Tag Archives: taman

Kebersamaan di Taman Menteng

SUATU hari di Taman Menteng yang terletak di antara Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Moh Yamin, Jakarta, seorang anak terlihat berlari menuju areal permainan yang berada di tengah taman.

Anak yang bernama Abid, 3, ini langsung menuju ayunan bersama saudara perempuannya. Karena berpostur lebih kecil dibandingkan saudara perempuannya yang berusia lebih tua, Abid terlihat kesusahan menaiki ayunan.

Tidak lama berselang ayah Abid, Edi, 35, datang membantunya. Setelah sukses berada di atas bangku ayunan, sang ayah mulai mendorong perlahan ayunan anaknya. Sementara ibunya, Eni, 29, terlihat sibuk menggendong saudara perempuannya yang masih balita.

Siang itu, bocah kecil ini datang bersama orang tua dan dua saudara perempuannya. Menurut Eni, mereka sengaja datang dari Tebet karena anaknya ingin bermain di taman.

Khusus untuk anak-anak, Taman Menteng memang menyediakan sebuah areal di atas hamparan pasir yang berisi berbagai permainan mulai dari perosotan, bola dunia sampai ayunan.

Biasanya setiap waktu liburan, keluarga ini juga acap kali pergi ke taman hiburan lainnya seperti Kebun Binatang Ragunan. Sedangkan untuk lokasi wisata Ancol mereka mengaku malas pergi ke sana. ”Kalau musim liburan seluruh wahana biasanya antriannya panjang,” kata Eni.

Melihat hal ini, Taman Menteng agaknya bisa menjadi salah satu alternatif yang bagus untuk mengisi waktu liburan di akhir pekan. Taman ini juga menjadi tempat yang ideal karena masyarakat dari berbagai usia bisa menikmatinya.

Selain orang tua dan anak-anak, anak muda usia belasan juga terlihat datang bergerombol ke taman ini. Kalau anak lelaki bisanya berkumpul untuk bermain basket atau futsal di lapangan yang sudah disediakan sedangkan abg perempuan biasanya berkumpul di sudut taman untuk berfoto-foto.

Taman Menteng juga menjadi lokasi favorit untuk orang-orang yang hobi fotografi. Tidak jarang, beberapa orang terlihat sedang asyik berkutat dengan kamera SLRnya. Spot favorit untuk fotografi biasanya di seputar dua rumah kaca yang mempunyai bentuk unik.

Selain itu, pada akhir pekan taman ini juga menjadi tempat berkumpul komunitas musik. Taman Menteng yang dahulunya merupakan Stadion Menteng ditanami 1.000 pohon dari 30 jenis tanaman. Karena terhitung lebih muda dibanding Taman Suropati, pepohonan di taman ini belum berukuran besar. Di taman seluas 3,7 hektare juga ada sebuah air mancur yang terletak dekat tempat parkir. Fasilitas lain yang ada di taman ini adalah toilet serta mushola.

Bila datang menggunakan motor, biaya yang dikenakan Rp2.000 selama seharian penuh namun bila datang menggunakan mobil, satu jam pertama dikenakan biaya Rp3.000 dan selama satu jam berikutnya dikenakan Rp1.000.

Jika kebetulan sedang berada di wilayah seputar Menteng, mampir ke taman ini bisa menjadi sebuah relaksasi untuk merasakan sudut Jakarta yang berbeda. Dan bila akhir pekan belum mempunyai rencana bepergian, taman ini bisa menjadi lokasi yang pas untuk berkumpul baik bersama keluarga, teman ataupun pasangan.

Waktu yang pas untuk datang ke Taman Menteng ialah pagi dan sore hari. Keduanya menjadi waktu favorit bagi mayoritas pengunjung taman ini. (*/X-12)

Ke Negeri Angin Mamiri Yuk…!

SATU lagi wahana wisata berkelas internasional didirikan di Indonesia. Kali ini bukannya di Jakarta atau di Jawa, yang memang sebagian warganya menjadwalkan kegiatan refreshing ini setiap bulannya. Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan telah dibangun dan bertengger megah kawasan wisata terpadu yang dikenal dengan nama Trans Studio Theme Park yang mampu menampung pengunjung hingga 10 ribu orang.

