan bisa menjadi pilihan. Ada sebanyak 14 jeram yang menanti diarungi para rafter. Pengarungan sejauh 5 kilometer ini dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Pilihan wisata minat khusus lain yang bisa di pilih antara lain mendaki gunung (hiking), menjelajah goa (caving), atau berpetualang hutan (tracking) hingga teawalk di perkebunan teh Malabar.

Tak kalah menarik wisata sejarah di tengah perkebunan teh Malabar. Monumen K.A.R Bosscha, orang yang berjasa membangun tempat peneropongan bintang di kawasan Lembang, terdapat disini. Makam Boscha dipayungi pepohonan dalam sebuah hutan kecil. Tempat ini dahulunya sebagai tempat beristirahat juragan teh berkebangsaan Belanda tersebut.

Setelah lelah bertualang, renggangkan otot di Pemandian Air Panas Cibolang. Dengan suhu berkisar 18 derajat celcius pemandian yang berada di kaki Gunung Wayang ini berada akan memberikan sensasi yang berbeda.

Masih masuk wilayah Bandung Selatan, terdapat kawasan wisata Ciwidey. Daerah ini lebih dikenal dibandingkan Pangalengan dan wilayah sekitarnya. Beberapa obyek wisata yang banyak dikunjungi di kawasan ini antara lain Situ Patenggan, sebuah danau alam yang terletak diantara hijaunya perkebunan teh Ranca Bali.

Dari Kota Bandung hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam melalui jalan aspal yang berkelok-kelok. Di danau ini pun terdapat sewaan perahu untuk berkeliling menikmati keindahan alam yang mengitari danau.

Obyek wisata lain yang tak kalah menarik adalah Kawah Putih. Udara disekitar kawah ini cukup dingin suhunya bahkan bisa mencapai nol derajat celcius. Kawah yang memiliki tingkat keasaman belerang tertinggi di dunia ini masih masuk di kawasan Ranca Bali.

Jika berwisata ke kawasan Ciwidey jangan pula melewatkan kawasan bumi perkemahan Ranca Upas yang dipayungi pepohonan Ecalyptus. Disini juga menjadi lokasi penangkaran rusa.

Tips Perjalanan: Jika ingin berwisata mengunjungi kawasan Bandung Selatan, ada baiknya perjalanan dilakukan pada pagi, karena jika sampai di kawasan ini pada sore, kawasan ini akan diselimuti kabut sehingga dapat mengurangi perjalanan wisata menikmati keindahan alam bumi para dewa ini.

Untuk tempat peristirahatan, di kawasan Bandung Selatan pun banyak terdapat penginapan dari kelas wisma hingga hotel. Jadi tak perlu khawatir sulit mencari tempat bermalam yang nyaman.

Sumber: Majalah Travel Club

Taman Nasional Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 m dpl.Wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan Nusantara maupun Mancanegara.

Gunung Ceremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 6° 53′ 30″ LS dan 108° 24′ 00″ BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut.

Gunung ini memiliki kawah ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet.

Kini Gunung Ceremai termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai, yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektare.

Nama gunung ini berasal dari kata cereme (Phyllanthus acidus, sejenis tumbuhan perdu berbuah kecil dengan rada masam), namun seringkali disebut Ciremai,

Gunung Ceremai termasuk gunungapi Kuarter aktif, tipe A (yakni, gunungapi magmatik yang masih aktif semenjak tahun 1600), dan berbentuk strato. Gunung ini merupakan gunungapi soliter, yang dipisahkan oleh Zona Sesar Cilacap – Kuningan dari kelompok gunungapi Jawa Barat bagian timur (yakni deretan Gunung Galunggung, Gunung Guntur, Gunung Papandayan, Gunung Patuha hingga Gunung Tangkuban Perahu) yang terletak pada Zona Bandung.

