Home » Kalimantan Barat

Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Kalimantan Barat

23 April 2009 Kalimantan Barat 21,466 views 6 CommentsPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

keraton-sambasPusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh 175 km, melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas.

Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk disebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri keraton Kesultanan Sambas.

Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi membujur arah barat-timur.

Pada bidang tanah ini terdapat beberapa buah bangunan, yaitu dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar, dua buah gerbang, dua buah paseban, kantor tempat sultan bekerja, bangunan inti keraton (balairung), dapur, dan masjid sultan.

Bangunan keraton menghadap ke arah barat ke arah sungai Sambas. Ke arah utara dari dermaga terdapat Sungau Sambas Kecil, dan ke arah selatan terdapat Sungai Teberau. Di sekeliling tanah keraton merupakan daerah rawa-rawa dan mengelompok di beberapa tempat terdapat makam keluarga sultan.

Bangunan keraton yang lama dibangun oleh Sultan Bima pada tahun 1632 (sekarang telah dihancurkan), sedangkan keraton yang masih berdiri sekarang dibangun pada tahun 1933. Sebagai sebuah keraton di tepian sungai, di mana sarana transportasinya perahu/ kapal, tentunya di tepian sungai dibangun dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar. Dermaga yang terletak di depan keraton dikenal dengan nama jembatan Seteher. Jembatan ini menjorok ke tengah sungai. Dari dermaga ini ada jalan yang menuju keraton dan melewati gerbang masuk.

Gerbang masuk yang menuju halaman keraton dibuat bertingkat dua dengan denahnya berbentuk segi delapan dan luasnya 76 meter persegi. Bagian bawah digunakan untuk tempat penjaga dan tempat beristirahat bagi rakyat yang hendak menghadap sultan, dan bagian atas digunakan untuk tempat mengatur penjagaan.

Selain itu, bagian atas pada saat-saat tertentu digunakan sebagai tempat untuk menabuh gamelan agar rakyat seluruh kota dapat mendengar kalau ada keramaian di keraton.

Setelah melalui pintu gerbang yang bersegi delapan, di tengah halaman keraton dapat dilihat tiang bendera yang disangga oleh empat batang tiang. Tiang bendera ini melambangkan sultan, dan tiang penyangganya melambangkan empat pembantu sultan yang disebut wazir. Di bagian bawah tiang bendera terdapat dua pucuk meriam, dan salah satu di antaranya bernama Si Gantar Alam.

Sebelum memasuki keraton, dari halaman yang ada tiang benderanya, kita harus melalui lagi sebuah gerbang. Gerbang masuk ini juga terdiri dari dua lantai, tetapi bentuk denahnya empat persegi panjang. Lantai bawah tempat para penjaga yang bertugas selama 24 jam, sedangkan lantai atas dipakai untuk keluarga sultan beristirahat sambil menyaksikan aktivitas kehidupan rakyatnya sehari-hari.

Setelah melalui gerbang kedua dan pagar halaman inti, sampailah pada bangunan keraton.

Di dalam kompleks keraton terdapat tiga buah bangunan. Di sebelah kiri bangunan utama terdapat bangunan yang berukuran 5 x 26 meter. Pada masa lampau bangunan ini berfungsi sebagai dapur dan tempat para juru masak keraton. Di sebelah kanan bangunan utama terdapat bangunan lain yang ukurannya sama seperti bangunan dapur. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat Sultan dan pembantunya bekerja. Dari bangunan tempat Sultan bekerja dan bangunan utama keraton dihubungkan dengan koridor beratap dengan ukuran panjang 5,90 meter dan lebar 1,50 meter.

Di bagian dalam bangunan tempat Sultan dan pembantunya bekerja, tersimpan beberapa benda pusaka kesultanan, di antaranya singgasana kesultanan, pedang pelantikan Sultan, gong, tombak, payung kuning yang merupakan lambang kesultanan, dan meriam lele. Meriam lele yang jumlahnya tujuh buah hingga sekarang masih dianggap barang keramat dan sering diziarahi penduduk. Masing-masing meriam yang berukuran kesil ini mempunyai nama, yaitu Raden Mas, Raden Samber, Ratu Kilat, Ratu Pajajaran, Ratu Putri, Raden Pajang, dan Panglima Guntur.

