Tag Archives: taman nasional

Petualangan Menarik di Dekat Gunung Kelimutu

TUJUAN trekking kali ini adalah Danau Kelimutu yang memiliki tiga warna air berbeda di kawasan gunung berapi Kelimutu, tepatnya di puncak Taman Nasional Kelimutu, Flores.

Untuk mencapai lokasi danau, Anda bisa berangkat dari kota kecil Moni atau dikenal sebagai basecamp para backpacker sekitar 12 km. Danau Tiwu Ata Mbupu berada paling barat, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai di tengah dan Tiwu Ata Polo di timur.

Warna masing-masing danau itu selalu berubah-ubah dan ketiga Danau Kelimutu diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat. Ini merupakan tempat bersemayamnya para roh.

Disini juga mudah ditemukan tikus-tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura) dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Meski danau ini indah, namun tidak semua daerah dapat dijelajahi. Pasalnya Kelimutu merupakan salah satu daerah yang berbahaya. Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Beberapa tempat menarik lainnya yang dapat Anda kunjungi di Flores adalah Blue Stone Beach, Situs Rumah Bekas Pembuangan Bung Karno dan pusat perbelanjaan kain di Pasar Ikat.(*/X-13)

Keragaman Hutan di Taman Nasional Gunung Palung

ADA satu taman nasional di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang memiliki hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mapah tropika, hutan mangrove, dan hutan pegunungan, yakni Gunung Palung.

Taman Nasional Gunung Palung memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dari berbagai jenis ekosistem. Mulai dari jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonistylus bancamus), damar (Agathis berneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), tanaman bakau (Rhizopora spp.), kendeka (Bruguiera spp.), dan berbagai tanaman obat.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi salah satu kawasan konservasi orang utan dengan jumlah 10 persen dari populasi orang utan yang hidup di dunia. Orang utan yang hidup di kawasan ini adalah orangutan jenis Pongo pygmaues wumbii.

Ada pun beberapa jenis hewan lainnya seperti beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), kancil (Tragulus napu borneanus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), ayam hutan (Gallus gallus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang gading (Rhinoplax vigil), kura-kura gading (Orlitia Borneensis), penyu tempayan (Caretta caretta), buaya siam (Crocodylus siamensis), tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis), dan sekitar 200 jenis burung.

Perjalanan pesawat dari Pontianak ke Ketapang membutuhkan waktu 2,5 jam atau 6 jam dengan Express Boat. Lalu dilanjutkan dengan bus dari Ketapang ke Teluk Melano selama 2 jam dan dari Teluk Melano ke Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat selama 6 jam.

Harga tiket

Tiket masuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung untuk wisatawan internasional Rp 10.000/orang dan wisatawan domestik Rp 1000/orang. Kamera dan kamera video dikenakan biaya sekitar Rp 25.000/unit.(wisatamelayu/*/X-13)

Ayo Menyusuri Taman Nasional Alas Purwo

MENYUSURI hutan menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan. Anda bisa mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal sebagai hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia, dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo adalah taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat berjalan di antara pepohonan besar berumur ratusan tahun yang menjulang tinggi, Anda akan ditemani suara nyanyian burung. Tak menutup kemungkinan Anda bisa menjumpai beberapa hewan seperti kijang, kera berekor panjang, lutung, ayam hutan, rusa, dan burung merak dengan ekornya yang indah.

Selain bertualang menyusuri hutan, jangan lupa mengunjungi beberapa gua mistis yang ada pada kawasannya, seperti Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan. Jika Anda pemberani, selusurilah Gua Macan yang memiliki nuansa mistis tertinggi. Konon, penduduk setempat mengatakan bahwa Bung Karno pernah bertapa di gua ini.

Umur hutan yang sangat tua kerap memberikan inspirasi untuk cerita kuno komik serta film silat. Dulunya hutan memang dijadikan sebagai tempat oleh orang-orang tertentu untuk menguatkan kesaktiannya.

