Yogya Telah Kembali

Semburan abu akibat letusan Gunung Merapi sempat membuat aktivitas pariwisata kota ini terhenti sejenak. Kini, Kota Gudeg telah kembali siap menyambut wisatawan.

Gelaran seminar berskala internasional dengan tajuk Wisdom 2010 “Local wisdom Inspiring Global Solution” membawa saya dan beberapa teman kembali mengunjungi Yogyakarta. Sebuah kota pariwisata yang menawarkan pengalaman wisata menyenangkan. Kota yang selalu memberi kesan dan membuat orang selalu ingin kembali mengunjunginya.

Selepas menikmati hidangan makan malam adalah saat-saat yang bisa saya manfaatkan menikmati wisata di kota pelajar ini. Kawasan Jalan Wongsodirjan menjadi tujuan pertama saya berwisata malam, kawasan yang berada di belakang Stasiun Tugu ini banyak terdapat warung angkringan.

Sepertinya tak salah memilih kawasan Wongsodirjan, suasana santai amat terasa di sini. Beberapa kelompok anak muda duduk lesehan tepat diseberang jajaran warung angkringan, beralas tikar di bawah dibawah temaram lampu jalanan. Suasana tetap hangat. Saya pilih singgah di warung angkringan Lik Man yang populer dengan menu kopi jos-nya.

Segelas susu jahe saya pesan sebagai teman menikmati susana, sejenak saya berbincang tentang Yogya setelah letusan Merapi. Menurut pengakuan Kabuy, penjaga angkringan Lik Man, setelah hujan debu, Kota Yogyakarta memang seolah berhenti, tapi ini tak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian sudah kembali normal.

“Sempat sepi mas, tapi tidak lama kok, sekarang yang datang memang kebanyakan masih warga Yogya, wisatawan belum seperti biasanya,” kata Kabuy dengan logat medok-nya.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.27. Saya lanjutkan dengan menelusuri Jalan Malioboro. Kawasan yang menjadi ikon wisata Yogyakarta ini mulai terasa lengang, meski demikian beberapa warung lesehan pinggir jalan masih terlihat aktivitasnya, anak-anak muda berkelompok terbagi di beberapa sudut masih asyik berbincang sambil menikmati minuman dan makanan ringan.

Di ujung Jalan Maliboro, tepatnya di depan Benteng Vredeburg pun sudah terlihat ramai oleh anak-anak muda dan wisatawan lokal yang kongko sambil berfoto. Kehangatan malam Yogyakarta sebagai sebuah kota wisata sudah mulai kembali terasa, meski belum seperti sediakala, dimana aktivitas wisata malam menikmati suasana kota sambil memanjakan lidah begitu hidup disini.

Keesokan harinya saya kembali menyambangi kawasan Malioboro, suasana pun sudah terlihat berjalan normal “Melihat kondisinya, Yogyakarta sudah siap kembali dikunjungi dan tak ada yang perlu di khawatirkan lagi,” ujar Maharani, pelancong asal Jakarta yang kali itu datang bersama teman-temannya.

Sektor pariwisata merupakan salah satu penopang perekonomian Yogyakarta. Bencana letusan Gunung Merapi telah memberi dampak besar bagi sektor pariwisata kota gudeg ini, sangat penting untuk segera menormalkan kembali guna mendukung berjalannya roda perekonomian. Menyikapi kondisi ini, langkah-langkah recovery sektor pariwisata pun telah dilakukan.

“Setelah airport dibuka harus berbuat sesuatu, karena informasi diluarankan belum terbuka sekali, kemarin kami ke Bali melakukan road show, travel industri bikin Travel Dialog, supaya mereka tidak takut lagi untuk datang ke Yogyakarta,” kata Tazbir Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tazbir mengungkapkan, melibatkan peran media akan sangat penting guna menginformasikan kondisi Yogya yang sebenarnya dan aman untuk di kunjungi. “Kami pun melakukan Media Campagne, kita membuat famtrip media yang didukung Kementerian Budaya dan Pariwisata. Sudah ada empat media dari Sydney Australia yang datang, kemudian dari Jakarta, dan ada pula dari Malaysia, pihak airline juga turut membantu mengundang para jurnalis,” kata Tazbir, memaparkan.

Berbagai kegiatan pun segera akan dilaksanakan di kota pendidikan ini. “Event juga akan menjadi langkah efektif, penyelenggaraan Wisdom 2010 ini akan memberikan dampak positif tentang kondisi Yogya apalagi ini skalanya internasional,” ujar Tazbir.

Yogyakarta kini telah siap kembali di kunjungi. Ayo kembali berwisata ke Yogyakarta, selami keindahan alam dan keunikan budayanya. Dan, Yogya pun telah tersenyum kembali.

Go Yogya dengan Paket Recovery

Pasca erupsi Gunung Merapi dinas pariwisata Yogyakarta tidak tinggal diam untuk mendatangkan kembali wisatawan ke Kota Gudeg ini. Dengan slogan baru Go Yogya, sejumlah pelaku pariwisata turut andil dalam pemulihan pariwisata Yogya dengan paket recovery yang sangat terjangkau bagi masyarakat.

“Hanya dengan 800.000 rupiah masyarakat dapat berlibur selama 3 hari 2 malam di hotel bintang 4,” kata Edwin, ketua ASITA Yogyakarta pada konferensi pers dan peluncuran paket di Java Ballroom, Hotel Millenium Jakarta 20 Desember lalu. Paket ini akan berakhir hingga bulan Februari 2011.

Yang menarik dalam paket recovery, wisatawan diajak untuk berwisata volcano mengunjungi indahnya bentangan alam merapi. “Kini merapi menjadi objek wisata yang luar biasa, dan tentunya kami akan menata kawasan tersebut,” ujar Tazbir, Kadispar Yogyakarta.

Acara peluncuran ini juga didukung oleh Kemenbudpar melalui Direktorat MICE yang dihadiri Nia Niscahya, dan mengatakan bahwa Yogya harus tetap menjadi tujuan wisata unggulan. Beberapa program Sudah disiapkan, salah satunya mengundang Richard Gere dengan komunitas Bhudanya ke Candi Borobudur pada bulan Juni 2011 mendatang.

“Ini merupakan promosi yang akan memberikan dampak sangat positif bagi pemulihan pariwisata Yogyakarta,” kata Nia.

Sumber: Majalah Travel Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.