Berada di atas tanah seluas 24 hektare, selaian terdapat tempat hiburan keluarga yang dikenal dengan nama Trans Studio Theme Park, juga ada Trans Rodeo Drive yang trdiri atas dua hotel berbintang tiga dan lima. Juga ada Trans Studio Walk yang merupakan pusat perbelanjaan kelas dunia. Wow ..warga Angin Mamiri kiranya bisa berbangga.

Secara keseluruhan, Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Terpadu Tanjung Bunga. Dari pusat Kota Makassar bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Lebih hebatnya lagi, Theme Park Trans Studio World Makassar mengadopsi konsep Universal Studio di Amerika Serikat. Berisi ruang-ruang simulasi beberapa program salah satu stasiun televisi swasta atau peristiwa di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah Tsunami Island yang mengingatkan pada suasana mencekam tsunami dan gempa bumi melanda Aceh. Ada juga Magic Museum yang berisi benda-benda hidup seperti dalam film Night at The Museum, Dunia Lain, Arung Jeram, Magic Corner, Lost City, Terror Twister, dan Water Coaster. Untuk anak-anak jika ke sini pasti merasa seperti dimanjakan.

Selain theme park, beberapa fasilitas lain yang dibangun adalah hotel, pasar swalayan, arena rekreasi pantai, fasilitas perkantoran, dan kafe. Trans Studio World mulai beroperasi pada Juni mendatang. Secara bertahap, seluruh proyek selesai pada 2010.

Untuk Trans Studio Theme Parknya yang merupakan theme park indoor terbesar yang dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektare terinspirasi dari Disneyland dan Universal Studio yang di dalamnya terdapat 21 wahana permainan yang terbagi dalam empat zona dan tema yang berbeda. Masing-masing adalah Studio Central, Lost City, Cartoon City dan Magic Corner.

Sementara itu, di Trans Studio Walk terdapat pusat perbelanjaan kelas dunia dengan lima lantai yang dilengkapi tiga atrium pusat perbelanjaan yang akan menyediakan berbagai keperluan merek internasional. Bagi yang hobi shoping tempat ini cocok untuk mencari barang-barang produk luar tanpa harus ke luar negeri.

Tempat favorit

Dari keempat zona yang ada di theme park tersebut, yang menjadi favorit para pengunjung adalah zona Magic corner. Pada zona ini bertemakan suasana magis dan penuh sensasi bagi para pengunjung.

Di zona tersebut terdapat empat jenis permainan yang seru, yaitu magic roal coaster, putar petir, dragon tower dan wahana dunia lain yang merupakan ikon acara misteri di Trans.

Selain, Zona Magic Corner, wahana yang juga paling banyak digemari para penunjung theme park tersebut adalah Lost City, yang menampilkan petualangan menegangkan ala Indiana Jones dengan wahana bernama jelajah, si bolang dan hutan wisata.

Ada juga wahana yang membuat para penunjung bisa merasakan bagaimana menjadi seorang bintang dan mengetahui rahasia di balik layar tayangan-tayangan di televisi. Zona tersebut diberi nama Studio Central.

Bagi yang membawa anak, dapat bermaian di zona yang bernama Cartoon City, yang merupakan dunia penuh warna, fantasi dan keajaiban. Di tempat yang dikhususkan bagi anak-anak tersebut bisa bermain dengan ceria, bahkan bagi orang tua yang ingin mengenang masa kecil mereka.

Trans Studio yang dibangun atas kerja sama Trans Coorporate dan Grup Kalla dengan investasi awal sebanyak Rp1 triliun tersebut didesain oleh John Stevenson yang dikenal sebagai sutradara Kung Fu Panda.

Yang penting diketahui bagi mereka yang akan berkunjung ke Trans Studio Theme Park adalah, di dalam studio tersebut tidak berlaku uang tunai, untuk menikmati semua jenis permainan yang ada dalam Theme Park menggunkan kartu mikrochip yang disebut studo pass yang merupakan tukar digital yang pertama kali digunakan di dunia dan pertama kalinya digunakan di Makassar.

