Home » Sulawesi Selatan

Tana Toraja Andalan Wisata Sulawesi Selatan

23 April 2009 Sulawesi Selatan 48,098 views 3 CommentsPrint This Post PRINTEmail This Post EMAIL

rumah-di-tana-torajaTana Toraja merupakan objek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah utara Makassar itu sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau kelapa dan mampu bertahan sampai 50 tahun. Tongkonan juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat, seperti strata emas, perunggu, besi, dan kuningan.

Saking melekatnya imej Tana Toraja dengan bangunan rumah adat ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri matahari terbit itu.

Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negeri sakura. Sekarang di Jepang sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tana Toraja hanya terletak pada atapnya yang menggunakan daun sagu (rumbia).

Masih banyak lagi daya tarik Tana Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah tersohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 km dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0-7 tahun.

peta-tana-torajaMeski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, pohon tempat “menyimpan” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan.

Di atas pohon tarra – yang buahnya mirip buah sukun – dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu batang pohon itu dilubangi. Mayat bayi diletakkan ke dalam, lalu ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tana Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini, seperti dikutip Kapanlagi.com, disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi letak bayi yang dikuburkan di batang pohon tarra.

Selain itu, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.

Sementara itu, untuk sampai di Tana Toraja yang mengagumkan ini ada jalur penerbangan domestik Makassar-Tana Toraja. Penerbangan ini hanya sekali dalam seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang. Namun, waktu yang dibutuhkan cukup singkat, hanya 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Dan jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan membutuhkan waktu tujuh jam.

Even yang menarik di kawasan wisata ini adalah upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan pesta syukuran (rambu tuka) yang merupakan kalender tetap tiap tahun.

Selain even tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat objek wisata budaya menarik lainnya, seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk kontainer ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao. (Laksito Adi)

Be Sociable, Share!


Artikel Terkait:

  • Saatnya Tana Toraja Jadi Objek Wisata Favorit
    [ Friday, 20 Jan 2012 - 7 : 32 | 0 comments | 2255 views ]
    JIKA Anda diminta untuk menyebutkan kawasan wisata terindah di Indonesia, pasti yang langsung teringat di kepala Anda mungkin hanya Kuta di Bali, Pantai Senggigi di Lombok atau Taman Nasional Bunaken. Mengapa tidak mencoba memasukkan Tana Toraja menjadi dalam daftar perjalanan...
  • Tana Toraja Tiap Jengkalnya Berisi Warisan Budaya Dunia
    [ Saturday, 18 Dec 2004 - 20 : 15 | 0 comments | 3715 views ]
    Tana Toraja di Sulawesi Selatan yang dilafalkan Tana Toraya oleh penduduknya memang memiliki daya tarik tersendiri. Penulis cukup beruntung karena mendapat undangan dari Hotel Aston Missiliana Toraja untuk menginap di hotel tersebut sembari menikmati suguhan kawasan wisata di Toraja dan...
  • Prosesi Pemakaman Ala Toraja
    [ Tuesday, 7 Apr 2009 - 11 : 40 | 2 comments | 16498 views ]
    adu-kerbau RANTEPAO-Jika ingin menyaksikan lestarinya adat budaya leluhur di tengah hiruk–pikuk budaya global, tengoklah Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 300 kilometer sebelah utara Makassar. Betapa tidak, meskipun warganya sudah merantau ke Australia, Eropa maupun Amerika, mereka tetap menjalankan upacara adat...
  • Ke’te’ Kesu’, Desa Wisata Tana Toraja
    [ Saturday, 13 Dec 2008 - 20 : 46 | 0 comments | 8782 views ]
    Foto-foto: Pembaruan/Aditya L Djono - Kompleks Ke'te' Kesu' dari kejauhan MISTIS. Mungkin itu kesan yang seketika mencuat saat kaki menapaki anak tangga terakhir dan kepala melongok ke dalam tongkonan tua yang gelap dan berdebu. Gambaran jenazah yang disemayamkan di dalam tongkonan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, menyergap benak, manakala mata tertuju...
  • Museum Taman Prasasti: Kala Nisan Bercerita
    [ Sunday, 5 Jun 2011 - 6 : 46 | 0 comments | 3090 views ]
    Buang jauh-jauh pikiran seram ketika menginjakkan kaki di Museum Taman Prasasti, karena museum ini justru menawarkan keindahan seni rupa, bahkan sering dijadikan obyek fotografi maupun video bagi berbagai kalangan masyarakat. Tidak seperti kebanyakan museum dengan koleksi-koleksi tersimpan dalam ruangan tertutup, di...


Error. Page cannot be displayed. Please contact your service provider for more details. (15)



3 Comments »

  1. Atap Tongkonan itu dari bambu kecil, bukan nipa. Kalo Nipa cepat namun bambu bisa bertahan puluhan tahun.
    Mohon dikoreksi informasinya.
    Untuk diketahui bambu memiliki banyak fungsi serta memiliki nilai filosofis yang tinggi bagi masyarakat Toraja.
    Sebagai contoh kerabat sering disebut “rapu tallang” – serumpun bambu. Artinya berasal dari satu asal usul. Banyak lagi kalau berniat mengetahuinya.

    Salam

  2. i love indonesia,,
    ayo jadikan negeri kita surga

  3. ngeri tapi menarik itu lah toraja

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>