Tag Archives: pontianak

Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Kalimantan Barat

keraton-sambasPusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh 175 km, melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas.

Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk disebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri keraton Kesultanan Sambas.

Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi membujur arah barat-timur. Continue reading Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Kalimantan Barat

Taman Nasional Betung Kerihun

peta-betung-kerihunSebagian besar keadaan topografi Taman Nasional Betung Kerihun berupa perbukitan, dari bentangan Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun, sekaligus sebagai pembatas antara wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS): Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan dan Embaloh. Untuk menuju kawasan Taman Nasional Betung Kerihun harus melalui sungai-sungai tersebut.

Taman nasional ini memiliki delapan tipe ekosistem hutan seperti hutan dataran rendah, sekunder tua, Dipterocarpus, sub-montana, dan montana; dengan keanekaragaman tumbuhan bernilai tinggi sebanyak 1.216 jenis yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Sebanyak 14 jenis merupakan “catatan baru” di Indonesia diantaranya Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Castanopsis inermis, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata dan Shorea peltata, serta 13 jenis palem merupakan “catatan baru” di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.). Continue reading Taman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Danau Sentarum

peta-danau-sentarumTaman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.

Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).

Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur- Continue reading Taman Nasional Danau Sentarum

Tanpa Bayangan di Tugu Khatulistiwa

tugu-khatulistiwa-pontianakPONTIANAK – Salah satu objek wisata yang cukup menarik di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, adalah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument.

Pada tengah hari setiap tanggal 21-23 Maret dan 23 September, para pengunjung selalu disuguhi pemandangan yang sangat menarik. Benda-benda tegak yang berada di sekitar Tugu Khatulistiwa tidak mempunyai bayangan (tanpa bayangan).
Hal tersebut menunjukkan bahwa Tugu Khatulistiwa di Pontianak terletak tepat pada garis lintang nol derajat. Maka wajarlah kalau setiap tanggal 21-23 Maret dan 23 September, wisatawan dalam dan luar negeri selalu memadati Tugu Khatulistiwa. Pemerintah Kota Pontianak sendiri selalu menyuguhkan berbagai acara demi lebih menarik minat wisatawan.
Wali Kota Pontianak Sutarmidji kepada SH menuturkan, tempat wisata Tugu Khatulistiwa memang tidak ada duanya di Kalimantan. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menarik minat pengunjung. Kota Pontianak memiliki luas 107,82 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk 514.622. Jumlah angkatan kerja 238.576 orang, dan sebanyak 207.344 orang sudah terserap sehingga tingkat pengangguran terbuka sekitar 31.232 jiwa. Continue reading Tanpa Bayangan di Tugu Khatulistiwa

Kampung Beting

Kampung Beting
Kampung Beting

“Kampung Beting” adalah sebuah peradaban Kota Pontianak di masa lalu yang masih terjaga kelestariannya hingga kini. Kampung tersebut dibangun diatas sungai, sehingga sampan merupakan sarana penting yang digunakan untuk lalu lintas sehari-hari. Aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat juga sangat menggantungkan pada transportasi air. Kampung Beting menyingkap banyak kehidupan era kesultanan Pontianak sejak berdirinya ibukota Kalimantan Barat pada tahun 1771. Continue reading Kampung Beting

Aloe Vera Centre

aloe-vera-centreAloe vera adalah tumbuhan atau tanaman yang sudah digunakan berabad-abad untuk berbagai macam tujuan. Sejak 4.000 tahun yang lalu, Aloe Vera telah dikenal khasiatnya karena di dalam daunnya mengandung berbacam macam nutrisi. DI Yunani pada tahun 333 SM, Aloe vera dikenal sebagai tanaman untuk mengobati berbagai macam penyakit, demikian juga di China, orang menyebutnya sebagai tanaman suci. Continue reading Aloe Vera Centre

Tugu Khatulistiwa Pontianak

Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa

Kota Pontianak menjadi istimewa karena dilalui garis khayal Equator atau garis Khatulistiwa. Garis itu membagi bumi ini menjadi dua bagian, yakni belahan utara dan selatan. Bila berdiri di titik lintang 0 derajat itu, jelas membuahkan kebanggaan tersendiri.

Keistimewaan itu bermula dari ekspedisi internasional yang dipimpin oleh ahli geografi berkebangsaan Belanda tahun 1928. Tujuannya untuk menentukan titik atau tonggak garis Equator di Kota Pontianak. Setelah ditemukan, lalu dibangun sebuah tonggak dengan bentuk tanda panah di puncaknya. Itu penanda bahwa Kota Pontianak dilalui garis Khatulistiwa. Continue reading Tugu Khatulistiwa Pontianak