Salah satu keunikan hutan adalah keberadaan sebuah pura Hindu bernama Pura Luhur Giri Salaka yang terletak di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Meski umurnya sudah tua, pura masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.

Sebagai upaya mengingatkan pengunjung untuk turut menjaga kelestarian hutan, di salah satu pintu masuknya dipajang tulisan, seperti: Jangan tinggalkan apapun kecuali telapak kaki dan jangan mengambil apapun kecuali foto dan Alam itu pasrah kepadamu. (indonesia.travel/*/X-13)

Mengenal Primata Kecil di Tangkoko

PERNAH dengar nama tangkasi ? Tangkasi atau tarsius (Tarsius spectrum) adalah primata kecil dari genus Tarsius yang masih bisa ditemukan di daratan Asia Tenggara. Salah satu tempat ada di Taman Nasional Tangkoko, Sulawesi Utara.

Tangkasi memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram. Hewan ini dapat melompat sejauh 3 meter atau hampir 10 kaki dari satu pohon ke pohon lainnya lalu menghilang dengan cepat.

Karena sfatnya pemalu dan bermata besar inilah, membuat peneliti dan wisatawan penasaran. Tarsius memiliki ekor panjang tidak berbulu, kecuali tubuhnya yang berwarna coklat muda.

Uniknya, hewan langka dan unik ini tidak pernah berjalan di atas tanah dan sulit dikembangbiakan. Jika di dalam kurungan, Tarsius merasa stress dan berusaha melukai dirinya hingga mati

Taman Nasional Tangkoko terletak di utara pelabuhan Bitung di kaki gunung Dua Saudara. Tangkoko juga merupakan rumah bagi kera hitam, burung maleo dan burung enggang. Selain itu, juga ada pemandangan indah bukit dan lembah.

Di sekitar taman nasional juga tersedia cottage dan restoran kecil. Tidak sulit ya berlibur ke Tangkoko. Selain memiliki banyak fasilitas, jalan yang menuju ke tempat ini pun sudah diaspal. (*/X-13)

Melihat Orang Utan di Taman Nasional Kutai

ORANG utan merupakan satwa yang semakin terancam keberadaanya. Namun, Anda masih bisa melihat kehidupan hewan eksotis ini di Taman Nasional Kutai (TNK). Taman nasional ini merupakan hutan tropis dataran rendah di Kalimantan Timur.

Di TNK, keberadaan orang utan (pongo pygmeus) bisa Anda temui di Prevab. Di sini, Anda bisa melihat secara langsung kehidupan mereka di habitat asli yang saat ini masih dalam proses restorasi setelah kebakaran hutan pada 1997-1998.

Diantara ranting-ranting pohon yang kuat, Anda akan melihat orang utan sedang bergelantungan. Di antara mereka ada juga yang sedang menggendong anaknya. Ini adalah pemandangan langka dimana eksistensi orang utan semakin terpinggirkan oleh aktifitas penduduk yang mulai merangsek ke kawasan taman nasional.

Selain Prevab, wilayah lain yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Sangkima. Kedua lokasi ini adalah tempat terpopuler di TNK. Untuk memasuki wilayah Prevab dan Sangkima, Anda dikenakan biaya masuk Rp1. 500 sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan Rp15 ribu.

Selain orang utan, TNK juga memberikan peluang pada Anda untuk melihat berbagai keanekaragaman hayati dan vegetasi di lahan seluas 198.629 hektare. Ini menjadi tujuan besar untuk pecinta alam lokal maupun asing.

Kayu-kayu meranti, campuran Dipterocarpaceae, bakau dan kerangsa adalah jenis vegetasi yang akan Anda temukan di taman nasional ini. Saat ini, sekitar 900 jenis vegetasi di taman telah diidentifikasi.