Bahkan informasinya wahana rekreasi serupa seperti Disneyland baru akan menggunakannya 2010 mendatang. Untuk masuk ke theme park, setip kepala harus memiliki studio pass dengan saldo minimal Rp100 ribu. Dari saldo tersebut, Rp10 ribu untuk free pass masuk, sisanya Rp90 ribu untuk bermain diwahana yang tersedia di theme park tersebut sesuai pilihan dari 21 wahana permainan yang ada. Mau mencoba berbagai wahana itu?(mediaindonesia.com/OL-5)

Ayo Plesiran ke Dayu Alam Asri yang Memesona

TAMAN Dayu Alam Asri hadir sebagai daerah wisata dengan konsep objek wisata keluarga yang menyediakan aneka fasilitas untuk anak-anak, remaja, serta orang tua. Suasananya diselimuti dengan atmosfir pedesaan dengan perpaduan unsur hiburan dan pendidikan.

Dayu Alam terletak di Desa Dayu, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, atau 20 km dari Solo. Sederetan pepohonan jati menghiasi kawasannya yang mencapai lima hektare. Fasilitasnya antara lain mini zoo, wahana bermain dan ketangkasan, agrowisata, resort, pendopo pertemuan, gazebo, kolam renang lengkap dengan arena luncurannya, serta tempat makan.

Pada wahana mini zoo terdapat koleksi hewan-hewan hidup yang terpelihara dengan baik. Selain sebagai kebun binatang, fungsi lain dari mini zoo adalah sebagai tempat penangkaran beberapa jenis hewan yang dipelihara tersebut.

Anak-anak bisa bermain dan belajar tentang tata cara berlalu lintas yang baik di arena wisata tanah lalu lintas. Tentunya dengan cara penyampaian yang mudah dicerna. Kolam renang yang dilengkapi luncuran berwana cocok menjadi tempat bermain air untuk anak-anak.

Bagi yang menyukai tantangan bisa mampir ke wahana flying fox yang terletak di atas sungai selebar 50m. Menyusuri sungai Dayu menggunakan perahu kano juga tak kalah serunya. Aktivitas air lainnya bisa dilakukan di sungai Dayu adalah memancing.

Sebuah areal pertanian organik juga tersedia sebagai objek wisata alam dan wisata agro. Beraneka sayur-mayur dan buah-buahan tumbuh dengan subur tanpa adanya kontaminasi bahan kimia yang berbahaya. Pupuk yang digunakan pun juga merupakan pupuk organik. Bila ingin menikmati pesona Dayu Alam Asri lebih lama tersedia pula fasilitas penginapan. (promojateng-pemprovjateng.com/*/X-13)

Wisata Linggarjati Indah

Linggarjati merupakan tempat rekreasi yang sangat lengkap dengan lingkungan yang sangat sejuk, rindang dan asri. Konfigurasi umum lahan taman rekreasi ini berbukit-bukit, dengan kemiringan lahan agak curam, stabilitas tanah sedang, dan daya serap tanah baik, serta kualitas lingkungan cukup. Serta didaerah ini terdapat tumbuh-tumbuhan tropis berhawa sejuk cocok untuk perkemahan.

Fasilitas yang tersedia disini adalah kolam renang dengan standar Nasional dengan dilengkapi 2 buah luncuran yang panjangnya 25 M, juga disediakan kolam renang untuk anak-anak 2 buah kolam dengan air mancur yang sangat disenangi anak-anak. Aktivitas yang dapat dilakukan di taman rekreasi ini adalah berenang, menikmati pemandangan dan berjalan-jalan di sekitar taman dll. serta kebersihan yang selalu dijaga.

