Tag Archives: pulau

Jembatan Cinta & Main Air Sepuasnya di Pulau Tidung

Pulau TidungDi dekat Jakarta, terdapat pulau cantik untuk tempat berakhir pekan. Pantai pasir putih, lautan biru cantik dan tempat yang asyik untuk basah-basahan. Inilah Pulau Tidung yang juga terkenal dengan Jembatan Cinta.

Saya berkesempatan menjelajahi Pulau Tidung pada beberapa waktu lalu. Pulau Tidung merupakan salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung tidak terlalu jauh dari Jakarta, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Pelabuhan Muara Angke atau sekitar 2,5 jam dari Pelabuhan Ancol dengan menggunakan kapal kayu. Jarak tempuh ini juga akan menjadi lebih singkat apabila menggunakan boat khusus.

Pulau ini terbagi dua, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau Tidung Besar dihuni sekitar 4.000 jiwa penduduk, dan salah satu pulau yang penduduknya terbanyak di antara pulau-pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Sedangkan, Pulau Tidung Kecil tak berpenghuni. Di sana terdapat sebuah jembatan penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Inilah yang dikenal dengan masyarakat sebagai Jembatan Cinta. Tempat ini kemudian menjadi tempat wisata yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi di Pulau Tidung dan menjadi ikon pulau tersebut. Setiap pengunjung yang berwisata ke Pulau Tidung tidak pernah melewatkan tempat ini.

Pada saat menelusuri jembatan ini, akan dijumpai bagian yang cukup tinggi sekitar tujuh meter dari permukaan laut dengan dasar laut sekitar empat sampai lima meter. Airnya sangat jernih dan arus airnya sangat tenang. Berdasarkan informasi dari pemandu yang juga merupakan penduduk setempat, terlepas dari benar atau tidaknya, konon bagi setiap wisatawan yang loncat dari jembatan ini dipercaya akan menemukan cinta sejati secepatnya.

Namun, untuk melakukan loncatan tersebut dibutuhkan nyali yang cukup besar. Jadi, bagi Anda yang masih single atau sudah punya pacar, percaya atau tidak, tempat ini patut dikunjungi.

Kemudian bagi wisatawan yang datang dengan pasangannya, konon tiap pasangan yang berjalan di atas Jembatan Cinta akan langgeng dan semakin mesra. Selain itu, alamnya indah sekali!

Di Pulau Tidung juga terdapat beberapa pantai yang sangat menawan, seperti Pantai Tanjongan Timur dan Pantai Tanjung Barat. Pesona pantai tersebut tidak kalah di banding pantai-pantai di luar Jakarta.

Pantai Tanjongan Timur terletak di depan jembatan penghubung. Pantai ini sudah tergolong ramai, sebab di sekitar pantai banyak tenda-tenda penjual makanan. Banyak wisatawan menghabiskan waktu di sini, untuk bermain dan berenang. Wisatawan akan disuguhi pasir putih dan pemandangan yang luar biasa. Wisatawan pun dapat mencoba berbagai olahraga air yang seru seperti jet sky, banana boat, kano dan lain-lain.

Pantai Tanjung Barat, terletak di ujung Pulau Tidung Besar sebelah Barat. Berbeda dengan Pantai Tanjongan Timur, pantai ini kurang dikenal oleh wisatawan sehingga tidak banyak yang berkunjung kesini dan terlihat sepi. Namun, pemandangan di pantai ini luar biasa, terutama saat sunset.

Pantai Tanjung Barat cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan. Bermain di pantai ini memberi pengalaman tersendiri. Rasanya, pantai ini benar-nbenar milik pribadi!

Di Pulau Tidung, wisatawan bisa menginap di rumah-rumah penduduk atau homestay. Sebabnya, tidak terlalu banyak hotel atau resor di sana. Selain itu, ada baiknya untuk menyewa sepeda untuk menikmati keindahan Pulau Tidung. Jalanannya sudah beraspal, sehingga nyaman buat pengendara sepeda. Kecuali sewaktu menuju Anda Pantai Tanjung Barat, karena jalanannya banyak gundukan pasir sehingga cukup berat untuk mengayuh sepeda.

Selamat berkunjung ke Pulau Tidung!

Sumber: detikcom

Pulau Rote Jadi Incaran Para Peselancar Dunia

Pulau RoteHobi berselancar, datanglah ke Pulau Rote di NTT! Pulau kecil ini memiliki pantai-pantai dengan ombak panjang dan menantang. Bahkan, banyak peselancar dunia yang datang untuk menjajal kehebatan ombak di pulau ini.