Bila ingin melihat pohon kayu besi (Eusideroxylon zwageri) dengan diameter 2,47 meter atau berjalan melewati jembatan gantung, Anda bisa berkunjung ke Sangkima.

Resor Sangkima dapat diakses dengan mobil atau minibus dari rute Bontang-Sangatta sedangkan resor Prevab yang terletak dekat desa Swarga Bara, harus diakses menggunakan perahu motor dari Sangatta tepatnya di jembatan Pinang.

Perjalanan menggunakan perahu motor menuju Prevab membutuhkan waktu 1 jam namun jika dari Pangkalan Kabo Jaya, perjalanan melalui sungai hanya akan memakan waktu 20 menit.

Jika berangkat dari Balikpapan, Anda dapat naik taksi ke Sangatta dengan biaya Rp900 ribu-Rp1 juta. Bila dari Samarinda, bis jurusan Bontang-Sangatta juga tersedia. Dengan menggunakan bis ini, Anda dapat mencapai resor Sangkima.

Untuk memasukinya TNK yang terletak di Kutai Timur, Anda terlebih dahulu harus melapor ke balai Taman Nasional Kutai di jalan Awang Long, Pos Box I, Bontang atau Divisi Manajemen Taman Nasional Sangatta di Jalan Dr. Sutomo no. S-27 Swarga Bara, Sangatta, guna mendapatkan lisensi untuk masuk kawasan konservasi.(*/X-12)

Menyusuri Keindahan Pulau Umang

PULAU Umang terletak di selatan Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten. Perjalanan menuju pulau itu tidaklah sulit. Dengan menggunakan perahu motor, Pulau Umang dapat ditempuh dalam 5 menit dari ujung terdekat Pulau Jawa. Perahu itu telah disediakan oleh pengelola Pulau Umang.

Pulau Umang menjanjikan banyak hal menarik untuk berlibur. Mulai dari pemandangan alam yang indah hingga petualangan di alam liar yang mendebarkan.

Setibanya di pulau ini, Anda langsung disuguhkan keindahan pemandangan pasir putih dan birunya laut. Saat itu, kepenatan berkendara selama 5 jam dari Jakarta pun seolah sirna.

Pulau itu juga menyediakan sejumlah resor atau vila untuk tempat bermalam. Setiap vila memiliki dua ruangan sama besar yang dihubungkan oleh sebuah pintu.
Selain memiliki ruang tidur dan ruang tamu, vila di Pulau Umang juga dilengkapi dengan kamar mandi ala perdesaan yang dilengkapi dengan hiasan dari tanah liat untuk memperkuat kesan alami. Pada lantai atas terdapat tempat tidur yang sangat romantis dengan bagian atas dari kaca sehingga kita dapat memandang bintang pada malam hari.

Pulau itu hanya seluas 5 hektare, namun fasilitas yang disediakan oleh pengelola dapat membuat siapa pun yang berkunjung ke sana nyaman. Mereka yang gemar menikmati keindahan pemandangan alam dapat berjalan-jalan mengitari pulau tersebut, bisa berjalan kaki maupun berperahu.

Sementara itu, bagi mereka yang gemar berpetualang ria, pengelola pulau ini menyediakan sejumlah peralatan olahraga air, seperti jet ski, banana boat, dan snorkeling.

Bagi mereka yang hobi berenang, pengelola juga menyediakan kolam renang yang berbatasan dengan pantai. Setelah puas berenang, pengunjung dapat menikmati pijatan gelembung air dalam sebuah jacuzzi. Masih belum puas, kita masih bisa bermalas-malasan dengan menikmati paket spa di sekitar pantai, yakni pijat dengan aromaterapi.

Aneka ikan

Bagi pecinta olehraga memancing, perairan di pulau ini memiliki beragam aneka ikan. Di dekat dermaga, Anda dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Ini dapat menjadi tempat bagi Anda yang mempunyai hobi memancing. Sedangkan bagi anak-anak, pengelola menyediakan arena bermain seperti ayunan, trombolin, dan permainan lainnya.