TARIF MASUK DAN FASILITAS
Pintu Masuk Gapura Harga
– Dewasa Rp. 4.000 / orang
– Anak- anak Rp. 3.500 / orang

Parkir kendaraan Harga
– Motor Rp. 4.000 / Motor
– Mobil sedan Rp. 5.000 / Mobil
– Truk / Bus Rp. 10.000 / Bus

Kolam renang Harga
– Dewasa Rp. 5.000 / orang
– Anak -anak Rp. 4.000 / orang

Sepeda Air Harga
– Dewasa /
Anak 2 orang Rp. 10.000 / 15 menit

Aneka Mainan Anak- anak Harga
– Mobil koin Rp. 3.000 / anak
– Kereta Api Mini Rp. 3.000 / anak
– Kuda Putar dll Rp. 3.000 / anak

Villa / Cottage Harga
– Single Room Rp. 66.000 – Rp. 82.500.-
– Standar Room Rp. 66.000 – Rp. 110.000.-
– Familiy Room Rp. 110.000 – Rp. 165.000.-

Aula / Gedung Pertemuan Harga
– Sehari semalam Rp. 825.000.-
– ½ hari Rp. 550.000.-
– Extrabed Rp. 15.000.-

Alamat : Jl. Linggarjati No.04 Telp(0232) 613188
Kecamatan : Cilimus Kab Kuningan
Jenis Wisata : Hiburan/ Rekreasi
Daya Tarik : Kolam Renang, Sepeda air, Aneka Mainan anak- anak, Villa/Cottage, Aula gedung Pertemuan, restoran, perkemahan,Out bond
Jarak Tempuh : 1 km dari perempatan Bojong
Untuk menuju ke taman rekreasi ini dapat menggunakan kendaraan pribadi yang akan menempuh jarak 2 km dari Kecamatan Cilimus. Selain itu juga dapat menggunakan angkutan kota dengan jurusan Cipanas-Tarogong dengan biaya Rp. 1.000-1.500, dengan Ojek dengan harga Rp. 5000-6000. Adapun kondisi jalan menuju kawasan linggarjati melalui Cibeureum yang sangat mengesankan pemandangannya.
Jumlah penduduk 1.250 jiwa

Sumber: wisatakuningan.com

Wisata ke Kota Batu Jangan Lupa ke Selecta

Kota Batu sejak dahulu sudah dikenal sebagai tujuan wisata. Tempatnya yang berada di dataran tinggi dan cuacanya yang terasa sejuk menjadi alasan wisatawan datang kesini.

Salah satu yang paling dikenal oleh wisatwan lokal maupun mancanegara adalah Selecta.

Selecta adalah sebuah kebun bunga dan pemandian yang sudah ada sejak zaman Belanda, Jawa Timur Park, sebuh taman rekreasi lengkap yang memadukan konsep pembelajaran secara langsung di lapangan mulai belajar sejarah, kesenian, kimia, fisika, biologi dan lain-lain.

Tempat ini sangat nyaman bagi mereka yang ingin merasakan indahnya taman bunga.

Selecta terletak di tempat yang paling strategis di kota Batu-Jawa Timur, pilihan yang ideal bagi para wisatawan maupun pelaku bisnis. Sekitar kurang dari 1 jam dari Bandara Abdul Rachman Saleh-Malang atau kurang lebih 1 jam dari kota Malang dan hanya 5 menit dari Kota Batu.

Hamparan panorama pegunungan dikawasan Selecta sangat luas dan bersih sehingga Anda dapat bersantai dengan nyaman.

Tertarik? Dijamin suasananya bisa mencarkan kesuntukan Anda di ibu kota. Ayo jalan-jalan ke Kota Wisata Batu. Nikmati pesona keindahan tempat rekreasi paling indah di Jawa Timur.

Sumber: Berita8 dotcom

Melongok Akuarium Raksasa

Taman wisata Purbasari, Pancuran Mas ini, diresmikan Bupati Purbalingga, 4 Juni 2001. Terletak di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Purbalingga, atau sekitar 5 kilometer kearah barat laut Kota Purbalingga.

Obyek wisata ini mirip Sea World, dunia laut di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Bedanya, ikan-ikan yang ada di Purbayasa, semuanya jenis ikan air tawar. Sehingga, ada yang menamai juga obyek wisata air itu, River World Mini.

Ada juga yang menyebut obyek wisata yang berada di lereng Gunung Slamet itu, sebagai akuarium raksasa.