Pantai Bo’a di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai lokasi sempurna dan menantang untuk para peselancar. Gulungan ombaknya yang spektakuler bisa Anda temukan di pantai ini.

Selain dikenal sebagai wilayah paling selatan Indonesia, Pulau Rote juga memiliki ciri khas budidaya lontar, alat musik sasando, topi adat ti’i langga, serta wisata baharinya, terutama olahraga selancar.

Pulau ini beriklim kering dan dipengaruhi angin muson. Musim hujannya pun relatif pendek, antara 3-4 bulan. Bagian utara dan selatan berupa pantai dengan dataran rendah, sementara bagian tengah merupakan lembah dan perbukitan. Pulau ini dapat dikelilingi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Dari Kupang, Ibukota Nusa Tenggara Timur, Anda bisa mencapainya dengan kapal ferry Bahari Express. Di mana setiap harinya kapal ini melayani rute Kupang-Bo’a selama 1 jam 45 menit. Selanjutnya, untuk dapat menikmati indahnya ombak di Pantai Bo’a Anda dapat menempuh perjalanan selama 1,5 jam menggunakan mobil.

Sapi, kerbau, kambing, babi, ayam dan pohon-pohon kelapa akan menghiasi pemandangan traveler selama menuju Pantai Bo’a. Setelah sampai di sana Anda akan melihat pantai yang sangat jernih.

Pasti Anda tidak akan sabar untuk berenang atau berfoto-foto. Apalagi dengan latar belakang air laut yang jernih, berwarna hijau dan biru. Saya pun melakukan hal seperti itu.

Tak hanya Pantai Bo’a, di pulau ini juga ada Pantai Nemberala dengan ombaknya yang menantang. Objek wisata yang terletak di Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat ini adalah sebuah kawasan pantai selancar yang berada di Pulau Rote.Â

Gulungan ombak Pantai Nemberala yang menantang, menempatkan pantai tersebut sebagai salah satu arena pelaksanaan lomba selancar bertaraf internasional. Ya, lomba itu dikenal dengan ISC (International Surfing Contest) yang diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2011 lalu.

Di Nemberala terdapat jalur ombak yang sedikit bergerak perlahan, yaitu di Break. Tinggi ombak di tempat ini mencapai tiga kali tinggi orang Indonesia. Lokasinya pun digemari para peselancar yang sudah mahir. Mereka biasanya datang pada bulan Juli hingga September. Bagi mereka yang gemar jalur arah putaran ke kiri, ada salah satu tempat yang ditempuh dengan mengendarai sepeda motor selama 15 menit ke Pantai Bo’a.

Tiga kilometer dari Pantai Bo’a Anda dapat melanjutkan petualangan ke Pantai Oeseli. Di sepanjang jalan menuju Oeseli itu, dijumpai banyak bukit karang yang ditumbuhi pohon kerdil, sehingga tampak seperti taman bonsai.

Hingga akhirnya Anda bisa menjumpai Pantai Oeseli yang memiliki gerbang besar dari bukit batu cadas. Bukit batu cadas itu membentuk sebuah gerbang besar untuk mengintip keindahan Pulau Rote.

Sungguh senang rasanya dapat mengunjungi pulau yang berada di wilayah paling selatan Indonesia. Bagi teman-teman yang ingin berselancar, menantang gulungan ombak yang spektakuler serta melihat pantai indah, datang ke Pulau Rote.

Dijamin, Anda pasti ketagihan untuk kembali ke Pulau Rote. Banyak traveler bilang, ini adalah pulau kecil nan eksostis dengan gelombang laut terpanjang di Indonesia.

Sumber: detikcom

Pulau Satonda, Satu yang Terbaik di NTB

KECANTIKAN Pulau Satonda menjadikannya sebagai destinasi terbaik di Pulau Sumbawa, NTB, selain Tambora dan Moyo. Pulau mungil tak berpenghuni ini merupakan objek wisata yang berhasil menarik banyak wisatawan, setiap minggunya banyak kapal pesiar berdatangan dari Bali dan Lombok.

Satonda dipisahkan oleh selat sempit dari Tambora dan menjadi situs letusan gunung berapi terbesar dan paling menghancurkan dalam sejarah. Satonda merupakan pulau vulkanik yang muncul dari kedalaman ribuan meter.

Satu keunikan pulau adalah danau di kawasan pulau nampak seperti angka delapan. Tak sedikit wisatawan yang datang berenang di danau. Terumbu karangnya juga bisa dinikmati saat menyelam.