Anda juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan tiap-tiap suites tempat Anda menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset.

Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam kafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.

Puas menikmati Pulau Umang, pengelola menyediakan sejumlah suvenir yang bisa dijadikan buah tangan. Sejumlah toko menjual berbagai suvenir berupa kaus atau topi yang berlogo Pulau Umang. Ada juga pajangan dari kerang dan gantungan kunci. Harga yang ditawarkan pun cukup bersahabat dan tidak menguras kantong kita.

Berlibur ke Pulau Umang sangat menyenangkan. Sayangnya infrastruktur menuju pulau ini terasa kurang nyaman. Belum lagi jaraknya yang jauh, berkelok-kelok, serta naik turun. Jalan di wilayah ini pun hanya cukup untuk dilalui oleh dua kendaraan.

Pulau Umang harus ditempuh melalui jalur laut, sekitar 5 menit dari daerah Kecamatan Sumur yang merupakan batas dari perjalanan darat. Dari sini, pengelola Pulau Umang menyediakan transportasi khusus ke Pulau Umang. Kapal motor dengan kapasitas 25 orang ini selalu siap mengangkut tamu kapan saja hingga kita bisa menikmati liburan menyenangkan di Pulau Umang. (mediaindonesia.comS-3)

Rona Merah Menawan Suku Tengger

KEELOKAN Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya pada panorama alam yang begitu memesona, tapi juga Suku Tengger-nya sendiri yang mendiami wilayah sekitaran Bromo.

Suku Tengger memiliki ciri khas khusus pada rona wajah yang mereka miliki. Kulit di sekitar wajah mereka kemerah-merahan, hasil adaptasi dari suhu pegunungan Bromo yang sangat dingin. Boleh juga, ini menjadi pesona tersendiri bagi pelancong yang melirik penduduk asli Bromo ini.

Berdasarkan mitos atau legenda yang bertahan di masyarakat suku Tengger, mereka berasal dari keturunan Roro Anteng yang merupakan putri dari Raja Brawijaya dengan Joko Seger putra seorang Brahmana. Nama Tengger sendiri diambil dari akhiran nama kedua pasang suami istri itu yaitu, “Teng” dari Roro Anteng dan “Ger” dari Joko Seger.

Masyarakat Suku Tengger merupakan masyarakat yang sangat plural terutama pada masalah keyakinan spiritual. Terbagi menjadi tiga agama besar, Hindu, Budha dan Islam. Walaupun begitu kerukunan dan sikap toleransi beragama Suku Tengger tetap terjaga dengan kuat.

Suku Tengger yang berdiam di Bromo sangat mudah dikenali karena selalu menggenakan sarung. Suku Tengger mengenal sarung dengan istilah kawengan. Sarung bagi Suku Tengger adalah baju atau jaket penghangat mereka. Kawengan digunakan untuk menepis serangan angin dingin yang menusuk tulang, selain karena harganya yang murah dan mudah di dapat di mana-mana dibandingkan pakaian hangat yang lain.

Suku Tengger sangat mempertahankan seni dan budaya tradisional. Tarian khas mereka adalah tari sodoran yang kerap kali ditampilkan pada perayaan Karo dan Kasada.

Dari sisi budaya, masyarakat Tengger berbudaya pertanian dan pegunungan yang kental, hal ini terlihat dari penghormatan berupa upacara adat pada dewa setelah panen.

Mereka tidak pernah menjual ladang (tanah) kepada orang lain, apalagi orang yang berasal dari luar Bromo. Hasil pertanian utama suku Tengger adalah kentang, kubis, wortel, jagung dan tembakau. Mereka termasuk pengonsumsi tembakau yang cukup kuat.