Ceremai merupakan gunung api generasi ketiga. Generasi pertama ialah suatu gunungapi Plistosen yang terletak di sebelah G. Ceremai, sebagai lanjutan vulkanisma Plio-Plistosen di atas batuan Tersier. Vulkanisma generasi kedua adalah Gunung Gegerhalang, yang sebelum runtuh membentuk Kaldera Gegerhalang. Dan vulkanisma generasi ketiga pada kala Holosen berupa G. Ceremai yang tumbuh di sisi utara Kaldera Gegerhalang, yang diperkirakan terjadi pada sekitar 7.000 tahun yang lalu (Situmorang 1991).

Letusan G. Ceremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937 – 7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapai daerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah baratdaya G. Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara – barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat G. Ceremai terjadi tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hingga Desa Cilimus di timur G. Ceremai

Gunung Ceremai sering digunakan untuk pandakian, Puncak gunung Cermai dapat dicapai melalui banyak jalur pendakian. Akan tetapi yang populer dan mudah diakses adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kab. Kuningan, dan Desa Apuy di Kab. Majalengka. Satu lagi jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kuningan dengan Majalengka di utara. Di kota Kuningan terdapat kelompok pecinta alam “Akar (Aktivitas Anak Rimba)” yang dapat membantu menyediakan berbagai informasi dan pemanduan mengenai pendakian Gunung Ceremai.

Gunung Ceremai merupakan kawasan hutan produksi, banyak terdapat jenis tanaman dan marsatwa , tanaman yang terkenal adalah bunga Adelweis.

Mandi Sauna Alami di Kamojang

BANDUNG — Mandi sauna di rumah kecantikan atau hotel berbintang adalah hal yang biasa. Selain itu, hanya orang-orang berkocek tebal yang selama ini dapat menikmati fasilitas sauna di rumah kecantikan maupun hotel berbintang. Maklum, biaya untuk mandi sauna di tempat-tempat itu memang tidak murah.

Maka jika Anda ingin menikmati mandi sauna yang alami dan murah, datang saja ke kawasan Kamojang. Di sana pengunjung dapat mandi sauna secara alami di Kawah Hujan. Hangatnya uap yang menyembul dari balik bebatuan dan gemericik air patut dinikmati.
Kawasan Kamojang terletak di kaki Gunung Guntur. Secara administratif, kawasan Kamojang berada di wilayah Kabupaten Bandung. Untuk menuju kawasan ini dapat ditempuh melalui Majalaya, Kabupaten Bandung, serta Kota Garut.
Jarak tempuh paling dekat memang melalui Majalaya, hanya sekitar 14 km. Sementara jika dari Garut jarak tempuhnya 26 km. Namun jarak Bandung ke Garut sekitar 60 km. Dengan demikian jarak tempuh ke Kamojang melalui Garut lebih jauh dibandingkan apabila lewat Majalaya. Hanya saja dari segi medan tempuhnya, ke
Kamojang melalui Garut relatif lebih mudah. Jalannya memang sudah beraspal serta berliku-liku.
Namun sepanjang jalan menuju Kamojang jika melalui Garut tidak terlalu terjal. Berbeda halnya jika melalui Majalaya. “Kapok saya lewat Majalaya. Jalannya turun naik dan terjal,” kata pengunjung Kamojang bernama Hilman Hidayat. Terjalnya jalur Majalaya-Kamojang hanya mampu ditaklukkan oleh mobil jenis 4×4. Itu pun harus didukung oleh kemampuan pengemudinya yang sudah hafal medan.
Kawasan Kamojang sendiri konon memiliki legenda. Menurut pawang penunggu di Kawah Hujan, Koko, Kamojang berasal dari kata mojang yang cantik. Ceritanya, di kawasan ini pernah hidup seorang perempuan yang kecantikannya begitu kesohor di Tatar Sunda.
Legenda ini kemudian terus berkembang. Hingga kemudian kawasan ini dinamakan sebagai Kamojang. Mojang cantik itu, disebutkan Koko masih kerap menampakkan diri di kawasan ini.
Di kawasan Kamojang terdapat belasan kawah. Di antaranya Kawah Hujan, Kawah Kereta Api, Kawah Nirwana, Kawah Manuk, Kawah Cibuliran, serta Kawah Kamojang. Kawah yang paling banyak dikunjungi adalah Kawah Hujan dan Kawah Kereta Api.
Kawah Kereta Api menarik untuk dikunjungi karena bunyi kawahnya mirip suara lokomotif kereta api. Selain itu, uap yang mencuat dari permukaan tanah memiliki tekanan yang luar biasa yang mampu melontarkan benda-benda tertentu seperti gelas air mineral.

