Sawahlunto

Inilah salah satu kota tambang peninggalan masa kolonial Belanda di Sumatera Barat. Sawahlunto dibangun Hindia-Belanda setelah ditemukannya kandungan batubara oleh Ir De Greve pada 1867 di Batang Lunto, sebelah timur Danau Singkarak.

Kandungan batubara yang melimpah membuat kaum kolonial tak segan menanamkan modalnya di sini. Bangunan-bangunan pendukung serta jaringan transportasi pun dibangun untuk mengeduk mutiara hitam dari kota ini.

Di masa kemerdekaan kegiatan penambangan masih terus dilanjutkan, sampai akhirnya aktivitas tersebut berhenti. Namun, sisa kegiatan penambangan masih bisa di saksikan di sini. Bahkan kini menjadi obyek yang menarik untuk di kunjungi.

Beberapa bangunan gaya kolonial tetap berdiri kokoh, begitu pula kereta pengangkut barang tambang yang masih bisa dinikmati. Misalnya Art Deco Church (Gereja Art Deco), Culture Center Building (Gedung Pusat Kesenian), The Museum of Train (Museum Kereta Api Indonesia), Museum Goedang Ransoem, dan Masjid Agung (Mesjid Raya).

Sumber: Majalah Travel Club

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.