Sebagian dari mereka selain bertani menambah penghasilan menjadi porter para pendaki gunung Semeru atau menjadi pemanudu wisata di Bromo. Mereka juga kerap menawarkan kuda tunggangan untuk disewakan pada para wisatawan yang ingin merasakan desir pasir Bromo yang liat.(*/M-1)

Kejaiban Warna dari Ende

PAGI belum lagi sempurna. Kabut tebal masih menyelimuti kaki pendakian Danau Kelimutu. Tiga danau yang menjadi buah bibir wisatawan belum juga tampak.

Kami menunggu di puncak pendakian, sambil menyeruput secangkir kopi yang di jual di atas oleh Avelinus, salah satu penduduk asli Suku Lio yang ada di kawasan Kelimutu. Dia sengaja datang membawa termos, keranjang gelas, sendok, gula, kopi dan teh, serta beberapa potong kain untuk dijual pada wisatawan. Di puncak pengamatan Danau Kelimutu, hanya dialah yang berjualan.

Tiga jam menunggu dari pukul 07.00 WIT hingga sekitar 10.00 WIT, akhirnya tirai kabut Kelimutu tersibak. Teriakan pengunjung yang jumlahnya tak lebih dari 15 orang langsung terdengar. “Lihat, lihat.”

Dua danau berwarna hijau tosca dan hijau tua terpampang di depan mata. Sebelumnya, danau hitam lebih dulu terlihat di sisi lain tempat kami berdiri. Tak ada kata yang bisa dengan tepat menggambarkan momen saat itu. Barangkali yang mendekati ialah kata takjub! Tiga danau berbeda warna terlihat tenang, dibentengi dinding batu dan di kejauhan terhampar hutan yang masih hijau. Suara burung sesekali masih terdengar, udara sejuk, dan angin kencang membelai serta mengibarkan rambut, jaket, dan busana.

Danau tiga warna Kelimutu terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Ajaib sekaligus menyimpan misteri. Warna air danau berubah-ubah seiring perjalanan zaman. Semula pergantian warna air dilaporkan Van Suchtelen, warga Belanda yang datang ke Kelimutu pada 1915. Kelimutu aktif memamerkan misteri alamnya selama 2002-2006. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat 17 kali pergantian warna pascaperubahan terakhir pada 13-21 Mei 1997.

Selama delapan hari, Danau Atapolo berwarna merah hati kemudian berganti warna ke hijau lumut. Danau ini dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat arwah-arwah jahat. Sementara itu, danau Nua Muri Koo Fai berwarna hijau tosca (kampung arwah muda-mudi) berganti dari hijau terang ke hijau tosca. Terakhir Danau Ata Mbupu berwarna hitam–sebelumnya cokelat tua–dipercaya masyarakat sebagai kampung arwah para tetua bijaksana.

Kepala Tanam Nasional Kelimutu Gatot Subiantoro mengatakan, sesuai penelitian LIPI, kandungan mineral dalam danau membuat pantulan ketiga danau bervariasi. Perubahan itu dipengaruhi pembiasan matahari, kadar garam besi, dan sulfat. Juga ada pengaruh mikroba air serta aktivitas vulkanik.

Gatot menjelaskan, awalnya Kelimutu (1.640 meter di atas permukaan laut) merupakan gunung api aktif. Gunung ini meletus terakhir pada 1886 dan meninggalkan tiga kawah berbentuk danau. Ketika itu, tiga kawah memiliki warna air berlainan, yaitu merah, biru, dan putih.

Pada 3 Juni 1968, terjadi letusan dalam danau hijau muda. Gejalanya didahului suara mendesis, disusul semburan air cokelat kehitaman mencapai ketinggian 10 meter. Itu adalah aktivitas vulkanik ke-12 kalinya sejak 1830. Menurut Gatot, danau hijau muda masih aktif sampai sekarang. Adapun dua danau lainnya tidak aktif lagi, tetapi tetap ikut berubah warna. Itulah misteri yang belum sepenuhnya tersingkap para ahli.