Pada musim liburan, obyek wisata Purbasari, Pancuran Mas ini, dibanjiri pengunjung. Yang menarik, ditempat ini terdapat ikan langka seperti araphaimagigas, yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan.

Juga, sejumlah ikan lain yang tidak bisa ditemukan di Indonesia, seperti ikan piranha, reptilkeptis atau lele belang dari perairan Afrika, ikan komet dan ikan koi, dari Jepang.

Pada masa liburan akhir tahun lalu, jumlah pengunjung meningkat drastis, mencapai 5 ribu wisatawan perhari.

Wisata ini juga sangat cocok bagi siswa sekolah. Untuk menjangkau obyek wisata Taman Akurium Purbasari Pancuran Mas itu, cukup mudah. Dari terminal Purbalingga, pengunjung bisa menggunakan angkutan pedesaan hingga sampai ke lokasi.

Sumber: Indosiar.com

Safari Malam TSI: Serunya Menerobos Gelap Hutan

Rusa di saat gelap malam pada Safari Malam
Rusa di saat gelap malam pada Safari Malam

Sungguh pengalaman yang luar biasa ketika merasakan menginap di caravan (karavan), lalu berkeliling taman sambil berfoto bersama aneka hewan, terutama hewan buas, seperti macan tutul, cheetah, atau macan putih. Terlebih, saat ternyata mereka ramah untuk diajak berfoto bersama. Jika belum puas, cobalah berjalan-jalan di area sekitar, dan menikmati udara gunung pada malam hari. Sambil menikmati jagung atau kacang rebus, wisata Safari Malam di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor, merupakan tempat berlibur pada akhir pekan yang perlu dicoba.

Berfoto bersama satwa
Berfoto bersama satwa

Selain karavan, terdapat pula penginapan lain berbentuk rumah dengan fasilitas lengkap ala hotel berbintang. Tidak tersedia pendingin ruangan memang, sebab tanpa alat itu pun, hawa dingin menyeruak hingga mengharuskan tamu membawa jaket atau baju penghangat lainnya. Jangan pula kaget jika rasa lapar sering muncul oleh karena hawa dingin. Akan tetapi, tak perlu khawatir, karena banyak tersedia restoran yang menyediakan aneka menu.

Ditemani cahaya bulan dan rindangnya pepohonan, Safari Malam menawarkan petualangan nan seru, berbumbu sedikit mencekam. Dengan kendaraan sebuah kereta, tamu diajak menerobos gelapnya malam di lokasi bernuansa hutan perawan. Sesekali, walau tidak terlihat, terasa dan terdengar kereta melintasi aliran air. Sambil ditemani seorang pemandu, selama perjalanan, di sebelah kanan dan kiri akan terlihat bermacam-macam binatang liar dengan koleksi sekitar 2.600 ekor.

Kendaraan alternatif selain kereta, terutama saat hujan deras tiba, adalah bus khusus yang tersedia dalam berbagai bentuk, di antaranya triceratops dan macan. Tak sekadar melihat binatang, Safari Malam juga dihiasi dengan suara senapan para pemburu liar, dan robohnya tiang penyangga bangunan. Bukan hanya itu kejutannya, pengelola masih memberikan bonus untuk memacu adrenalin. Lampu kereta dimatikan ketika melewati jalan menanjak dan berkelok-kelok.

Saat lampu kereta dimatikan itulah, jantung terasa berdetak semakin cepat. Tapi, tidak perlu khawatir, sebab sang sopir sudah terbiasa melintasi jalur itu. Sebagai penawar, pemandu akan memberikan informasi edukatif mengenai segala macam flora, dan fauna yang ada di kawasan TSI. Lampu sorot akan dihidupkan, dan kecepatan kendaraan akan dikurangi saat melintasi sekawanan hewan. Perjalanan seru itu memakan waktu lebih kurang 45 menit, dengan jarak tempuh sekitar 4,5 kilometer.

