Home » Jawa Barat

Situ dan Candi di Kampung Pulo, Garut

22 January 2012 Jawa Barat 4,288 views No CommentPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

KONON di Kampung Pulo berabad-abad lalu, terdapat putri Hindu nan cantik jelita. Ketika itu, datanglah Arif Muhammad, panglima perang kerajaan Mataram. Dalam pelariannya setelah kalah melawan Belanda, Arif memutuskan menetap di desa. Sambil menyebarkan agama Islam, ia lalu jatuh hati pada sang putri.

Gayung pun bersambut. Sang putri mengiyakan, namun dengan satu syarat. Buatlah danau yang mengelilingi desa, pinta sang putri. Esoknya, muncullah sebuah situ, yang kini bernama situ Cangkuang.

Kisah itu diceritakan turun temurun di Kampung Pulo, Kecamatan Leles, Garut. Situ Cangkuang yang kini menjadi objek wisata, menyimpan banyak kisah. Begitu juga Candi Cangkuang di seberang situ, serta makam Arif Muhammad di sebelahnya.

Untuk mencapai lokasi, rakit bambu disediakan pengelola. Cukup Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Tak sampai sepuluh menit menyebrangi situ, kami sudah bisa sampai di candi setinggi delapan setengah meter itu.

Perpaduan Hindu-Islam menjadi ciri istimewa. Candi dan makam Arif Muhammad terletak bersisian menandakan harmoni dua agama. Pertama kali candi ditemukan pada 1966 oleh Harsoyo dan Uka Candrasasmita. Penemuan ini berdasarkan laporan Vorderman tahun 1893.

Sayangnya, candi Cangkuang ditemukan tak berbentuk. Hanya bersisa 40 persen saja puingnya yang 60 persen yang hilang lalu dibuat replika. Sehingga pada 1976, candi itu utuh kembali. Tepat di belakang komplek candi, terdapat rumah adat yang dengan bebas bisa ditelusuri.

Rumah adat Kampung Pulo hanya tujuh saja jumlahnya. Tak boleh lebih, juga tak boleh kurang. Susunannya seperti huruf U, lingkungannya terawat, bersih, dan rapi. Jumlah ini simbol dari tujuh anak Arif Muhammad. Satu bangunan masjid melambangkan anak laki-laki. Enam lainnya berupa rumah tinggal, melambangkan anak perempuan.

“Kalau anak sudah menikah, dia harus pindah dari desa ini, tapi kalau ada rumah yang kosong, nanti dipanggil kembali,” jelas Tatang, Juru Kunci di Kampung Pulo.

Walau memeluk agama islam, warga kampung memengang garis keturunan perempuan. Maka, hanya anak perempuan yang berhak tinggal di desa, anak laki-laki harus pindah ketika dewasa.

Tatang, pria paruh baya itu, kemudian bercerita banyak hal. Kisah tentang benda pusaka yang hilang, para leluhur, bentuk rumah, dan kisah adat Kampung Pulo lainnya.(http://www.mediaindonesia.com/M-3)

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Peta Wisata Garut
    [ Thursday, 11 Feb 2010 - 8 : 48 | 0 comments | 5621 views ]
    ADA beberapa lokasi yang wajib Anda kunjungi ketika berkunjung ke Garut. Di kota Dodol ini ada beragam tempat wisata, mulai dari wisata alam seperti pegunungan dan danau, juga ada tempat wisata religius. Beberapa diantaranya: Situ Bagendit Danau terluas di Garut. Terletak di...
  • Candi Muara Takus
    [ Saturday, 18 Sep 2010 - 5 : 06 | 1 comments | 3516 views ]
    Candi Muara Takus merupakan candi Budha sisa masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang berada di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Riau. Satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau ini dibangun sebagai sarana pemujaan sekaligus berfungsi sebagai pusat pengajaran agama. Candi ini pertama...
  • Negeri Seribu Candi
    [ Tuesday, 5 Jan 2010 - 7 : 06 | 0 comments | 7635 views ]
    Candi sepertinya menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan bagi lahirnya kebudayaan bangsa Indonesia. Setiap senti dari pahatan batu candi mempunyai ceritanya tersendiri, hingga akhirnya menciptakan begitu banyak sejarah atau legenda mengenai kehidupan masa lampau negeri ini. Keberadaan candi yang banyak tersebar...
  • Candi Prambanan
    [ Friday, 25 Sep 2009 - 8 : 09 | 0 comments | 7012 views ]
    candi prambanan Peninggalan Hindhu terbesar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini terletak lebih kurang 17 kilometer disebelah timur laut Yogyakarta. Candi Prambanan merupakan komplek percandian dengan candi induk menghadap ke arah timur , dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan...
  • Candi Plaosan
    [ Wednesday, 27 May 2009 - 20 : 25 | 0 comments | 24579 views ]
    candi-plaosan CANDI PLAOSAN terletak di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan kira-kira 1 km ke arah timur dari candi Sewu. Candi Budha ini terdiri atas dua candi utama yang terletak berdampingan, masing-masing mempunyai landasan dasar sendiri. Candi yang terletak di sebelah...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (10)



Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>