Di sekitar pulau terdapat pohon-pohon berbuah batu. Konon, ada kepercayaan bila ada turis yang datang ke Satonda dan menggantungkan batu ke pohon sambil mengharapkan sesuatu maka keinginannya akan terwujud.

Hutan yang tumbuh di pulau selain menyimpan banyak koleksi tanaman, juga menjadi rumah bagi kelelawar buah yang hidup di pohon tinggi.

Bagi pecinta alam, Satonda merupakan objek pandang yang indah, terutama dilihat dari atas bukit. Sedangkan jejeran gunung di pulau menjadi area yang siap dijelajahi para pendaki.(*/X-14)

Pulau Asu, Daratan Terapung yang Cantik

BIASANYA, asu lekat sebagai kata umpatan atau cacian terhadap orang lain. Namun tak selamanya kata ini mempunyai konotasi negatif karena di Nias ada sebuah daratan terapung yang indah bernama Pulau Asu. Pulau terpencil ini termasuk dalam Kepulauan Hinako dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.

Pulau Asu yang mempunyai luas sekitar 18 kilometer persegi merupakan tempat yang pas untuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan kota. Situasi yang tenang, nyaman, serta keramahan warga setempat, akan membuat Anda betah berlama-lama. Selain itu Anda juga dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berjemur, berenang, tracking keliling pulau, memancing, hingga surfing.

Mengenai pantai, tak usah lagi ditanyakan keindahannya. Pasir putihnya yang lembut berkilauan terlihat cantik menemani air laut yang jernih. Sejauh mata memandang, saat cuaca sedang cerah, hamparan langit biru semakin memperindah pemandangan.

Jika ingin menikmati petualangan yang berbeda, menjelajah pulau mungkin dapat menjadi pilihan yang patut dicoba. Anda dapat mengitari Pulau Asu dengan berjalan kaki mengikuti garis pantai. Di sepanjang jalan kemungkinan Anda akan menemukan daun subang-subang (scaveola tacada), penduduk lokal menyebutnya daun rafe-rafe. Daun yang berfungsi sebagai obat anti diabetes ini termasuk sulit ditemukan di tempat lain.

Setelah lelah mengitari Pulau Asu, Anda dapat kembali duduk di tepian pantai sembari menikmati senja, karena saat itu pemandangan akan semakin indah. Matahari yang berada di ufuk barat secara perlahan tenggelam ke dasar laut.

Bila memutuskan mengunjungi Pulau Asu pada liburan mendatang, Anda dapat menggunakan pesawat dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias.

Dari Gunung Sitoli Anda melanjutkan perjalanan ke Sirombu, perjalanan ini memakan waktu 1-2 jam. Dari Sirombu ada dua pilihan untuk menuju ke Pulau Asu. Anda dapat menumpang kapal reguler atau menggunakan speed boat. Jika menggunakan kapal reguler, Anda hanya membayar Rp30 ribu per orang dengan waktu tempuh 2 jam.

Lain halnya jika menggunakan speed boat, Anda hanya memerlukan waktu 40 menit, dengan biaya Rp100.000,00 per orang (Oktober 2008).

Meskipun lokasinya terpencil, Pulau Asu memiliki beberapa fasilitas yang dapat Anda nikmati. Di pulau ini terdapat beberapa kompleks cottage sederhana. Masing-masing kompleks terdiri dari 5-6 unit rumah panggung. Harga sewa bervariasi tergantung dari pintar-pintarnya Anda menawar. (wisatamelayu/*/X-13)

Tamasya di Pulau Telantar

SINGKAT cerita, pulau ini pada awalnya hanyalah lahan tidur dan kawasan semak belukar. Ketika air Sungai Mahakam pasang, pulau yang merupakan salah satu delta Sungai Mahakam ini ikut tenggelam. Ketika air surut, keberadaannya menghambat perjalanan kapal yang melintas di sekitar pulau tersebut.

Adalah Pulau Kumala yang mempunya kisah tersebut. Pulau yang dulunya nampak telantar seiring waktu (sekitar 2002) berubah menjadi salah satu tempat tamasya umum di Kalimantan.

Pulau Kumala yang tepatnya berada di Provinsi Kalimantan Timur bisa dikatakan serupa Dunia Fantasi, namun fasilitasnya tidak selengkap yang ada di sana. Meski begitu, pulau ini tetap menjadi salah satu tempat rekreasi yang ramai dikunjungi wisatawan dari Kalimantan Timur dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur lainnya.