Bangunan utama keraton berukuran 11,50 x 22,60 meter. Terdiri atas tujuh ruangan, yaitu balairung terletak di bagian depan, kamar tidur sultan, kamar tidur istri sultan, kamar tidur anak-anak sultan, ruang keluarga, ruang makan, dan ruang khusus menjahit. Di bagian atas ambang pintu yang menghubungkan balairung dan ruang keluarga, terdapat lambang Kesultanan Sambas dengan tulisan “Sultan van Sambas” dan angkatahun 15 Juli 1933. Angka tahun ini merupakan tanggal peresmian bangunan keraton.

Di bagian dalam bangunan ini, pada kamar tidur Sultan tersimpan barang-barang khazanah Kesultanan Sambas, di antaranya tempat peraduan sultan, pakaian kebesaran, payung kesultanan, pedang, getar, puan, dan meja tulis Sultan. Pada bagian dinding terpampang gambar-gambar keluarga Sultan yang pernah memerintah Sambas. (Bambang Budi Utomo\arkeolog)

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Istana Kadriah
    [ Saturday, 18 Sep 2010 - 6 : 29 | 0 comments | 3374 views ]
    Istana yang terletak di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat ini dibangun mulai Tahun 1771 hingga 1778. Tak berapa lama, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak. Di atas pintu...
  • Benteng Keraton Buton
    [ Saturday, 18 Sep 2010 - 6 : 36 | 0 comments | 3858 views ]
    Benteng yang memiliki nama asli Benteng Keraton Wolio ini merupakan peninggalan sejarah terbesar di Sulawesi. Benteng yang masih berdiri kokoh di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara tersebut memiliki luas mencapai 22,4 hektar. Benteng ini adalah yang terbesar di dunia, setelah tembok besar...
  • Keraton Kacirebonan
    [ Tuesday, 3 Mar 2009 - 11 : 01 | 0 comments | 8854 views ]
    keraton-kacirebonan Keraton Kecirebonan dibangun pada tanggal 1800, Keraton ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris Wayang perlengkapan Perang, Gamelan dan lain-lain. Seperti halnya Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman, Keraton Kecirebonan pun tetap menjaga, melestarikan serta melaksanakan kebiasaan dan upacara adat seperti...
  • Benteng Kuto Besak, Tempo Dulu dan Kini
    [ Monday, 12 Mar 2012 - 7 : 09 | 0 comments | 3224 views ]
    ORANG-orang Belanda menyebut bangunan di belahan utara Sungai Musi, Palembang ini dengan istilah de nieuwe kraton. Itu disebabkan Benteng Kuto Besak awalnya menyerupai keraton Sultan Palembang Darussalam, dibangun lengkap dengan pendopo, kaputren (tempat putri), segaran (kolam), taman dan alun-alun. Saat itu di...
  • Danau Sebedang
    [ Monday, 16 Sep 2013 - 9 : 48 | 0 comments | 2845 views ]
    Danau Sebedang Objek Wisata Danau Sebedang merupakan sebuah danau yang mempunyai luas sekitar 1 km.dan Objek Wisata Danau Sebedang dikelilingi oleh bukit dengan ketinggian sekitar 400 meter dari permukaan laut. Kawasan Objek wisata ini sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (30)



6 Comments »

  1. Salam kenal dari Sambas!!???
    Mohon maaf sebelumnya, saya sebagai penduduk asli dari Sambas merasa dirugikan dengan isi judul diatas, “Keraton Sambas Objek Wisata Bersejarah di Pontianak, kenapa Pontianak!!

    Sedangkan anda sendiri tahu kalau Pontianak memiliki keratonnya sendiri dan Sambas memiliki keratonnya sendiri dan itu merupakan 2 buah kota yang terpisah sangat jauh sekali.

    Kalau anda merasa kurang yakin, coba saja di re-check pakai google maps…

    Mohon judulnya diganti, kalau berdasarkan tulisan saudara, lebih cocoknya ditulis Kalimantan Barat.

    Terima kasih.

  2. Salam kenal juga Mas Donny,

    Terima kasih atas penjelasan dan keterangan Anda. Judul sudah kami rubah.

    Redaksi

  3. I have a photo of the keraton, view at my site which is listed and add
    /images/SAMBAS.jpg

    Photo of a palace in SOLO which can be viewed at my site under image library link.

  4. bang donny, hebat! ye di br urang sambas sesungguhnya!

  5. amazing place..l miss u keraton sambas

  6. saya dr malaysia,difahamkan dr keturunan sambas.datuk saya adalah dr kerabat diraja sambas dan telah berhijrah kemelaka.adalah saya merasa teramat rugi tidak mengetahui susur jalur keturunan keluarga saya.bukan saya sahaja,ramai keturunan sambas berada dimalaysia dan tidak mengenali satu sama lain.

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>