Tag Archives: sukabumi

Uji Nyali di Sungai Citarik

ANDA mungkin ingin menikmati liburan sambil menguji nyali, tapi sudah bosan dengan permainan Halilintar, Tornado atau Arung Jeram yang tersedia di Dunia Fantasi? Kini saatnya Anda menantang derasnya sungai dan siap berhadapan dengan jeram-jeram yg menantang bersama Citarik One Stop Adventure.

Berada tepat di Sungai Citarik, Citarik One Stop Adventure yang dibangun atas prakarsa pasangan Lody Korua dan Amalia Yunita yang juga pencinta alam ini tidak hanya menyediakan sarana arung jeram yang menjadi andalan. Melainkan akan ada bermacam kegiatan seru dan menarik, seperti Adventure rafting trip, Family trecking trip, Adventure offroad trip.

Sebelum memulai petualangan Anda akan diberikan pengarahan (briefing) oleh tim dari Citarik One Stop Adventure tentang bagaimana mengenakan pakaian pelampung dan helm secara benar. Selain itu akan diberikan pengertian caya mendayung, serta cara-cara penyelamatan apabila ada rekan Anda yang terjatuh dari kapal. Dijelaskan pula istilah-istilah perintah selama rafting.

Usai pengarahan, Anda akan langsung terjun ke sungai dan merasakan derasnya arus air dan bongkahan batu yang terlihat keras dan seram dilihat dari atas. Kuncinya adalah tidak panic dan anggota team dalam satu kapal yang solid.

Bagi Anda yang membawa anak jangan khawatir karena Citarik One Stop Adventure juga menyediakan lokasi experiental education yang aman dan seru untuk buah hati Anda. Itu saja? Tentu tidak disana juga disediakan cottage yang terbuat dari tenda atau kayu-kayu untuk Anda yang usai bermain arung jeram ingin beristirahat sejenak bahkan melakukan pesta Barbeque. (mediaindonesia.com/OL-5)

Situ Gunung, Wisata Alam yang Memesona

TAMAN Wisata Alam Situ Gunung cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi anda yang ingin menikmati keindahan alam. Terletak di kaki Gunung Pangrango pada ketinggian 950 s/d 1.036 meter dari permukaan laut dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kondisi iklim dan curah hujannya membuat daerah wisata taman menjadi sejuk. Topografi kawasannya datar, bergelombang dan berbukit.

Beberapa hal yang bisa dinikmati dikawasannya antara lain Telaga Situgunung, sebuah telaga buatan dengan panorama indah yang dikelilingi bukit dan hutan damar. Lalu ada Curug Cimanaracun dan Curug Sawer, dua buah curug atau air terjun yang tak kalah indahnya,

Anda juga bisa menikmati keindahan alam sambil melakukan kegiatan seperti mendaki gunung, memancing, mengabadikan pemandangan alamnya, bersampan dan masih banyak lagi.

Taman menyediakan 4 buah pesanggrahan dan sebuah gedung serbaguna dengan kapasitas mencapai dua ratus orang. Terdapat pula areal perkemahan seluas 5 hektar dengan fasilitas lengkap. Seluruh lokasi dihubungkan dengan jalan setapak dan petunjuk jalan yang mudah dimengerti.

Bila Anda merasa lapar anda bisa mengunjungi rumah makan dan kafetaria yang tersedia di kawasan taman. Sebelum pulang jangan lupa mampir ke kios-kios cinderamata untuk membeli oleh-oleh.

Taman Wisata Alam Situ Gunung berada di kecamatan Kadudampit, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Dari kota Sukabumi bisa digapai dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer atau sekitar 30 menit berkendara. Sedangkan dari Jakarta berjarak sekitar 100 km dan dari Bandung berjarang sekitar 105 km. (*/X-13)

Ayo Berwisata Air di Danau Lido

BERLIBUR sambil mendekatkan diri dengan alam bisa dilakukan di Danau Lido, sebuah wisata air andalan bagi warga kota Sukabumi. Keindahan danau tak hanya bisa dinikmati dari pinggirannya saja. Anda bisa mengelilingi danau menggunakan speedboat atau jika ingin lebih membumi bisa memilih rakit bambu.