Saat menikmati Safari Malam, pengunjung akan mendapatkan sensasi yang berbeda dibandingkan ketika siang hari. Tingkah-polah, dan keindahan hewan pada malam hari sungguh menakjubkan. Lemur, binatang asli Madagaskar, misalnya, terlihat sangat lucu di kegelapan. Bulunya yang berwarna hitam, dan putih membuatnya tampak seperti boneka.

Begitu pun dengan beruang merah asli Rusia. Perawakannya yang tinggi besar terlihat gagah, dan garang saat berdiri di bebatuan dengan sinar lampu yang menyorotnya dari bawah. Tidak terkecuali dengan sekawanan macan putih yang berpose di kuil buatan. Sebelumnya, sarang ular dengan konsep tumpukan pohon yang berbalut pohon menjalar, diiringi tetesan air dari atas pohon, menorehkan atmosfer pedalaman Hutan Amazon.

Sensasi Berbeda

Armada untuk bersafari malam
Armada untuk bersafari malam

Kepala Humas TSI, Julius H Suprihardo mengatakan, paket kunjungan Safari Malam itu memberlakukan paket jadwal kunjungan khusus malam Minggu dan hari libur nasional, guna memberikan sensasi lain kepada konsumen. Selain itu, Safari Malam adalah wujud pelayanan pihak TSI dalam memfasilitasi tingginya animo masyarakat yang berkunjung ke tempat ini.

Penjualan tiket Safari Malam TSI dimulai sejak pukul 19.00 hingga pukul 21.00 WIB. Para pengunjung dapat dengan leluasa menikmati berbagai fasilitas, dan wahana wisata lain yang berada di TSI hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Tarif tiket program itu, untuk wisatawan domestik di bawah lima tahun adalah Rp 65.000. Sedangkan untuk dewasa, wisatawan domestik dikenakan biaya tiket Rp 75.000, dan wisatawan asing Rp 100.000. Untuk libur khusus, dikenakan kenaikan harga sebesar Rp 10.000.

Program yang telah digagas sejak 2004 itu juga menyediakan Paket Ekspres dengan harga Rp 150.000. Sedangkan untuk bisa naik kereta ataupun bus, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000. Dan sekadar informasi, harga makanan di tempat tersebut tidak terlalu mahal. Sebagai contoh, mi kemasan siap saji dijual dengan harga Rp 7.000, sedangkan kacang rebus dihargai Rp 5.000 per bungkus.

Jika memilih untuk menginap di tempat wisata yang mempunyai ketinggian 900-1.800 meter di atas permukaan laut, serta bersuhu udara 18-24 derajat Celsius itu, diharuskan menyiapkan uang senilai Rp 600.000 per malam untuk jenis karavan. Untuk menyewa vila, harganya lebih dari Rp 1 juta. Jika matahari terbit, kegiatan yang disarankan adalah berjalan-jalan menghirup udara bersih sambil menikmati ocehan burung. Mampirlah ke Curug Jaksa, sumber air yang kandungan airnya diyakini bikin awet muda.

Tak lengkap rasanya menikmati wisata malam di tempat itu tanpa menyaksi-kan Wild-wild West, sebuah pertunjukan yang menampilkan aneka hewan yang terlatih, yang sarat muatan pendidikan lingkungan. Penonton tidak dipungut biaya, kecuali pada akhir acara menyumbang sukarela untuk biaya kebersihan.

Ketika hiruk pikuk Jakarta pada malam minggu terasa mulai menjenuhkan, dan ada kebutuhan merasakan sensasi baru yang menantang, hanya dengan waktu tempuh 1,5 hingga dua jam dari Jakarta, menyusuri jalan naik-turun yang dikelilingi pemandangan alam nan indah, Safari Malam TSI merupakan tempat yang tepat. Tidak perlu khawatir dengan keamanan. Sebab, semua hewan yang ada di tempat ini dijamin tidak membahayakan. [ISW/A-18/N-5 – Suara Pembaruan]

Dago Atas: Kawasan Wisata & Tempat Gaul Bagi Anak Muda

Dago Atas 1Berbicara soal Bandung, takkan lengkap tanpa membicarakan kawasan Dago Atas. Kawasan yang dulunya merupakan bagian dari Kelompok Hutan Lindung Pulosari ini telah diubah fungsinya menjadi Taman Wisata dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 575/Kpts/Um/8/1980. Perombakan Dago atas ini dilakukan pada tahun 1980 hingga 1984. Dan seiring dengan perjalanan waktu, Wilayah Dago atas inipun berkembang dengan pesat.

