Tag Archives: lombok

Menengok Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade

MENGUNJUNGI Suku Sasak bisa menjadi pengalaman unik untuk menyaksikan bagaimana mereka melakukan aktivitas kesehariannya. Tak ada salahnya Anda mengunjungi Desa Sade di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang menjadi salah satu wisata yang menyajikan kekhasan budaya Suku Sasak.

Meski kerap mendapat kunjungan wisatawan, desa ini tidak menyediakan homestay bagi wisatawan yang ingin menginap. Hal tersebut dikarenakan warga setempat hanya ingin menampilkan atraksi dan sekedar dikunjungi saja.

Penyebab lainnya dikarenakan warga desa ingin tetap menjaga tradisi nenek moyang Suku Sasak yang dipertahankan hingga saat ini. Bahkan, meski ada warga desa yang pernah keluar dan kembali lagi ke desa, mereka tetap mampu menjalankan adat istiadatnya.

Selain itu dikhawatirkan pula wisatawan akan mengalami kesulitaan beradaptasi saat tinggal karena adanya adat istiadat yang wajib dipatuhi oleh warga yang tinggal di desa. Namun pengembangan desa wisata ini akan terus dilanjutkan.

Tak hanya menjadikan warga desa sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek yang mampu memberikan manfaat bagi daerahnya dan mampu menarik minat wisatawan. Rumah Suku Sasak yang khas dan usaha tenun yang ada diharapkan bisa menjadi nilai tambah. (lombokgilis.com/*/X-13)

Melepas Kepenatan di Pantai Senggigi

BERKUNJUNG ke pulau Lombok belum terasa lengkap tanpa mengunjungi Pantai Senggigi. Objek wisata ini terkenal akan keindahan dan kealamian pantainya sehingga sering disejajarkan dengan pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian dan Sanur.

Bedanya adalah pantai Senggigi lebih nyaman dan tenang karena belum banyaknya turis berdatangan ke pantai ini. Senggigi merupakan salah satu pantai andalan provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kebersihan lingkungan pantai masih sangat terjaga. Selain itu, kawasannya masih asri dan debur ombaknya tidak terlalu besar. Pemandangan bawah lautnya juga tak kalah indah. Tak heran wisatawan lokal maupun mancanegara menjadikannya sebagai tempat idaman untuk melepaskan kepenatan.

Keberadaan pantai Senggigi yang mulai dilirik wisatawan membuat pemerintah setempat dan perusahaan swasta giat membangun dan membenahi segala prasarana wisata untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan.

Suasana alami pantai yang belum banyak dijelajahi turis memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjung sehingga pantai Senggigi menjadi alternatif pilihan wisatawan yang ingin mencari ketentraman.

Kegiatan yang bisa dilakukan di sini antara lain berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, membuat istana pasir, berjalan santai menyusuri pantai, atau duduk di atas hamparan pasir sambil mengamati biru-hijau laut dan menunggu matahari tenggelam. Jangan lupa mampir ke Pura Batu Bolong yang berlokasi di atas karang pinggir pantai. (*/X-13)

Masjid Bayan Beleq Lombok

Desa Bayan, Lombok Barat, berjarak 80 kilometer dari Kota Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi masjid pertama yang ada di Pulau Lombok. Bangunan mungil terbuat dari bambu itu tampak tua bersahaja, dan menjadi penanda masuknya Islam di Lombok.

Tidak ada kemegahan dari Masjid Bayan Beleq yang telah menjadi situs purbakala ini. Seperti halnya rumah-rumah penduduk di sana, keberadaanya tidak terlalu mencolok. Dari tepi jalan hanya terlihat pagar tembok diapit dua rumah kecil, kantor tempat pendaftaran pengunjung, dan rumah penjaga situs.

Meski tidak banyak masyarakat yang menggunakan sebagai tempat ibadah karena kapasitasnya tidak mencukupi lagi, tapi masyarakat tetap menjaga keutuhan bangunan sebagai salah satu bukti sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Masjid berukuran 10 x 10 meter ini merupakan kebanggaan warga Bayan, dari sinilah salah satu pusat kegiatan menyebarkan Islam ke seluruh Lombok.

Dindingnya begitu rendah hanya dari anyaman bambu. Atapnya berbentuk tumpang disusun dari bilah-bilah bambu. Fondasi lantai yang tinggi dibuat dari susunan batu-batu kali. Di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Tidak lain, itu adalah makam tokoh-tokoh agama di masa awal masjid ini. Pengunjung biasanya selalu menyempatkan diri ziarah dan berdoa di situ.

Bagian dalam lantai tanah liat ditutupi tikar buluh. Empat tiang utama penopang masjid dari kayu nangka berbentuk silinder. Di tiang atap masjid tergantung beduk kayu. Hanya para ulama dan pemangku adat yang biasa terlihat shalat dan tarawih di sini.

Menurut catatan Museum Negeri NTB, Islam masuk ke Lombok abad ke-17 dari beberapa tempat sekaligus, diantaranya dari Jawa, Gowa (Sulawesi), dan Bima. Maka perluasan siarnya bukan hanya dari Bayan. Ada dua Masjid kuno lagi di Gunung Pujut dan Desa Rembitan, keduanya di Lombok Tengah. Dan Islam di Bayan dengan Masjid Bayan Beleqnya diyakini masuk dari Tanah Jawa.

Memang tidak ada peninggalan-peninggalan tertulis yang menyebutkan dari Jawa. Tetapi karena banyaknya penggunaan istilah Jawa di Bayan seperti penggunaan kata raden, gusti pangeran, maka diyakini masuk dari Jawa. Dan terpeliharanya situs Masjid Bayan Beleq karena kuatnya tradisi pada masyarakat setempat.

Sejak itu agama dan budaya Islam masuk ke Lombok secara bergelombang melalui perdagangan dan interaksi sosial. Ada keyakinan dari ulama setempat, syiar Islam di Bayan oleh Sunan Prapen, cucu Sunan Giri, salah satu Wali Songo, penyebar Islam di Pulau Jawa.

Sumber: Majalah Travel Club