Bagi Anda yang hobi memancing tersedia arena pemancingan di danau. Pengunjung juga bisa menikmati beberapa olahraga air yang dikelola Lido Aero Club, seperti terjun payung, aeromodeling, paramotor (parasut dengan motor), paralayang, dan swayasa. Tak ketinggalan tersedia sarana outbond seperti flying fox.

Tepat ditengah danau terdapat sebuah restoran terapung yang meyajikan aneka menu hidangan yang mayoritasnya adalah menu masakan khas Sunda. Sambil makan di atas rakit yang mengapung, Anda bisa bersantai menikmati sejuknya udara pegunungan dan keindahan panorama sekitar.

Jangan lupa membeli berbagai cinderamata unik yang dijual penduduk sekitar kawasan Danau Lido. Jika ingin bermalam, bisa memesan kamar di Lido Lakes Hotel yang telah berdiri sejak tahun 1935. Fasilitas pendukung hotel antara lain kolam renang, sarana outbond, lapangan golf, serta kendaraan motor ATV yang tersedia untuk mengelilingi hutan lindung. (*/X-13)

Uji Adrenalin di Gua Buniayu

visitsukabumi.com

INGIN mencari objek wisata yang menantang? Menelusuri gua bisa menjadi pilihan menarik. Anda bisa mencoba menaklukkan salah satu gua yang cukup terkenal di Sukabumi, yakni Gua Buniayu.

Saat memasuki gua Anda akan menemukan pemandangan beraneka ragam ornamen gua yang menakjubkan, serta beragam jenis hewan unik seperti kalelawar dari ukuran terkecil hingga yang terbesar.

Bagi pengunjung yang tak memiliki kelengkapan alat untuk menelusuri gua, tersedia jasa penyewaan alat di sana. Untuk pengunjung yang berjiwa petualang dan ingin menguji adrenalin, terdapat jalur khusus yang hanya bisa dilalui menggunakan tali. Tak perlu khawatir karena Anda akan didampingi oleh guide handal.

Gua Buniayu berada dalam pengawasan Perhutani sehingga menjadi wisata gua yang dikelola secara professional. Keberadaan gua cukup mudah untuk digapai dan tersedia akomodasi yang nyaman. Gua terletak di Desa Kertanagsana Kecamatan Nyalindung di ketinggian sekitar 800m.

Disekitar gua terdapat satu rumah penduduk yang menyediakan dua buah kamar untuk disewakan. Terdapat pula satu tempat tidur di luar kamar yang mampu menampung 7-10 orang. Bagi Anda yang ingin menginap di hotel bisa mencari di sekitar Kota Sukabumi yang berjarak 45 menit menggunakan mobil. (visitsukabumi.com/*/X-13)

Kemping Mewah di Alam Terbuka

Kini hadir perkemahan mewah yang didesain sedemikian rupa bagi para wisatawan yang merindukan kedamaian di alam terbuka.

Sepasang kaki kecil bermain di pinggir situ dengan riangnya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sementara dua pasang mata mengamati dari kejauhan dalam sebuah tenda doom besar. Keluarga kecil ini santai bercengkarama di hijaunya alam Hutan Lindung Situ Gunung, Sukabumi, benar-benar seperti di halaman pribadi mereka.

Kemping atau berkemah adalah kegiatan wisata murah meriah meski agak merepotkan, karena harus membawa perbekalan yang dibutuhkan selama liburan. Bayangkan, kegiatan ini mengharuskan peminatnya untuk membawa tenda, kantung tidur, peralatan masak, pakaian, dan sederet kebutuhan lain hanya untuk menikmati liburan sesaat.

Belum lagi bila harus berjalan jauh untuk mencapai lokasi perkemahan yang ideal, mencari semak belukar jika sewaktu-sewaktu harus buang hajat, gelap gulita saat malam hari, dan harus melindungi diri dari segala ancaman kehidupan liar yang tak terduga di alam terbuka.

Pada awalnya kegiatan mengisi liburan dengan kemping dianggap sebagai wisata minat khusus, karena sedikit sekali yang tertarik dengan alasan harus menghadapi sederet kerepotan tadi. Selain juga dibutuhkan ketrampilan khusus dan mental petualang, untuk menikmati liburan gaya pramuka atau pecinta alam ini.

