Home » Jawa Timur

Ada Kembaran Taman Prasasti Jakarta di Surabaya

7 October 2013 Jawa Timur 7,161 views One CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

Makam Belanda PenelehSurabaya – Suasana unik Taman Prasasti di Jakarta Pusat membuat siapapun jatuh hati. Bukan cuma Jakarta, Surabaya juga punya taman yang mirip dengan Taman Prasasti,lho. Makam Belanda Peneleh namanya. Penasaran?

Situs sejarah seringkali menjadi incaran para traveler saat berlibur ke sebuah daerah. Nah, Surabaya punya yang keren yaitu Makam Belanda Peneleh. Makam tua ini berada tepat di belakang Puskesmas Peneleh. Peneleh merupakan salah satu daerah yang masih asli dan belum banyak mendapat perubahan di Kota Surabaya.

Makam ini dibangun pada tahun 1814, dengan nama De Begraafplaats Peneleh Soerabaja. Kompleks pemakaman ini diperuntukkan bagi tuan dan none Belanda yang tinggal di Surabaya, pada masa penjajahan kala itu.

Saat masuk lebih dalam ke area pemakaman, suasananya sangat berbeda. Traveler akan terbawa suasana, seolah-olah hidup kembali di zaman penjajahan Belanda. Detil ornamen yang bergaya klasik menjadikan makam ini sebagai tempat paling top untuk foto-foto. Meskipun kondisinya saat ini kumuh dan memprihatinkan, makam ini masih menyisakan sisa-sisa arsitektur bangunan zaman dahulu.

“Sekarang makamnya sudah tidak terawat. Tapi tetap banyak yang datang untuk foto-foto,” kata seorang warga lokal Surabaya, Edo saat dihubungi detikTravel, Rabu (13/3/2013).

Suasana tempo dulu yang terasa, membuat makam ini sering dijadikan untuk lokasi pre-weeding. Tak jarang, sering pula anak-anak sekolah datang ke pemakaman yang turut menjadi saksi sejarah Kota Surabaya ini.

Tidak jauh berbeda dengan Taman Prasasti, makam Belanda ini juga dihiasi dengan patung-patung. Sayang, sebagian besar patung tersebut sudah tidak utuh. Bila saja masih terawat dengan baik, kondisi makam ini sebenarnya tertata dengan rapi. Bahkan lengkap dengan nomor seri di setiap nisannya. Seluruh makam di sini terbuat dari logam dan tembok dari batu.

Sebenarnya, untuk masuk ke dalam makam Belanda ini traveler tidak dipungut biaya. Traveler hanya perlu membayar untuk parkir kendaraan. Akan tetapi, alih-alih untuk biaya retribusi perawatan makam, traveler dikenai tarif seikhlasnya.

“Gratis, tapi kalau foto-foto harus bayar. Untuk yang pre-weeding biasanya harus membayar sekitar Rp 200 ribu. Kalau hanya foto-foto bisa bayar Rp 50 ribu,” tambah Edo.

Sejak tahun 1955, Makam Belanda Peneleh sudah ditutup. Kini hanya menjadi salah satu destinasi wisata saja.

Miris, keberadaannya yang dekat dengan perkampungan penduduk membuat makam ini terkadang berfungsi sebagai tempat warga menjemur pakaian. Sungguh disayangkan, padahal ini adalah makam tertua di Jawa Timur dan menjadi bukti peninggalan sejarah keberadaan Kota Surabaya.

Sumber: detikcom

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Museum Taman Prasasti: Bekas Pemakaman yang Tidak Lagi Angker
    [ Wednesday, 4 Apr 2012 - 8 : 32 | 0 comments | 3347 views ]
    SEBAGIAN dari Anda mungkin pernah mendengar Museum Taman Prasasti. Museum yang merupakan bekas pemakaman Belanda ini juga kerap digunakan sebagai lokasi pemotretan. Ini dikarenakan ada berbagai koleksi prasasti, nisan, makam, dan patung sebanyak 1.372 yang terbuat dari bahan batu dan...
  • Museum Taman Prasasti: Kala Nisan Bercerita
    [ Sunday, 5 Jun 2011 - 6 : 46 | 0 comments | 3042 views ]
    Buang jauh-jauh pikiran seram ketika menginjakkan kaki di Museum Taman Prasasti, karena museum ini justru menawarkan keindahan seni rupa, bahkan sering dijadikan obyek fotografi maupun video bagi berbagai kalangan masyarakat. Tidak seperti kebanyakan museum dengan koleksi-koleksi tersimpan dalam ruangan tertutup, di...
  • Pariwasata Surabaya Dengan Kapal Pesiar
    [ Wednesday, 3 Dec 2008 - 8 : 43 | 0 comments | 2693 views ]
    SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan bekerjasama dengan pihak asing atau luar negeri dalam bidang transportasi khususnya “Cruise Ship” (kapal pesiar), dengan tujuan mengoptimalkan Surabaya sebagai salah satu kota tujuan wisata. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya, Wiwiek...
  • Menelusuri Jejak Warisan Surabaya dengan City Sightseeing Bus Pertama di Surabaya
    [ Thursday, 14 Jan 2010 - 7 : 05 | 0 comments | 3666 views ]
    Dalam upaya untuk terus mendukung Surabaya sebagai destinasi wisata, House of Sampoerna (HoS), melalui payung program ‘Sampoerna Untuk Indonesia’, meluncurkan program & bis Surabaya Heritage Track (SHT) atau Menelusuri Jejak Warisan Surabaya untuk memperkenalkan bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah kota...
  • Blitar Pesona Bung Karno
    [ Wednesday, 17 Mar 2010 - 8 : 33 | 0 comments | 4468 views ]
    Pesona Bung Karno seolah tak habis-habisnya. Bukan hanya ketika masih hidup dan berkuasa, makamnya hingga kini pun masih terus ramai oleh warga masyarakat dari berbagai daerah yang berziarah. Bahkan, rumah keluarga yang kini dijadikan museum, pun tak pernah sepi pengunjung. “Mak,...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (18)



One Comment »

  1. Pulau Payung merupakan salah satu wisata Pulau Seribu yang tergolong
    baru. Paket wisata Pulau Payung pun baru resmi di buka pada pertengahan tahun 2015.
    Memiliki pantai pasir putih yang masih asri dan sangat bersih ini memiliki daya tarik tersendiri untuk para wisatawan lokal dan
    mancanegara.

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>