Dengan luas yang mencapai sekitar 81,7 hektare, Pulau Kumala memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas di kawasan tersebut. Di sini, Anda dapat menikmati aneka permainan, seperti jet coaster, bombom car, gokart, komidi putar, dan kereta gantung.

Sedangkan bagi yang ingin mengetahui kawasan pulau tersebut, dapat menyewa kereta api mini untuk mengelilinginya. Setelah puas mengetahui seluk-beluk Pulau Kumala, Anda dapat mencoba suasana lain, seperti berenang di kolam renang atau memancing.

Bagi Anda yang ingin melihat Kota Tenggarong dari ketinggian sekitar 75 meter, dapat menaiki planetarium (sky tower) yang terdapat di pulau tersebut. Pulau Kumala juga dilengkapi fasilitas aquarium raksasa yang diperuntukkan khusus bagi ikan pesut (orcaella brevirostris), spesies lumba-lumba air tawar yang hanya terdapat di Sungai Irawady (Brazil), Sungai Mekong (China), dan Sungai Mahakam (Indonesia).

Oiya, jangan terburu-buru meninggalkan Pulau Kumala karena pada sore hari eksotisme kawasan ini kian terasa. Anda dapat menikmati keeksotisannya sambil bersantai di resort, kafe-kafe, pondok-pondok wisata, shelter-shelter, atau menyewa perahu motor yang berjalan perlahan-lahan di atas Sungai Mahakam.

Tak hanya itu, tepat di depan Pulau Kumala juga terdapat Museum Mulawarman yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara dan koleksi-koleksi kuno lainnya. Sebelum meninggalkan Kutai Kartanegara, alangkah baiknya mengunjungi museum ini terlebih dahulu.

Bila ingin berkunjung, Pulau Kumala terletak di delta Sungai Mahakam Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kota Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara berjarak sekitar 27 kilometer di sebelah timur Kota Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Dari Kota Samarinda menuju Kota Tenggarong, Anda dapat mengaksesnya menggunakan angkutan umum (bus) atau kendaraan pribadi melewati Jembatan Kutai Kartanegara I dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Setelah sampai di tepi Sungai Mahakam, Anda dapat menjangkau Pulau Kumala dengan menyewa perahu motor kecil (ketinting) atau kereta gantung (cable car) dengan waktu tempuh sekitar 5 menit. Sesampainya di pulau, Anda akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2.000 per orang (Juli 2008). (wisatamelayu/*/X-13)

Raja Ampat yang Sangat Mengesankan

JANGAN pernah Anda lewatkan salah satu tempat wisata terbaik di Tanah Air ini. Adalah Kepulauan Raja Ampat yang memiliki pesona begitu mengagumkan. Meski terpencil di Teluk Cendrawasih, Papua Barat, tempat ini sangat diminati wisatawan asing.

Mungkin sebagian besar orang Indonesia, termasuk Anda belum pernah mendengar tentang Raja Ampat. Makanya, jangan lewatkan untuk berwisata ke tempat yang sangat eksotik ini.

Ada apa saja di sana? Yang paling utama adalah kekayaan alam laut yang sangat beragam di dunia dan pulau-pulau kecil yang bisa dilihat dari salah satu bukit di wilayah Kepulauan Raja Ampat.

Jika Anda ingin menyelam dan segera mengeksplorasi kekayaan alam di bawah laut, lakukanlah di Karang Segitiga yang masih menjadi wilayah Kepulauan Raja Ampat. Di sini Anda bisa menyaksikan terumbu karang dan jenis ikan laut lainnya yang unik.

Untuk menjelajahi tempat ini, Anda bisa menyewa kapal perahu selama tujuh hingga 10 hari dengan kapasitas 15 orang. Ada pun harga sewa kamar hotel standar mulai dari $ 285 (Rp2,4 juta), $ 350 (Rp3 juta) untuk master suite.

Masing-masing kamar ber-AC, dilengkapi dengan ruang TV dan DVD, perpustakaan kecil dan masih banyak lagi lainnya. Info selengkapnya bisa Anda lihat di situs papualiveaboard.com. (*/X-13)

Misteri Bawah Laut Pulau Samalona, Makassar

MAKASSAR, Sulawesi Selatan (Sulsel), memiliki beragam objek wisata yang layak dikunjungi. Anda akan menemui pulau-pulau eksotis, pantai yang indah, kesenian yang atraktif, hiburan, dan kuliner khas.