Namun, kini anggapan itu telah bergeser. Merasakan suasana yang beda, pemandangan indah, udara segar pegunungan dengan berkemah bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus kerepotan menyiapkan segala kebutuhan.

Sekelompok orang yang terbiasa bergelut dalam alam terbuka telah menyiapkan semuanya bagi kebutuhan keluarga yang mendambakan liburan berbeda. Tidak hanya kebutuhan standar kemping, tapi fasilitas mewah layaknya pelayanan hotel bintang lima pun tersedia. Tren berkemah dengan fasilitas mewah sudah muncul beberapa tahun lalu dengan istilah five star camping live style, gaya hidup alam bebas.

Rakata Adventure, salah satunya, operator wisata petualangan yang menawarkan konsep wisata kemping fasilitas bintang lima di Hutan Lindung Situ Gunung ini telah beroperasi sejak 2006, dengan paket Tanakita 5 Star Camp Site. Sementara pendahulunya Resort Camp Site Rumah Dua yang berlokasi di kawasan Taman Safari, Cisarua sudah berdiri enam tahun sebelumnya.

Meski kemping, tetapi mendapat pelayanan hotel bintang lima. Luar biasa bukan? Disini wisatawan yang berkemah lagsung dijemput dari tempat parkir. Tas dan barang bawaan tamu dimasukkan ke mobil berbeda untuk dibawa ke tenda masing-masing, seperti halnya layanan concierge di hotel.

Tenda para tamu pun sudah lengkap dengan alas sehingga tidak akan kedinginan karena kelembaban tanah dari dasar tenda. Di Rumah Dua, setiap tenda diletakkan di atas panggung kecil setinggi 50 cm. Sedangkan di Rakata, setiap tenda dialasi dengan palet plastik setebal 10 cm dan terpal. Di depan pintu tenda telah tersedia keset untuk membersihkan kaki yang kotor setelah berjalan-jalan di luar.

Rumah Dua juga menyediakan ember berisi air untuk membasuh kaki di setiap mulut tenda. Tenda juga terbagi dalam beberapa ruangan, seperti ruang depan, ruang tengah, dan ruang utama atau tempat tidur lengkap dengan kasur busa ditambah kantong tidur (sleeping bag) yang bisa berubah fungsi sebagai selimut (bed cover).

Tentu sangat nyaman dan hangat meski berada di alam terbuka. Kapasitas tenda disini bermacam-macam. Ada yang memuat dua sampai tiga orang per tenda, atau empat hingga enam orang per tenda. Untuk urusan tarif pun masih sangat terjangkau, dibandingkan harus membawa peralatan dan mengurus sendiri berbagai keperluan kemping.

Rumah Dua menetapkan tarif Rp. 600.000 per tenda untuk tiga orang, termasuk dua kali makan dan makanan kecil. Makanan hanya pagi dan malam, kebanyakan tamu lebih memilih makan siang di luar, maklum lokasinya berada di Wana Wisata Taman Safari.

Sementara Rakata, mematok harga lebih mahal, yakni Rp. 450.000 per orang. Tapi sudah termasuk semua fasilitas dan permainan yang ada, plus makan tiga kali dan makanan kecil dua kali. Dengan konsep resor dan hotel, fasilitas kamar mandi yang bersih dan toilet duduk serta shower air pangs menjadi fasilitas penunjang.

Kendati semua fasilitas layaknya menginap di hotel, tapi hakekat kegiatan kemping itu sendiri tetap dipertahankan, dimana para tamu atau peserta mendapatkan pengalaman seru berpetualang yang menegangkan.

Baik Rakata maupun Rumah Dua menawarkan kegiatan wisata alam, dari treking ke hutan, jalan menyusur sungai sampai ke air terjun, mendayung menjelajah danau hingga permainan tantangan (outbond). Di sini para tamu atau peserta diajak untuk melakukan aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, juga membangun keakraban dan memuntahkan adrenalin untuk kesegaran jiwa.

Rakata juga menawarkan kehidupan desa, memerah susu, memanen di ladang, serta memandikan kerbau di sawah. Rumah Dua lebih kepada cinta lingkungan, penanaman pohon di areal proyek penghijauan hutan, belajar konservasi alam, serta melihat spesies-spesies hewan dan tanaman yang ditemukan di hutan sekitar Taman Safari.