Kawah Hujan
Sementara di Kawah Hujan, pengunjung bisa mandi sauna sepuasnya. Suhu air yang mengalir di kawah ini mencapai 115 derajat Celcius. Sangat panas hingga menimbulkan uap. Air ini kemudian menyembur ke udara sekitar.
Itulah sebabnya kawah ini dinamai Kawah Hujan. Menariknya, ketika menyembur ke udara seperti hujan gerimis, air tersebut sama sekali tidak panas. Air yang menyiprat ke udara tetap terasa dingin seperti laiknya air pegunungan.
Dibandingkan mandi sauna di hotel berbintang, jelas fasilitas di Kawah Hujan kalah jauh. Mandi sauna di Kawah Hujan dilakukan di tempat terbuka dan sembari berdiri di atas bebatuan. Tidak ada sekat pemisah. Fasilitas di sana memang masih seadanya. “Dulu malah tidak ada orang yang bisa masuk ke Kawah Hujan karena kondisinya mirip kubangan lumpur,” papar Koko.
Baru beberapa tahun belakangan ini kondisi Kawah Hujan diperbaiki. Meski tetap terkesan seadanya, toh perbaikan yang dilakukan memberi kemudahan bagi siapa saja untuk masuk ke Kawah Hujan.
Uap yang keluar dari air mendidih mengaliri sekitar kawah, menyegarkan tubuh. Konon, uap ini tak cuma bagus untuk kesegaran tubuh, tetapi juga manjur untuk mengobati penyakit tertentu. Koko menyebutkan beberapa pengunjung yang menderita stroke, penyakit jantung, influenza serta penyakit kulit, mandi di Kawah Hujan. Setelah datang selama enam kali, keluhan sakit mereka berkurang. Bahkan ada yang sembuh total.
Bagi pengunjung yang datang dengan tujuan berobat, Koko menyarankan supaya mandi sauna minimal selama 15 menit. Jika pengunjung menginginkan uap air terus menerpa sekujur tubuh, maka Koko bisa mengarahkan uap tersebut.
Benar saja. Di depan SH, lelaki berumur 61 tahun ini memeragakan kemampuannya mengarahkan uap air.
Uang ini berkumpul lalu menuju ke arah tubuh pengunjung yang ditunjuk oleh Koko. Untuk kemampuannya ini Koko mengaku tidak memasang tarif. Menurut Koko, Kawah Hujan memang belum dikunjungi banyak wisatawan. “Yang datang ke Kawah Hujan rata-rata dengan tujuan untuk berobat,” ujar Koko. Lokasi geografis memang menjadi salah satu penyebab belum terjamahnya Kamojang oleh hingar bingar pariwisata.
Uap dari panas bumi yang keluar dari Kamojang ini dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik geothermal yang dikelola oleh Indonesia Power. Letak pembangkit ini sendiri berdekatan dengan kawah yang ada di kawasan Kamojang.
Mandi sauna di Kawah Hujan Kamojang memang murah. Cukup dengan membayar Rp 2.000/orang, pengunjung bisa mandi sauna sepuasnya. Keindahan dan kesejukan panorama alamnya pasti membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.
Bagi Anda yang sudah bosan mandi sauna di rumah kecantikan atau hotel berbintang, tampaknya perlu mencoba suasana baru mandi sauna secara alami. Datang saja ke Kamojang. Dijamin Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menyegarkan tubuh dari kepenatan. (*)

Sumber: Sinar Harapan

Lembang

Lembang 1Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.080 meter diatas permukaan laut. Titik tertingginya ada di Puncak Gunung Tangkuban Parahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27°C.