Makassar juga merupakan pintu gerbang wisata lainnya di Sulawesi, seperti Tana Toraja, Bunaken, dan Wakatobi. Salah satunya objek yang pantas Anda kunjungi adalah Pulau Samalona.

Pulau itu merupakan satu dari 11 pulau yang ada di Kota Makassar. Lokasinya berada di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kota Makassar. Posisi lebih tepatnya berada di sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar, berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari kecamatan tersebut.

Di pulau ini berdiri sebuah mercu suar yang digunakan sebagai tanda batas daratan bagi kapal-kapal berbadan besar. Samalona bisa jelas dari Benteng Fort Rotterdam di daerah Keling, Makassar.

Pulau ini sangat terkenal sebagai tempat snorkeling dan menyelam (diving). Karang laut bertebaran di sekeliling pulau membentuk taman bawah laut yang sangat indah. Selain terdapat berbagai karang-karang laut, Anda juga akan menemui beraneka ragam ikan tropis berwarna-warni, dan biota laut lainnya.

Pulau Samalona merupakan gugusan pulau karang kecil yang berbentuk bundar dengan luas sekitar 2,34 hektare. Pulau kecil ini merupakan salah satu tujuan wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasir putihnya dan airnya yang jernih menjadikan pulau ini cocok untuk wisatawan yang suka berjemur.

Pulau Samalona berjarak sekitar 6,8 km dari Kota Makassar, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 – 30 menit dengan menggunakan speed boat berkapasitas maksimal 12 orang dengan biaya berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

Pulau Samalona menyimpan sejuta misteri tentang karamnya sejumlah kapal peninggalan Perang Dunia Ke-2. Ada sekitar tujuh unit kapal yang karam di pulau tersebut.

Kapal-kapal itu di antaranya kapal Maru, kapal perang milik Jepang yang karam pada kedalaman sekitar 30 meter. Kemudian kapal Lancaster Bomber yang juga karam pada kedalaman sekitar 30 meter, kapal selam pemburu (gunboat) milik Jepang, kapal kargo Hakko Maru buatan Belanda yang merupakan kapal selam milik Jepang.

Kapal-kapal yang karam tersebut telah berubah wujud menjadi karang dan menjadi ‘rumah’ bagi ratusan biota laut yang beraneka ragam dan jenis serta warna yang sangat mengagumkan. Keindahan inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berenang di antara bangkai-bangkai kapal karam tersebut.

Selain misteri dan keindahan taman lautnya, para wisatawan juga dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset) pada satu posisi yang sama.

Di pulau tersebut, Anda juga dapat menikmati kelezatan berbagai macam seafood segar. Uniknya seafood itu dimasak dengan cara diletakkan di atas tempurung kelapa kemudian ditutupi dengan daun pohon.

Dengan cara demikian, aroma asap arang tempurung kelapa tersebut segera tercium dan dapat menggugah selera makan.

Bagi Anda yang ingin lebih lama menikmati keindahan Pulau Samalona, Anda dapat bermalam di pulau ini. Di sana tersedia berbagai penginapan sederhana berbentuk rumah pangggung dengan tarif antara Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per malam. (S-1)

Pulau Bulupoloe Menjadi Spot Pilihan Penyelam

MUNGKIN tidak banyak yang tahu bahwa Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memiliki objek wisata alam indah yang berpotensi menjadi ikon pariwisara, yakni Pulau Bulupoloe. Keindahan panorama pegunungan dan baharinya menjadi daya pikat utama pulau ini.

Selain pantai berpasir putih yang mengitari pulau, nilai tambah pulau Bulupoloe adalah keberadaan sumber-sumber air tawar di tempat-tempat tertentu.

Kondisi pantai yang nampak begitu alami dan belum terkontaminasi turut menambah pesona laut Pulau Bulupoloe. Air lautnya yang jernih berisikan ragam biota laut mengagumkan, seperti terumbu karang dan ikan warna-warni. Tak heran kawasannya menjadi pilihan bagi para penyelam serta menjadi tempat bagi mereka yang hobi memancing.

Pada kawasan pulau bisa dijumpai sejumlah restoran-restoran yang menghidangkan kuliner tradisional khas Kabupaten Luwu Timur, seperti lobster bakar dan ikan kerapu asli Pulau Bulupoloe. Jika ingin bermalam tersedia penginapan mulai dari losmen hingga hotel.