Di samping itu, pada malam hari para peserta juga diajak melihat penangkaran harimau dan rusa. Mereka yang ingin naik gunung juga disediakan berbagai trek menurut kemampuan, dari yang termudah hingga trek dengan kesulitan tinggi.

Bagi anak-anak, masih banyak program khusus yang bisa dilakukan sesuai pesanan, seperti halnya kegiatan pramuka, tergantung kompetensi apa yang akan lebih ditanamkan orang tua kepada si anak.

Pada malam hari, para peserta diajak mengelilingi api unggun. Sambil merasakan pisang, ubi, kacang rebus, dan makanan tradisional lainnya. Berdendang bersama dengan suasana hangat dan romantis di tengah keindahan alam bersama keluarga, teman, maupun kolega.

Glamping

Tren wisata berkemah mewah di alam terbuka sudah sejak lama mewabah di luar negri dengan istilah Glamping, singkatan dari Glamour Camping. Alam terbuka pun bisa disulap nyaman dan sangat mewah. Bagi mereka Glamping berarti sarapan ditemani segelas champagne dan lounge di tenda bermebel komplit yang berdiri di alam liar dengan segala kehidupannya.

Tak ada yang tahu pasti fenomena ini berasal dari mana. Menurut Lukken, Afrika Selatan dan Kanada mengklaim sebagai pionir glamping. Bisa jadi karena kedua negara tersebut memiliki kehidupan liar (wildlife) yang sangat mempesona.

Selain itu, glamping sudah dianggap lumrah di Eropa Selatan. Brosur-brosur perjalanan tidak lagi segan mencantumkan lokasi camping dengan fasilitas penyejuk udara, Jacuzzi, sauna, atau climate-control.

Di Belanda, biro wisata banyak yang menjual paket seperti ini. Turis lokal maupun asing dapat mencoba glamping di beberapa lahan pertanian, pantai, dan cagar alam. Wisatawan tak perlu lagi repot menenteng koper atau menggendong ransel dengan segala macam atribut di dalamnya. Tenda-tenda eksklusif pada destinasi glamping dijamin hangat, kering, bersih dilengkapi dapur serta toilet dan segala kebutuhan lain.

Sumber: Majalah Travel Club

“Ngabuburit” di Atas Jeram

Anak-anak sekolah dasar berarung seram di Sungai Citarik.
Anak-anak sekolah dasar berarung seram di Sungai Citarik.

Tak ada larangan untuk berwisata pada bulan puasa. Hanya perlu penyesuaian jenis aktivitas yang akan dijalani. Salah satu yang mungkin cocok adalah arung jeram. Sungai Citarik di Sukabumi, Jawa Barat, menjadi pilihan yang tepat untuk itu.

Sungai Citarik sejak lama memiliki pesona yang menggiurkan untuk uji adrenalin. Sungai yang terbentang lebih dari 17 kilometer itu menyajikan jeram-jeram yang menantang, baik untuk pemula maupun profesional. Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mencicipi derasnya sungai ini. Continue reading “Ngabuburit” di Atas Jeram

Berwisata ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

gunung gede pangrangoTaman nasional ini merupakan taman berisi aneka tumbuhan dengan luas 21.975 hektare. Taman nasional yang ditetapkan sejak tahun 1980 ini, ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan. Berjarak hanya dua jam (100 km) dari Jakarta, tempat ini merupakan salah satu solusi untuk berlibur di saat penat oleh kesibukan dan hiruk pikuk kota metropolitan datang menghampiri. Apalagi, bagi mereka yang dekat dengan alam dan gemar mendaki.