Warga setempat, seperti disampaikan Gatot, mengatakan warna air Kelimutu berubah-ubah selama ratusan tahun. Hanya, saat ini dua danau yang berdampingan di bagian timur, yaitu Nua Muri Koo Fai dan Ata Mbupu dikhawatirkan lenyap. Pasalnya, dinding pemisahnya makin menipis, diduga akibat peristiwa vulkanik. “Dulu, masyarakat bisa berjalan melewati dinding pemisah itu. Tapi, sekarang sudah menipis sehingga tidak bisa dilewati lagi,” papar Gatot.

Wisata Andalan

Keajaiban dan misteri keindahan Kelimutu membuat danau ini terus dibanjiri wisatawan lokal dan mancanegara. Kelimutu bukan hanya obyek wisata andalan Nusa Tenggara Timur, tetapi menjadi satu-satunya objek danau tiga warna di dunia. Kelimutu terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, sekitar 66 kilometer arah utara Ende, ibu kota Ende.

Jika perjalanan dilakukan dari Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, sejauh 83 kilometer. Tidak sulit mencapai Kelimutu. Dari Maumere, perjalanan sekitar 3-4 jam, sewa mobil termurah sekitar Rp800 ribu. Pengunjung disarankan berangkat pada pukul 03.00 atau 04.00 WIT, hingga bisa tiba di Kelimutu sekitar pukul 06.00-08.00 WIT.

Pada jam itu merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pendakian. Tidak perlu khawatir karena jalan menuju puncak pengamatan Kelimutu tidaklah berat, sudah ada tangga-tangga dari semen. Waktu tempuh menuju puncak sekitar satu jam, tentu jika dilakukan tanpa henti.

Datang ke Kelimutu memang disarankan pagi hari. Saat Media Indonesia berkunjung April lalu, kabut baru terbuka pada pukul 10.00 WIT. Siang menjelang sore, kabut sudah datang lagi menutupi keindahan tiga danau tersebut.

Alternatif tempuh lain, berangkat dari Maumere sore hari menuju Desa Moni. Kawasan berjarak 13 kilometer dari danau itu ialah wilayah paling dekat dengan Kelimutu. Ada kafe, restoran dan 20 homestay berkapasitas sekitar 100 tempat tidur.

Moni menyuguhkan nuansa perdesaan yang sangat kental, seperti persawahan dan perbukitan hijau, sayang untuk dilewatkan. Pukul 03.00 dini hari dengan suhu 20 derajat celcius adalah waktu yang tepat untuk berangkat ke Kelimutu. Kendaraan wisatawan di parkir di pos penjagaan, kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Saat itu panorama sungguh menakjubkan, terutama saat menyaksikan matahari terbit dari celah rimbunnya pohon pinus. Setelah tiba di puncak silakan menunggu keajaiban tiga danau, begitu kabut menyingkir.

Flora dan fauna

Taman Nasional Kelimutu–tempat Danau Kelimutu berada–menyimpan potensi flora dan fauna yang dikenal langka. Ada 19 jenis burung yang terancam punah, seperti tesia timor (Tesia everetti), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), punai flores (Treron floris).

Sementara itu, mamalia endemik seperti landak (Hystrix brachyura brachyura), kancil (Tragulus javanicus javanicus), dan luwak (Pardofelis marmorata).

Kekayaan alam tersebut dilindungi setelah ditetapkan menjadi taman nasional pada 26 Februari 1992. Kawasan taman nasional seluas 5.356,5 hektare ini meliputi tiga kecamatan, yaitu Detusoko, Wolowaru, dan Ndona. (mediaindonesia.com/OL-5)

Mengenal Alam dengan Berwisata di Sulawesi

TAK ada habisnya membicarakan keindahan alam Indonesia. Begitu banyak tempat wisata menonjolkan sisi natural panorama tanah air yang memukau. Salah satunya objek wisata alam Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Keindahan alam yang terhampar di kawasannya dijamin mampu membuat pengunjung terpana, khususnya mereka yang mencintai wisata di alam bebas.

