Ke Monas Yuk!

Tugu Monas
Tugu Monas

Siapa orang Jakarta yang nggak tahu Monas?. Singkatan dari Monumen Nasional. Monas menjulang setinggi seratus tiga puluh dua meter, dengan puncaknya bertahta emas. Keren khan. Ngomong-ngomong, udah pernah ke Monas belum?.

Dulu sih kalo ke Monas, nggak klop kalo nggak naik delman. Secara itu khas Betawi banget, tapi kok sekarang nggak keliatan ada delman ya?.

Idih curang Iwan…. Kalo dia boleh nyoba, masa kita nggak boleh?. hehehe…. Kereta wisata ini mulai beroperasi sejak bulan Februari 2008, disediain gratis untuk membantu pengunjung yang nggak kuat jalan kaki menuju tugu Monas.

kereta-monasSementara delmannya?. Ya terpaksa ngumpet dulu. Kenapa nggak bisa diadain bareng ya?. Khan seru tuh, abis nyobain kereta, naik delman deh!.

Monas dibangun tahun 1961, dan resmi dibuka untuk umum tahun 1975. Desainnya dibuat oleh Sudarsono, seorang arsitek indonesia terkemuka pada masa itu.

Dibuat sarat dengan simbol, tapi, tetap, yang paling fenomenal, puncaknya yang berupa lidah api, yang terbuat dari perunggu seberat empat belas setengah ton, dengan lapisan emas dua puluh empat karat, seberat lima puluh kilogram.

Waduh… Antriannya….. Demi menuju puncak Monas nih.Dari catatan pengelola Monas, dalam satu hari, lebih dari seribu orang datang, baik yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya, maupun dari daerah lain serta mancanegara. Jumlah ini bisa meningkat hingga sepuluh ribu orang per hari waktu hari libur.

Nah tuh, udah lama tinggal di Jakarta dari lahir, tapi baru sekarang ke sini. Bisa jadi banyak nih yang kayak ibu Yus tadi!. Dan penasaran juga ya, kok orang sampe rela ngantri berjam-jam untuk naik ke atas.

Sebelum menuju puncak Monas, kita bisa lihat bagian bawah yang merupakan museum. Isinya antara lain ada ruang kemerdekaan yang menyimpan rekaman asli suara Presiden Sukarno ketika membacakan proklamasi kemerdekaan indonesia.

Sekarang ikut iwan yuk naik lift. Lift yang berkapasitas 11 orang ini adalah satu-satunya lift untuk membawa kita menuju puncak Monas. Nggak heran ya antrian di bawah tadi panjangnya kayak gitu. Lift-nya cuma satu.

Sayang memang kalo ke Monas, nggak naik sampai puncak. Apalagi harga tiketnya nggak sampe 8 ribu rupiah per orang. Nah, kalo udah di atas, puas-puasin deh liat kota Jakarta. Karena konon, puncak Monas merupakan titik tertinggi di Ibukota. Dan kalau langit lagi jernih, dari atas sini seluruh Jakarta bisa keliatan bahkan sampai ke Tanjung Priok.

Sumber: Indosiar.com

One thought on “Ke Monas Yuk!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.