Seperti halnya Dago bawah, salah satu wilayah di Bandung yang sudah diulas pada Let’s Go To sebelumnya, di Dago Atas juga banyak dijumpai Factory Outlet, beragam jenis tempat makanan dari yang fersi mahal sampai makanan pinggir jalan yang rasanya tak kalah nikmatnya juga bisa dijumpai disini. Bahkan bagi kalangan anak muda wilayah Dago sudah dijadikan sebagai kawasan gaul. Jangan heran jika pada akhir pekan atau pada saat liburan datang wilayah ini pasti akan dipenuhi oleh pengunjung tak hanya dari warga Bandung. Tapi masyarakat luar kota juga ikut memenuhi daerah ini.

Selain sebagai tempat nongkrong, Dago Atas juga terdapat beberapa tempat wisata seperti Taman Hutan Raya, Taman wisata Curug Dago atau biasa di sebut Dago Pakar. Beberapa wisata lain adalah Goa Jepang, goa Belanda dan hutan alam. Tempat wisata Goa Belanda dan Goa Jepang ini merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang dan Belanda yang dulunya difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan juga sebagai gudang senjata. Lokasinya yang boleh dibilang masih asri, patutlah untuk disinggahi jika sedang berkunjung ke Dago Atas Continue reading Dago Atas: Kawasan Wisata & Tempat Gaul Bagi Anak Muda

Taman Balekambang: Taman Tanda Kasih Orang Tua

Taman BalekambangHabis gelap terbitlah terang. Ungkapan itulah yang cocok untuk menyebut Taman Balekambang di Surakarta. Taman yang sekarang terlihat indah, cantik, berseri dan asri ini dulunya sempat “ditinggalkan” orang karena kondisinya menyedihkan. Setelah direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot), taman seluas 9.8 ha ini kembali menjadi asri dan banyak dikunjungi masyarakat.

Pada tahun 2008 Pemkot melakukan revitalisasi Taman Balekambang ini untuk memfungsikan kembali hutan kota ini sebagai kawasan seni dan budaya, ruang terbuka publik dan daerah resapan air.

Taman Balekambang, adalah sebuah taman kota yang dikembalikan keasliannya sesuai dengan maksud dari pembangunan taman tersebut yaitu menjadikannya paru-paru kota Solo. Keinginan dan kebutuhan masyarakat sekarang dan masa yang akan datang untuk mengatur lingkungannya sendiri haruslah diakomodasi.

Di samping itu ada hubungan antara yang lama dan baru yang merupakan tujuan perancangan berkesinambungan. Demikian komentar Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) terhadap revitalisasi Taman Balekambang.

Keasrian Taman Balekambang ini tidak terlepas dari partisipasi dan tangan dingin Jokowi. Demikianlah Taman Balekambang akhirnya menjadi sebuah tata ruang yang dikelola dengan baik dan berfungsi ganda yaitu selain sebagai tempat rekreasi juga berfungsi sebagai daerah resapan air.

Taman Balekambang yang memiliki nama asli Partini Tuin dan Partinah Bosch, dibangun oleh Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII pada tahun 1921 sebagai tanda kasih kepada dua orang putrinya. Itulah sebabnya taman ini pada awalnya dibagi menjadi dua area.

Taman Balekambang 1Area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti Taman Partini (putri tertua). Area kedua dinamakan Partina Bosch yang berarti Taman Air Partinah. Kedua taman inilah yang dikemudian hari dikenal sebagai Taman Balekambang oleh masyarakat Solo.

Balekambang (rumah terapung) adalah sebuah taman terbuka yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, Solo. Dulunya tempat ini menjadi tempat beristirahat keluarga kerajaan. Sekarang di taman kota ini pengunjung dapat menyusuri jalan setapak yang dibuat melingkari taman. Kursi-kursi santai berjejer di pinggir jalan untuk beristirahat tatkala pengunjung lelah jalan berkeliling.