Lokasi taman berada pada dua wilayah kabupaten dan dua wilayah propinsi, yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Beberapa objek wisata yang tersedia di taman, diantaranya:

Habitat Maleo Keberadaan maleo (Macrocephalon maleo) merupakan aset berharga bagi nusantara maupun dunia. Objek wisata ini berpotensi mengalami pengembangan untuk kategori wisata minat khusus berupa bird watching. Hewan Maleo bisa dijumpai di dua lokasi, yaitu di Tambun dan di Muara Pusian.

Air Terjun Sungai Tumpah

Kawasannya merupakan habitat beragam jenis burung endemis. Saat menyusuri jalan menuju air terjun, pengunjung akan ditemani kicauan burung-burung khas Sulawesi. Nikmati pula Air Terjun Lombongo dengan tawaran panorama alam dan keindahan hutan yang hijau.

Puncak Bukit Linggua

Pengunjung bisa hiking ke puncak bukit Linggua. Dari puncak Bukit Lingga pengunjung bisa memandangi hamparan hijau kawasan taman nasional serta wilayah pemukiman warga sekitar. Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas fotografi.

Pemandian Air Panas Lombongo

Sebagian besar pengunjung menghabiskan waktu mereka di pemandian air panas. Tiap tahunnya jumlah wisatawan meningkat. Pemandian dilelola oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolongo. Biasanya pengunjung berlanjut ke Sungai Boliohuto untuk berendam.

Objek wisata alam lain yang tidak boleh lupa dikunjungi adalah Gua Batu Berkapur yang memiliki keindahan stalaktit dan stalaknit. Taman nasional ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti penginapan, tempat makan, kafe, kolam renang air panas, dan ruang pertemuan untuk berdiskusi.

Selengkapnya bisa dilihat pada situs: http://boganinaniwartabone.dephut.go.id (*/X-13)

Menikmati Surga Bawah Laut Pulau Menjangan

SAAT berlibur di Bali sempatkan diri Anda berkunjung ke Pulau Menjangan yang kerap dijadikan sebagai tempat favorit wisatawan karena pemandangan biota bawah lautnya yang begitu indah. Konon keindahannya termasuk salah satu yang terindah di dunia.

Keindahan karangnya mampu menarik wisatawan untuk melakukan penyelaman, khususnya wisatawan asing.Biasanya wisatawan menyebrang ke Pulau Menjangan di pagi hari dan kembali ke Pulau Bali pada sore hari menggunakan perahu motor dengan waktu sekitar 30 menit.

Bila ingin menyelam untuk menikmati kehidupan bawah laut namun belum pernah melakukan penyelaman sebelumnya, tersedia pemandu menyelam yang sudah berpengalaman.

Sebagian besar wisatawan berasal dari Eropa, seperti Belanda dan Prancis dan sebagian lainnya dari Asia seperti Korea dan Jepang. Untuk wisatawan domestik jarang ditemukan. Wisatawan lokal yang datang biasanya tidak menyelam, hanya sekedar menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawahnya.

Penamaan pulau dikarekan banyak dijumpai hewan menjangan di kawasannya. Namun sayangnya populasi mereka berkurang akibat perburuan tak bertanggung jawab. Sebagai upaya melindungi habitatnya pemerintah setempat melakukan konservasi dengan memasukan Pulau Menjangan kedalam zona Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Pulau Menjangan bisa digapai melalui Labuhan Lalang yang menjadi tempat penyeberangn. Anda bisa menyewa sebuah perahu selama lima jam dengan harga sekitar Rp 250.000. Kapasitas perahu adalah 12 orang. Bagian bawah perahu terbuat dari kaca sehingga anda bisa menikmati keindahan bawah laut selama perjalanan. (*/X-13)