Pulau Bulupoloe berjarak sekitar 500km dari Kota Makassar. Jika ingin menggapainya menggunakan jalur darat membutuhkan waktu sekitar 8-10 jam dari Makassar menuju Malili, ibu kota Kabupaten Luwu Timur. Sementara dari udara butuh waktu sekitar 1-1,5 jam dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Selanjutnya dari Malili, perjalanan menuju Pulau Bulupoloe diteruskan melalui jalur laut menggunakan perahu dari Pelabuhan Balantang, Malili, dengan durasi sekitar dua jam. (wisatamelayu.com/*/X-13)

Pulau Pef, Seperti Raja Ampat dalam Satu Tempat

NAMA Raja Ampat pasti sudah tak asing lagi didengar. Namun bagaimana dengan Pulau Pef? Tahukah Anda bahwa pulau yang merupakan bagian dari Raja Ampat ini ternyata menyimpan potensi alam luar biasa. Keanekaragaman biota lautnya menjadikan perairan pulau sebagai kawasan penyelaman favorit dunia. Terletak di Papua Barat, sekitar 109 dari Sorong.

Kawasan Pulau Pef terdiri dari jejeran pegunungan yang diselimuti dengan rerimbunan hutan, teluk-teluk indah, pantai berpasir putih, pohon-pohon kelapa sawit, hutan bakau berair biru yang alami, danau-danau tersembunyi, laguna, area bebatuan kapur, serta fauna dan flora mengagumkan.

Pulau Pef menawarkan sederetan kegiatan yang mendekatkan Anda dengan alam, seperti kayaking, menyelam, berenang, menjelajah, menyaksikan burung-burung langsung di habitatnya, dan tak ketinggalan photography.

Satu mahluk laut yang paling menarik dari perairan pulau adalah pygmy, kuda laut yang berukuran seperti butiran nasi. Meski mungil, Pulau Pef layaknya seluruh kawasan Raja Ampat dalam satu tempat.

Sebuah penginapan bernama Raja4Divers menjadi tempat persinggahan sempurna untuk Anda. Disepanjang pantai yang dihiasi pohon kelapa sawit, terdapat bungalow atas air yang sangat privat dan dilengkapi kamar mandi pribadi di taman terbuka, dek dengan pemandangan mengarah ke luar, dan akses wi-fi.

Dari segala aspek, pihak penginapan bekerja sama dengan warga desa sekitar. Satu keuntungan yang didapat adalah peningkatan ekonomi setempat, di antaranya pembelian ikan segar, penggunaan bahan lokal untuk kebutuhan resort, dan mempekerjakan warga Papua dari desa sekitar. (divediscovery.com/*/X-13)

Terpesona di Pulau Derawan

SALAH satu keindahan alam nusantara yang jauh dari keramaian pengunjung dan seakan nampak tak terjamah adalah Pulau Derawan. Lokasinya terletak di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Berau dan berada di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia.

Daya pikat akan hamparan pasir putih lembut yang nampak berkilat serta kejernihan air lautnya, menjadikan Pulau Derawan sebagai pilihan yang tepat jika Anda hendak melakukan wisata bahari.

Sebuah jembatan kayu terbentang dari pinggir pantai hingga mengarah ke laut. Di saat Anda sedang duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut, jangan sia-siakan kesempatan untuk menikmati pemandangan penyu-penyu yang terkadang berenang hingga muncul diatas permukaan air yang bening Tak jarang pula penyu-penyu tersebut berkeliaran di cottage yang terdapat di pesisir pantai, bahkan pada malam hari mereka naik kedarat untuk bertelur

Seorang ilmuan dari Museum Tropis Queensland, Australia, Dr Carden Wallace, pernah melakukan penelitian akan kekaaan laut Pulau Derawan dan menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Melalui hal itu, Pulau Derawan menempati urutan ketiga teratas sebagai tempat tujuan menyelam dengan standar internasional.

Jika ingin melakukan penyelaman, Anda bisa menyewa alat menyelam seharga Rp 30.000/hari untuk menjelajahi keeksotisan bawah laut pulau ini. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk melihat batu karang dengan panjang 18 meter yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”, yang terdapat banyak ikan trigger disekitarnya.

Meski pulau ini relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam negeri, mengingat sulitnya untuk menjangkau tempat ini karena butuh perjuangan panjang, pengorbanan anda akan terbayar dengan pesona pulau Derawan. Terlebih lagi, penginapan disini relatif murah karena dikelola oleh warga sekitar. Mulai dari Rp 45.000 – Rp 100.000/malam. (wisatakaltim.com/*/X-13)