Objek Wisata Menarik di Lembang:
1. Taman Hutan Raya Ir. Djuanda / Dago Pakar terletak 8 Km dari pusat kota Bandung ke arah utara. Terletak di daerah aliran sungai Cikapundung di Curug Dago.

2. Obyek wisata Maribaya berjarak 21 Km ke arah utara / 5 Km dari Lembang ke arah timur dengan pemandangan indah dan berudara sejuk memiliki sumber air panas mengandung air mineral.

3. Kawah/Gunung Tangkuban Perahu, dikenal dengan legenda sangkuriang yang jatuh cinta terhadap Dayang Sumbi yang tiada lain dalah Ibunya sendiri, dapat ditempuh sekitar 29 Km arah utara / 13 Km dari Lembang menuju Kabupaten Subang. Continue reading Lembang

Melanggengkan Cinta di Kawah Putih

kawah-putih-ciwideyBANDUNG SELATAN – Suara siter itu bagaikan ucapan selamat datang. Mengalun lembut menembus rasa terdalam. Kidung Sunda yang dinyanyikan Ayi Bonsai mengantarkan pengunjung ke kehangatan Kawah Putih yang cukup atis (dingin) siang itu. Tubuhnya tak sampai semeter, itu sebabnya dia dipanggil “Bonsai”.

Lelaki ini memetik siter sejak fajar memulas sampai angin sore di Kawah Putih memaksanya pulang. Dengan ikat kepala dari kain batik, ia mencoba menjadi ikon tempat wisata di Bandung Selatan tersebut.
Ayi sudah sejak 1993 berkidung dengan siternya di tempat itu. Ia menyalami setiap pengunjung dengan lagu, sebetulnya, tak ubahnya dengan pengamen yang mengetuk dari pintu ke pintu. Tetapi oleh pengelola kawasan wisata itu dia diberi tempat di sisi undak tangga terbawah menuju ke kawah berbentuk danau tersebut. Continue reading Melanggengkan Cinta di Kawah Putih

Kawah Tangkuban Perahu

Kawah Tangkuban Perahu
Kawah Tangkuban Perahu

Kawah Tangkuban Perahu merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di wilayah selatan Kab. Subang, berada pada ketinggian 2084 m di atas permukaan laut. Keindahan alam dengan deretan kawah yang membentang dan kesejukan udara pegunungan yang khas serta hamparan gunung-gunung lain yang tinggi menjulang mengelilinginya dan banyaknya koleksi tumbuh-tumbuhan serta tanaman khas hutan tropis yang tumbuh subur disekitar kawah, menjadikan gunung tangkuban perahu sebagai tujuan wisata yang menarik di Kabupaten Subang.
Dilihat dari kota Bandung, gunung tangkuban parahu memiliki bentuk yang unik menyerupai perahu terbalik (Bahasa Sunda : tangkuban = terbalik, parahu = Perahu). Bentuk unik dipercaya memiliki kaitan yang sangat erat dengan kisah legenda Sangkuriang. Continue reading Kawah Tangkuban Perahu

Pendakian Gunung Salak

Kawah Ratu
Kawah Ratu

Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, dahulu terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah. Di kaki Gunung Salak banyak terdapat tempat-tempat keramat, makam keramat ada juga pura dengan sebutan Kuil Prabu Siliwangi . Pendakian terbaik dilakukan pada musim kemarau, karena pada musim penghujan jalur menjadi becek seperti rawa, licin sekali dan banyak lintah. Selain itu angin seringkali bertiup kencang.

Gunung ini dapat didaki dari beberapa jalur diantaranya jalur yang umum sering dipakai adalah jalur dari Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, dari Cangkuang ini ada dua jalur yakni jalur lama yang menuju puncak Gunung Salak 1 dan jalur baru yang menuju Kawah Ratu. Jalur yang penuh dengan nuansa mistik untuk berjiarah adalah jalur dari Wana Wisata Curug Pilung, Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Continue reading Pendakian Gunung Salak