Secara administratif, kawasan TNGGP berada di tiga kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi), Provinsi Jawa Barat. Kantor pengelola, yaitu Balai TNGGP berada di Cibodas, dan dalam pengelolaannya dibagi menjadi tiga Seksi Konservasi Wilayah (SKW), yaitu SKW I di Selabintana, SKW II di Bogor, dan SKW III di Cianjur, dan 13 resor pengelolaan dengan tugas dan fungsi melindungi dan mengamankan seluruh kawasan TNGGP dalam mewujudkan pelestarian sumber daya alam menuju pemanfaatan yang berkelanjutan. Continue reading Berwisata ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Alam Citarik, Indah dan Menantang

Salah satu saung tradisional dengan suasana pedesaan.
Salah satu saung tradisional dengan suasana pedesaan. Foto:PT caldera indonesia

Menyatu dengan alam. Hal ini mungkin akan membuat hidup menjadi lebih tenang dan rileks. Alam dapat memberikan kenyamanan pada hidup kita. Dengan berjalan-jalan dan bermain di alam terbuka, tentunya sangat menyenangkan. Pastinya akan menjadi kisah menarik, apalagi sambil berpetualang dengan latar belakang suasana pedesaan yang alami. Hal itu bisa dirasakan di Caldera River Resort yang terletak di Kampung Lebak Wangi, Kecamatan Cikidang, Citarik, Sukabumi, Jawa Barat.

Caldera Indonesia merupakan pusat kegiatan outbound dan adventure (petualangan). Dengan luas lima hektare di antara tepian Sungai Citarik dan Cimantaja, Caldera menawarkan berbagai macam program, di antaranya Caldera Edventure (darmawisata dan pelatihan), Caldera Resort (penginapan), Caldera Rafting (arum jeram), dan program lain yang dikemas sedemikian rupa dalam bentuk permainan-permainan dengan sajian permasalahan unik.

Berbagai permainan tentunya dipandu oleh fasilitator atau pembimbing yang berpengalaman. Mereka melatih peserta untuk mengenal kemampuan dirinya, melatih kemandirian dan merangsang keberanian. Kegiatan yang berisikan nilai-nilai edukatif dalam suasana kegembiraan, dapat mengikat keakraban seluruh peserta (anggota keluarga, teman, ataupun rekan kerja). Continue reading Alam Citarik, Indah dan Menantang

Taman Nasional Gunung Halimun

Peta Halimun
Peta Halimun

Taman Nasional Gunung Halimun merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, hutan sub-montana dan hutan montana di Jawa. Hampir seluruh hutan di taman nasional ini berada di dataran pegunungan dengan beberapa sungai dan air terjun, yang merupakan perlindungan fungsi hidrologis di Kabupaten Bogor, Lebak, dan Sukabumi.

Beberapa tumbuhan yang mendominasi hutan di Taman Nasional Gunung Halimun antara lain rasamala (Altingia excelsa), jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima wallichii). Sekitar 75 jenis anggrek terdapat di taman nasional ini dan beberapa jenis diantaranya merupakan jenis langka seperti Bulbophylum binnendykii, B. angustifolium, Cymbidium ensifolium, dan Dendrobium macrophyllum.

Taman Nasional Gunung Halimun merupakan habitat dari beberapa satwa mamalia seperti owa (Hylobates moloch), kancil (Tragulus javanicus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), macan tutul (Panthera pardus melas), dan anjing hutan (Cuon alpinus javanicus). Continue reading Taman Nasional Gunung Halimun

Wisata Pelabuhan Ratu: Mencari Ombak demi Kepuasan Diri

pantai-pelabuhan-ratuPelabuhan Ratu – Ombak tak pernah sama di mata orang. Gelombang laut yang menghasilkan suara gemuruh itu selalu membuat kesan tersendiri. Ada yang kagum, ada pula yang penasaran. Orang yang takut pun juga ada. Biasanya, ketakutan mereka dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistik. Pastinya, hampir setiap orang terkesan ketika berjumpa dengan pantai yang berombak. Makin pas tersaji bersama keindahan panorama sekitar.

Kesenangan memandang ombak ternyata bisa jadi obat jenuh yang mujarab. Bukti ini makin kuat saat daerah pantai dengan ombak besar selalu dijejali manusia ketika musim libur. Tak usah jauh-jauh, coba saja perhatikan kesibukan sekitar pantai selatan Palabuhan Ratu—begitu sebagian warga lokal menyebutnya. Jumlah para pendatang musiman itu bukan lagi puluhan tetapi nyaris menembus angka ribuan. Sampai-sampai, saat hari raya Lebaran, jalan masuk ke pantai macet total. Continue reading Wisata Pelabuhan Ratu: Mencari Ombak demi Kepuasan Diri