Home » Banten

Taman Nasional Ujung Kulon

7 April 2009 Banten 6,772 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL
Peta Ujung Kulon

Peta Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Dermaga di Pulau Peucang

Dermaga di Pulau Peucang

Jenis-jenis ikan yang menarik di Taman Nasional Ujung Kulon baik yang hidup di perairan laut maupun sungai antara lain ikan kupu-kupu, badut, bidadari, singa, kakatua, glodok dan sumpit. Ikan glodok dan ikan sumpit adalah dua jenis ikan yang sangat aneh dan unik yaitu ikan glodok memiliki kemampuan memanjat akar pohon bakau, sedangkan ikan sumpit memiliki kemampuan menyemprot air ke atas permukaan setinggi lebih dari satu meter untuk menembak memangsanya (serangga kecil) yang berada di i daun-daun yang rantingnya menjulur di atas permukaan air.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

rusa-ujung-kulon

Rusa (Cervus timorensis)

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Masyarakat yang bermukim di sekitar taman nasional yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.

Di dalam taman nasional, ada tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual. Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah gua Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung Barat semenanjung Ujung Kulon.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Tamanjaya dan Cibiuk. Pintu masuk utama dengan fasilitas, pusat informasi, wisma tamu, dermaga, sumber air panas.
Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh. Fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal, pengamatan tumbuhan dan satwa.
Pulau Peucang. Pantai pasir putih, terumbu karang, perairan laut yang biru jernih yang sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, snorkeling dan tempat ideal bagi pengamatan satwa satwa rusa di habitat alamnya.
Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar, dan Ciramea. Menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang pengembalaan satwa, air terjun dan tempat peneluran penyu.
Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.
Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa. Menyelam, berselancar, dan wisata budaya/ sejarah.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d September.

badak-jawaCara pencapaian lokasi:
Jakarta – Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 1/2 jam) atau Jakarta – Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon – Labuan (1 jam) atau Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam).
Labuan – Sumur (2 jam), Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang (4 jam dengan kapal motor nelayan).

Kantor : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264
Telp. (0253) 801731; Fax. (0253) 804651
E-mail : btnuk@cilegon.wasantara.net.id
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1980
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 284/ Kpts-II/92,
luas 122.956 hektar
Ditetapkan —
Letak Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Temperatur udara 25° – 30° C
Curah hujan Rata-rata 3.200 mm/tahun
Ketinggian tempat 0 – 608meter dpl
Letak geografis 6°30’ – 6°52’ LS, 102°02’ – 105°37’ BT

Sumber: http://www.dephut.go.id/

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Taman Nasional Ujung Kulon Banten Melihat Badak dari Dekat
    [ Saturday, 7 May 2011 - 19 : 42 | 0 comments | 2942 views ]
    Tak akan pernah habis memang jika membahas kekayaan alam bumi Indonesia, selalu saja ada keunikan dan daya tarik bagi kegiatan wisata alam seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten. Taman nasional ini terdiri dari tiga...
  • Ujung Kulon: Surga Tropis di Ujung Barat Pulau Jawa
    [ Saturday, 9 Aug 2008 - 16 : 04 | 0 comments | 7625 views ]
    UJUNG KULON tahun 1808. Gubernur Jenderal Herman William Daendels memaksa Sultan Banten mengirim 1.000 pekerja rodi setiap hari untuk membangun pangkalan angkatan laut dan pelabuhan di Ujung Kulon.Seiring dengan berjalannya proyek, ribuan pekerja meninggal diserang malaria, kolera, gas beracun, dan...
  • Ujung Kulon Bukan Hanya untuk Peneliti
    [ Tuesday, 9 Dec 2008 - 20 : 16 | 0 comments | 3474 views ]
    FOTO-FOTO: PEMBARUAN/HENNY A DIANA DIABADIKAN – Pemandangan indah menjelang terbenamnya matahari tidak pernah dilewatkan para pengunjung Taman Nasional Ujung Kulon. Pantai Cidaon menjadi pilihan paling asyik untuk mengabadikan keindahan “sun set” dari ujung barat Pulau Jawa. JUNG Kulon, sesuai namanya ia terletak...
  • Menikmati Kesunyian Alam di Pulau Peucang
    [ Thursday, 8 Mar 2012 - 11 : 13 | 0 comments | 3328 views ]
    SANGAT pribadi dan jauh dari kehidupan modernisasi merupakan dua hal yang bisa diperoleh jika Anda mengunjungi Pulau Peucang, pulau tropis yang berada di kawasan warisan alam dunia (world heritage site) Taman Nasional Ujung Kulon, Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Peucang...
  • Berkunjung ke Surga Alam Ujung Kulon
    [ Saturday, 26 Dec 2009 - 13 : 57 | 1 comments | 4365 views ]
    Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu andalan wisata petualangan di kabupaten Pandeglang, Banten. Taman ini menjadi habitat dan tempat perlindungan satwa langka yang terancam kepunahannya yaitu badak Jawa (Rhinoceros sundaicus). Taman ini ditetapkan oleh Unesco sebagai situs warisan dunia....


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (5)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>