Sambil beristirahat di kursi-kursi tersebut kita dapat mendengarkan kicauan aneka burung yang berkeliaran serta gemericik air mancur dari kolam. Di taman ini pengunjung juga dapat menikmati berbagai pertunjukan kesenian, baik berupa musik, ketoprak, wayang kulit maupun beragam kegiatan budaya lainnya.

Di taman ini banyak ditanam pepohonan langka yang sengaja ditanam dengan tujuan untuk pelestarian. Selain itu, di taman ini juga terdapat berbagai bangunan seperti Bale Apung yang biasa dipergunakan untuk pertemuan keluarga Mangkunegaran, Bale Tirtayasa tempat Raja Mangkunegoro menyendiri, amphiteater, gedung kesenian dan gedung teater terbuka.

Menyusuri Taman Balekambang membuat kita merasakan kesejukan seperti yang dialami keluarga kerajaan Mangkunegaran pada zaman dulu. Balekambang menurut rencana akan dikembangkan menjadi taman botani. Bermacam-macam tumbuhan langka ditanam disana, yang merupakan sumbangan dari berbagai pihak termasuk para pejabat diplomatik negara sahabat.

Sumber: Majalah Travel Club

Halloween di Safari Night: Takut, tapi Menyenangkan

Suasana Halloween di Taman Safari Indonesia.  Kereta model kuno dan antik yang didominasi warna hijau, kuning, dan oranye itu mulai bergerak ke lokasi "hutan" yang dihuni satwa "liar". Sayup-sayup terdengar derap kereta dan suara alam yang membuat merinding bulu kuduk. Dinginnya alam Cisarua, Bogor, Jabar, sangat terasa. Suasana terasa mencekam karena gelap gulita. Barulah kemudian dari kejauhan samar-samar terlihat pijaran lampu-lampu yang berada dalam lampion labu.
Suasana Halloween di Taman Safari Indonesia. Kereta model kuno dan antik yang didominasi warna hijau, kuning, dan oranye itu mulai bergerak ke lokasi "hutan" yang dihuni satwa "liar". Sayup-sayup terdengar derap kereta dan suara alam yang membuat merinding bulu kuduk. Dinginnya alam Cisarua, Bogor, Jabar, sangat terasa. Suasana terasa mencekam karena gelap gulita. Barulah kemudian dari kejauhan samar-samar terlihat pijaran lampu-lampu yang berada dalam lampion labu.

Suasana makin terasa menyeramkan ketika kereta wisata itu melintasi areal “pemakanan Eropa” di lokasi satwa. Ada kuburan, topeng-topeng, dan bayang-bayang seperti hantu, juga asap dari dry ice yang menimbulkan efek seram.

Bayu dan kawan-kawannya serasa sedang uji nyali, tapi antara takut dan sangat senang. “Tangan rasanya dingin, tapi juga penasaran,” kata Bayu.

Ini pengalaman baru yang unik dan rasanya seperti di suatu tempat yang asing. “Ah… tapi sayang, cuaca kurang mendukung, hujan, suasana Halloweennya sih sudah bagus,” ujar Bayu.

Seram, takut, tapi senang, itulah yang memang ingin disuguhkan di Safari Malam Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor.

Berkeliling dengan kereta wisata yang berjalan malam hari sambil melihat kehidupan satwa-satwa liar selama kurang lebih 45 menit.

Suasana pun di-setting sedemikian rupa, sebagaimana perayaan Halloween. Labu-labu yang didominasi warna oranye dan hitam, beberapa karyawan dan karyawati, termasuk pemandu wisata menggunakan kostum ala hantu, nenek sihir, serta bajak laut.

“Ini merupakan bagian dari program Halloween yang diselenggarakan TSI pada 10, 17, 24, dan 31 Oktober 2009. Tema acara tersebut Halloween Night di Safari Malam,” kata Yulius H Suprihardo, humas TSI, baru-baru ini. Continue reading Halloween di Safari Night: Takut, tapi Menyenangkan